Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Akhirnya Tau


__ADS_3

Kelakuannya membuat David dan yang lainnya gemas sendiri.


“Apa kau tidak mau suami tampan seperti diriku?” tanya David lagi.


“Aku kaya, dan tampan bahkan terkenal apa kau tidak mau bersamaku? Tinggalkan saja suami buruk rupamu itu,” ucap David lagi dengan senyum tipis di wajahnya.


“Cih... terkenal? Aku tidak mengenalmu? Kaya? Suamiku lebih kaya sampai dia bisa membelikan buah mahal untukku, dia bisa membeli hiasan rambut yang cantik, dia bisa memberiku uang saku yang banyak, dia juga tampan, dia baik, perhatian dan sangat manis heheh.. ahh jadi kangen kak David hiks hiks hisk” celetuk Diandra yang menangis sambil tertawa, ada ada saja wanita ini.


David tersenyum,


Melihat drama pasangan itu akhirnya Vasko memilih duduk kembali diikuti yang lain, mereka menyukai reaksi Diandra saat ini.


“Tapi aku lebih tampan,” ucap David.


“heh tuan... buat apa tampan di wajah kalau hatimu tidak tampan, lagi pula kau itu siapa sih kenapa harus mengusikku seperti ini? “ gerutu Dian sambil menoleh, “ Eh.... ma.. mau apa kau...” namun tiba tiba dia terdiam saat melihatt wajah David yang begitu dekat dengan wajahnya saat dia menoleh.


“Sana kauuuuu...” ucap Dian mencoba mendorong tubuh David, namun pria itu menangkap tangan istrinya dan menahannya sambil menatap dalam kedua mata istrinya.


“Ini aku sayang, apa kau tidak mengenaliku?” ucap David pelan sambil menatap mata itu.


Diandra terkejut, suara dan nada bicara yang persis sama dengan suaminya.


“Aroma mulutnya, aroma raspberry persis seperti aroma kak David, suaranya, matanya, dan aroma tubuhnya, itu semua milik kak David,” gumam Diandra yang menatap wajah itu.


Plakk...


Dian memukul wajah David tiba tiba, membuat mereka semua terkejut, “Jangan bermain main, kau pasti kembaran kak David, meski dia cacat aku tak akan tertipu, wajah kak David itu tidak sempurna, jangan bermain main denganku,” ucap Dian mendorong pria itu.


Tatapan mata Diandra tiba tiba berubah, sangat dingin, tak pernah dia melihat tatapan istrinya seperti itu, bahkan yang lain juga terkejut melihat tatapan mata Diandra.


“Mata itu, sorot mata yang sama dengan sorot mata Papa,” batin Vasko.


David tertegun, istrinya ternyata sangat keras kepala, entah disebut apa ini, bodoh atau mungkin terlalu setia.


“Dia benar benar tulus padaku,” batin David yang memegang pipinya yang ditampar oleh Diandra tadi.


“Kak David itu pria yang selalu muncul di mimpiku,” ucap Diandra.

__ADS_1


David terkejut bukan main saat Diandra mengatakan hal itu, apa Dian sudah mendapatkan ingatannya kembali pikir pria itu.


“ Aku lupa ingatan sejak kecelakaan saat usiaku 14 tahun, saat aku melihat foto kak David yang masih muda aku mengingat wajah yang selalu ku mimpikan, dan wajah kak David adalah foto pria yang selalu kusimpan, aku tidak tau apa yang terjadi di masa lalu kak David, yang kutau aku mencintainya dan mungkin sudah mencintainya sejak dulu saat aku masih muda,” ucap Diandra yang mencoba menyatukan potongan ingatan yang mulai terkumpul secara perlahan lahan di dalam pikirannya.


“Wajahnya sewaktu masih remaja aku ingat jelas wajah yang selalu tersenyum itu, dia akan menatapku dan menepuk pucuk kepalaku dan selalu berhasil membuat jantungku berdebar, dia selalu muncul di mimpiku,” ucap Diandra.


Sebenarnya, beberapa hari lalu, Diandra tengah membersihkan kamar mereka, tak sengaja dia menemukan foto kelulusan David yang terletak di dalam lemari pakaian pria itu.


Dian benar benar terkejut saat melihat foto itu, foto wajah yang sama dengan wajah anak laki laki di dalam buku diarinya. Sebentar dia merasa sakit kepala, dan potongan ingatan tentang pria itu mulai bermunculan.


Wajah itu juga sering muncul dalam mimpinya, namun dia tak ingin membuat suaminya sakit hati dengan mengungkit pria lain yang selalu muncul dalam mimpinya.


Kenyataan bahwa David adalah pria itu sudah cukup untuk membuat Diandra bahagia, meski dia bingung kenapa David tidak mengenalinya.


David terdiam, mereka semua tertegun ingatan Diandra perlahan lahan mulai membaik.


“Apa kau mencintainya meski wajahnya sudah seburuk itu?” tanya David.


“Tentu saja, aku sudah mencintainya sejak pertama kali bertemu dengannya saat di hotel, aku bahkan tidak tau kalau dia adalah anak laki laki itu, dan asal kau tau kami akan segera memiliki anak, aku sedang mengandung jadi jangan berani berani mengganggu keluargaku!!” ucap Diandra dengan ketus.


Mata David membulat, jantungnya seketika berdegup kencang saat mendengar kalau istrinya tengah mengandung, pantas saja wanita itu cengeng sekali, bahkan permintaannya mulai aneh aneh.


“Heh jangan panggil sayang sayang, kau bukan David !” ucap Diandra.


Grepp....


David tak peduli lagi, mendengar semua ucapan istrinya membuatnya benar benar terharu dan tak bisa berkata kata lagi. Dia memeluk Diandra dari depan, air matanya tumpah, pria itu menangis di depan istrinya dan sahabatnya.


“hei lepaskan aku...” ucap Diandra.


“Ini aku, maaf mengelabuimu, ini wajahku sayang, selama ini aku memakai topeng untuk menutupi identitasku, maaf maafkan aku, ini aku David suamimu, pria dari masa lalumu, ini aku,” ucap David sambil menatap wajah istrinya dengan mata berkaca kaca.


Mendengar itu tentu saja Diandra terkejut, ternyata suaminya selama ini memakai topeng.


“Ma...mana mungkin, tapi kau memang seperti kak David,” celetuk wanita itu.


David tersenyum di sela sela tangisannya, dia mengangkat tangan Diandra dan menaruh tangan itu di wajah bagian kirinya,”Perhatikan sayang, ini aku,” ucap David menutupi wajahnya dengan Tangan mungil milik istrinya.

__ADS_1


“Ka..kak... be...benar i...ini kakak, ahhh... maaf tidak mengenalimu... huaaaa,...... kenapa tidak bilang dari tadi, hiks hiks hiks..... kau jahat huaaaaa.....: Diandra menangis histeris sambil menatap wajah itu.


“Ck... ck... ck... dasar wanita, perasaan sejak tadi David sudah beri kode kalau itu dirinya, “ celetuk Otniel yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Vasko dan Joel.


“Heheheh maaf maaf, kenapa kalian sensitif sekali sih,” ucap pria itu sambil menggaruk garuk lehernya.


“Hussh sudah jangan menangis lagi, ini aku, maaf baru bilang sekarang sayang, aku memang menyembunyikan identitasku, nanti kujelaskan,” ucap David sambil sekali lagi memeluk istrinya.


“Ahhh... kau membatku menangis... aku mencarimu sejak tadi, hiks hiks..” Rengek Diandra sambil memeluk suaminya, dia sangat manja pada pria itu.


“Hei nyonya David, siapa yang tidak mengenali suaminya tadi hmm,” goda David.


“Heheh.... ya mana kutau, yang aku tau wajah suamiku tidak seperti ini, kan bisa saja kau kembarannya,” kekeh Diandra.


“Dasar, kau baik baik saja kan? Bagaimana dengan anak kita hmm?” tanya David sambil mengusap air mata istrinya yang cantik itu.


“Dia baik baik saja, tadi aku mengalami pendarahan dan kram perut, tapi dokter bilang itu biasa di awal kehamilan, sekarang sudah tidak sakit lagi, tadi saat meneleponmu aku pingsan karena ini sakit sekali,” ucap Dian, dia tidak mau menutupi keadaannya pada David karena suaminya berhak tau tentang kondisinya.


“Ahhh aku khawatir sekali tadi, jadi aku akan jadi seorang Papa sekarang, terimakasih sayang,” ucap David dengan mata berkaca kaca.


“Heheh... papanya baby cengeng sekali ya hahahah, “ ejek Diandra sambil menatap wajah suaminya.


“Haisshhh aku benar benar panik tadi, kau tau tidak jantungku hampir copot saat kau tidak menjawab panggilanku tadi,” ucap David yang terus menerus memeluk istrinya.


“Sekarang sudah baik baik saja kan? Maaf membuatmu khawatir,” ucap Diandra.


Mereka semua hanya bisa gigit jari menatap pasangan yang tampak sangat romantis itu.


“Ahhh indahnya kalau punya pasangan seperti mereka,” gumam Otniel yang malah memeluk lengan Vasko sambil meletakkan kepalanya di bahu pria itu.


“OTNIEEELL !!!!!!” geram Vasko sambil memberikan tatapan tajam ke arah Otniel yang dengan santainya bersandar di bahu Vasko sambil memainkan jarinya di dada pria sangar itu.


“Arhkkk.... ampun suhuuuu....” pekik Otniel.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan Komen .


__ADS_2