Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Rumah sakit


__ADS_3

Otniel membawa Joel ke dalam rumah sakit, Riko sendiri sudah diamankan oleh anak buah mereka.


Jenazah Sean telah diurus dan keluarga kandungnya dihubungi, seluruh hasil autopsi dan hasil pemeriksaan intensif pada tubuh Sean di berikan pada pihak kepolisian untuk segera ditindak lanjuti.


David dan Aurel sangat terkejut saat melihat keadaan Joel yang terluka, Edward sudah diamankan di dalam kamar pasien dan bocah kecil itu sedang terlelap saat ini.


"Kenapa bisa begini? Astaga Robot juga bisa terluka ternyata," ucap David.


"Heh aku manusia, dasar si kunyuk ini," gerutu Joel.


"Kemari kita harus mengeluarkan pelurunya!" ucap Aurel mengarahkan mereka ke ruang perawatan.


"Edward dimana kak?" tanya Otniel.


"Sedang tidur, dia diawasi, tenang saja, ahhh... dan keluar perempuan itu sudah dihubungi," ucap Aurel.


"Baiklah," ucap Otniel.


Joel dirawat oleh Aurel, wanita itu mengeluarkan peluru dari lengan Joel dan menjahit lukanya.


" Ini akan butuh waktu untuk pulih, lukanya sangat dalam," ucap Aurel.


"Terimakasih," ucap Joel yang dianggukkan oleh Aurel.


"Apa yang selanjutnya kalian lakukan pada orang itu? kuharap kalian melakukan hal yang benar, kekerasan pada wanita dan anak tak bisa dibiarkan," ucap Aurel sambil membereskan peralatan medisnya.


"Dia akan kubuat menyesal seumur hidupnya kak, ini akan diketahui oleh publik dan keluarganya," ucap Otniel.


"Dari yang ku ketahui, Dia anak salah satu konglomerat di Indonesia, hanya saja dia itu laki laki belok, " ucap Joel.


"Belok?" Aurel terbelalak.


"Tapi tidak terlihat," ucap wanita itu.


"Lihat ini kak Aurel," ucap Otniel menunjukkan tangannya.


Aurel menatap punggung tangan Otniel dengan teliti, dia mencium bau bedak perempuan disana, dia menatap mereka tak percaya.


"Be.. bedak? ja..jadi dia banci?" ucap Aurel yang tak menyangka.


"Ya, dia laki laki belok, tapi dia juga pria normal pada umumnya yang punya hasrat dan korbannya adalah isterinya sendiri," jelas Joel.


"Sean, wanita itu wanita yang malang, dia menemukan Edward saat anak itu masih sangat kecil, di buang di pinggir jalan dan Sean memilih merawatnya," ucap Joel membongkar identitas Sean dan Edward.

__ADS_1


"Sean dijadikan papanya sendiri sebagai jaminan atas utangnya pada Riko dan Sean diperalat sebagai istri Riko untuk menutupi kebusukannya dan menutup penyakit mentalnya itu, " tambah Joel.


"Riko memiliki kekasih pria, dan nama panggilan Riko adalah Mia," ucap Otniel yang juga menyelidiki hal itu sedikit.


" Mereka menikah dengan kontrak satu tahun, seharusnya sudah berakhir seminggu lalu, namun orangtua Riko mengancam jika Riko berpisah dari Sean maka dia tidak akan dapat harta apa pun, akhirnya dia menyeret paksa Sean, setelah orangtuanya mengalihkan seluruh saham atas namanya, dia membuang Sean dan Edward setelah menyiksa mereka," ucap Joel.


Kenyataan yang sangat menyedihkan tentang Sean dan Edward, sebuah kenyataan yang mengerikan karena keduanya sama sama korban bahkan Sean harus meregang nyawa karena ulah pria belok yang menyeramkan itu.


"Dia pria belok, tapi apa fungsi seksualnya normal?" tanya Aurel dengan wajah bingung.


"Entahlah, itu bukan kapasitas kita, bisa saja dia pura pura atau ada kejahatan lain di rumah itu, yang penting saat ini kita mengamankan Edward," ucap Otniel.


"Apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya Joel.


"Aku Daddynya mulai saat ini, jadi aku akan menjaganya," ucap Otniel.


"Itu bukan perkara mudah Niel, kau yakin melakukannya?" tanya David.


"Ya, aku yakin, aku tau rasa takut saat menyaksikan seseorang yang begitu kita cintai meninggal sambil tersenyum seperti itu, sangat sakit, dan Edward pasti akan mengalami trauma, aku kasihan pada anak itu, kami memiliki nasib yang sama," jawab Otniel.


"Baiklah, jika itu keputusan mu, kami mendukungmu, kita akan menjaga Edward bersama sama," ucap David.


Setelah berbicara dengan mereka, Otniel masuk ke kamar perawatan Edward, dia menemui bocah kecil itu.


Hati Otniel terlanjur mengasihi anak lelaki itu, nasib mereka sama, ketika umur mereka masih terlalu muda keduanya berpisah dari orangtua mereka.


Sementara itu, David kembali ke kediamannya tanpa sahabat sahabat nya, Joel dirawat di rumah sakit hanya untuk hari ini dan Otniel menjaga Edward disana sembari mengurus jenazah ibu angkat anak itu.


Otniel tampak keluar meninggalkan ruangan perawatan Edward, saat dia keluar dia melihat seorang tiga orang tua berdiri di depan ruangan itu memasang wajah sedih.


Otniel menatap mereka dengan tatapan datar, ketiganya dilarang masuk ke dalam ruangan Edward.


"Apa kami bisa melihatnya?" tanya seorang wanita yang merupakan ibu dari Riko alias mertua Sean, dia berdiri disana bersama Papa Riko dan Ayah Sean.


"Maaf, tapi kalian tidak ada hak untuk melihatnya, dia anakku mulai saat ini," ucap Otniel.


"Kami hanya ingin melihatnya, sebentar saja," ucap Nenek nenek berkacamata dengan rambut yang sudah mulai memutih itu.


"Untuk apa? apa kalian belum puas menyiksa ibunya sampai ingin memastikan kalau anaknya juga harus ikut mati bersama ibunya?" ucap Otniel sambil menaikkan satu alisnya.


Mereka bertiga terdiam, kata kata Otniel sangat kasar, tapi dia tak peduli, dia tak perlu menjaga perasaan orang yang tidak punya hati seperti mereka.


"Kami ini kakek neneknya, kami punya hak menemui dia," ucap Papa Sean.

__ADS_1


"Maaf om, tapi kenapa baru sekarang kalian memperhatikan dia?selama ini kalian kemana?" ucap Otniel.


"Tapi... " Papa Sean terdiam.


" Wanita itu meninggal saat dia mengandung, sebaiknya kalian periksa kejiwaan Riko, aku akan menuntutnya atas kekerasan terhadap anak dan wanita," tegas Otniel.


Mereka bertiga terbelalak saat mendengar kebenaran tentang hal itu.


"A... apa? menantuku meninggal saat mengandung?" Papa Riko mendadak panik menyebabkan penyakit jantungnya kumat, dia menekan dadanya, nafasnya tercekat saat mendengar hal itu.


"Tenangkan diri Anda tuan, ini belum permainan intinya, kalian akan melihat siapa Riko yang sebenarnya!" ucap Otniel sambil berlalu meninggalkan mereka di depan ruangan itu.


Otniel berjalan dengan wajah geram, " Kakek, nenek? hah bull ****!" umpat pria itu.


"Kemana kalian selama ini bangsat, bagaimana bisa kalian tidak tau kalau Mereka berdua disiksa oleh banci itu!" Otniel berjalan sambil menggerutu memasuki ruangan perawatan Joel.


"Heh ada apa denganmu, kenapa mulutmu mengomel terus sepanjang jalan?" tanya Joel.


"Aku geram, kau tau tidak, orangtua si berengsek itu datang dan ingin menemui Edward mengatakan mereka kakek neneknya, cihh... apa apaan itu , mereka bahkan tidak memperdulikan Edward sebelumnya, cihh munafik!" nafas Otniel naik turun, dia benar benar kesal.


"Sudahlah, setelah pemakaman, kita selesaikan masalah ini, Kau juga harus mengurus hak asuh Edward," ucap Joel.


"Ya kau benar, ku harap Edward baik baik saja," ucap Otniel.


"Dia akan baik baik saja, aku sudah mencari tau asal usul Edward, bocah itu anak yang diculik, orangtua kandungnya sudah meninggal, dia tak punya siapa siapa lagi," ucap Joel.


"Kasihan dia, arhhh kenapa ada orang yang tega melakukan itu pada anak sekecil Edward? menyedihkan sekali dunia ini!" Ucap Otniel.


"Namanya juga dunia Niel, kita juga kan mengalami hal hal menyakitkan, jaga anak itu dengan baik, dia butuh kasih sayang," ucap Joel .


"Tapi kurasa kau akan sulit mendapatkan pendamping hidup hahahaha...." Joel tergelak.


"Heh kau ini!"


"Benar Niel, tidak semua orang mau menerima seorang pria yang memiliki anak, mungkin mereka mengatakan suka padamu tapi tidak menyukai anakmu, atau mereka bahkan bisa membuat Edward dalam bahaya, kau harus berhati hati kalau mau memilih pasangan hidup," ucap Joel.


"Aku tidak akan menikah kalau tidak ada yang cocok, lagi pula aku sudah memiliki Edward," ucap Otniel.


"Kita lihat saja nanti," ucap Joel.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2