
Apa yang terlalu dibanggakan dan diharapkan menjadi yang terbaik terkadang justru menjadi yang terburuk dan pembawa aib.
Memanjakan terlalu berlebihan bisa membuat seorang anak menjadi salah langkah, belum lagi dengan terus membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain.
Terlalu membanggakan dan menuntut banyak hal bisa membuat seorang anak justru tertekan dengan keadaannya, belum lagi jika dia harus menuruti semua permintaan orangtuanya.
Seperti halnya yang terjadi pada Amel yang malah hamil di luar nikah. Pak Putra hancur sudah pada saat itu, Cindy juga demikian, bahkan Joy turut bersedih, bagaimana bisa kakaknya yang dia tau dari Papanya sebagai seorang wanita yang baik ternyata malah salah jalan.
Hati Pak Putra benar benar hancur, segala harapannya hancur sudah hari ini. Anak yang dia banggakan ternyata malah salah jalan.
"ini tidak mungkin terjadi, aku mendidiknya dengan benar, kalau hal seperti ini terjadi maka itu akan dialami oleh Joy," ucap pria itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Jaga bicaramu Pa!" pekik Cindy, dia benar benar kecewa dengan suaminya.
"Apa Ma? yang kukatakan itu benar, seharusnya Joy yang mengalami hal seperti ini bukan anak kesayangan ku!" balas pria itu dengan membentak suaminya.
Plakkk
Satu pukulan keras mendarat di pipi pria itu dan berasal langsung dari Cindy. Semua pasang mata terbelalak, memang Pak Putra patut mendapat tamparan itu.
"Ma...kau!" tangan Pak Putra mengepal.
" Kau keterlaluan Putra!" kali ini Sir Justin nikut angkat bicara, ternyata pria itu benar Benar plin plan.
Joy sendiri menangis karena mendengar hal itu, Vasko memeluk istrinya dengan erat, dia tau ini juga berat bagi Joy.
Diandra, David, Joel dan Otniel tak habis pikir dengan kelakuan pria tua itu.
"Kakek tua jelek, kakek tua jelek, kenapa marahin Onty Joy!" Edward yang masih kecil juga ikut marah mendengar kata kata Pak Putra,.
"Diam kau anak sialan!" umpat Pak Putra.
Kali ini mereka semua benar benar marah apalagi Vasko dan sahabat sahabat nya.
Otniel menggendong putranya," Jangan dengarkan orang gila itu nak, dia pasti gila karena putri kesayangannya hamil tanpa tau siapa yang menghamili, maaf aku tak Sudi merawat wanita itu, lebih baik aku pulang bersama anakku!" ketus Otniel.
"Kami kecewa padamu Putra," ucap sir Justin dan Sir Petra.
"Ayo Vasko, Joy jangan pernah injakkan kaki kalian di rumah ini sebelum mulut bajingan ini meminta maaf," ucap Sir Justin dengan tegas.
Vasko merangkul istrinya, David, Diandra dan Joel juga keluar. Keluarga Park dan keluarga Maureer juga pergi dari sana, semuanya kecewa dengan pria tua itu.
Mereka pikir tadinya Pak Putra akan menyesal, tau taunya dia semakin meraja Lela. Semuanya pergi meninggalkan mereka dengan tatapan kecewa, bagaimana bisa dia berkata kasar seperti itu pada anak kecil dan juga pada Joy anak kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Kau tidak punya Hati Pa, anak anakku seperti ini karena dirimu!" Cindy menangis, dia masuk ke dalam kamar Amelia dan menemani putri nya disana,.
Cindy mengunci pintu kamar tanpa peduli dengan suaminya yang selalu berkata kasar.
Cindy menggenggam tangan putrinya, dia tau pasti Amel juga menghadapi masalah menyedihkan hingga membuat dia berubah sebanyak itu, padahal dulu saat Amel dan Joy masih kecil, keduanya sangat akrab.
Namun keegoisan dan didikan keras Pak Putra membuat Amel membenci Joy.
Padahal keduanya adalah gadis baik baik, namun semuanya hancur berantakan karena Pak Putra yang menekankan keinginannya pada Amel dan selalu mengejek Joy.
Semuanya kacau dan berantakan, Pak Putra duduk sendirian di dalam ruangan itu menyesali semua perbuatannya. Saat mereka semua pergi, saat itulah dia sadar kalau dirinya benar benar telah dibutakan oleh Keegoisan, dibutakan oleh ketenaran tanpa memikirkan perasaanku keluarga kecilnya.
"Aku... apa yang kulakukan, i..ini semua salahku... aku membuat keluargaku hancur!!" pekik Pria itu sambil menangis, dia benar benar kehilangan arah saat ini.
Pak Putra hancur sendirian, dia ditinggalkan oleh semua orang karena keegoisan nya. Entah bagaimana nasib Amelia nanti
Sementara itu, di perjalanan Joy tampak syok dengan kejadian tadi, dia benar-benar tak menyangka kalau Kakak perempuannya akan mengalami hal itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi? kakak itu seingat ku tidak mudah terpengaruh,"lirih gadis itu.
"Semua bisa berubah Joy, dia bukan kakak yang kau kenal dulu lagi," ucap David.
"Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Vasko.
"Amelia tidak melanjutkan kuliahnya, dia hidup dalam pergaulan bebas, sering keluar masuk bar dan tidur dengan banyak laki laki, kalian tidak lihat bagaimana cara dia berpakaian? itu saja sudah menunjukkan dirinya seperti apa," ucap David.
"Cara dia berusaha mendekati ku, bahkan sampai menghina istriku sudah menunjukkan kalau dia hancur karena pergaulan bebas," ucap David.
"Bukannya Papa Joy mendidiknya dengan baik?" tanya Joel.
"Mungkin terlalu dimanjakan, sedangkan Joy disuruh kerja habis habisan untuk biaya hidup putrinya, jadi Joy kerja selama ini untuk membiayai Amel ke klub malam!" ucap Otniel.
Mereka semua terdiam, apa yang David dan Niel katakan ada benarnya.
"Tapi apa kita tidak bisa menemukan siapa pria yang menghamili kak Amel, kasihan dia," ucap Joy.
Diandra menatap Joy," Joy jangan terlalu lugu!" tegas Diandra dengan nada sarkas membuat mereka menoleh pada ibu hamil itu.
"Jangan terlalu bawa perasaan, berpikirlah yang logis, jika kau terlalu memikirkan hal seperti ini bisa saja Papa mu meminta untuk menikahkan Vasko dengan Amel!" ucap Diandra.
Mereka semua terkejut, bagaimana Dian bisa berpikir sampai sejauh itu.
"Yap, Diandra benar, Kau jangan mudah merasa iba Joy, rasa ibamu justru akan menghancurkan hubunganmu dengan Vasko nantinya, apalagi melihat kepribadian Papamu," tambah David.
__ADS_1
"Ini sebabnya aku meminta agar pernikahan dilaksanakan hari ini, untuk menghindari hal semacam itu terjadi!" ucap Otniel.
"Kita bisa mencari tau siapa ayah bayi yang dikandung kakakmu dengan syarat, selama mencari kau jangan pernah menginjakkan kakiku ke kediaman kalian, aku takut Papamu akan melakukan hal macam macam," ucap Joel.
"Jika kau melanggar apa yang kukatakan, maka kau harus bersiap kehilangan suami mu Joy, aku sendiri Yang akan memisahkan dirimu dari Vasko!" tegas Joel.
Kali ini mereka semua menyerang Joy, alasannya baik, mereka tak mau Joy jadi perempuan lemah yang mudah dipengaruhi dan dibodoh bodohi atas dasar rasa kasihan.
"Hei kenapa kalian menyerang Joy," ketus Vasko.
"Ck... baskom kau diamlah, ini urusan kami sebagai penasehat," celetuk Otniel.
"Ck.. dasar ****** kau !" umpat Vasko.
Joy mendengar apa yang mereka katakan, Semua yang mereka katakan demi kebaikan hubungan nya dengan Vasko.
"Terimakasih semuanya sudah mengatakannya hal itu, aku mungkin saja akan terpengaruh dengan Papaku, aku tidak akan melakukan hal itu, dan aku akan menuruti permintaan kalian," ucap Joy.
"Nah begitu kan bagus," ucap Otniel.
"Kami akan mencari tahu siapa ayah bayi yang dikandung Amel, mudah mudahan kuat dapat orangnya," ucap Joel.
"Jika terjadi sesuatu pada keluarga mu, beritahu kami Joy jangan bertindak sendirian, kita tidak tau kapan setan akan datang," ucap Diandra.
"Dan untuk sementara ini menghindar dari Mamamu Joy, kami tak mau kau digantikan dengan wanita itu," ucap David.
"Baik kak," jawab Joy.
"Ahhhh begini kan tenang, aku jadi penasaran bagaimana wajah pak tua itu Sekarang? hahaha pasti dia syok!" ucap Otniel.
"Hummm pasti....
Joel tiba tiba terdiam saat dia menatap ke arah jendela mobil, dia melihat gadis yang dia lihat di supermarket dan lampu merah beberapa hari lalu sedang menaiki kereta nya sambil menangis lagi, kali ini wajahnya memar.
Joel sedikit terkejut," Ketiga kalinya, maka kau milikku!" batin Joel.
"Heh love line baru akan segera mengudara!" celetuk Otniel dan Diandra.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😊😉