
Bar XX,
Suara dentuman musik terdengar menggelegar di ruangan bar besar yang cukup terkenal di kota itu. Tempat dugem dan mencari kesenangan bagi penduduk bumi yang bosan dengan situasi damai.
Bau alkohol dan rokok tercium dimana mana, semua orang di ruangan besar itu menari nari seperti orang kesetanan berlenggak lenggok menggeliat kesana kemari.
Dilantai dua gedung itu terlihat Max dan teman temannya sedang menikmati alunan musik sambil menyesap rokok mereka dan menenggak alkoholnya.
"Apa gadis itu akan datang? kita bisa rugi kalau dia tidak datang," ucap Vivi yang duduk di atas pangkuan kekasih terlarangnya.
" Dia akan datang, dia pasti akan datang karena ancaman itu, kalian tau sendiri kalau dia itu bodoh kan hahhahaha...." Hera tertawa terbahak bahak.
" Tapi bagaimana bisa dia kenal dengan orang orang itu? bahkan dia tinggal di kamar VVIP, tak ada satu pun yang bisa masuk ke dalam ruangan itu, dia seperti orang kaya saja hahahah," ucap Vivi.
"Ck... sialan, aku benar benar ingin mencicipi tubuhnya itu tapi dia sudah laku terjual pada kakek kakek sialan itu!" umpat Max.
" Astaga apa di otakmu itu hanya ranjang Max?" ketus salah satu rekannya.
" Diamlah Victor, kau tidak tau betapa nikmatnya bercinta, makanya jangan sok polos!" umpat Max.
Victor menutup mulutnya, dia menatap datar dan dingin ke arah Max sambil mengepalkan kedua tangannya.
" Ck... tapi dia lama sekali datangnya!" kesal mereka.
" Hei sabar lah dahulu sebentar lagi dia datang," ucap Vivi sambil menunjukkan isi pesan dari Ara kalau dia sudah tiba di lokasi.
" Hahahah.... kalau begitu transaksi bisa kita lakukan!" ucap Max sambil menyeringai dengan segala rencana licik yang sudah dia karang di kepalanya itu.
"Aku akan menikmatinya terlebih dahulu, ahhh aku tak sabar menenggelamkan juniorku di miliknya yang seksi itu hahhaha," batin Max.
Tiba tiba Victor berdiri dan menodongkan pistolnya ke arah kepala Max saat dia melihat seseorang datang ke arah mereka.
“Berdiri kau bangsat,” ucap victor dengan nada tajam dan tegas sambil menatap Max dengan tatapan kesal dan marah.
“Victor apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan itu pada Max!!” pekik Hera yang malah menjadi panik karena tiba tiba Victor bermain senjata.
Max bukannya takut, dia malah menyeringai dan mengeluarkan senjata api dari dalam kantongnya,” Hahhahahah akhirnya kau mengeluarkan aslimu Victor, kau penghianat,” ucap Max yang sejak awal sudah curiga dengan Victor, meski mereka berteman, tentu saja sewaktu waktu salah satu dari mereka berkhianat.
Victor menyeringai dia menurunkan senjatanya saat melihat bosnya sudah tiba.
“letakkan senjatamu bangsat!” umpat Seorang pria yang kini menodongkan pistol ke kepala Max membuat mereka semua terkejut, sebab pria itu datang tanpa terasa seperti hantu saja.
Di belakangnya sudah berdiri puluhan anak buah Tiger dan Black Rose yang ikut serta dalam pembantaian habis habisan itu.
Duarrr....
Satu tembakan melesat dari tengah pesta yang sedang berlangsung membuat semua orang berteriak ketakutan dan panik dalam waktu yang bersamaan.
Musik berhenti, di tengah ruang pesta ada Vasko yang mengarahkan pistolnya ke atas dan di atas panggung ada si pria bertopeng alias David yang berdiri mengambil alih panggung.
__ADS_1
Mata mereka terbelalak saat mendapati serangan tiba tiba itu, semuanya terkejut dan ketakutan bukan main.
“Menunduk atau kepalamu melayang hari ini!!” teriak David dari atas pentas.
Semua orang menunduk, yang tersisa disana hanya anak buah Vasko, David dan joel yang berdiri di antara para pengunjung bar. Bahkan pintu keluar bar itu ditutup.
Max terdiam, dia menurunkan senjatanya pelan pelan. Hera, Vivi dan teman teman Max yang lain di bekap oleh anak buah Joel.
Victor ternyata adalah wakil William kakak Joel yang tinggal di Indonesia untuk mengawasi perkembangan sindikat mereka di negara itu. Victor menunduk hormat pada Joel menunjukkan kedudukan Joel sebagai seseoarng yang harus di hormati.
Victor memang berteman dengan Max, namun saat dia mendapat informasi kslsu Max melakukan hal bejat yang berhubungan dengan adik tuannya dia langsung mengawasi pergerakan pria itu, termasuk memberitahu segala rencana Max pada Joel.
Itulah sebabnya keamanan rumah sakit di perketat.
“Bu... bukannya dia pria yang bersama Ara?” ucap Hera terkejut bukan main, matanya terbelalak, rekan rekannya yang lain juga demikian, mereka sama sama terkejut melihat pria itu disana.
“Ternyata mata jal4ng ini masih berfungsi dengan baik ya hahahhaha...” Joel tertawa.
Suara tawa yang begitu menyeramkan membuat siapa pun merinding jika mendengar suara pria itu.
“Siapa kau sebenarnya bangsat?” Max marah, dia melakukan perlawanan, dia bukan tipe pria yang akan menerima penghinaan.
Joel menyeringai,” permainan darah dimulai hahahah,” Joel tertawa terbahak bahak sambil melepaskan pistolnya dari Max.
Brak
Kaki Joel menendang pistol yang di pegang oleh Max hingga terjatuh ke lantai,” Mau mencoba melawanku bajingan?” ucap Joel dengan seringai mengerikan di wajahnya.
Semua serangan yang dilayangakan pria bertubuh kekar itu bagai angin bagi Joel, tak ada satu pun yang berhasil mengenai tubuhnya. Katakan saja Joel sedang menggila hari ini.
“Ohhh ayolah, kupikir suhu ternyata cupu hahahahah,” joel tertawa, dia berdiri di atas sofa dengan santainya berjalan kesana kemari menghindari semua pukulan Max.
“Siaaaaall!!” pekik Max, dia menarik pakaian Joel hingga...
Sraaakkkkkk
Pakaian Joel robek membuat Max menyeringai karena dia berpikir kaau Joel bisa dia kalahkan.
Namun sedetik kemudian dia menenggak kasar salivanya begitu melihat tato di tubuh Joel , bahkan teman temannya yang lain sampai gemetar ketakutan melihat tato kebesaran pemimpin Tiger, aliansi menyeramkan yang ditakuti di dunia.
“Sialan, aku tak peduli mau kau pimpinan Tiger, kau akan mati di tanganku hari ini!!” pekik Max yang sudah siap melayangkan pukulannya ke punggung Joel hingga...
Bughhh
Satu tendangan telak dari kaki Joel mengenai tepat di titik uluh hati pria itu.
Bughhh
Satu tendangan lagi di dadanya dan berhasil membuat Max memuntahkan darah.
Bughh
__ADS_1
satu tendangan di bawah rahangnya yang berhasil menghancurkan gigi giginya,
Joel memutar tubuhnya dia melompat dan menerjang menghantam pelipis pria itu hingga dia terhuyung dan ambruk seketika ke atas lantai dengan kondisi mengenaskan.
Sebenarnya Max tidak selemah itu, dia bahkan bisa menghajar puluhan orang dengan tangan kosong melihat dari tubuh fisiknya namun lawannya kali ini adalah didikan monster yang memiliki bibit monster di dalam darahnya.
“Hahhahah... ternyata sepatu yang di belikan Diandra sangat kuat, lihat wajahnya hancur seketika hahahhahahah...” Joel tertawa terbahak bahak setelah berhasil memukuli lawannya yang bahkan tak sekalipun melayangkan pukulan pada dirinya.
Benar benar seorang psikopat telah bangkit dari alam kuburnya untuk menyelesaikan seseorang yang seharusnya sudah lama mati.
“Menyeramkan, bagaimana bisa dia tertawa seperti itu setelah memukuli Max, aku... aku pasti akan mati jika terus disini,” batin Hera.
Wanita itu menggigit tangan pengawal yang membekapnya dan mencoba untuk lari namun....
Duar...
Satu tembakan timah panas mendarat di paha mulusnya membuat dia ambruk seketika dengan kaki bercucuran darah.
“Arrhhhkkkk.... shhhh sakiiitttt....” Teriak wanita itu.
Vivi dan rekan mereka yang lain bergetar ketakutan, tak ada yang berani melawan.
Tangan Joel terulur dan....
Srakkk
Dia menarik rambut gadis itu sambil menatapnya dengan tatapan pembunuh.
“Mau lari dariku jal4ng?” ucap joel.
Hera menangis ketakutan, dia bergetar, dia menggelengkan kepalanya sambil menahan rasa sakit di kakinya.
“Bawa mereka ke ruangan itu, usir semua yang tidak berkepentingan!” titah Joel pada Victor.
“Baik tuan,” ucap Victor.
“Ahhh ambilkan aku pakaian, dia merobek pakaian yang di beli adikku, ck.... sialan kenapa juga kau merusak pakaian favoritku,” umpat Joel.
“Heh siapa juga yang memakai pakaian favoritnya di saat seperti ini, bodoh,” umpat David yang sudah di sana sejak tadi.
“Haihhh Dian akan mengomeliku nanti,” ucap Joel.
“Amukannya lebih menyeramkan dari mereka ini,” ucapnya lagi yang dibalas anggukan kepala oleh David.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1