
Diandra, David, Otniel yang menggendong Edward dan Aurel serta Joy dan Vasko menatap Joel dan Ara dari luar ruangan pasien.
Vasko, David dan Otniel belum pernah melihat pria itu seperti itu. Joel benar benar menahan dirinya untuk tidak mengamuk, marah dan sedih di depan Ara. Dapat mereka tebak kalau Joel benar benar jatuh cinta pada Ara melihat bagaimana perlakuan Joel pada gadis itu.
" Apa Kak Joel memang selalu seperti ini yang?" tanya Diandra dengan Cemilan di tangannya, cemilan yang dibelikan oleh Joel tadi diambilkan oleh David atas permintaan Joel.
" Tidak sayang, dia hanya begitu di depan kita dan di depan gadis itu, ini pertama kalinya ku melihat Joel begitu dekat dengan wanita lain," ucap David.
" Kak David benar, Joel sangat dingin dengan perempuan asing, dia tidak banyak bicara dengan orang lain, tapi yang kita lihat saat ini adalah tatapan mata penuh cinta namun menahan kesedihannya," ungkap Joy.
" Aku akan mencari tau apa yang terjadi pada gadis itu, sepertinya masalah ini rumit, kita harus membantu Joel, setidaknya kita tau apa yang terjadi sebenarnya," ucap Otniel.
" Ya Kau benar, kita harus membantunya," ucap David sambil menatap Joel dengan tangannya yang sambil memakan gorengan.
" Aku khawatir dengan kondisi Joel, dia tak pernah seperti ini, dia tertawa tetapi sangat menyedihkan," ucap Vasko.
" Hmmm... kau benar, tapi goreng ini enak juga, darimana dia beli ya?" gumam David.
" He.. em ini enak yang, " ucap Diandra yang juga mencicipi gorengan yang dibelikan Joel. Bisa bisanya pasutri ini menikmati cemilan mereka di waktu seperti ini, hadeh ada ada saja mereka ini.
Otniel, Vasko, Joy dan Aurel menatap mereka berdua sambil geleng geleng kepala, tak habis pikir dengan kelakuan pasutri gaje itu.
" David, bawa istrimu duduk, jangan makan sambil berdiri seperti itu, dasar tengil!" ketus Aurel sambil menatap tajam David.
" Ehh hehehe.... ya maap komandan, ini enak tau hahah iya kan sayang, " kekeh David.
" He em, enak heheh," kekeh Diandra.
" dasar pasangan aneh kalian berdua," ucap Aurel sambil geleng-geleng kepala.
" Ya sudah kita masuk saja ke dalam," ucap Vasko.
Mereka semua pun masuk ke dalam ruangan iti.
" Kalian saja ya, aku dapat panggilan sepertinya darurat," ucap Ara yang baru mendapatkan panggilan.
Gadis itu berlari terburu buru setelah membaca pesan di ponselnya.
Yang lain masuk ke dalam ruangan, Terdengar jelas kalau Joel berusaha menghibur Ara, tak sekalipun mereka mendengar pria itu menanyakan apa yang terjadi pada Ara.
" Halo gadis supermarket!" Sapa Otniel.
" Halo nona!" sapa Diandra sambil tersenyum manis.
" Halo Onty cantik," sapa Edward.
__ADS_1
Vasko dan Joy juga menyapa gadis itu.
Melihat kedatangan mereka, membuat Ara sedikit gemetar, melihat orang baru saja membuat dirinya merasa takut, benar benar mengerikan kondisi gadis itu.
" Jangan takut, mereka teman temanku bukan singa, kucing garong, gorilla kecuali yang satu ini, dia ini bapaknya gorilla hahaha" kekeh Joel sambil menunjuk dan mengejek David.
David memasang wajah masam, bis abisnya Joel menjadikan dirinya sebagai bahan candaan.
" Kak Joel gimana sih masa iya suami Ara di bilangin bapak Gorila berarti Dian emaknya gorila dong hisssh dasar pirang jelek!" ketus Diandra sambil memasang wajah kesal.
" Bwahahahaha...." mereka tertawa mendengar celetukan ibu hamil itu, bahkan Ara sendiri ikut tersenyum mendengar ucapan ucapan mereka.
Hatinya sedikit terhibur melihat mereka yang tidak dia tau siapa tapi terlihat hangat dan nyaman sebagai keluarga.
"Bagaimana perasaanmu nona? apa kau nyaman dengan si kampret ini? apa dia menyakitimu? ahhh kurasa Joel tak cocok untukmu, bagaimana kalau kita saja yang bersama," celetuk Otniel seraya mengedipkan sebelah matanya pada Ara.
" Otniel!!" pekik mereka saat mendengar kegilaaan pria itu kembali.
" Daddy jangan omong aneh aneh, Onty Cantik punya uncle Joel, punya Daddy belum lahir!" celetuk Edward sambil menatap kesal pada Daddynya.
" Hahahaha... bwahahahahahaha..." mereka tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan Edward kecil.
" Heheheh ya maap nak, Daddy cuma bercanda, biar gak tegang tegang amat heheh," kekeh Otniel.
" Sudahlah mau apa kalian kesini, membuat ricuh saja, menganggu Waktu ku dengan kekasihku, iya kan Ara," ucap Joel.
" Hahaha lihat wajahnya tersipu, kau malu ya hahah," Joel lagi-lagi tertawa.
" Kau membuatku malu," cicit Ara, tapi mereka tak peduli mereka malah tertawa di dekat gadis itu tanpa menyinggung masalah yang dihadapi Ara.
Ara dirawat disana dengan batuan Otniel, dia ditangani langsung oleh Otniel.
Selama seminggu penuh Ara menjalani perawatan dan penjagaan ketat di rumah sakit itu.
Mereka benar benar membantu Joel menjaga gadis itu, segala kebutuhan Ara disiapkan oleh Joel.
Saat ini Joel sedang berada di ruangan kerja milik keluarga Park, bersama Otniel dia meminta ijin untuk menggunakan peralatan komputer disana.
Pria itu mencari tau segala hal tentang Ara dan apa yang terjadi pada kekasihnya di masa lalu entah itu di masa SMA, di pekerjaan, di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Otniel dan Joel mengerahkan tenaga mereka untuk mencari tau apa saja yang dialami gadis itu.
Joel menghack seluruh sistem keamanan dan mencari data data tentang Ara.
Otniel mengorek informasi dari media sosial yang mengekspos tentang Ara. Keduanya duduk di depan komputer seharian mencari tau semua bukti dan mencari keberadaan para bajingan yang dengan berani melakukan hal itu pada Ara selama ini.
__ADS_1
Dan hasil yang mereka terima begitu mencengangkan, karena di media sosial sudah tersebar foto foto tak senonoh tentang Ara, bahkan sampai ada artikel yang membahas tentang dunia porn mengekspos tubuh Ara di situs penjualan mereka sebagai gadis lelang.
Joel begitu terkejut, dan postingan itu diunggah seharu setelah Ara di rawat di rumah sakit. Disana ditunjukkan foto Ara yang hanya mengenakan bikini sedang terkulai lemah di atas kursi pajang. Sebuah situs prostitusi online yang banyak dikunjungi mafia dan penjahat lainnya.
" Joel, ini benar benar parah, mereka melakukan itu pada Ara? benar benar bukan manusia!" ucap Otniel yang juga kesal.
" Aku akan menghabisi mereka satu persatu!" geram Joel.
bukan hanya postingan itu, artikel tentang cerita dewasa yang menampilkan wajah Ara kemudian banyak lagi, bahkan Ara dijadikan seperti Boneka dan tanpa dia ketahui foto foto tubuhnya sudah tersebar luas di dunia Maya meski wajahnya di blur.
Hati Joel benar benar sakit menyaksikan itu, belum lagi video video yang beredar saat Ara disiksa dan dijadikan boneka, ditendang dan dipukul oleh orang orang yang dia lihat di dekat supermarket tadi.
Masih banyak lagi dan Joel akan menyelesaikan semuanya satu persatu.
Otniel meretas seluruh situs berita dan menghapus seluruh postingan tentang Ara, bahan sampai menghapus jejak di berbagai media sosial.
Dia menutup akses untuk membuat aplikasi selama dua hari sehingga seluruh media sosial di negeri itu tak bisa dipakai sampai mereka membersihkan nama Ara.
Joel menatap tajam Layar komputer yang menunjuk bagaimana perlakuan mereka pada Ara, video video lama yang menunjukkan bagaimana Ara di siksa hanya karena alasan sepele.
"Tunggu ajal kalian!" geram Joel sambil bangkit berdiri, dia mengepalkan kedua tangannya dengan mata memerah.
" Kau mau kemana?" tanya Otniel.
" Mengirim mereka ke kuburan masing-masing!" ucap Joel yang sudah tak bisa menahan amarahnya.
" Aku ikut denganmu!"
" Aku juga, kau tak bisa melakukannya sendirian!"
Vasko dan David mendekati Joel.
" Niel kau jaga Diandra dan yang lainnya, mereka butuh dirimu disana, kami akan menyelesaikan ini dengan cepat," ucap David.
"Baiklah," ucap Otniel Menurut.
"*Ck kupikir aku bisa main dengan darah lagi haihhh mereka benar benar melarangku untuk ikut, padahal kan seru mencongkel mata manusia, merobek perutnya dan dicincang terus dikasih sama anjing liar," batin Otniel sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kalau kau ikut, kau pasti akan menggila Niel, kami takut kau malah kenapa kenapa*," Batin Vasko.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉