Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Grand Heaven


__ADS_3

Di rumah pemakaman 'Grand Heaven',


Rombongan mereka telah tiba di rumah pemakaman dimana abu Sean disimpan.


Tampak mereka menatap lemari dimana abu itu disimpan, ada beberapa foto masa kecil Edward yang diselipkan disana serta bunga yang indah diletakkan di dalam lemari penyimpanan itu.


" Nggak terasa ya nak, Mom kamu udah berpulang lima tahun lalu," ucap Otniel.


"He.. em.. Mom Sean udah tenang di surga, dia gak disakiti lagi, Jadi Edward juga tenang disini, hidup bersama Daddy," ucapnya sambil tersenyum dan menatap lemari penyimpanan itu dengan mata berbinar binar.


Otniel menepuk pucuk kepala putranya, Edward adalah laki laki yang tangguh, dia bisa menahan rasa sedihnya, entah dari mana dia belajar mengendalikan dirinya seperti itu, tetapi dia sudah terlatih menjadi anak yang kuat sejak kecil.


" Edward hebat, Daddy sayang sama Edward," ucapnya lembut.


"Tentu saja, Edward kan super Hero hahaha," celetuk bocah kecil jenius itu.


"Ed, apa kamu nggak mau Mommy baru? Daddy sepertinya sedang dekat dengan seorang perempuan,"Celetuk David secara tiba tiba yang membuat Otniel terbelalak sedangkan yang lainnya terkikik geli melihat reaksi Otniel.


"Dekat sama siapa kampret, sejak kapan aku dekat sama perempuan hah? Jangan Ngadi Ngadi Bambang," seloroh Otniel sambil memasang wajah kesal ke arah David yang bicara sembarangan.


"Pffthh hahahahha.... Baru dibilang begitulah sudah panas jiahahahah...." David mengejek Otniel habis habisan.


"Lalu siapa gadis tadi hmm? Kalian tampak serasi ahhaah, belum lagi pakaian kalian senada hahahaha, cieee yang udah ketemu jodoh," goda David terus menerus.


Kebetulan pakaian yang dipakai Otniel dan Chelsea saat di acara tadi senada sehingga mereka terlihat seperti pasangan orang tua yang menonton penampilan anak mereka.


Vasko dan Joy bahkan sampai terheran heran dengan David, lama kelamaan dia benar benar persis seperti Aiden yang tingkat jenakanya melebihi dosis wajar.


"hahahhaha.... Benar kata kak David, jangan jangan yang tadi itu jodohnya hahahahah," Diandra yang sefrekuensi dengan suaminya malah menambah riuh suasana.


" Ck.. diam kalian, dasar pasangan somplak, benar benar bikin kesal!" Gerutu Otniel yang mendengus kesal dengan godaan sahabat sahabat nya itu.


" Hahahaha...."


"Kalau Daddy mau menikah gak apa apa kok Edward senang kalau punya Mommy baru selama Daddy bahagia," ucap Edward dengan senyuman manisnya.


Mendengar hal itu membuat mereka semua tersenyum, Edward juga berharap untuk kebahagiaan Daddynya. Dia akan menerima sia pun jika memang cocok menjadi pendam Daddynya, tentu saja Edward juga akan menyeleksi siapa saja yang mendekati Daddynya.


Otniel mengusap kepala putranya sambil tersenyum dan menatap bocah kecil itu.


"Daddy akan menikah kalau ada perempuan yang menerima kamu dan Daddy, tapi kalau mereka cuma mau sama Daddy dan nggak Nerima kamu, mending Daddy gak nikah sayang, karena hidup Daddy itu separuh ada di kamu," Mata Otniel benar benar menunjukkan keseriusan dengan kata kata yang diucapkan dari mulutnya.

__ADS_1


"Bayangin kalau kamu diambil dari Daddy, wahh mana bisa Daddy hidup normal sayang, malah Daddy akan cari kamu sampai ketemu, Daddy nggak akan pernah ninggalin anak ganteng Daddy," ucapnya dengan senyuman bahagia.


Edward mengangguk sambil tersenyum manis menatap Daddynya.


"He.. em.."


"Daddy juga hidup Edward, kalau Daddy diambil dari Edward maka Edward akan cari Daddy sampai ketemu juga, heheh" celetuk bocah kecil.


"Uhhh anak Daddy pintar banget sih, makin sayang Daddy," ucap Otniel.


Yang lain turut senang melihat hubungan Otniel dan Edward semakin erat bahkan sudah persis seperti ayah dan anak kandung.


"Sudah sayang sayangannya, nanti dilanjut lagi, kita makan yuk, sudah menjelang malam ini, " Ucap Vasko mengingatkan waktu pada mereka.


"Ahh kak Vasko benar, ayo makan, aku benar benar sudah kelaparan, " Celetuk Diandra yang langsung menggendong putri kecilnya.


"Biar Papa yang gendong sayang, " ucap David.


"Terimakasih sayang,"


Mereka beranjak dari area penyimpanan debu itu. Para Pria menggendong anak anak mereka dengan Diandra dan Joy memimpin jalan mereka untuk keluar dari rumah pemakaman itu.


Saat berjalan mata Diandra menangkap sosok pria yang terus memperhatikan mereka, dia sedikit curiga, meski demikian dia tidak bisa langsung mengambil kesimpulan.


"hmmm... Akan kutandai, tatapannya mencurigakan dan arahnya..." Diandra mengikuti arah pandang pria itu.


"Kak Otniel dan Edward?" Gumam Diandra dengan rasa curiga.


"Ada apa Kak?" Tanya Joy yang masih saja memanggil kakak pada Diandra.


"Hmm? Bukan apa apa? Aku sedang cosplay jadi detektif Conan hahahaha..." Seloroh Diandra.


Meski yang lain tertawa, tapi David tau apa maksud istrinya.


"Pasti ada yang tidak beres," Gumam David.


Mereka pun melaju menuju rumah makan untuk menikmati makan malam. Sebenernya tidak terlalu sering mereka makan di rumah makan, tergantung waktu dan kesempatan .


Alasannya Diandra dan Joy tak ingin keluarga mereka terlalu banyak makan makanan yang diolah oleh restoran yang mereka tidak tau jelas gizinya seperti apa dan cara mengolahnya seperti apa.


Saat mereka pergi pria yang tak lain dan tak bukan adalah Richard itu berdiri menatap mobil yang ditumpangi Otniel dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Dia bagian keluarga terkenal itu rupanya," gumamnya sambil tersenyum licik.


...****************...


Sementara mereka menikmati waktu mereka di rumah makan, di kediaman Chelsea tampak gadis itu sedang mengurus Kevin kecil yang belum juga dijemput oleh ibunya.


"Kevin makan yuk Mama kamu kemana sih kok lama banget," Gerutu Chelsea, meski demikian dia tetap merawat bocah kecil itu dengan baik.


" Sini Mom Chelsea suapin sayang, memang ya Mama kamu itu lelet banget, " ocehnya.


"Mom juga makan yuk," ajak Kevin kecil.


"Hmmm? Ahh nanti Mom makan asal kamu makan dulu ya sayang, kamu apsti lapar, kalau Mom gak masalah kok," Ucap Chelsea sambil tersenyum dan mengusap Surai bocah kecil itu.


"Terimakasih Mom," ucapnya dengan senyum sumringah.


Chelsea mengurus Kevin dengan telaten, dia adalah tipikal perempuan yang penyayang. Dengan penuh perhatian dia Selalu menjaga bocah kecil itu jika kedua orangtuanya tidak sempat memperhatikan bocah itu.


"Ummm dokter Otniel ternyata bisa ya senyum semanis itu, " Gumamnya tanpa sadar sambil tersenyum mengingat wajah Otniel yang tersenyum dan tertawa puas.


Seketika dia menyadari apa yang dia pikirkan barusan, benar benar sebuah hal yang di luar nalarnya.


"Astaga astaga udah gila kali aku, masa iya aku mikirin dokter psikopat itu? Arkhhh ada apa denganmu Chelsea," Gumamnya sambil menepuk nepuk keningnya sendiri.


"Hihh bodoh bodoh bodoh, kok bisa bisanya kamu mikirin dia sekarang, astaga ingat Chelsea dia itu dokter psiko," gumamnya lagi.


Sampai Sampai si kecil Kevin menatap heran ke arah Chelsea yang sejak tadi menggerutu tidak jelas.


Bocah kecil itu meletakkan tangan di dahi Chelsea dan berkata," Sakit ya Mom?" Dengan wajah polos tanpa dosa itu.


"Eh.. aduh hahahaha... Maaf sayang, mom gak fokus tadi ahhaha, kamu bisa aja bilang Mom lagi sakit hahahah..." Chelsea tertawa terbahak-bahak mendengar celetukan bocah kecil itu.


"Haihh dasar kau ini, jangan pikirkan pria psikopat itu, jalani saja hidupmu Chelsea," batinnya sambil mengembalikan fokusnya menyuapi Kevin dengan telaten.


.


.


.


like, vote dan komen apa pun ya 😊

__ADS_1


UP 2 eps sehari kalau bisa 3


__ADS_2