
Diandra tengah merapikan bahan bahan masakan di dapur, dian menyusun semua bahan makanan itu di pagi hari, alasannya semalam dia dan yang lain terlalu lelah setelah mengelilingi Mall besar itu seharian, belum lagi dia disuruh mencoba berbagai macam pakaian dan perhiasan.
Diandra sampai heran darimana mereka punya uang untuk membeli semua barang barang itu.
Setiap kali dia ingin bertanya, dia selau dialihkan ke pilihan lain sehingga Diandra sampai lupa mau bertanya tentang apa pada mereka.
Jika kita masuk ke dalam kamarnya, sudah penuh dengan berbagai paper bag disana dengan berbagai merek dan beberapa kotak perhiasan yang sebelumnya semua di tolak oleh dian tau taunya saat kembali ke rumah sudah ada di dalam kamar.
Saat bangun pagi, Diandra sudah tidak melihat keberadaan Joel, Vasko dan Otniel, dia ingin bertanya pada suaminya namun tak tega membangunkan suaminya yang masih terlelap itu.
“Huffhhh.... aku masih penasaran dari mana mereka dapat uang untuk membeli semua barang branded itu? Hmmmm apa joy yang beli secara dia kan asisten di perusahaan besar itu, dan mungkin kak Otniel karena di dokter, arhhhh.... kenapa aku jadi penasaran,” gumam Diandra yang membersihkan dan memilah milah bahan bahan masakan itu sambil memasukkannya ke dalam wadahnya.
Diandra membersihkan semua bahan dengan telaten, dia tidak ke lahan pertanian hari ini karena Joel memintanya beristirahat melalui pesan teks.
Diandra membuka bungkusan buah buahan, matanya terbelalak saat melihat buah anggur premium yang dilihatnya semalam.
“Wahhh apa aku membeli ini, ini banyak sekali,” seru Diandra dengan mata berbinar binar, dia menatap buah itu dengan mata membulat bahkan mulutnya sampai terbuka.
“apa tidak salah?” pikir Diandra, kemudian dia kembali melihat struk belanjaan, dan ternyata dia tidak salah melihat, mereka membeli buah itu.
“Wahhhh..... siapa yang beli buah ini? Ini mahal sekai, ahhh jadi pengen makan tapi kan mahal,” gumam Diandra yang tidak berani mencicipi buah anggur itu.
Dia menyisihkan buah itu ke dalam keranjang buah, dan melanjutkan pekerjaannya, tapi matanya tak bisa lepas dari buah anggur itu.
Diandra beranjak lalu menatap buah anggur itu sekali lagi, dan hal yang sama selalu terjadi, dia menggerak gerakkan bibirnya dan menenggak salivanya.
“Pengeen...” batin Diandra.
“Nggak, ini mungkin punya kak Otniel, kalau aku makan nanti dia marah, ini kan mahal,” ucap Diandra sambil geleng geleng kepala dan kembali ke aktivitasnya.
Mencoba mengalihkan perhatiannya dari buah itu tapi lagi-lagi buah itu seolah memanggilnya untuk segera menikmati kesegarannya.
Tanpa dia sadari David mengintip istrinya dari balik pintu, dia dibuat gemas dengan tingkah istrinya yang ragu ragu padahal buah itu di beli untuk dirinya.
“hahahah lucu sekali, kenapa tidak di makan sayang?” gumam David yang cekikikan.
Diandra mendengus kesal, dia benar benar ingin makan buah itu saat ini, dia kembali melihat keranjang buah itu dan mengamati buah anggur segar itu.
__ADS_1
“haishh.... ya udah makan aja deh, lagian kan gak ada yang lihat,” gumam Diandra sambil clingak clinguk sementara tangannya sudah memetik buah anggur itu dan memasukkannya ke dalam wadah untuk di cuci.
“Hahahahah.... lihat dia begitu menggemaskan, seperti mencuri saja hahahah,” David cekikikan melihat tingkah istrinya, dia baru tau kalau Dian bisa seimut itu.
Diandra memetik beberapa buah anggur lalu membilasnya di wastafel, dengan cepat dia memakan buah itu, matanya membulat saat merasakan rasa manis memenuhi rongga mulutnya.
“Hmmm manis sekali, ini enak sekali,” ucap Diandra yang takjub dengan rasa manis dari buah anggur itu.
Diandra memakan buah anggur itu dengan cepat, dia tersenyum namun seolah meminta lagi, buah anggur itu semakin terlihat menggoda.
Diandra melihat ke kanan dan kiri memastikan tak ada yang melihat, dia berjalan mendekati buah anggur itu dan mengambilnya lagi.’
“Sayang sedang apa?” tiba tiba David masuk membuat Diandra terkejut, dia langsung memasukkan buah itu lagi ke dalam keranjang buah dan menatap Davis dengan wajah takut sekaligus benar benar panik, dia takut di marahi karena memakan buah milik orang sembarangan.
“Ehh... su..sudah bangun? A... aku sedang membersihkan ini, iya aku sedang membersihkan bahan bahan makanan,” ucap Diandra masih dengan wajah paniknya itu.
“Kenapa dia begitu panik saat aku menegurnya? Apa dia sampai setakut itu hanya karena memakan buah anggur itu?” batin David yang mulai merasa aneh dengan sifat istrinya.
“Sayang apa kau melihat buah anggur premium yang di beli Joel semalam? Itu jangan dimakan ya soalnya untuk orangtua Joel,” ucap David mencoba melihat reaksi Diandra.
“Untuk orangtua kak Joel? Ta... tapi aku ... ba...bagaimana ini? Hiks hiks hiks,” tiba tiba Diandra menangis ketakutan, tangannya sampai bergetar dan wajahnya panik.
“Hiks... hiks hiks... maaf aku tadi makan anggurnya,” ucap Diandra jujur sambil menangis seperti anak kecil yang ketahuan mencuri buah di pasar.
David hampir saja tergelak mendengar alasan Diandra menangis, tapi dia mana tega melihat wajah Diandra yang menangis seperti itu.
“Astaga Sayang maafkan aku, aku hanya bercanda, kau sampai menangis seperti ini, buah itu untukmu bukan untuk orangtua Joel, husshhh sudah jangan menangis lagi, maaf aku hanay bercanda, kenapa kau akhir akhir ini cengeng sekali,” ucap David yang langsung memeluk Diandra dengan erat.
“Huaaaa...... hiks... hiks... hiks.... kenapa bercanda soal makanan, mana harganya mahal lagi hiks hiks hiks,” tangis Diandra dalam dekapan David.
“hahahahha.... dasar cengeng, itu semalam aku yang beli, kamu pengen kan? Makanya aku beliin udah jangan nangis kamu makan sepuasnya itu semua buat kamu, kalau kurang kita beli lagi,” ucap David membujuk istrinya yang menangis.
“hasihhhh.... kakak jahat, kakak bikin aku takut, hiks hiks..” rengek Diandra sambil memukul mukul lengan suaminya dengan wajah kesal.
David menangkap tangan Diandra dan melingkarkannya di pinggangnya sendiri, “Heheh maaf sayang, habisnya kamu lucu sekai sih, kenapa kamu harus takut buat makan buah itu? Kalau mau ya tinggal makan, seperti tidak pernah saja,” ucap David sambil menatap istrinya.
Mendengar itu, Diandra menceritakan pada David bagaimana dia tinggal bersama Nyonya Helen apalagi saat tua Brandon ke luar kota,dia tidak akan diberi makanan segar, bahkan untuk makan saja dia takut, jika Reva berkunjung ke rumah itu barulah dia bisa makan enak itu pun sudah diancam oleh Nyonya Helen dan Bella.
__ADS_1
Perkara buah buahan, Diandra paling suka makan anggur dan mangga, semua buah di rumah Aniston adalah buah premium, Diandra hanya bisa menatap buah itu di pajang di atas meja sampai membusuk dan masuk ke dalam tempat sampah tanpa di sentuh oleh mereka sedikit pun.
Pernah saat usianya 17 tahun, diandra mencuri buah anggur dan memakannya di dalam kamarnya namun ketahuan oleh Nyonya Helen dan akhirnya dia dipukuli dan di marahi oleh wanita itu.
Diandra tertunduk, akhirnya David paham kalau Dian melalui hal yang berat di rumah lamanya, pantas saja Diandra sampai sembunyi sembunyi sembunyi padahal hanya memakan buah yang tidak seberapa bagi David.
“Sudah jangan sedih, kamu pasti mengalami hal menyedihkan di rumah itu, jangan takut lagi, kamu sudah bebas sekarang,” ucap David yang mengusap wajah diandra dengan lembut.
Dian menatap wajah suaminya, matanya kembali berkaca kaca, wanita itu menghamburkan pelukannya pada David, dia menangis disana.
“Terimakasih karena sudah mengerti hiks hiks hiks,” lirih Diandra.
“Iya sayang... udah ahhh malu tau masa nangis Cuma karena buah anggur kamu ada ada aja,” ucap David menggoda istrinya.
“Hahahha.... itu juga karena kakak, aku jadi nangis sambil ketawa ini ,” ucap Diandra yang moodnya sudah mulai membaik karena perhatian suaminya.
“Udah jangan nangis lagi, ayo sini ku bantuin beres beresnya, kamu pasti capek, ahh... makan buah anggurnya dulu deh,” ucap David sambil mengambil buah anggur itu dan membersihkannya.
Diandra tersenyum, ternyata suaminya seperhatian itu padanya, “Terimakasih My man,” ucap diandra yang memeluk David dari belakang.
“Anything for you honey,” balas David yang sedang membilas buah itu.
“Aku memang tidak sempurna sayang, tapi aku akan membuatmu bahagia, jadi percaya padaku dan jangan pergi dariku,” ucap David di daam hatinya.
.
.
.
Like, Vote dan Komen.
Hay guys, sebenarnya episode ini adalah part yang terinspirasi dari masa lalu author, huh sedih banget kalau ingat masa masa sulit itu, author anak pertama dari 5 bersaudara, harus hidup mandiri setelah papa meninggal waktu author usia 12 tahun, makan gak makan, bahkan selalu iri sama teman teman yang bisa habisin uang buat hal hal gak berguna padahal author sendiri sampe gigit jari lihat mereka, jadi pelajaran buat kita kalau punya uang jangan terlalu dipamerin kasihan mereka yang gak punya, kalau gak bisa memberi seenggaknya jangan pamer, itu rasanya sedih benget.
Berhubungan soal makanan, author sama kayak diandra punya trauma kalau mau makan, jadi author itu kalau makan sesuatu takut dimarahin, diomelin dan ya takut kalau orang lihat author lagi makan makanan mereka, karena perlakuan orang orang di masa lalu, huh.... author jadi ingat lagi deh, bahkan sampe sekarang masih trauma, ngilanginnya gimana yak? heheh
Maaf jadi curhat heheheh....
__ADS_1
Soal hubungan Reva dan Diandra, masih author tahan heheheh, author mau uwu uwuan sama mereka berdua (David&Dian) dulu hahahhahah(tawa jahat author)