Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Rumah Baru & Joel


__ADS_3

Diandra telah pulih sepenuhnya setelah dirawat selama 3 hari di rumah sakit, tentu atas permintaan David, mereka kini sudah kembali ke rumah, namun bukan rumah yang biasa mereka tempati, rumah yang sangat besar dan terletak di komplek perumahan elit.


Bahkan keluarga Aniston tak akan mampu membeli satu aset perumahan di sana tentu saja karena harganya yang terbilang fantastis.


David membawa istrinya ke rumah yang lebih tepat jika disebut sebagai mansion itu, rumah bergaya Eropa dengan nuansa warna keemasan yang sangat indah bagai istana kerajaan.


Dengan senyuman bahagia David menggandeng tangan istrinya, dia membawa serta sahabat sahabatnya ke rumah besar itu.


“Kenapa kita kesini kak, kita kan mau pulang? Ini rumah atau apaan sih kok besar sekali,” ucap Diandra yang berdiri menatap bangunan megah itu dengan mata menelisik.


“Kita akan tinggal disini sayang,” ucap David.


“Heh.... jangan mengada ada kak, ngapain kita tinggal disini apa rumah lama tidak bisa dipakai lagi, kak Otniel apa kak mengusir kami dari rumah kakak?” celetuk Diandra sambil melirik Otniel yang terlelap di bahu Joel, pria itu kelelahan setelah melakukan operasi besar di rumah sakit, dia memilih ikut pulang bersama yang lain agar bisa berisntirahat dengan tenang.


“Hah? Aku tidak mengusir kalian... hoaaammmmm.... ya sudah kita sudah sampai kan? Aku mau tidur dulu bye,” ucap Otniel sambil berjalan masuk dengan menutup matanya dan menunduk.


Pria itu masuk ke dalam mansion dengan wajah lelah.


“Kita akan tinggal disini sayang, ini rumah kita,” ucap David.


“Haaa? Rumah kita? Heh yang benar saja, darimana kamu dapat uang sebanyak itu untuk menyewa rumah ini? Jangan main main kak, aku gak masalah tinggal di rumah lama,” celetuk Diandra yang belum mengetahui identitas David yang lain.


“Hahahah, ini rumah David Diandra, sudahlah ayo masuk, cuaca sudah mulai dingin nanti kau masuk angin, sebentar lagi malam,” ucap Joel sambil membawa barang barang mereka masuk ke dalam rumah.


“Jangan bingung begitu dek,” ucap Vasko sambil menepuk pucuk kepala adiknya, dia gemas melihat wajah Diandra yang terlihat bingung, pria itu masuk ke dalam rumah sambil mendorong koper mereka.


“Hahahah ayo kakak ipar, aku juga akan tinggal disini yeyeyey, akhirnya aku tidak akan sendirian, ahhhh menyenangkan sekali kalau begini,” celetuk Joy dengan senyum sumringah sambil melenggang masuk ke dalam rumah.


“Sebenarnya kakak itu siapa sih? Kenapa misterius sekali?” celetuk Diandra sambil memandang suaminya.


David tersenyum, dia memegang bahu Diandra dari belakang dan mendorong wanita itu memasuki rumah itu, “ Nanti kuceritakan sayang, kita masuk dulu di luar dingin,” ucap David.


Mereka disambut oleh 8 orang pelayan yang berbaris rapi membungkuk menyambut kedatangan mereka.


Mata Dian takjub melihat interior rumah itu, dia bahkan sampai terkejut melihat beberapa pelayan menunduk ke arah mereka, sungguh sebuah hal yang benar benar baru bagi Diandra karena di rumah Aniston dia tak akan disambut seperti itu, hanya tuan Brandon, Nyonya Helen dan Bella yang akan disambut dengan hormat seperti itu.


“ He...hei... kenapa kalian menunduk seperti itu? Apa punggung kalian tidak sakit?” tanya Diandra yang berdiri di hadapan para pelayan itu.


David tersenyum, istrinya terlihat lucu saat ini.

__ADS_1


“berdirilah yang tegak dan lihat nyonya kalian,” ucap David pada 8 pelayan yang sudah bersamanya sejak dia di Jerman, tentu saja itu semua dikirim oleh kedua orangtuanya untuk mengurusnya, hanya saja David jarang ke rumah itu.


Dia akan berkunjung ke rumah itu hanya Jika Papi dan Mami atau saudaranya datang ke Jerman.


Dan kali ini dia akan menetap disana bersama istirnya tercinta.


Para pelayan berdiri tegak, mereka adalah orang orang terpercaya, anggota pasukan khusus dari kelompok keluarga besarnya yang akan menjaga mereka di mansion besar itu.


Mereka sudah tau wajah asli David jadi bukan hal yang mengejutkan bagi mereka melihat wajah David tanpa topeng.


Mereka berdiri tegap layaknya pasukan tentara, ada 4 laki laki dan 4 perempuan yang berkedok pelayan padahal tugas mereka lebih berat dari sekedar pelayan.


Mereka terkagum kagum dengan wajah cantik nan indah di depan mereka, apalagi saat ini Diandra tersenyum menatap mereka dengan sangat ramah.


“Tegang sekai kak, apa mereka terbiasa seperti ini? Apa badannya tidak encok?” bisik Diandra yang merasa lucu melihat para pelayan itu berdiri tegak dengan wajah datar mereka.


‘Mereka memang ditugaskan seperti itu sayang, mereka akan melindungimu di mansion besar ini,” ucap David.


“Huh.... apa kau akan mengurungku disini? Apa aku tidak bisa keluar? Apa aku ... apa aku tidak boleh ke tempat kak Joel lagi? Apa kalian akan pergi dan aku akan kesepian disini, aku tidak mau hiks hiks hiks,” tiba tiba wanita itu menangis di hadapan David, hormon kehamilan membuatnya begitu sensitif.


David menepuk kepalannya sendiri ,”Ini ke dua pulh tiga kalinya kau menangis sayang,” batin David yang berusaha bersikap sabar dengan perubahan emosi istrinya yang selalu tak beraturan itu.


“Hei kenapa berpikir begitu? Kau tidak akan dikurung disini sayang, lagipula kau bebas mau kemana terserah kamu dengan syarat bersama pengawal, aku tidak mau terjadi apa apa pada dirimu, kau tidak akan kesepian disini, kami semua kan ada disini,” ucap David sambil menghapus air mata istrinya.


“Whaa,.... benarkah? Jadi aku tidak akan tinggal sendiri? Baiklah heheh ,” ucap Diandra yang mood nya sudah kembali secepat kilat benar benar membuat David harus ekstra sabar menghadpi perubahan mood istrinya.


“He.... em... kita semua akan disini,” ucap David sambil menepuk pucuk kepala wanita itu dan tersenyum manis.


Deg...deg... deg..


Jantung Diandra selalu berdebar kencang jika sudah diperlakukan seperti itu, wajahnya merona dia benar benar malu sekaigus gugup saat ini.


“Nah kalian dengarkan, prioritas kalian saat ini adalah menjaga nyonya muda dan calon anak kami, kalian sudah pasti tau apa yang harus di lakukan bukan?” ucap David sambil menatap para pengawal itu.


“Baik tuan,” ucap mereka dengan tegas.


“baik Tuan... hahahhaaha kalian seperti pasukan polisi, jangan tegang begitu, kenalkan aku Diandra, kita teman yang mulai sekarang,” ucap Diandra sambil menyalami mereka satu persatu dan memperlakukan mereka seperti teman bukan bawahan.


“Wahh nyonya muda sangat baik, seperti nyonya besar, ahhh beruntung sekali mendapatkan majikan seperti mereka, bisa panjang umur aku,” batin salah satu pengawal.

__ADS_1


“Tak pernah ada majikan yang mau melakukan hal seperti ini, dia benar benar menakjubkan,” gumam para peayang yang memandangi tangannya yang disalami oleh Diandra.


“Tanganya lembut sekali, wahh aku akan betah kalau begini,” batin yang lain.


“kupikir dia sombong ternyata sangat ramah,”


Para pengawal menatap takjub dengan Diandra, wanita itu begitu rendah hati.


David tersenyum melihat interaksi istrinya, dia tau kalau rumah ini akan dipenuhi dengan banyak tawa karena kehadiran Diandra.


“Kalian boleh bersikap santai namun tetap waspada, “ ucap David.


“Baik tuan,” jawab mereka sambil menunduk.


“Ayo sayang aku tunjukkan kamar kita,” ucap David yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra.


“Sampai nanti semuanya, heheheh” kekeh wanita cantik itu sambil melambaikan tangannya.


Para pelayan itu sontak membalas lambaian tangan wanita itu sambil tersenyum.


Setelah David dan Diandra menghilang di balik tembok rumah itu, para pelayan saling menatap, senyuman mereka seketika mengembang sambil memandangi tanagn masing masing.


“Ahhhkkk nyonya muda sangat imut,” seru mereka sambil tersenyum bahagia.


“Diandra memang membawa kebahagiaan bagi rumah ini,” batin Joel yang sedari tadi ternyata memperhatikan mereka.


“Bagaimana apa sudah kau temukan dimana posisi William?” tanya Joel melalui earphone miliknya, dia sedang melakukan panggilan dengan timnya.


“Sudah tuan, mereka ada di bagian barat Daya kota Berlin,” ucap anak buah Joel.


“Hmmm... kita kesana sekarang,” ucap Joel sambil mematikan ponselnya, dia berjalan keluar dari mansion itu dan memasuki mobilnya.


“Mau kemana kau Joel? Jangan bertindak gegabah,” batin Vasko yang mengawasi mereka semua melalui CCTV yang terhubung dengan tabletnya.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen.


__ADS_2