
Kabar bahagia dari pasangan Mafia itu sudah tersebar di keluarga besar mereka.
Seluruh keluarga mengucap syukur dengan kabar bahagia ini. Nyonya Alena, Reva dan Sean sangat senang saat mendengar kalau Vasko akan menikah, belum lagi calon istrinya adalah Joy,gadis berhati baik yang mereka sukai.
Semuanya mengucapkan selamat pada mereka, hanya saja Niat itu belum mereka sampaikan pada Kedua orangtua Joy.
Niat baik itu diterima oleh keluarga Vasko, mereka benar benar bahagia mendengar rencana itu.
Oleh karena itu Vasko berangkat ke Jerman untuk menjemput Papanya sekaligus menyatukan keluarga besar mereka di Indonesia.
Diandra dan Joy sedang duduk berdua di taman belakang rumah, mereka duduk sambil memakan cemilan bersama Edward dan Otniel yang asik bermain disana.
David sendiri sudah mulai bekerja dan kantornya sudah di pindahkan ke Jakarta, karena dia memiliki cabang perusahaan di Indonesia.
Joel sendiri masih molor di dalam kamarnya seperti kebiasaan pria itu sehari hari, meluangkan banyak waktu untuk terlelap karena dia banyak menghabiskan waktu mengurus lahan pertaniannya di Jerman melalui telepon untuk mengkoordinir anggotanya.
Di taman belakang, Diandra tampak menikmati cuaca yang cerah di rumah itu.
Joy juga sama, hatinya begitu bahagia saat ini, gadis itu terus terusan menatap cincin lamaran yang tersemat di Jarinya.
"Joy apa kau bahagia?" tanya Diandra.
"Tentu saja kak, aku bahagia, aku sangat senang," ucap Joy sambil terus menatap cincinnya.
"Apa kau mencintai kak Vasko?" tanya Diandra.
"Ya, aku mencintainya sejak lama kak, sejak kami pertama bertemu, dan itu sudah bertahun lamanya.
"Hmmm... kalian memang cocok, aku juga senang mendengar berita ini," ucap Diandra.
"Terimakasih kak," jawab Joy sambil tersenyum.
"Joy, bagaimana dengan orangtuamu? apa kau sudah membicarakan hal itu pada mereka?" tanya Diandra tiba tiba, ibu hamil itu memiliki firasat yang kuat, dia sedikit khawatir dengan kakaknya.
"Belum kak, aku akan membawa kak Vasko ke rumah untuk bertemu dengan Papa dan Mama, aku yakin mereka akan menerima kak Vasko," ucap Joy sambil tersenyum.
Tiba tiba Diandra menggenggam tangan Joy dan menatap mata gadis itu dengan intens.
"Joy dengar aku," ucap Diandra.
Ibu hamil itu benar benar serius saat ini, bahkan Joy sendiri sedikit gugup melihat tatapan mata Diandra yang benar-benar serius.
"Ada apa kak?" tanya Joy terkejut.
"Aku khawatir akan terjadi sesuatu yang besar yang akan mengguncang hubungan kalian, tapi aku yakin kak Vasko akan mempertahankan dirimu," ucap Diandra.
"Ma.. maksudnya apa? jangan menakut nakutiku kak," ucap Joy.
__ADS_1
"Bukan menakuti, aku hanya sedikit khawatir," ucap Diandra.
"kudengar dari kak David kalau papamu adalah orang yang sulit dihadapi," ucap Diandra.
Joy mengangguk," Ya Papa memang sedikit R net orangnya," ucap Joy.
"Jadi Joy belum tau kalau dia dijodohkan?" batin Diandra.
"Hmmm... Joy," Dian kembali menatap Joy dengan intens.
"Apa pun yang terjadi, jangan pernah lepaskan kak Vasko, dia akan hancur jika sampai kau melepaskan dia, apa kau sudah mendengar alasan mengapa Kak Vasko menolakmu dua tahun lalu?" tanya Diandra.
"Ummm katanya dia sedang lelah saat itu dan sedikit takut," ucap Joy dengan polos nya.
Diandra menggelengkan kepalanya, " Bukan karena itu," ucap wanita itu.
Joy sedikit bingung, dia tidak tau maksud Diandra.
"Jadi maksudnya bagaimana?" tanya Joy.
Diandra mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sesuatu ke nomor Joy.
Ting...
Terdengar notifikasi ponsel Joy.
"Aku mengirim sesuatu ke ponselmu, kau dengarkan itu baik baik, dan perhatikan dengan baik, bagaimana perjuangan Kak Vasko menjagamu, ku harap kau tidak pernah meninggalkan dia Joy," ucap Diandra.
"Kak Vasko sangat mencintaimu, dengarkanlah rekaman itu, dan kuberi tahu kalau Kal Vasko memiliki luka melingkar di pinggangnya dan alasannya ada di dalam rekaman itu," ucap Diandra sambil bangkit berdiri.
"Semoga kau bisa menjaga janjimu pada kak Vasko, dia akan hancur jika kau pergi, ingat itu Joy!" Tegas Diandra sambil beranjak dari sana.
Aura ibu hamil itu benar benar kuat, Joy sendiri tak menyangkal kalau Diandra adalah ada sosok menyeramkan di balik wajah lembut nan elegan ibu hamil itu.
"Edward, kak Niel!!" panggil Diandra membuat kedua orang itu berhenti bermain.
"Ada apa dek? apa kau merasakan sakit atau sesuatu?" tanya Otniel yang langsung menghampiri Diandra.
"Tidak, aku ingin makan mangga muda, kita cari ya, please!" pinta Ibu hamil itu sambil memohon pada Otniel.
"Lagu ngidam nih ceritanya, ya udah hatiku kita cari heheheh," Otniel menggendong Edward dan masuk ke dalam rumah bersama Diandra.
Sementara itu di tengah taman itu, Joy tampak membuka pesan dari Diandra, pesan yang membuat dirinya penasaran.
Belum lagi soal luka di pinggang Vasko yang bahkan tidak dia ketahui.
Gadis itu memutar rekaman suara dimana Vasko dan Diandra berbicara di taman waktu itu.
__ADS_1
Diandra dengan sengaja merekam semua percakapan mereka untuk diperdengarkan pada Joy.
"Rekaman apa ini?" pikir Joy.
Gadis itu mendengarkan pembicaraan Vasko dan Diandra dengan sangat teliti.
"*Aku tidak berani mengakui perasaanku, karena aku takut dia akan dala bahaya, di malam saat aku menolaknya adalah malam paling menyedihkan bagi hidupku, saat itu aku melawan kelompok mafia yang menyerang Papa, aku berusaha melindungi Papa, belum lagi mereka mengancam akan menyentuh siapa pun yang dekat denganku, dan salah satu foto yang mereka tunjukkan adalah foto Joy, aku gelap mata saat mendengar mereka akan mengusik Joy, dengan segera aku membasmi mereka semua, akibat hal itu aku terluka dan pinggangku terkena pedang musuh, aku membantai mereka semua yang mengincar orang orang terdekat ku, karena hal itu aku jadi takut mengungkapkan perasaan ku,"
"Aku hanya bisa memandangi Joy dari jauh, bahkan saat menolaknya hatiku terasa pedih, tetapi akan lebih gila aku kalau sampai Joy terluka karena berhubungan dengan iblis seperti diriku,"
"Aku hanya bisa mencintai nya dari jauh, tatapan matanya yang dingin pada diriku setelah penolakan itu adalah hal paling menyakitkan yang pernah kurasakan,"
"Bertahun lamanya aku menjaga Joy dari jarak jauh, aku selalu menyuruh orang mengikutinya dan menjaga Joy agar tetap aman,"
"Aku tak memberitahukan hal ini karena aku tak mau dia memaksa perasaan nya padaku hanya karena merasa bersalah, aku ingin dia bebas dari rasa bersalah, "
" Aku mencintainya*....
Joy mendengar percakapan itu dengan serius, sekali lagi dia menangis haru, kekasihnya benar benar memikirkan perasaan nya.
"Hiks hiks hiks... aku juga mencintaimu sayang, aku akan memperjuangkan hubungan kita, aku mencintaimu dengan setulus hatiku, " ucap Joy.
drrrtt... drrrtt.. drrtt..
Ponsel Joy berbunyi, dia menatap ponselnya dan melihat nama pemanggil disana.
"Ehh Papa nelpon, ada apa ? kok tumben?" pikir Joy.
"Halo Pa?" Joy menjawab panggilan telpon dari Papanya.
"Halo nak, kamu pulangnya kapan? ada yang mau papa bicarakan," ucap Pak Putra papa Joy.
"Ummm lusa Pa, Joy juga ada yang mau Joy bicarakan sekaligus aja, " ucap Joy.
"Ahhh baiklah, kalau begitu lusa kamu datang yang cantik ya, kita ada tamu penting soalnya lusa," ucap Pak Putra.
"Tamu apaan Pa? perasaan Joy kalau ada tamu juga penampilan biasa aja," ucap Joy bingung.
"Ada, pokoknya ada, Lusa kita ketemu oke," ucap Pak Putra.
"Baiklah pa," jawab Joy sambil mengakhiri panggilan itu.
Joy menatap ponselnya penasaran," Mau bicarakan apa ya? hmmm... tau ah, pokoknya lisa Aku bawa Kak Vasko, kami akan menikah heheh,"Joy tersenyum bahagia.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉😊