Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Taman lagi


__ADS_3

Diandra menatap Vasko dengan tatapan penasaran, Vasko tampak terdiam dan menghentikan kata katanya.


"Kenapa kak?" tanya Diandra lembut.


"Aku terlalu takut untuk menjalin hubungan dengannya waktu itu Dian, aku takut aku justru menyakitinya mengingat waktu itu aku masih bermusuhan dengan Kelompok Tiger yang dipimpin oleh William dan aku punya banyak lawan," ucap Vasko.


"Mereka bahkan sudah mengincar Joy, jika mereka sampai tau kalau aku mencintai gadis itu maka mereka pasti akan membuat Joy ada dalam bahaya,aku tak bisa jika Joy ada dalam bahaya oleh karena itu aku menolaknya,"


"Dimalam ketika dia menyatakan perasaannya padaku, sejujurnya aku sangat bahagia, namun seketika aku ingat dnegan ancaman musuhku yang kala itu membawa foto Joy, dia mengatakan akan membunuh Joy saat itu aku kacau, aku gelap mata dan akhir aku menghajar kelompok itu sampai tak bersisa," ucap Vasko.


"Aku terluka waktu itu, terlalu takut untuk memberitahukan semuanya pada Joy, aku takut dia malah membenciku dan menjauh dari diriku karena menganggap aku monster, aku tidak layak untuk perempuan sebaik dan selembut dia oleh karena itu aku menolaknya dengan kasar, tujuanku adalah melindungi dirinya agar tidak dekat dekat denganku karena itu akan membahayakan dirinya," jelas Vasko.


"Tapi bukankah Kakak bisa menjaganya?" tanya Diandra.


"Terlalu berisiko Diandra, aku tak berani mengambil risiko, aku takut kehilangannya lebih baik aku melihatnya dari kejauhan daripada ketiak dia dekat denganku tetapi dia malah tersakiti," jelas Vasko.


"Bahkan aku melakukan itu juga padamu," ucap Vasko.


"padaku? jelaskan!" ucap Diandra.


"Waktu itu kau ingat kan kalau kau mencari potongan foto keluarga yang kau simpan yang Foto Mama terpotong, aku menemukan nya sejak saat itu aku tau kalau kau adikku, aku bahkan melakukan tes DNA dan hasilnya kita saudara kandung,"


"Tetapi aku diam, aku terlalu takut mengungkapkan identitasmu yang sebenarnya, aku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan nya dan butuh waktu yang lama, aku punya banyak musuh aku tak bisa membuat orang orang yang kucintai berada dalam bahaya," jelas Vasko.


"Hmmm... jadi begitu ceritanya," ucap Diandra.


"Lalu apa yang akan kakak lakukan pada Joy, kenapa kakak tidak menjelaskan hal itu?" tanya Diandra.


"Aku tak mau dia merasa bersalah Dian," Vasko menarik kaosnya dan menunjukkan luka di pinggangnya.


"Lihat ini," ucap Vasko .


Mata Diandra terbelalak, dia melihat luka bekas operasi yang memanjang di pinggang kakaknya.


"Kenapa panjang sekali?" tanya Diandra.


"Aku bertempur dan terkena pedang musuhku kala itu, " ucap Vasko sambil menutup bekas lukanya.

__ADS_1


"Jika aku mengatakan yang sebenarnya, Joy mungkin akan menerimaku atas dasar kasihan, aku tidak mau itu, aku ingin dia membalas cintaku seperti saat dia pertama kali menyatakan perasaannya padaku," ucap Vasko.


"Kalau begitu kakak harus berjuang memenangkan hati Joy, aku yakin kalian akan bersama, dia cocok untukmu kak, dia gadis yang hebat," ucap Diandra.


"Hmmm aku akan berjuang, kau tau kan Otniel juga menyukai Joy, dia saingan terberat ku," ucap Vasko dengan wajah kesal.


Diandra terkejut, yang dia tau Otniel masih belum bisa move on dari mantan kekasihnya.


"Sepertinya ini akal akalan kak Niel agar kak Vasko berjuang mendapatkan hati Joy," batin Diandra.


"Ya, dari yang ku dengar kak Niel itu sedang PDKT dengan Joy, kak Niel juga punya karir dan wajah yang sama bagusnya, jadi dia adalah saingan berat untukmu kak," ucap Diandra padahal di dalam hatinya dia sudah tersenyum licik.


"Kalau kakak telat selangkah saja, Joy bisa direbut oleh kak Niel, dan menurut ku mereka juga cocok," ucap Diandra yang menyalakan api cemburu di atas kepala Vasko.


"Ck... mereka tidak cocok Dian, mereka tidak serasi, Joy hanya untukku!" ketus Vasko dengan wajah kesal.


"Heh mana ada," ledek Diandra.


"Mereka sangat cocok tau kak,Kakak sih nolak cewek, ceweknya keburu sakit hati lagi makanya kakak jujur lebih baik daripada ditutup tutupi gini kan jadinya, kasihan hahahah," Diandra meledeknya kakaknya habis habisan.


"Kapan lagi coba melihat kak Vasko sang leader Mafia justru dikalahkan oleh cinta hahahhahah.... gak oke banget, sama musuhnya selalu menang, tiba urusan hati malah jadi hello Kitty hahahahahah...." Tawa wanita itu terdengar begitu riang.


Vasko memijit pelipisnya, bercerita dengan Diandra memang ujung ujungnya akan diledek seperti ini, mengesalkan tapi menyenangkan begitulah wanita itu.


"Pokoknya Joy harus jadi milikku, tak ada yang bisa merebut nya dariku," ucap Vasko penuh tekad.


"Heleh ayolah kak, kakak saja baru ditolak hahhahahah," goda Diandra lagi, Vasko hanya busa mendengus kesal sedikit kejam tapi yang diucapkan Diandra adalah fakta.


Sementara itu di taman yang sama, Otniel sedang berkeliling di sekitar taman bunga itu, dia menghirup dalam dalam udara menyegarkan bunga bunga disana.


Lagi lagi dia menatap ke langit, air matanya hampir saja tumpah, rasa cinta yang begitu besar membuat Otniel tak bisa bangkit dari masa lalunya.


"Aku merindukanmu, Jesslyn... aku tak bisa melepas mu Jess," gumam pria itu sambil menengadah ke atas langit dengan mata berkaca-kaca.


Masih teringat dengan jelas di kepalanya detik detik Jesslyn menghembuskan nafas terakhirnya, kekasihnya meninggal dalam pelukannya, Detik detik saat tubuh Jesslyn dikebumikan saat perpisahan terakhir mereka.


"Aku tak menemukan siapa pun yang persisi seperti dirimu Jess, hanya Diandra, wanita yang memiliki kepribadian seperti dirimu tetapi dia istri sahabatku, kau mengatakan kalau akan ada orang yang sama persis dengan dirimu dan mengganti kan dirimu, tapi tak ada Jess, ahhh.... ini sakit, ini selalu terasa sakit," ucap Otniel sambil memegang dadanya yang terasa sesak, dia duduk di bangku taman dengan perasaannya yang campur aduk.

__ADS_1


"Daddy? Daddy...... Daddy.... Daddy...." seorang bocah kecil dengan mata bulat yang indah berwarna biru tampak menarik narik lengan Otniel sambil tersenyum bahagia dan melompat lompat di dekat dokter muda itu.


Merasa ada yang mengganggunya, Otniel menoleh pada sosok bocah kecil yang menarik narik tangannya.


"Siapa kau nak?" Otniel sedikit terkejut saat ada bocah yang memeluk lengannya dengan tatapan bulat dan wajah tampan yang menggemaskan.


"Daddy... ini Edward... Ini Edward Daddy," ucap bocah berusia 4 tahun itu sambil menatap Otniel dengan tatapan berbinar-binar.


"Daddy? no... aku bukan Daddymu, dimana orang tuamu nak? kenapa keluyuran sembarangan? berbahaya, " ucap Otniel seraya menatap wajah anak itu.


Mata biru yang indah, rambut pirang, pipi gembul kemerahan, tubuh sehat dan wajah berseri membuat Otniel jatuh hati dengan wajah anak itu.


"Daddy pokoknya Daddy Edward!" seru anak lelaki itu sambil memeluk lengan Otniel dengan erat.


"Nak, aku bukan Daddymu, memangnya Daddy Edward kemana? Mama kamu dimana? kenapa keluyuran begini? kalau Om orang jahat gimana kamu bisa di culik loh," ucap Otniel.


"Daddy Edward jahat, mau ditukal aja, Daddy pukul pukul Mom tiap hali hiks hiks hiks, Daddy buat Mom cedih, Edward gak mau Ama Dia huaaa...." anak lelaki itu menangis tersedu-sedu sambil memeluk lengan Otniel.


Merasa kasihan dengan Edward, Otniel menggendong bocah kecil itu sambil menepuk nepuk punggungnya dnegan lembut.


"Hushhh.... lalu kamu bareng siapa kesini?" tanya Otniel.


"Edward lari dali mobil, Dad Ama Mom celai hiks hiks hiks, Kacian Mom dipukul telus sama Daddy, Edward lari dali mobil Daddy, hiks hiks hiks," Edward menangis tersedu-sedu.


"Edward!!!" pekikan suara seseorang terdengar menggema, seketika tubuh bocah kecil itu menegang, dia memeluk tubuh Otniel dengan erat sambil menyembunyikan wajahnya, dia bergetar ketakutan.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊


CIE BANG VASKO AKAN SEGERA BERAKSI,


BANG NIEL ITU ANAK SIAPA BANG??

__ADS_1


__ADS_2