
David berjalan ke arah kamarnya, dia sudah mendengar semua penjelasan nyonya Alena, dan saat ini tugasnya adalah membantu agar Diandra tidak terlalu kecewa dan mencoba paham dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya Alena meskipun memang agak berat, karena Diandra juga mengalami hal mengerikan di rumah keluarga Aniston.
Lain halnya dengan Vasko, pria itu kini tengah berada di dalam ruangan kamarnya sendirian, dia mengingat penjelasan Sean tadi mengapa Mamanya bisa lumpuh.
Nyonya Alena mengalami kelumpuhan karena kejadian di masa lalu, saat itu Vasko dan kelompok Tiger tengah dalam masa genting dan berperang habis habisan. Saat itu Vasko juga mengalami luka yang teramat parah.
Setelah selesai menghancurkan kelompok Tiger, Vasko pergi sendirian setelah memastikan semuanya beres.
Namun tanpa diketahuinya ada orang mencurigakan yang mengikutinya, dan saat dia keluar dari dalam mobil, mobil orang itu melaju dengan sangat kencang, namun seorang wanita misterius dengan masker dan kacamata menariknya dan malah menjadi korban kecelakaan itu.
Vasko sudah mencari wanita misterius itu, namun bak di telan bumi dia menghilang dan ternyata wanita itu adalah Nyonya Alena yang datang ke Jerman kala itu dan mengikuti Vasko setelah menyaksikan dengan matanya sendiri seluruh pertempuran itu.
Vasko merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya terus tertuju pada nyonya Alena, dia tak menyangka kalau ternyata selama ini mama mereka melindungi keluarga mereka dari teror kelompok mafia yang begitu kejam dan menyeramkan.
Bahkan kenyataan bahwa Reva adalah adiknya juga membuatnya begitu terkejut sekaligus bahagia.
“Papa pasti akan bahagia jika mengetahui kabar ini, aku akan membawa mereka pada Papa, aku tau kalau Papa merindukan keluarga kita,” batin Vasko.
Sementara itu David tengah berdiri di depan Otniel dan Joel yang sedari tadi berjaga di depan kamar Diandra setelah memastikan keadaan wanita itu telah membaik.
“Apa kalian sudah bereskan? “ Tanya Otniel dengan tatapan menyelidik begitu pun dengan Joel, mereka berdua bagaikan pengawal pribadi Diandra yang melindungi wanita itu dengan baik dan aman.
“Sudah, dan tinggal menjelaskannya pada Diandra, bagaimana keadaannya Niel?” tanya David dengan wajah sendu.
“Dia sudah sadar, dia mencarimu, cepatlah masuk dan tenangkan dia, jangan sampai dia stress lagi,” ucap Otniel.
“Kita akan menunda keberangkatan kita sampai Diandra benar benar pulih,” ucap Joel.
“Baiklah, Terimakasih atas bantuan kalian,” ucap David yang dianggukkan oleh mereka berdua.
David masuk ke dalam kamarnya dan matanya langsung tertuju pada Diandra yang duduk di atas tempat tidur sambil menatap David dengan wajah Sendu.
__ADS_1
“Kak....” lirih wanita itu.
David langsung duduk di dekat Diandra dan memeluk istrinya dengan lembut.
“Sudah jangan bersedih lagi, kamu harus tenang sayang, kamu bisa sakit kalau begini, semua akan baik baik saja,” ucap David sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.
“Maaf aku membuat kekacauan lagi, aku... hiks hiks hiks... aku sedih dengan kenyataan itu, kenapa dia tidak bilang kalau dia mama kandungku, kenapa aku harus dipisah ? kenapa kami tidak hidup bersama hiks hiks hiks....” tangisan Diandra kemabli pecah.
David benar benar tidak tega melihat Diandra seperti itu.
“Sayang, aku sudah tau alasannya, aku sudah mendengar penjelasan dari Mama, beliau punya alasan yang kuat untuk melakukan itu,” ucap David sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Diandra.
“Apa kau mau mendengarnya?” tanya David yang menatap mata cantik istrinya dengan intens.
“Aku akan menjelaskannya, kamu dengar kan ya,” ucap david.
“Hiks hiks... hiks... baiklah,” jawab Dian pelan namun air matanya masih menetes.
Akhirnya David menjelaskan semua kebenarannya pada Diandra dengan sangat berhati hati, dia menjelaskan semua kejadian yang diungkapkan oleh nyonya Alena sebelumnya dan menjelaskan dengan perlahan.
Sementara itu di Jerman, nyonya Helen tengah pusing memikirkan cara untuk menemukan Diandra dan Reva, sebab dia sama sekali tak bisa melacak keberadaan kedua wanita itu.
Saat ini dia berada di rumah besar keluarga Aniston, seperti biasa Bella akan keluar dan hang out dengan teman temannya tanpa peduli dengan apa yang dikatakan nyonya Helen, dan tuan Aniston tidak berada di rumah karena fokus mengurus perusahaan dan mencari bantuan suntikan dana.
Nyonya Helen duduk di dalam kamarnya, dia menghubungi seseorang untuk membantunya melancarkan rencana jahatnya, dia tak akan puas sebelum semua rencananya tergapai.
“Halo sayang, kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi? Aku merindukanmu Besara,” ucap Helen dengan nada manjanya pada mantan suami yang telah ditinggalkannya beberapa tahun lalu namun berhasil dia dekati lagi setelah mengetahui kalau Besara sudah menjadi orang kaya berat meski tak sekaya tuan Nikolas yang tersohor.
“Aku sibuk sayang, kau yang tidak pernah datang mengunjungiku, kau bahkan tak pernah membawa anak kita Bella ke rumah ini, apa kau sudah melupakanku?” ucap pria paruh baya dari seberang telepon.
“Ck... kau tidak tau betapa menderitanya aku di rumah ini, Brandon sangat menyebalkan, dia hanya terus bekerja dan bekerja, cihh aku membenci tua bangka bau tanah itu,” ucap Helen.
__ADS_1
“Hei bukannya kau yang memilih meninggalkanku dulu karena dia punya banyak uang Sayang, ayolah jangan munafik,” ucap Besara.
“Ck... itu semua kulakukan untuk anakmu sayang, kalau aku tak melakukannya Bella akan hidup melarat, lagi pula aku kan sudah kembali bersamamu, jadi tak ada yang perlu kau khawatirkan, aku akan mendapatkan perusahaan itu untukmu sayang,” ucap Helen dengan nada menggoda seperti biasa.
“Hmmm tapi kapan? Kau terlalu lama sayang, “ucap Besara.
“Itu alasan aku menghubungimu, aku ingin mencari keberadaan dua orang perempuan, mereka tiba tiba menghilang padahal aku sudah melacak mereka bahkan aku menggunakan anggota kelompok mafia terkenal di negara ini, tapi mereka tidak menemukannya,” Jelas Helen, dia terdengar kesal karena tak kunjung menemukan Diandra dan Reva.
“Baiklah akan kubantu menemukan mereka, kirimkan saja fotonya, aku akan melacak keberadaan mereka,” ucap Besara.
“Hem... baiklah sayang akan segera kulakukan, lalu bagaimana kerja sama dengan perusahaan Moto.Tech? kenapa kita belum dapat kabar dari mereka?” tanya Helen.
“Presdir mereka sedang dalam perjalanan bisnis sayang, kita harus berhati hati jika ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan besar itu, mereka bagaikan serigala yang menyamar di balik bulu domba, sebentar mereka akan terlihat baik namun jika kita salah melangkah kita tidak akan bisa mendekati perusahaan itu,” ucap Besara.
“Aku akan membawa Bella bersamaku, beberapa hari lagi akan diadakan acara pertemuan perusahaan perusahaan besar di dunia dan dilaksanakan di negara ini, kau persiapkan Bella, aku akan membawanya dan menjalankan rencana kita disana,” ucap Besara dengan rencana liciknya.
“Maksudmu bagaimana?” tanya Helen.
“Kita akan menjebak Bella dengan tuan Nicholas, dengan cara itu kita bisa memaksa pria itu untuk menikahi Bella,” ucap Besara.
“Baiklah itu ide yang cemerlang, tak sia sia aku mengandalkanmu sayang,” ucap Helen dengan senyuman licik di wajahnya.
“Tunggu saja, akan kutunjukkan kebangkitan seorang Helen sang model tersohor dunia internasional,” batin wanita itu dengan segala ambisinya.
.
.
.
Like, Vote dan Komen.
__ADS_1