
Rumah Keluarga Park
Ara dibawa serta ke rumah keluarga Park, awalnya gadis itu merasa canggung, dia berpikir pasti Keluarga besar itu tidak akan menerimanya.
Siapa yang tidak kenal keluarga tersohor itu di negeri ini. Ara bahkan tak menyangka kalau kekasihnya adalah bagian dari keluarga itu. Bahkan dokter yang menanganinya adalah anak terakhir keluarga Park.
" Emm... Jo sebaiknya aku tinggal di tempatku saja, aku tidak enak," ucap Ara.
Dia dan Joel sedang berjalan memasuki rumah itu bersama si Bumil cantik yang lagi lagi bermain kursi roda bersama Edward dan Otniel.
" Heh kau sudah berjanji akan mengikuti semua yang kuinginkan, iya kan?" ucap Joel sambil menaik turunkan alisnya.
" iya tapi sebelumnya aku tidak tau kalau kau adalah bagian dari keluarga besar Park yang terkenal," bisik Ara seraya melirik orang orang yang duduk di ruang depan.
" Lalu kenapa kalau dia bagian keluarga besar ini nona manis?" tiba tiba si nyonya Park nimbrung di belakang mereka berdua sambil menatap Ara dengan mengedipkan kedua matanya.
" Ah... Bu..bukan begitu nona sa.. saya hanya merasa kurang pantas ," ucap Ara.
" Nona?" mereka semua terkejut saat Ara menyebut Luna dengan sebutan Nona.
" Bwahahahahahah..... Mama terbukti masih muda ahahhahahaha....." Si kembar tertawa terbahak-bahak melihat wajah bengong Luna yang tak menyangka kalau di usianya yang sudah kepala lima itu justru dipanggil nona oleh Ara.
" Nak, matamu gak lagi rabun kan?" Luna memegang kedua bahu Ara sambil menatap gadis yang lebih tinggi dari dirinya itu.
" eh .. ma... maksudnya?" Ara tampak bingung, dia menatap Joel.
Yang ditatap malah terkikik geli melihat wajah Ara yang kebingungan.
" A.. apa aku salah? ta.. tapi benar kan panggil nona orang masih muda dan cantik begini," ucap Ara sambil garuk garuk kepala.
" Hahahahahahaha..... Papa lihat gadis ini, dia memanggilku nona, apa aku semuda itu hahahah," Luna tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan Ara.
Gama juga tergelak, dia menghampiri Luna dan memegang pundak wanita itu.
" Dia ini sudah nenek nenek, wajahnya memang awet muda, gak pernah stress," ucap Gama
.
Mata Ara terbelalak, dia menatap mereka dengan tatapan tak percaya.
" ba.... bagaimana bisa?"
" Ka... kalian tidak bercanda kan?" ucap Ara terbelalak dia sampai menutup mulutnya saking kagetnya.
" Nenek!" teriakan Edward kecil menggema di ruangan itu.
" Cucu Nenek, kemari sayang," panggil Luna sambil merentangkan kedua tangannya.
Edward berlari menghampiri neneknya dengan senyuman sumringah.
__ADS_1
" Hap... cucu Nenek senang sekali bermainnya, ' ucap Luna sambil tersenyum.
" Nenek?" Ara semakin terbelalak melihat interaksi mereka.
" hei kok bengong?" tanya Joel.
" Aku gak mimpi kan? mana cocok jadi nenek?" celetuk Ara yang masih belum percaya kalau Luna adalah seorang nenek.
" Hahaha.... percaya gak percaya, percaya aja deh Ra daripada pusing," ucap Joel sambil mencolek hidung mancung gadis itu.
" Ayo duduk dulu, kenalan sama keluarga barumu heheh," kekeh Luna sambil menggendong Edward menuju ruang keluarga dimana yang lain juga sedang berkumpul karena hari ini adalah hari Minggu dan sudah biasa mereka berkumpul di rumah itu.
Disana ada keluarga Maureer lengkap, keluarga Park juga lengkap, serta keluarga Ken dan Rose juga ada disana. Keluarga yang lain sedang di luar negeri dengan urusan mereka masing masing.
Ara dikenalkan pada mereka semua, hal yang membuat Ara tertegun adalah bagaimana kekompakan keluarga besar itu.
Mereka kaya, punya segalanya, kehormatan, status, harta dan terkenal. Meski demikian tak ada satu pun dari mereka yang bisa di cap Sombong.
Hanya dengan melihat pakaian mereka saja, tak akan ada yang percaya kalau mereka adalah bagian dari keluarga Park yang tersohor.
Bayangkan saja para anak muda dengan percaya dirinya hanya memakai piyama tidur, anak anak gadis tak memakai bedak, semuanya terlihat sangat sederhana tetapi hati mereka yang benar benar mahal.
Ara diterima dengan baik disana, karena bagi mereka Joel juga adalah keluarga bahkan dianggap anak oleh Luna dan Gama juga yang lain.
" Mereka tidak sombong ya," bisik Ara pada Diandra.
Dia tersenyum," tentu saja, mereka malah tidak terlihat seperti orang penting, aku juga terkejut saat pertama kali kesini kakak ipar,"bisik Diandra.
" Hei nona manis, kenapa kau mau pada si kunyuk ini? kenapa tidak padaku saja hmm?"goda Christopher yang duduk tepat di dekat Joel.
" Ck... oh ayolah kak, apa kakak mau menikung ? Haihh udah dapetinnya susah susah harus main nyawa, udah digantung malah mau ditikung, kasihan banget ," gerutu Joel sambil memutar malas kedua bola matanya.
Mendengar ucapan Joel, Ara terkikik geli.
" Halah bilang aja cemburu," ejek Otniel.
" Kau bisa juga cemburu, ayo kak Christo Pepet terus jangan kasih kendor hahahahah...." David menambah panas suasana.
" Hmmm mereka benar, mana ceweknya cantik lagi, iya kan neng Ara, nasib kakak ngenes, digantung Mulu perasaan ini sama seseorang, Haihh..." melirik Aurel.
Pletak....
"Ho... oh... mau ya sama si Christo, dia baik gak gigit kok, Joel mah kalah," sambung Christan yang baru datang dari dapur sambil membawa air minum, dia juga malah menambah panas situasi.
Ara sedikit terkejut melihat dua orang yang persis sama namun hanya matanya saja yang berbeda.
" Mereka kembar," bisik Diandra seolah paham dengan kebingungan Ara.
" Kak..." Joel menatap mereka berdua dengan tatapan datar, yang lain malah cekikikan apalagi melihat Joel terus menerus dibuat cemburu.
__ADS_1
"Pletaaakkk...
Kepala si kembar dipukul dengan botol air mineral sampai berbunyi nyaring di ruangan itu.
" Prrffttt... bwahahahahah..." mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.
Aurel memukul si kembar dengan wajah kesal bukan main.
" Awhhh... Areeeelllllll...." pekik mereka berdua sambil menggosok gosok kepalanya sendiri.
" Kalau ngomong tuh yang bener, ya kali kalian mau jadi tukang tikung adik sendiri, dasar kembar goblok, sini kalian berduaaaa... ikut aku!!" kesal Aurel sambil menarik telinga mereka berdua dan membawa mereka menuju taman belakang untuk dihukum.
Mereka semua Tertawa terbahak-bahak, ketiga orang itu memang seperti kembar tiga, sangat dekat, karena usia mereka hanya berbeda satu tahun, sejak kecil mereka selalu bersama membuat hubungan mereka benar benar dekat.
" Cih... rasain," ketus Joel.
...****************...
Ara pun memilih mengikuti kata kata Joel untuk tinggal di rumah itu, dan kini adalah waktunya untuk pembalasan.
Hari ini, Diandra, Ara, David, Otniel dan Joel dan jangan lupakan si cerewet Edward pergi ke sebuah Mall.
Diandra memaksa Ara untuk ikut agar gadis itu mengubah penampilannya. Telah mereka sepakati kalau mereka akan hadir di pernikahan mantan Pacar dan mantan sahabat Ara untuk membuat pembalasan yang setimpal.
" Dian aku gak apa apa, aku pakai baju yang ada aja gak usah dibeli," ucap Ara yang merasa tak enak.
" Ck... udah nurut aja, ini pakai, turutin kata kata Diandra, kalau nggak ku cium kau di depan umum tau rasa," ancam Joel sambil memberikan Black Card milik nya.
"Tapi kan...
" Haisshhh kau ini lama lama jadi cerewet kayak Diandra ya, udah sana pergi ikuti istrimu, dan ingat jangan menolak, dia bisa ngamuk!" bisik David seraya melirik Diandra yang mata elangnya mulai mencari cari pakaian untuk Ara.
" Sudah sana ikut aja, " ucap Otniel.
" Haih baiklah," ucap Ara pasrah, segan sebenarnya karena dia merasa merepotkan orang lain.
Mereka masuk ke dalam toko pakaian termahal disana sesuai dengan keinginan si Bumil.
" David! kau benar David kan? ini aku Nina adiknya Reni!!" terdengar suara seorang wanita memanggil David membuat telinga tajam Diandra langsung menoleh.
" Apa ini tipe jal4ng baru?" gumam Diandra yang dapat dengan jelas di dengar oleh Otniel.
" Ck... ngapain wanita sialan itu datang kesini!" umpat Otniel dengan wajah masam, bukan hanya dia yang berwajah masam tapi Joel juga.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😊😉
Hayo siapa tuh