
Diandra menggandeng tangan Bella, senyuman manisnya tak pernah hilang dari wajah cantiknya.
"Kak apa kau merindukanku?"tanya Diandra.
"Tentu saja, aku merindukanmu, kata suamimu, kamu yang memaksa mereka menyelamatkanku, apa begitu? tapi kenapa?" tanya Bella.
" Ummm karena kau adalah kakakku, keluargaku, dan ada seseorang yang memintaku untuk menyelamatkan mu," ucap Diandra.
"Seseorang? siapa?" tanya Bella sambil menaikkan satu alisnya.
"Kekasihmu, "ucap Diandra seraya mencolek dagu Bella.
"Maksudmu? William? apa kau sempat bertemu dengannya sebelum dia meninggal? Ka..kata Mama dia sudah meninggal" ucap Bella dengan suara bergetar.
Diandra mengusap punggung Bella sambil tersenyum, " Ayo kutunjukkan sesuatu padamu kak," ucap Diandra sambil menarik tangan Bella memasuki ruangan perawatan.
Diandra membuka pintu kamar inap VVIP dimana William dan Diandra di rawat selama beberapa hari ini.
"Ayo kak, dia menunggu mu," ucap Diandra sambil tersenyum pada Bella.
"Tunggu," ucap Bella.
" Siapa yang kau Maksud Dian?" tanya Bella sambil menahan tangan Diandra.
Wanita itu tidak menjawab, dia tersenyum sambil menarik tangan Bella masuk ke dalam ruangan.
"Ayo kemari kak, " ucap Diandra sambil membuka tirai penutup dimana William dirawat.
Bella berjalan mengikuti Diandra, matanya tertuju pada seseorang yang sedang terlelap di atas brankar dengan kepala di perban.
Deghh....
Mata Bella membulat, jantungnya berdegup kencang, nafasnya seperti tercekat kala melihat sosok pria yang dicintainya terlelap di atas brankar itu.
"Wil... William... Ba... bagaimana bisa .... di.. dia Willi... aku gak salah lihat kan Dian, dia benar benar William kan!?" Bella tergagap, suaranya bergetar, matanya berkaca kacang, jantungan berdegup sangat kencang, bahkan tulang tulangnya terasa lemas.
"Iya, kak Will masih hidup, maaf belum memberitahukan hal ini padamu, Kak William menunggumu kak," ucap Diandra sambil menopang tubuh Bella dan membawanya duduk di kursi di samping brankar William.
"Willi...." lirih Bella, tangannya gemetar, dia melihat William dari ujung kaki sampai ujung Kapala, air matanya lolos begitu saja saat melihat pria yang dicintai ternyata masih hidup.
Tangan Bella terulur memegang tangan pria itu, dia menangis tersedu-sedu.
"Kak.. Kak Williamm.... Sayang... hiks... hiks..hiks... ini aku... sayang... kupikir kau sudah meninggalkan aku huaaa.... Sayang ini aku.... maaf aku lama...." Bella menangis tersedu-sedu sambil memeluk lengan kekasihnya.
Dia menatap wajah itu, tangannya terulur, dia membelai wajah William, pria yang dicintainya, pria yang sudah berhasil mengubah dirinya.
"Ada apa denganmu sayang, bangunlah... aku sudah datang," tangis Bella.
__ADS_1
Diandra ikut menangis, dia menepuk punggung Bella,dia sangat mengharapkan kalau William sadar saat Bella datang mengunjunginya.
"Cepat bangun kak Will, Kak Bella sudah disini," batin Diandra.
"Ada apa dengannya Dian, kenapa dia tidak bangun..." Bella kembali menangis sambil menatap Diandra.
"Kak... Willi..." Diandra menatap William, mata Diandra terbelalak saat melihat William membuka matanya.
"Kak Will bangun kak!" ucap Diandra dengan mata berbinar binar.
Bella menoleh, seketika itu dia menangis lagi, dia memeluk William sambil menangis tersedu-sedu.
Diandra langsung mencari Otniel untuk memeriksa keadaan William.
"Be.. Bella... Ka...kau sudah datang, Ini benar benar Bella? kekasihku Bella..." Suara William terdengar lemah dia berusaha mengangkat tangannya namun sangat sulit.
"ini aku sayang aku datang, ini aku ahhh Williamm... kau bangun huaaa.... kau bangun!!" Bella menangis lagi, dia benar benar bahagia hari ini.
"Aku menunggumu sayang, kau lama sekali, " ucap William.
"Maaf, aku...aku merindukanmu..." ucap Bella.
William tersenyum, dia menatap wajah kekasihnya yang juga menatapnya.
"Kau baik baik saja?" tanya William.
"Maaf sayang," ucap William pelan.
"Bodoh!..aku benar benar khawatir padamu..." Ucap Bella.
Otniel dan Diandra sudah datang, Dokter tampan itu langsung memeriksa keadaan William
Otniel cukup terkejut saat mendengar kalau William sudah sadarkan diri padahal itu hal yang tidak mungkin mengingat cedera otak yang dialami pria itu.
"Aku benar benar tak menyangka kalau dia bisa sadar secepat ini," ucap Otniel.
"Sudah betapa hari dia tidak sadarkan diri?" tanya Bella.
"Hampir seminggu lebih, dia mengalami cedera otak yang cukup parah, bahkan kaki dan tangannya patah, dia akan mengalami kelumpuhan untuk sementara waktu, dan sebenarnya aku bahkan tak memprediksi kalau dia akan sadar secepat ini," ucap Otniel menjelaskan kondisi William pada Diandra dan Bella.
"Tapi pengobatan yang intensif akan membantunya cepat pulih, dia hanya akan bangun kalau kekasihnya datang, kalian... huh kalian benar benar cinta sejati!" ucap Otniel sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Lalu bagaimana kondisinya saat ini," tanya Bella.
"Dia cukup baik, hanya saja perlu istirahat sebanyak banyaknya, kau dukung saja dia, pasti dia akan sembuh melihat bagaimana dia langsung bangun saat kau tiba disini, " jelas Otniel.
"Terimakasih sudah membantunya, dan maaf merepotkan Kalian," ucap Bella.
__ADS_1
"Kalau kau tau seperti itu jangan sakiti adikku ini lagi, ck... kau ini, jadi lah orang yang benar jangan ada udang di balik Kerupuk oke, aku melakukannya ini karena Si bawel ini yang meminta, jika mengingat perbuatanmu padanya, aku tidak akan Sudi menolongnu," ucap Otniel dengan tegas.
"Kak Niel tak apa,aku percaya pada Kek Bella," ucap Diandra sambil menggenggam tangan Bella dengan lembut.
"Aku janji tidak akan seperti dulu lagi, maaf atas semua kesalahanku di masa lalu," ucap Bella sambil menunduk.
"Heh kita lihat saja Bella Belli hahahah.... okelah kalau ada apa apa langsung kabari aku, " ucap Otniel.
"Kau juga Will... jangan kembali ke masa lalumu, Joel butuh kakaknya yang pemberani bukan penakut seperti dirimu, cepatlah sembuh, Joel pasti senang mendengar kabar kalau kau sudah siuman," ucap Otniel pada William.
"Terimakasih banyak Dok," ucap William pelan.
"Kau dengar itu Dian, dia memanggilku dokter ahhh senangnya, seharusnya kalian memanggil ku begitu, " ucap Otniel sambil merangkul Diandra.
"Ayo beri mereka waktu, aku mau mengajakmu makan Sate ayam kau mau kan?" bisik Otniel.
"Baik kak ," balas Diandra dengan penuh semangat.
Bella dan William menatap kepergian mereka, Gadis itu duduk di dekat brankar William sambil menggenggam tangan William dan memandang wajah itu.
"Kau baik baik saja? Kata katanya sedikit kasar tadi," ucap William.
"Aku tidak masalah, aku tau maksudnya baik dan aku sudah berjanji akan melakukan yang terbaik, kita mulai hidup yang baru sayang, " ucap Bella.
"Aku bersyukur kau selamat, terimakasih tetap berada di sisiku sampai saat ini, aku bersyukur kau membuatku berubah, aku menemukan keluarga yang sesungguhnya disini," ucap Bella,air matanya kembali mengalir.
"Semua akan baik baik saja sayang, mereka orang orang baik, kita buka lembar hidup yang baru, kita akan menikah setelah aku siuman,kau mau kan?" tanya William.
Bella mengangguk sambil tersenyum.
"Aku menantikan waktu itu," ucap Bella.
"Terima kasih Bella,aku mencintaimu sayang," ucap William .
"Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu," balas Bella.
Sementara itu di Jerman, David kembali tak sadarkan diri, keadaannya semakin lemah, dokter memberikan penanganan darurat pada pria itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia semakin melemah?" batin Joel sambil menatap curiga pada para petugas medis yang merawat David.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😊
__ADS_1