
Joel menatap layar komputernya dengan wajah geram dan kesal. Jelas jelas mereka menemukan wanita asing yang menabrak mob yang dikendarai adik mereka tapi nyatanya tak ada informasi mengenai sosok wanita itu, karena wajahnya buram dan tidak jelas.
" Sial, wajahnya tidak kelihatan!" Umpat Joel dengan wajah kesal bukan main.
"Hei jangan dodol begitu setidaknya kita harus melacak orang itu, bukankah kau hebat dalam masalah seperti ini?" Ucap Christo.
" Cihhh kupikir dia hebat tau taunya mudah menyerah, jadi tidak seru," ejek Christan.
" Ohhh ayolah, kenapa kalian malah mengejekku? Aku juga sedang berusaha mencarinya," ucap Joel dengan wajah kesal.
Baru kali ini Joel kesulitan mencari tahu keberadaan seseorang mengingat kemampuannya sebagai seorang hacker handal, dia bahkan tak habis pikir bagaimana bisa ada orang tak dikenal mengincar mereka.
"Grrhhh sialaaaaannn.... Kenapa ini jadi sulit!" Geram Joel sambil mengusap kasar wajahnya, dia benar benar di buat kelimpungan.
Vasko hanya menatap Joel dengan tatapan datar," sepertinya kemampuan hackingmu sudah berkurang Joel, sebaiknya serahkan ini pada orang lain dan urus dulu masalah Ara!" Ucap Vasko sambil memutar sebuah rekaman panggilan.
Sejak tadi Vasko mengawasi rumah sakit, dia mengawasi situasi yang sedang berlangsung di rumah sakit namun sesuatu yang aneh dan mencurigakan dia temukan.
Matanya menangkap Ara sedang bergetar ketakutan di taman belakang rumah sakit setelah berbicara dengan seseorang melalui telepon.
Karena penasaran, Vasko membuka panggilan Ara yang terhubung langsung dengan sistem jaringan di rumah itu, bukan hanya Ara bahkan seluruh keluarga juga terhubung untuk berjaga jaga jika terjadi sebuah hal mencurigakan.
Saat dia membuka dan mendengar apa yang dibicarakan oleh Ara dengan orang di balik panggilan itu, dia benar benar terkejut karena Ara lagi lagi mendapatkan ancaman.
" Apa maksudmu ada apa dengan Ara? Apa ada yang mengganggunya? Tapi siapa? Bukannya sudah diselesaikan semuanya?" Tanya Joel dengan wajah panik sekaligus penasaran dengan siapa gerangan yang berani beraninya mengusik kekasihnya di saat seperti ini.
"Keluarganya, " ucap Vasko dengan nada datar dan dingin sambil mengepalkan kedua tangannya. Si kembar sepertinya tau apa yang sedang terjadi, mereka berdua diam saja dan melacak keberadaan wanita misterius yang mencelakai adik adik mereka.
"Sebaiknya kau ke rumah sakit dan temui Ara, dia membutuhkanmu disana, dan aku sudah mengirim rekaman panggilan telepon Arake ponselmu kau dengar saat di perjalanan, sebaiknya kau cepat!" Titah Vasko dengan nada yang benar benar serius.
" Ka..kalau begitu aku pergi dulu, tolong temukan wanita itu, aku... Aku akan membantu nanti, kuurus dulu masalah Ara," ucap Joel dengan tangan gemetaran, dia benar benar panik saat ini mengingat Ara memiliki trauma, meski sudah sembuh namunbtrauma itu pasti masih tinggal dalam pikirannya persis seperti Edward yang masih menyimpan trauma besar dalam dirinya.
" Pergilah, kami akan mengurus ini, ahh beritahu Joy aku akan pulang larut," ucap Vasko yang dibalas anggukan kepala oleh Joel.
__ADS_1
" Aku pergi," ucapnya dengan nada getir, begitu banyak masalah yang mereka hadapi dan entah kapan masalah ini akan selesai, inilah ujian yang harus mereka lewati atau masalah ini hanya rekayasa untuk menguji keluarga mereka?
Sementara Joel pergi, ketiga pria itu beraksi melacak pergerakan wanita misterius tadi. Jika si kembar melacak mobil wanita misterius itu maka Vasko melacak keberadaan wanita pengganggu yang dia curigai sejak awal.
Siapa yang tau ternyata Vasko sangat ahli dalam hal meretas jaringan internet seperti saat ini.
Bahkan si kembar di hati salut dengan semua hal mencurigakan yang ditemukan oleh Vasko. Bukan hanya soal Ara yang dia temukan, dengan ketelitiannya dia menemukan orang misterius yang mengambil foto Pria yang memotret David dan Aurel.
Beruntung pria misterius itu tidak bisa masuk ke lantai dimana adiknya dan Edward dirawat, jika tidak, dia mungkin sudah melakukan hal naif.
" Kenapa musuh kalian banyak sekali!" Ucap Christo dengan wajah masam, kini ada tiga orang tersangka sebagai dalang dari penyebab kecelakaan itu.
Tersangka pertama adalah Nani karena mobil wanita itu juga berada di lokasi kejadian. Tersangka kedua adalah wanita misterius yang sedang dilacak oleh si kembar, orang aneh yang berhasil menabrak mobil yang dinaiki oleh Adik adik mereka dan tersangka ketiga namun keterlibatannya masih diragukan adalah pria misterius yang belum di ketahui siapa.
" Sepertinya mereka ini adalah orang orang barisan sakit hati yang terkena dampak dari ulah mereka sendiri, apa pria misterius ini ada hubungannya dengan kecelakaan itu?" Ucap Vasko.
" Kita tidak bisa mengabaikan segala kemungkinan yang bisa terjadi, sebaiknya kita cari tau dan lacak keberadaan mereka semua, jika tidak mereka bisa saja melakukan aksi lainnya yang lebih gila dari ini," ucap Christan.
"Kau benar, semua yang mencurigakan harus segera dilacak untuk Kenyamanan bersama hahahah, siap siap menerima amukan monster!" Tambah Chrito.
" Ada apa dengan Niel, apa dia juga..."
" Ya dia psiko bahkan mungkin lebih gila dari kalian, " ucap Vasko yang membuat si kembar saling menatap.
Sementara itu di rumah sakit kini tinggal Diandra, David, Joy yang sedang istirahat, Edward, kedua orangtua Otniel dan Ara.
Edward dan Diandra dalam kondisi yang stabil dan kesehatan mereka diperhatikan dengan sangat baik.
Joel sudah tiba di rumah sakit, dia hanya duduk di dekat Ara dan menjelaskan situasi saat ini pada yang lainnya.
"Pelakunya belum di temukan, ada seorang wanita misterius yang bahkan aku tidak tau siapa, wajahnya tak jelas, benar benar membuat pusing, Kak Kembar dan Vasko sedang melacak mereka saat ini," jelas Joel dan mereka mendengar dengan baik.
" Mereka?" Tanya Luna.
__ADS_1
" Ahhh ada dua tersangka yang ku ketahui, Nani, dan wanita misterius itu," ucap Joel sambil menatap David.
Diandra dan David saling menatap, seketika keduanya mengeraskan rahang mereka saat mengetahui kalau Nanti menjadi salah satu tersangka penyebab kecelakaan itu.
" Sialan, seharusnya wanita itu langsung disingkirkan, aku tak tau kalau dia naif seperti ini!" Geram David, wajahnya memerah karena marah .
" Tenang," ucap Diandra pelan dan berhasil membuat David meredam emosinya.
" Ini tidak bisa dibiarkan, bukan hanya Diandra dan Edward yang akan dalam bahaya, tetapi semua orang yang berhubungan dengan kita akan dalam bahaya jika terus dibiarkan seperti ini," ucap Otniel yang sedang menidurkan Putranya.
Setelah putranya tidur, Otniel langsung pergi dari rumah sakit dengan alasan harus melakukan sesuatu yang sangat penting dan David tau kalau Otniel akan melakukan sesuatu untuk mencari pelaku penyebab kecelakaan itu.
" Aku akan menyusul Niel, " ucap David.
" Aku tinggal sebentar ya sayang, Pa, Ma aku pergi dulu, titip Diandra dan Edward," ucap David.
" Baiklah nak, hati hati, kami akan menjaga mereka," ucap Gama.
" Terimakasih, kalau begitu aku pergi," ucap David yang dianggukkan oleh mereka semua.
Kini tinggal mereka di dalam ruangan itu, hari sudah menjelang malam dan pasangan Park memutuskan tinggal di rumah sakit, mertua Diandra sedang dalam perjalanan bisnis, mereka juga mendengar kabar ini dan langsung menghubungi Diandra.
" Bersiaplah menerima kematian kalian yang berani mengusik ketenangan keluargaku para manusia bajingan! " Umpat Otniel yang hatinya telah memanas mendengar penjelasan Joel beberapa saat lalu, dia melaju dengan kencang menuju rumah besar Park .
Di belakangnya, mobil David tampak mengikuti, dia juga sama marahnya dengan Otniel, kedua pria ini benar benar akan menunjukkan sisi lain dari dalam diri mereka.
.
.
.
Like, vote dan komen ππ
__ADS_1
UP NANTI MALAMπ€¦ββοΈπ€¦ββοΈ