Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Melamar Joy (3)


__ADS_3

Vasko tak henti hentinya menatap Joy yang tampak sangat cantik dalam balutan gaun brukat berwarna biru tua dengan leher baju berbentuk U.


Ditambah dengan make up natural dengan sentuhan warna yang ringan di wajahnya serta lipstik berwarna peach yang menyempurnakan penampilannya.


Rambutnya yang pendek di biarkan tergerai sehingga memberi kesan elegan pada gadis cantik berusia 23 tahun itu


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan hah!!" kali ini pak Putra telah habis kesabaran nya karena melihat putri kesayangannya berantakan seperti tidak dihargai.


Tak ada yang bereaksi dengan teriakan pria itu. Mereka cuek saja, toh Amelia yang memulai perkelahian terlebih dahulu dengan menghina Diandra.


David sendiri tak bisa berdiri karena istrinya malah benar benar terlelap di pangkuan David, bisa bisanya Diandra tidur dalam situasi ini.


Sebenarnya bagi Diandra, David adalah tempat tidurnya, makanya dalam situasi apa pun kalau dia dipeluk lama oleh David, dia bisa langsung tertidur karena baginya aroma tubuh suaminya benar benar menenangkan.


"Kau sangat cantik!" seru Otniel yang membuat Vasko memicingkan matanya pada Niel.


"Heh cemburu niee hahahha..."Ledek Otniel.


"Sudah bercanda nya sekarang kita lanjutkan ke sesi berikutnya," ucap Joel.


"Tapi kak Diandra Kenapa?" tanya Joy sedikit khawatir, dia bahkan sampai menghampiri David dan Diandra.


"Sssttt.... dia tidur, kelelahan sepertinya," ucap David yang di balas anggukan kepala oleh Joy.


"Tidurkan saja di kamar kak, kakak capek, kak Dian juga bisa pegel nanti," usul Joy.


"Gak perlu dek, Dian malah gak akan bisa tidur kalau aku tinggal, biar dia begini dulu, kasihan, dia ngurusin kami semua sejak semalam," ucap David.


"Baiklah," balas Diandra.


"Kalau begitu lanjutkan acaranya, " ucap Gama yang baru datang bersama si kembar, entah dari mana mereka bertiga bahkan Putra bisa keluar dari kamar.


"Lanjutkan apanya hah? putriku berantakan begini, kalian tidak bisa melakukan ini!!!" teriak Pak putra dengan wajah marah.


"Dia yang memulai Putra, putrimu yang memulai perkelahian, bahkan aku dibawa bawa!" ketus Luna dengan wajah kesal.


Mendengar istrinya disangkutpautkan, membuat Gama maju ke depan dan menghampiri Luna.


"Kenapa sayang?" tanya Gama.


"Dia mengesalkan!" ketus Luna, wajahnya ditekuk dia benar benar tidak menyukai Amel.


"Maaf sebelumnya Cindy, tapi aku tidak menyukai anak pertamamu dan Suami mu, entah kenapa kalian berdua berbeda dengan yang dulu!" ketus Luna sambil mendudukkan tubuhnya di atas Sofa.


"Bukan begitu, tapi kenapa Amel sampai begini, tentu ada alasannya kan? Amel ini gadis baik baik!" ucap Putra yang masih membela putri nya.


"Bukan seperti dia yang hamil di luar nikah dan membuat aib di keluarga ini!!" ucap Pak Putra sambil menatap tajam pada Joy.


Melihat hal itu Vasko merangkul dan menggenggam tangan kekasihnya.

__ADS_1


"Cihhh... gadis baik apanya," gumam Christan dan Christo, mereka menatap datar pada pria itu dan juga Amel.


"Apa yang anda bicarakan om? Joy gadis baik baik, dan aku mengenalnya sejak lama!" ucap Vasko dengan tegas.


"Dia tidak seperti anak kesayangan mu itu, jangan jangan dia yang hamil di luar nikah!" ucap Vasko dengan nada dingin.


Mendengar hal itu seketika ruangan hening, Bahkan Amelia tampak ketakutan saat Vasko mengatakan hal itu.


"Papa mereka jahat sama Amel, Joy... ini semua karena Joy menghasut mereka, ini semua karena Joy!!" teriak wanita itu sambil menangis dan menyalahkan Joy.


"Jaga bicaramu wanita aneh!" umat Vasko.


"Apa yang..." belum selesai Pak Putra berbicara Vasko memotong perkataannya.


"Joy, kekasihku tidak hamil di luar nikah, dia masih gadis baik baik yang sama yang ku kenal bertahun tahun lalu!"


"Joy mengatakan itu hanya agar kami tidak dipisahkan oleh Anda tuan Putra yang terhormat, yang selalu memaksakan kehendak anda pada wanita ku!" ucap Vasko dengan tegas.


"Joy hanya butuh sedikit saja perhatian dari Anda, tetapi apa yang Anda lakukan? memukulnya padahal belum jelas apa yang dia katakan benar atau tidak!"


" Saat dia menghasilkan uang, saat itulah anda menganggapnya sebagai anak, cihh... hubungan macam apa itu!" Vasko benar benar marah.


Dia sudah mendengar semua cerita Joy, bahkan Vasko sampai menghubungi Mama Joy secara diam diam untuk menanyakan bagaimana kehidupan yang Joy lalui selama ini.


"Anda pikir Joy itu alat Anda untuk mengeruk uang ? dia ini manusia yang perlu diberi kasih sayang, dia ini seorang perempuan yang kehilangan kasih sayang orangtuanya!"


Wanita itu tampak diam," Pa mereka menyudutkan Amel hiks hiks hiks hiks...." dia kembali menampilkan air mata buayanya untuk mendapatkan perhatian dari Papanya.


" Sialan kalian semua! beraninya kalian melakukan ini pada putriku!" teriak Pak Putra.


"Aku tidak akan pernah setuju dengan pernikahan ini! dan kau Joy, kau bukan putriku lagi, cukup sampai disini gunung darah ini!" teriak Pak Putra.


Deghh


"Papa!!!" pekik Cindy yang tak tahan lagi dengan kelakuan suaminya, sudah jelas Amel yang salah, bahkan mereka bisa dengar dengan jelas perkataan wanita itu.


"Papa benar benar keterlaluan, ini semua terjadi karena kau selalu memanjakan Amel, kau memanjakan dia dengan menyiksa putrimu yang lain, apa belum cukup Papa mengatai Joy sebagai perempuan Jal4ng hah!!" Cindy menangis tersedu-sedu, ini benar benar sesuatu yang ada di luar dugaan.


"Dia bukan anak yang kuinginkan, aku hanya butuh satu orang anak perempuan, saat dia ada kupikir dia laki laki ternyata hanya seorang ja...


Bughh....


Brukkk


"Bodoh kau Putra!!!" pekik Sir Petra dengan wajah benar ben marah, sejak awal mereka sudah mendengar perkataan pria itu.


Mereka semua menatap kedatangan Sir Petra dan yang lainnya.


Pak Putra sendiri sampai terkejut bukan main saat melihat sahabat sahabat nya disana, dia tak menyangka Sir Justin dan Sir Petra akan datang ke rumahnya di waktu seperti ini.

__ADS_1


" Petra, apa yang kau lakukan? jangan ikut campur!" ucap Pak Putra yang belum tau apa apa, bahkan Vasko dan Joy sampai terkejut saat melihat mereka saling mengenal.


"Papa kenal dengan dia?" tanya Otniel.


"Papa?" Pak Putra, Amelia dan Cindy terbelalak.


" Kenal, dia si anak bawang yang dulu sering papa cerita kan," ucap Sir Petra.


"What!???" Otniel terbelalak, Bahkan Vasko juga ikut terkejut saat mendengar nama si anak bawang, orang yang sering diceritakan Papanya di masa lalu.


"Jadi kau akan mengingkari perjanjian kita Putra? ck... aku kecewa padamu, kau benar-benar bukan Putra yang dulu!' ucap Sir Justin dengan nada kesal, dia menghampiri mereka bersama Alena dengan dibantu oleh Sean dan Reva yang mendorong kursi roda mereka.


"Maksudmu?" Putra masih belum paham.


"Ck... dasar anak bawang bibir lemes!" umpat Sir Justin dan Sir Petra yang berhasil membuat Diandra terbangun dan tertawa terbahak bahak.


"Prrfffthhh Bwaahahhahahaha.... hahahah... astaga mimpiku benar benar lucu, hahahahah.... Kak David apa itu bibir bawang anak lemes ehh anak bawang bibir lemes hahahahah...." Diandra tertawa terbahak-bahak.


Mendengar wanita itu tertawa sontak yang lain juga malah ikut tertawa, ibu hamil ini benar benar membuat Mood seketika berubah.


"Jelaskan apa maksud kalian!?" tanya Pak Putra.


"Ck... bodoh kau, ternyata kau masih memandang orang dari penampilannya ya," ucap Sir Petra sambil duduk di sofa, diikuti oleh yang lain.


Amelia? dia masih disana dengan wajah terbelalak berlumuran jus alpukat.


"Ck... Jelaskan!" ucap Pak Putra.


"Kami datang ingin melamar Joy Vasko adalah putraku!" ucap Sir Justin dengan tatapan datar.


"Apaaa!!" pekik Pak Putra dengan rahang terbuka dan mata terbelalak hampir keluar dari kulitnya.


Pletak, bughh...


"Dasar manusia kampret, berani beraninya kau menolak anakku!" Alena memukul kepala Pak Putra dengan tongkat yang sudah dia siapkan sebelumnya, dia benar benar kesal dengan Pak Putra.


"A... aku..."


Brukkk


Seseorang pingsan membuat mereka semua terkejut.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2