
Bughh... baghh... krakk...
Otniel menghantam tubuh Richard secara membabi buta, jika setan dalam diri Otniel sudah keluar, maka dia tak bisa dikendalikan.
Tak ada satu perlawanan yang lolos mengenai Otniel, yang dia lakukan saat ini adalah menghabisi bajingan itu dengan tangannya sendiri.
"Kenapa ada manusia sejenis dirimu bangsaaat!!!!" pekik Otniel.
Tubuh Richard bagai di hujani ribuan batu besar. Sakit sangat sakit, banyak luka yang menghantam tubuhnya. Otniel benar benar mendominasi permainan, bahkan tak sekalipun Richard bisa memberikan serangan pada Otniel.
Para anak buah bergidik ngeri, mereka tak bisa menghentikan Otniel jika sudah seperti itu. Alasannya mereka bisa menjadi korban salah sasaran dari Otniel yang sedang mengamuk.
"Kau memperlakukan itu pada wanita? apa kau pikir dirimu pantas disebut manusia hah!!!" bentak Otniel, dia marah, mencengkram kerja baju Richard, ototnya menegang pembuluh darahnya membesar.
"Semua itu karena dirimu uhuk... bangsat!!" ucap Richard dengan sisa kekuatan nya.
"Kau selalu mendapat semua yang kau mau, kau menghancurkan karirku, dan sekarang kau merebut wanita yang kucintai, dia malah mencintaimu... kenapa harus kau Bajingan, kenapa manusia berengsek seperti dirimu yang bahkan tak lebih hebat dari diriku selalu mendapatkan apa yang kau mau!!!" ucap Richard.
"Hahahah... wanita itu pasti akan mati, dia akan mati hahahah, dan itu adalah salahmu," Richard malah tertawa seperti orang gila.
Mendengar itu membuat Otniel tertegun, Chelsea mencintai nya? bagaiman bisa?
"Sialan kau bangsat, cuihh... pantas saja Chelsea memilihku, kau bukan manusia yang pantas untuk dicintai, pantas saja kedua orangtuamu tidak peduli padamu, begini sifat aslimu!" ucap Otniel.
"MATI SAJA KAU BERENGSEK!!!" Pekik Otniel. Tangannya mengambil botol Wine yang terletak di atas lantai. Mengangkat nya tinggi dan mengayunkannya ke arah kepala Richard.
Namun tangannya tak bergerak, seseorang mencengkram lengannya dengan kuat.
"Sadarkan dirimu Otniel!!" tegas David yang ternyata datang menyusul sahabatnya itu bersama dengan Vasko.
"Da.. David?" Otniel menatap David, seketika raut wajahnya berubah.
"Lepaskan, biar kami yang bereskan masalah ini, bawa gadis itu ke rumah sakit, sepertinya kondisinya tidak baik!" ucap David sambil mengambil botol Wine itu dari tangan Otniel.
"Tapi aku ingin menghabisi pria berengsek ini, biarkan aku membunuhnya!" ucap Otniel dengan nada marah.
"Bodoh, sadarkan dirimu Otniel!" bentak Vasko yang berdiri sambil berkancah pinggang menatap Otniel.
"Apa kau mau jadi pembunuh hah? Edward akan menangis jika tau Daddynya seperti ini!" ucap Vasko lagi.
Mendengar nama putranya, seketika Otniel melepaskan tangannya dari botol Wine dan berdiri sambil menatap tajam Richard.
"Kali ini kau bebas, tapi aku akan membalasnya bagaimana pun caranya!" ucap Otniel sambil menatap Richard.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" ucap David.
__ADS_1
"Baik !" jawabnya.
Otniel berjalan mendekati Chelsea yang terbujur kaku, tak bisa bergerak di atas tempat tidur sambil menangis.
Saat Otniel berjalan, David dan Vasko melihat dengan jelas tangan pria itu bergetar hebat, tremornya kembali lagi, namun Of iel.masih bisa kuat.
David dan Vasko saling menatap, mereka khawatir dengan kondisi Otniel yang semakin hari semakin memburuk.
Otniel tak pernah menceritakan Tremor di tangannya, tapi David, Diandra, Vasko dan Joy tau kalau Otniel sedang sakit.
"Otniel apa kau kuat?" pertanyaan itu lolos dari mulut David.
Mendengar pertanyaan David membuat dokter muda itu menoleh dan menyembunyikan tangannya.
"Aku kuat, aku kan Otniel," seloroh pria itu.
"Hmmm.. cepatlah!" ucap Vasko dengan nada datar.
Otniel mengangguk dia mengecek keadaan Chelsea, jari dan tubuhnya tak merespon sama sekali seperti mati rasa.
"Tenang, aku akan menyelamatkan mu," ucap Otniel sambil mengambil sebuah kain panjang, dia lilitkan di leher Chelsea dan membungkus kepala gadis itu.
"Aku harus pelan pelan, sarafmu mungkin terganggu," ucap Otniel.
Dengan bantuan pengawal, Chelsea dibawa oleh Otniel, dia meletakkan kepala Chelsea di dadanya dan membawa gadis itu keluar dari sana dengan posisi seperti itu.
Richard hancur lebur saat itu juga, dia dibawa ke markas tersembunyi Black Rose dan ditahan disana sampai Otniel selesai dengan urusannya.
Sementara itu Otniel tampak berjalan dengan terburu buru sambil menggendong Chelsea masih dengan posisi seperti sebelumnya, seperti seekor anak koala yang memeluk pohon tinggi.
Mereka tiba di rumah sakit, langsung saja Paramedis menyambut mereka dan membawa brankar. Semua orang terkejut melihat Otniel yang menggendong Chelsea ke rumah sakit, bahkan terkejut melihat keadaan Chelsea.
Chelsea di letakkan dengan lembut di atas Brankar. Mereka membawa gadis itu menuju UGD. Dengan cepat Otniel menyiapkan dirinya untuk melakukan pemeriksaan keseluruhan pada Chelsea.
Tangan pria itu terus bergetar, kepalanya sedikit pening tetapi dia memaksakan dirinya untuk tetap fokus dalam kondisi darurat ini.
" Siapkan ruangan operasi!" teriak Otniel yang sudah mengetahui keadaan Chelsea sebab dokter lain langsung menangani Chelsea begitu mereka datang.
Semuanya berlari kesana kemari, Chelsea dibawa ke ruangan operasi, gadis itu masih sadar namun dia tak bisa bergerak, tubuhnya kaku, tak ada yang bisa digerakkan.
Setelah semua persiapan selesai, kini Otniel dan tim medis sudah berada di ruangan Operasi. Otniel menatap Chelsea yang juga menatapnya sambil menangis, dia tak lagi bisa bicara, sarafnya lumpuh.
"Kau akan baik baik saja, tenang ya," ucap Otniel. Namun Chelsea tak merespon.
"Apa kau tak bisa bicara?" tanya Otniel dan lagi lagi Chelsea tak menjawab.
__ADS_1
"Gerakkan matamu jika iya," ucap Otniel.
Chelsea menggerakkan bola matanya, dan melihat hal itu seketika membuat mereka semua panik.
"Kami akan memulai operasi, kau pasti selamat, akan kupastikan itu Chelsea!" ucap Otniel.
Chelsea menggerakkan bola matanya lagi untuk merespon Otniel.
Akhirnya Opera dimulai, Chelsea diberi cairan anestesi. Gadis itu menutup matanya dengan perlahan.
Tangan Otniel tampak gemetaran lagi bahkan lebih parah. dia menggenggam erat tangannya sendiri.
"Apa kau bisa Niel? atau biar aku saja yang melakukannya!" ucap Dokter Ardi teman Otniel.
"Aku sendiri yang akan melakukan nya!" ucap Otniel dengan tegas dan terasa hawa dingin menyelimuti ruangan operasi itu.
Mereka memulai operasi, Otniel melakukan semuanya dan berusaha menyembuhkan Chelsea semaksimal mungkin.
"Kau terluka karena aku, maka aku akan membuatmu sembuh Chelsea, " batin Otniel.
Otniel berkutat dengan alat alat medis dan prosedur operasi yang rumit, meski dia bagian jantung, Otniel adalah dokter dengan segala lisensi, dokter terhebat yang pernah ada. Genius dan tak tertandingi, dia memiliki kebebasan khusus di rumah sakit itu untuk menentukan siapa saja yang akan dia rawat.
Saat Otniel sedang sibuk, di luar ruangan Varrel, David, Diandra dan Vasko menatap pria yang sedang kalut itu dari luar ruangan.
"Kak apa itu tidak beresiko? tangan kak Niel....
Diandra tampak sangat khawatir dengan kesehatan Otniel.
"Kita tunggu saja sampai dia selesai, setelah itu kita paksa dia melakukan operasi!" ucap Vasko.
"Benar, kita tunggu saja, dia benar benar sulit dipahami," ucap David.
"Bukan sulit sayang, dia tidak ingin anaknya khawatir, kau tau sendiri kan mimpi Edward, aku takut terjadi apa apa, karena dia selalu memimpikan hal yang sama," jelas Diandra.
"Semua akan baik baik saja," ucap David sambil memeluk istrinya dengan erat, dia tau kalau Diandra khawatir.
"kuharap begitu," ucap Diandra.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1