Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Lemah


__ADS_3

Otniel menatap mereka semua dengan tatapan tak bisa diartikan. Terkadang dia memijit pelipisnya sendiri, sejak tadi dia hanya menatap mereka sambil sesekali menghela nafas berat.


Melihat wajah kusut si badut dadakan otomatis membuat Joy, dan yang lainnya malah jadi panik dan ketakutan dengan hasil pemeriksaan yang akan mereka dengarkan.


"Kak Niel hasilnya gimana?" tanya Diandra mulai panik.


" Arhhh.... shh.. ini buruk," ucap Otniel seraya memijit pelipisnya, dia menatap mere dengan tatapan sendu.


"Apa yang terjadi? apa benar aku mandul? seperti yang dikatakan ikan teri itu," tanya Joy dengan mata berkaca-kaca sambil menatap Otniel.


" Kak Niel ngomong yang jelas," tambah Ara yang malah greget melihat Otniel yang kelamaan bicara.


Edward sendiri menatap Daddynya dengan tatapan curiga, dia menyilangkan kedua tangan di depan dada sambil menatap Daddynya dia malah manggut manggut.


" Kasih tau sama nenek Luna Tau rasa Daddy!" celetuk bocah itu yang langsung membuat mereka semua menatap Edward.


Tiba tiba...


Bughhh... Plakk... Pletaaakkk


David dan Joel memukul kepala dan badan Otniel dengan wajah kesal.


" Bicara yang jelas PAOK, kau pikir kami tidak mendengar pembicaraan kalian, malah sempat sempatnya akting!" ketus David yang mengapit kepala Otniel di bawah ketiak sedangkan Joel sempat sempatnya mencabut bulu kaki Otniel membuat pria itu meringis kesakitan.


Sebenarnya sejak mereka duduk di ruang santai kedua pria tampan itu sudah pulang dan memperhatikan semuanya. Feeling mereka mengatakan kalau Otniel pasti akan bermain main, dan ternyata mereka benar.


" Akhhh.... lepas lepas lepas, ampun nyerah deh nyerahh.... uhuk uhuk..." Otniel memukul lengan David pertanda kalau dia menyerah.


David melepas capitannya.


" Dasar si kunyuk ini, katakan hasilnya dengan jelas tak usah akting!"ketus David sambil menghampiri istrinya.


"Hah? Akting, jadi Dokter badut itu hanya akting dari tadi yang?"tanya Diandra dengan wajah heran, baru kali ini dia merasa bodoh.


" He... em... kami terlalu kenal dengannya sampai kami tau dia akting atau tidak, haishhhh... beraninya kau seperti itu dasar!" ketus David.


" Sudahlah, sekarang katakan yang sebenarnya Niel, "ucap Joel sambil menatap Otniel dengan serius.


" Heheheh baiklah, baiklah, kalian seperti nya benar benar penasaran hahahhah..."Otniel malah tertawa sambil menatap mereka.


"Anak ini benar benar keturunan Luna, gesreknya sama, dodolnya sama dan sama sama mirip Aiden, ck...ck... ck" batin Mikha sambil geleng geleng kepala menatap Otniel .


Otniel pun menatap mereka semua sambil tersenyum secerah mentari bahkan mengalahkan cerah mentari di siang hari ini.


" Gak usah senyum senyum, jelek, gak laku, ngomong aja cepat!" ketus David, sepertinya David ketularan bawel dari istrinya.


" ck... aku punya kabar bahagia untuk kita semua dan syukurlah tidak ada kabar buruk ya," Otniel mulai membuka pembicaraan, setidaknya dia mulai bisa serius saat ini.

__ADS_1


" Joy," Pria itu menatap Joy dengan senyuman cerah.


" Selamat ya, kamu sedang mengandung dan usia kandungan kamu menjalani tiga Minggu, masih sangat kecil dan begitu rentan, kamu harus jaga baik baik," ucap Otniel.


Begitu dia mengucapkan hal itu mereka semua terkejut mendengar kabar bahagia itu, bahkan Joy sampai tak bisa berkata apa apa. Jujur saja dari lubuk hatinya yang paling dalam dia benar benar takut jika dirinya mandul tetapi Tuhan tidak menambah kesakitan bagi hidupnya, dia diberikan kebahagiaan.


" Aku hamil? Kak... aku... aku akan jadi seorang Mama?" Joy menatap Diandra dengan mata berkaca-kaca, dia menangis bahagia mendengar kabar ini.


Diandra segera memeluk Joy, wanita itu menangis bahagia, benar benar sebuah kejutan yang luar biasa bagi keluarga kecil mereka.


" Tapi..


Otniel menatap mereka dengan serius, kali ini Dia tidak tampak bercanda, dia benar benar memasang wajah serius yang langsung membuat mereka semua menatap ke arah pria itu.


" Apa ada masalah?" tanya Joy pelan sambil mengusap air matanya.


" Apa kau di beri obat oleh wanita sialan itu?" tanya Otniel.


" Obat?" tanya Joy.


" Aku hanya di beri suplemen makanan itu pun baru kumakan tiga kali, kenapa?" tanya Joy.


"Perkembangan Janinmu sedikit terhambat!" ucap Otniel yang membuat mereka semua terkejut. Hal ini menandakan bahwa kondisi Joy tidak benar benar baik saat ini.


Joy spontan memegang perutnya," jelaskan semua kak," ucap Joy lirih.


" Baik, sebentar," ucap Joy sambil berdiri.


" Biar kubantu," ucap Ara yang langsung menopang Joy menuju kamarnya.


Joy dan Ara mengambil obat yang dikatakan oleh Otniel, sementara itu di ruang santai, Otniel tampak diam.


Jika pria aneh itu tiba tiba diam, ini pertanda bahwa hal ini benar benar serius dan haru segera di selesaikan.


" Lalu bagaimana dengan ibunya? tidak ada masalah kan pada Joy?" tanya David.


Otniel menggelengkan kepalanya," tidak ada masalah, Joy cukup baik hanya saja Janinnya sedikit mengkhawatirkan aku takut janin itu tidak bertahan," ucap Otniel.


" Kenapa begitu?" tanya Joel.


" janinnya lemah, apalagi ini kehamilan pertama Joy, dan sangat rentan, rahim Joy juga tidak sekuat rahim Diandra, dia bisa saja tiba tiba melemah," jelas Otniel.


" Apa yang harus kita lakukan?" tanya Joel lagi.


" Kita lihat perkembangannya dulu, kita harus membantu Joy memulihkan dirinya, kita awasi perkembangan kesehatannya, dan jangan buat dia stress dan panik itu akan mempengaruhi kandungan nya," jelas Otniel.


" Untuk sementara dia akan minum obat penguat rahim dan vitamin, kau akan mengatur obatnya, " ucapnya lagi.

__ADS_1


" Jangan sampai Joy kehilangan bayinya, Bukan cuma Joy yang akan terpukul tapi Vasko akan menyalahkan dirinya jika sampai hal itu terjadi, dia mungkin bisa gila jika melihat Joy menderita," tambah David.


Tak beberapa lama, Joy dan Ara turun dari lantai dua sambil membawa obat yang dikatakan oleh Joy tadi.


Mereka duduk dan memberikan obat itu pada Otniel.


" Ini yang diberikan padaku,"


Otniel menerima obat itu dan membuka isinya, sebuah kapsul berwarna hijau dengan serbuk di dalamnya.


Pria itu menyerngitkan keningnya saat melihat boy obat yang tak sesuai dengan isinya.


" Loh kok warnanya hijau?" ucap Diandra.


David menatap obat itu, botol Yangs Ama dengan milik istrinya, obat yang dikeluarkan di Jerman dan salah satu suplemen terbaik untuk ibu hamil dan wanita yang sedang dalam program hamil.


" Kau benar, warnanya itu harusnya sebuah kapsul transparan dengan butiran butiran obat di dalamnya bukan hijau, kan Kau yang berikan pada Diandra Niel," ucap David yang tentu mengenali obat istrinya.


" Kalian benar, untuk sementara aku akan memeriksa kandungan obat ini supaya kita tau cara mengatasinya karena Joy sudah memakan tiga butir," ucap Otniel.


Mendengar hal itu tentu membuat Joy khawatir dengan kandungan nya, Diandra Membaca kekhawatiran Joy, dengan lembut dia mengusap punggung tangan kakak iparnya itu.


" Tak perlu khawatir, aku yakin calon baby di rahimmu adalah anak yang kuat seperti ibunya, kita semua akan merawat nya bersama sama," ucap Diandra.


" Terimakasih," balas Joy dengan mata berkaca-kaca.


" Mulai saat ini, Joy kau makanlah obat ini teratur dua kali sehari, kita lihat perkembangan Janinmu sebulan kedepan, kuharap dia akan semakin kuat, dan ingat meski dia cuma janin kecil bahkan hanya segumpal darah kau harus sering berkomunikasi dengan dia, beritahukan ini juga pada Vasko, aku yakin bayi kalian akan selamat," jelas Otniel.


" Terimakasih kak," jawab Joy sambil tersenyum dan mengusap perutnya.


Tiba tiba ponsel David berbunyi.


" Halo?" jawab David.


" YAAKKKK KALIAN BILANG AKAN MENJEMPUT KU, SUDAH DUA JAM TAPI TAK ADA SEORANG PUN YANG DATANG KESINI KALIAN KEMANA SAJAAAAA !!!!" pekik seseorang disana.


David terbelalak, dia menjauhkan ponsel dari telinganya.


" Mampus, Niel, Jo kita melupakan Vasko, dia sudah tiba dua jam lalu!" ucap David terbelalak.


" Mampus Serigala mengamuk!!!"seru Joel dan Otniel sambil menepuk kepala mereka masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2