
Pak Putra keluar dari rumah karena dia mengenali suara orang yang memanggil di luar rumahnya.
"Petra!!" teriak Pak Putra saat melihat Sahabat lamanya berdiri di depan rumahnya bersama seorang pria yang memakai kursi roda yang tak lain adalah Sir Justin Papa pria yang dihinanya beberapa jam lalu.
"Justin? ada apa dengan mu?" Pak Putra menghampiri mereka berdua dengan senyum bahagia meski sedikit terkejut dengan keadaan Sir Justin.
"Hahahah... sudah lama anak bawang, kau masih muda saja ya, pantas kau disebut anak bawang hahahah..."Sir Petra tertawa sambil memeluk sahabatnya.
"Hahahah... kenapa kalian selalu memanggilku anak bawang, dasar kalian ini!" balas Pak Putra sambil tertawa.
"Karena kau yang paling muda Putra, hahhaha," ucap Sir Justin.
"Kalau begitu ayo masuk dulu, kita berbicara di dalam, sudah lama kita tidak bertemu ahhh aku merindukan kalian," ucap Pak Putra sambil mengajak sahabatnya masuk ke dalam rumah.
Cindy menatap mereka sambil tersenyum ramah begitu juga dengan Amel.
"Halo Nyonya Cindy kau masih saja cantik," ucap Sir Petra seraya mengedipkan matanya pada Cindy, sebuah candaan lama yang sering mereka lakukan saat muda dulu.
"Astaga, kau masih sama saja kak Petra, tak berubah sedikit pun hanya wajahmu yang semakin tua hahahhaha..." balas Cindy sambil tertawa.
"Hei apa kalian melupakan aku? kenapa kalian saja yang asik berbicara sejak tadi?" ucap Sir Justin.
"Hahahhaahha bagaimana aku bisa melupakan pria yang mencuri sepatu seorang gadis di komplek rumah kita karena membenci gadis itu hahahahah..." Ucap Cindy sambil tertawa.
"Heh jangan diungkit, malu tau," bisik Sir Justin sambil berbisik.
Mereka semu tertawa bahagia dengan pertemuan itu.
Sir Justin dan Sir Petra memasuki rumah itu sambil menatap isi rumah yang tertata dengan apik.
Mata mereka berdua tertuju pada foto seorang gadis cantik berambut panjang yang mereka ketahui saat ini sudah berambut pendek.
Keduanya seketika saling menatap,"Joy?" pikir mereka yang tak menyangka kalau Joy adalah anak gadisnya si anak bawang sahabat mereka.
"Wah mereka berdua memang ditakdirkan untuk bersama, hampir saja aku menjodohkan Otniel dengan anaknya hufftt... kalau gadis itu..(melirik Amel) dia aneh," batin sir Petra.
"Ayo duduk dulu," ajak pak Putra.
Mereka semua duduk di ruang tamu, Amel tampak duduk sedikit jauh dari mereka sambil menutup hidungnya, wajahnya sedikit pucat.
"Amel, duduk disini nak jangan jauh jauh," ucap Pak putra.
"Aduh pa, Amel pusing, mau istirahat dulu, soalnya tadi kecapean di kampus," ucapnya pelan.
"Ahh anak Papa sakit? ya udah kamu istirahat aja dulu, jangan belajar terlalu banyak," ucap Pak Putra yang dianggukkan oleh Amel.
__ADS_1
Sir Justin dan Sir Petra menatap aneh pada Amel, mereka merasa sedikit tidak nyaman melihat wanita itu.
"Apa dia putri pertamamu?" tanya Sir Justin.
"Ya dia putriku Amel, anakku yang paling kubanggakan, tidak seperti adiknya, Amel sangat penurut, kalian tak lihat betapa lembut dirinya itu," ucap Pak Putra sambil tersenyum.
"Hmmm.." Kedua ya hanya berdeham saja tanpa menanggapi perkataan Pak Putra.
"Memangnya adiknya kenapa?" tanya Sir Justin, dia penasaran bagaimana tanggapan Sahabatnya mengenai Joy.
"Joy anak yang tidak tau diri, dia mempermalukan keluarga ini, aku tak akan memenuhi janji perjodohan itu, dia benar benar aib bagi keluarga ini," jelas Pak putra.
Seketika itu Sir Justin dan Sir Petra saling menatap, namun mereka masih tetap tenang, setahu sir Justin dan Sir Petra, Joy adalah gadi baik yang memang memiliki duality yang menyeramkan.
Sesaat dia bisa menjadi malaikat yang sangat baik sesaat kemudian dia bisa menjadi Lucifer wanita.
"ada apa dengan kalian sebenarnya?" tanya Sir Petra.
"Hah... tak usah dibahas, anak itu hamil di luar nikah!" ucap Pak Putra.
Brakk...
Seketika Sir Justin dan Sir Petra spontan menggebrak meja bahkan Amel yang mendengar di dalam kamar saja sampai terkejut bukan main saat mendengar kalau adik ya hamil di luar nikah.
"Hei ada apa? kenapa reaksi kalian begitu? kalian seperti kenal saja dengan putriku," ucap Pak Putra.
"Hahahha.. iya kami hanya terkejut saja, maaf karena terlalu bersemangat melihatmu kembali," ucap Sir Petra sambil tertawa.
"Heh dasar kalian ini, lalu bagaimana dengan rencana perjodohan itu?" tanya Pak Putra.
"Emmm kurasa kita tak bisa lanjutkan Putra, anakku akan menikah sebentar lagi, dia sudah menemukan pasangannya sebelum kita mengungkapkan perjodohan ini," ucap Sir Justin, dia tentu saja berkata jujur karena memang kenyataannya Vasko akan menikah dengan Joy.
"Dan anakku sudah punya anak tanpa istri," ucap Sir Petra.
Pak Putra cukup terkejut mendengar hal itu, tapi tak ada yang bisa dilakukan, anak anak mereka sama sama dalam kondisi tak bisa dijodohkan.
"Hahahah... ternyata kita semua sudah terlambat ya, ku pikir kita akan bisa mempererat persahabatan ini dengan menjodohkan anak anak kita hahaha..." ucap Pak Putra sambil tersenyum.
"Yahh begitulah keadaannya," ucap mereka berdua.
Mereka bercengkrama cukup lama di rumah itu sambil bernostalgia tentang masa lalu mereka.
Sementara itu di depan sebuah komplek tampak mobil Van putih yang biasa dinaiki oleh David dan yang lainnya terparkir di pinggir jalan .
Tampaknya mereka semua berhenti disana. Ada seorang kakek tua yang berdiri di samping Diandra sambil mengipasi dirinya dengan beberapa lembar uang merah di tangannya dan senyum sumringah terpampang nyata di wajahnya.
__ADS_1
"Ya yang itu kak, di petik jangan di jatuhkan nanti gak enak!" teriak Diandra pada Vasko yang memanjat pohon mangga milik si kakek berkeriput itu.
"Haishhh apa bedanya sih Dian, itu sama aja tau," teriak Vasko yang tampak kelelahan karena harus memanjat sampai ke puncak pohon mangga.
Belum lagi terik matahari membakar kulitnya.
"Hiks hiks hiks.... jadi gak mau nih?" Diandra mengeluarkan jurus andalannya yaitu menangis.
" VASKOOOO!!" teriak yang lain yang juga naik di atas pohon yang sangat rimbun itu.
" ehh... I..iya iya jangan nangis kakak ambilin nih, " teriak Vasko.
"Heheh makasih kak," ucap Diandra yang langsung tersenyum bahagia.
"Dian yang begini boleh gak?" Otniel datang dengan wajah penuh lumpur bersama dengan Edward dan Joy.
"Bwahahahah kenapa wajah kakak sampai berlumuran lumpur begitu hahahha.. Dian kan minta diambilkan jambu dari pohon belakang bukan main lumpur," Diandra tertawa terbahak-bahak.
"Heheh Daddy tadi jatuh Onty, masuk ke kubangan lumpur karena gak hati hati hahahha," celetuk Edward yang membawa sekeranjang jambu bersama Joy.
"Hahahha... kok bisa kak?" tanya Diandra sambil mengeluarkan tisu basah dan membersihkan wajah Otniel.
"Kepleset Dian," ucap pria itu sambil terkekeh.
"Aahhhhh... apa iniiiii!!" terdengar suara David berteriak di atas pohon membuat semuanya menoleh pada pria itu.
"Mampus ada ulat, David takut sama ulat!!" teriak Joel.
"Apaaaa" pekik mereka tak percaya.
"Aarhhhh tolong ulat... ini ulat buang buang buang.... aarhhhhh buang ini!!" teriak David seperti orang gila di atas sana.
"Arhhh ulat ulat ulat...arrhhh....
Brukk.... Brakkk
"Kak David!" pekik Dian saat melihat suaminya jatuh dari atas pohon padahal baru saja naik di cabang pertama.
"arhhh pantatku, arhhh ulatttt... buang iniiiii aaerhhh tiiidaaakk!!!" pekik pria itu sambil menutup matanya menunjuk dua ekor ulat yang menempel di baju nya.
"Hahahahahahaha..." seketika mereka tertawa terbahak-bahak melihat wajah David yang ketakutan melihat ulat di bajunya, hadeh ulat aja takut dasar di David.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉