Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Tertembak


__ADS_3

Otniel menatap tajam pada seorang pria yang masuk menerobos ruang perawatan itu bersama beberapa orang pengawal.


Suasana cukup menegangkan saat ini, Edward kecil yang mendengar suara Riko langsung bergetar ketakutan, bagaimana bisa hanya dengan mendengar suaranya Edward langsung ketakutan, tampaknya Edward memiliki trauma yang begitu besar yang diberikan oleh pria itu.


"Daddy Edward takut..." cicit bocah pemilik netra biru itu, dia memeluk Otniel dengan kencang.


Begitu tersayat hati Otniel saat mendengar suara gemetar anak kecil yang dipaksa dewasa oleh keadaan itu.


"Apa yang kau lakukan, beraninya kau masuk kesini dan membuat kekacauan!" Kali ini yang marah adalah Aurel, dia tidak suka di tempat kerjanya terjadi kekacauan.


"Aku tidak punya urusan denganmu nona, aku punya urusan dengan pria berengsek yang telah membunuh istriku dan merebut anakku!" ucap Riko sambil menunjuk Otniel dan melemparkan tatapan tajam pada pria itu.


"Membunuh? apa aku tidak salah dengar? atau mulutmu yang terlalu sering menebar fitnah.." Otniel mendekat dan berbisik, " Mia??" ucapnya membisikkan nama itu.


Tubuh Riko menegang, dia menatap tajam pada Otniel, seketika dia terdiam saat Otniel menyebutkan nama itu di telinga nya.


"Kenapa? apa kau menyadari sesuatu? pikir pikir lah dahulu sebelum mencari lawan, cari tau siapa lawanmu bangsat, kau yang pembunuh! kau Membunuh ..." Otniel terdiam saat menyadari Edward mendengarkan mereka.


Perlahan pria itu menatap Edward dan mengusap wajahnya," Nak kamu sama Buk dokter dulu ya, Daddy mau membasmi anjing gila nak, sebentar aja ya," ucap Otniel dengan lembut dan dibalas anggukan kepala oleh Edward kecil.


"Kak, minta tolong jaga Edward, aku ingin menyelesaikan ini dahulu," ucap Otniel.


"Baiklah, kami akan menunggumu disini, " ucap Aurel sambil mengambil alih Edward.


Otniel kembali menatap pria itu dengan tajam, dia memegang kerah Riko dan....


Sreettt


"Ikut aku bangsat!" umpat dokter itu sambil menarik kerah baju Riko, tiba tiba pengawal yang datang bersama Riko menghadang langkah Otniel dan menghadang Aurel mencoba merebut Edward dari Aurel.


"Tangkap mereka!" titah Riko.


Para pengawal itu mendekat...


Aurel merasa sangat kesal, dia menatap tajam mereka semua,


"Seujung rambut saja kau sentuh kakakku, maka hari ini juga adalah kiamat untukmu!" suara bariton seseorang terdengar menggelegar di dalam ruangan itu.


"Sial, kenapa makin banyak saja yang terlibat!" umpat Riko.


"David!" ucap Aurel dan Otniel bersamaan.


David baru saja tiba di rumah sakit setelah mendapatkan panggilan dari Otniel beberapa saat lalu, dan feeling-nya mengatakan kalau ada yang tidak beres dengan rumah sakit.


Dan ternyata benar, terjadi keributan kecil.


Pria itu masuk ke dalam, tak ada yang berani bergerak saat melihat sorot mata mengerikan di mata David.


"Niel, selesaikan urusanmu, aku akan menjaga mereka disini," ucap David.


"Baik, terimakasih Vid!" ucap Otniel.


"Sialan, siapa sebenarnya kalian ini, kau apa maumu sebenarnya bangsat!" umpat Riko.


Otniel mencengkram leher Riko, tampak kemarahan di sorot mata pria itu, dengan kasar dia menarik kepala Riko keluar dari ruangan itu, sedangkan anak buahnya diusir oleh anak buah David.


"Kalian baik baik saja?" tanya David pada kakaknya.


"Baik, mana Diandra? apa dia ikut? " Aurel langsung menanyakan adik iparnya.


"Ck... kau Sekarang tidak peduli lagi pada adikmu yang tampan ini ya, kau hanya mencari adik iparmu, dasar kakak tidak punya perasaan!" Ketus David.

__ADS_1


"Cihh...dasar cengeng!" ejek Aurel.


"Terserah, Dian tidak ikut, dia malah yang memaksaku kesini," ucap David.


"Tapi apa yang terjadi? kudengar ibunya..."


"Menyedihkan Vid, keadaannya sangat miris, dia meninggal sambil tersenyum, itu sangat menyakitkan," ucap Aurel.


"Kurasa Otniel pasti akan mengamuk kak, " ucap David.


"Ya, dia akan mengamuk, kau lihat sorot matanya, persis seperti Christan dan Christo saat marah," ucap Aurel yang dianggukkan oleh David.


...****************...


Di atap rumah sakit,


Otniel menyeret paksa Riko ke atas atap rumah sakit, dia benar benar marah saat ini.


Brakkk...


Pria itu dihempaskan ke lantai hingga terbentur dengan sangat keras.


Otniel menatap Riko dengan tatapan marah, dia benar benar marah saat ini, apalagi saat melihat Edwar bergetar ketakutan saat Riko datang.


"Kau pembunuh, kau membunuh istrimu sendiri Bajingan!" umpat Otniel.


Pria itu berjongkok dan duduk sambil mencengkram leher Riko dengan sangat kuat membuat pria itu hampir kehabisan nafas.


"Sialan, kau yang membunuh istriku bangsat, kau membawa nya ke taman itu dan membunuhnya lalu membuat seolah aku yang bersalah!" ucap Riko.


"Ck... drama dari mana yang kau perbuat itu bajingan, kalau memang aku membunuhnya, kau pasti sudah membawa polisi kesini, bukan membawa gangster murahan yang bahkan tak ada apa apanya banci!" Otniel semakin mencengkram kuat leher pria itu.


"Uhukk.. uhuk... le.. lepaskan aku, arhhh... sialan, semua ini karena anak yang tidak tau diri itu, aku harus membunuhnya!!"teriak Riko meronta-ronta disana.


"Berani nya kau berkata seperti itu setelah kau menyiksa dia setiap hari!!"


Bughh... bughh... bughh.... bughh..


"Baaajiiiingaaannn....


Otniel mengamuk, dia bena benar kehilangan kendali, hanya mereka berdua disana dan Otniel bisa menjadi seorang pembunuh jika tak ada yang menghentikan dirinya.


"Niel" teriakan seseorang terdengar jelas disana.


Tap.. tap... tap...


Seseorang berlari dan menarik Otniel yang menghajar Riko secara membabi buta.


"Yaaa... bodoh, kau akan menjadi pembunuh jika kau menghabisinya sekarang!" ucap Orang yang tak lain adalah Joel.


"Aku harus membunuhnya Jo, dia bukan manusia, dia harus di bunuh!!" teriak Otniel, kemarahannya benar Benar telah mencapai puncak.


Bughh...


Satu pukulan telak mendarat di wajahnya. Joel menatap tajam dokter muda itu.


"Sadarkan dirimu bodoh!" umpat Joel.


"Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu rugi, kau masih harus menjaga bocah kecil itu, jika kau menjadi pembunuh, sama saja kau dengan dirinya!" ucap Joel sambil menatap tajam ke arah Otniel.


Otniel terdiam, benar apa kata Joel, hampir saja dia menjadi seorang pembunuh.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Riko bangkit berdiri dan mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan di kantong bajunya.


"Mati kau bangsaaatt!!!!" teriak pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke arah Otniel, Joel terkejut melihat itu namun...


Duarr....


Brukkk....


Tembakan tak terelakkan, seseorang terkena tembakan timah panas di lengannya.


"Joel!" pekik Otniel saat melihat Joel terluka karena melindungi dirinya.


"Arhkkkhh... sialan!!" umpat Joel sambil menahan lengannya yang bercucuran darah itu.


"Hahahhaha... mati kalian di tanganku bangsat, mati kalian!!" teriak Riko sambil menarik pelatuk nya sekali lagi dan...


Klakk... klakk...


"Sial!" umpat pria itu saat tak ada lagi anak peluru yang tersisa.


"Sekarang giliran ku bangsat!" ucap Joel sambil berdiri dengan keadaan tangannya terluka, dia mengeluarkan pistol miliknya dan


Duar... Duar...


Dua tembakan melesat dan anak peluru bersarang di kedua kaki pria itu membuatnya ambruk seketika ke atas tanah.


"Cihh... beraninya banci menembak ku!" umpat Joel.


"Bawa dia, seret ke tahanan!" ucap Joel pada pengawal yang ada di belakangnya.


"Lukamu Joel!" Otniel panik.


Joel tersenyum menatap Otniel," Ini bukan apa apa adik kecil hehehe," Joel menepuk bahu Otniel layaknya seorang kakak.


"Cihhh... bagaimana kau bisa bersikap sekeren itu padahal di tanganmu bersarang anak peluru, dasar sok keren!" ketus Otniel sambil menopang tubuh Joel.


"Heh aku memang keren Niel hahahhaha..." Joel tertawa terbahak-bahak.


"Ck... terserah, dan Terimakasih!" ucap Otniel.


"Apa kau menangis? hahhaha adik kecil ini sudah dewasa hahhahaha..." Joel terus terusan menggoda Otniel.


"Ck... siapa bilang aku menangis dasar di kunyuk ini!" balas Otniel.


"Heh kau memang menangis pret hahah,"


"Tidak, aku tidak menangis!


" Menangis!"


"Tidak!"


"Iya loh!"


"Nggak loh Joel!"


"Ck... jujur saja...


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2