
Otniel masih bertahan pada posisinya memeluk Chelsea dari depan membuat panas pria yang telah dengan berani mengganggu ketentraman keluarganya. Siapa pun yang coba coba untuk mengusik Otniel akan diberikan pembalasan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan.
“Hahhah rasakan kau, emang enak melihat gebetanmu di peluk sama musuhmu, bagaimana kalau aku sampai menikahi gadis lelet ini yah ahhahah..... itu pasti akan menyenangkan melihat si dokter cacad itu kepanasan di tengah rintik hujan hahahhaha...” batin Otniel tertawa jahat membayangkan semua rencana yang dia karang di kepala kecil namun super jenius itu.
Samapi dia tidak sadar dia memeluk Chelsea terlalu kuat dan membuat gadis itu kehabisan nafas karena ulahnya yang tidak memperhatikan apa yang sedang dia lakukan.
“Uhuk.. uhukk.. aku... tidak.. bisa bernafas... uhukk.. dokk... lepas...” Chelsea memukul memukul punggung Otniel yang masih memeluknya dengan erat sambil tersenyum seperti orang kesetanan.
“Dok, saya gak bisa nafashhh,....” ucap Chelsea dengan suara tercekat karena pasokan udaranya di tahan oleh pelukan Otniel.
“Ehh maaf neng hahahha... maaf maaf, habisnya kau enak dipeluk hahahha...” kekeh Otniel seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Chelsea.
Tentu saja dia sedang menggunakan seluruh modus si playboy Otniel yang baru kali ini menunjukkan jati dirinya sebagai seorang play boy kelas kakap dengan segala pesona yang dia miliki.
Chelsea terbelalak kaget dengan perubahan drastis yang dia lihat dari Otniel, benar benar sebuah perubahan besar yang terjadi dalam beberapa detik. Pria itu tidak seperti biasanya, tentu saja, karena Otniel adalah rajanya akting.
“Dok... kau sakit ya?” ucap Chelsea dengan mata terbelalak menatap Otniel yang bertingkah sangat aneh hari ini.
Otniel melepaskan tangannya sambil tersenyum manis nan mempesona yang berhasil membuat Chelsea malah jadi salah tingkah karena ditatap dan di goda oleh dokter psiko yang tiba tiba berubah jadi jelmaan hello kitty yang imut dan menggemaskan itu.
“ya Tuhan sepertinya kami harus melakukan pengusiran setan di rumah sakit ini, dokter Otniel jadi korban pertama ,” celetuk Chelsea yang benar benar terheran heran dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Otniel kali ini.
Apakah Superman akan segera sadar kalau dia memakai underwear di luar? Atau apakah harry potter akan sadar kalau semua cerita yang dia perankan selam ini hanya khayalan seorang penulis yang sedang dalam mood untuk mengobrak abrik pikiran pembacanya, sungguh aneh memang pria itu.
“Dok apa anda sedang sakit atau ada yang sedang tidak beres dengan otak anda? Kenapa sampai melakukan hal aneh ini? Sungguh bukan seperti diri anda yang sebenarnya,” celetuk Chelsea.
__ADS_1
Pletakk....
Sekai lagi hantaman keras mendarat di kening cantik gadis muda itu berambut cokelat terang itu dan selalu berhasil membuat dirinya meringis kesakitan. Ingin marah tentu saja, tatapi dia sadar siapa yang ada di depannya saat ini, kalau dia marah masalah malah akan jadi makin rumit dengan dokter psiko itu.
“kau pikir aku gila?” ketus Otniel sambil menatap Chelsea dengan tatapan kesal,” aku hanya ingin mencoba mendekati seorang gadis lelet, lemah dan lunglay yang kuberi buket bunga lima tahun lalu dan bertahan untuk berpura pura tidak mengenaliku selama satu tahun ini meski tau siapa diriku, iya kan Nona buket bunga,” ucap otniel seraya mendekatkan kepalanya ke arah Chelsea mengikis jarak diantara mereka.
Gugup, panik dan ya wajah Chelsea merona semerah tomat matang yang siap diolah menjadi saos untuk gorengan di warung rumah sakit. Dan bagi Otniel itu keasikan tersendiri bisa berhasil membuat gadis di depannya itu tersipu malau dan jadi salah tingkah karena ulahnya.
“Eh... ekhmm... kenapa bahas hal itu lagi sih dok,” ucap Chelsea mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan mata Otniel yang seolah olah mengatakan kalau dia ingin menjadi lebih dekat lagi dengan Chelsea.
“Cieee... malu nieee... ahahhah kok malah salah tingkah sih Beb hahahahha...” goda Otniel seraya menunjuk wajah Chelsea yang merona karena malu. Jujur saja, Chelsea benar benar ingin keluar dari zona memalukan saat ini, gugup, malu dan ya semua bercampur aduk di dalam pikiran gadis cantik itu .
“Dok... kenapa jadi godain saya sih, bikin gugup tau gak,” gerutu Chelsea sambil beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Otniel sambil menutup wajahnya yang merah merona seperti kirmizi.
“Hahahha... selanjutnya mari kita bersihkan nama kita Otniel dan juga nama anakku tersayang, ayo buat rumor baru hahahahaha...” pria itu tertawa dengan seringai seperti serigala yang bersiap untuk menyerang mangsanya.
Chelsea berjalan sambil menaruh tangannya tepat di bagian dada dimana posisi jantungnya berada. Degupan jantungnya sungguh tak beraturan kali ini, pertama kali dia merasakan hal seperti itu saat berbicara dengan lawan jenisnya membuat dia memikirkan hal hal aneh.
“arrhhkkk... ada apa ini? Kenapa aku berdebar seperti ini, dia benar benar membuatku seperti orang gila, arrhhhh.... dokter aneh, dokter psiko, dokter gilaaa....” gerutu Chelsea sambil menggeleng gelengkan kepalanya seperti orang gila. Sepertinya mereka berdua berubah mnejadi orang gila dalam sekejap karena kejadian aneh tadi.
“Haihhh dasar orang gila itu, niatku baik untuk menolong dan menghiburnya dari keterpurukan karena berita dan rumor menyebalkan itu, justru aku yang dikerjai habis habisan oleh pria aneh itu,” gerutu Chelsea.
Dia berjalan sambil terus memikirkan apa yang terjadi barusan, dia berjalan menuju ruangan rawat inap pasien yang mereka lakukan operasi ganda dan diselamatkan Otniel dari keracunan cairan aneh yang sampai saat ini belum dibongkar dilakukan oleh siapa. Hanya saja semua desas desus mengarah pada Otniel yang katanya menyuap seorang perawat untuk menyuntikkan cairan aneh ke dalam cairan infus pasien itu.
Chelsea memeriksa keadaan pasien, dia cukup bersyukur prosedur terakhir yang mereka lakukan berhasil membuat pasien tetap selamat dan memperbaiki keadaan pasien bahkan sudah pulih hingga 80 % dari sebelumnya.
__ADS_1
“Halo Ibu bagaimana perasaan ibu?” tanya Chelsea dengan ramah pada pasien yang sudah sadar itu.
“Saya sudah membaik dok, terimakasih banyak karena sudah membantu saya pulih kembali,” ucap wanita itu.
“Ahh yang membantu ibu juga adalah dokter Otniel, beliau berhasil menyelamatkan ibu dari serangan jantung, nanti kalau ibu sudah sembuh Janan lupa berterimakasih pada dokter itu,” ucap Chelsea sambil duduk di samping brankar wanita itu.
“Benarkah? Tapi kata suster disini beliau berusaha membunuh saya, tapi saya tidak yakin dok, masa seorang dokter berusaha untuk membunuh pasiennya,” ucap si Ibu.
“Maka dari itu bu, kita bantu membersihkan nama dokter Otniel, beliau diserang rumor jahat yang mengatakan kalau beliau melakukan malpraktik bahkan semua pasien di rumah sakit ini menjudge dokter hebat itu hanya karena dia diam dan tidak memberi tanggapan apapun,” jelas Chelsea.
“Waduhh bisa bahaya karir dokter hebat itu, sejujurnya, setahun lalu dokter muda itu yang menyelamatkan suami saya dari penyakit jantung koroner, tanpa dia, mungkin suami saya tidak akan bertahan sampai saat ini,” jelas si ibu.
“Wahh benarkah? Itu hal hebat,” ucap Chelsea.
“Iya, lalu apa yang bisa saya bantu untuk menyelamatkan nama dokter baik itu?” tanya si Ibu.
“Ummm....
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1