Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Edward


__ADS_3

Seorang pria bertubuh tegap dengan wajah menyeramkan berjalan ke arah Otniel dan Edward kecil yang memeluk Otniel dengan erat.


Tampak wajah pria itu menyimpan kemarahan, dia menatap tajam ke arah Otniel yang juga bersitatap dengannya.


Yang ditatap malah memberikan tatapan lebih dingin dan menusuk bahkan berhasil membuat pria bertubuh besar itu sedikit takut dan ragu menghampiri mereka.


Aura Otniel saat menatap pria berkumis yang memanggil Edward kecil itu sangat berbeda dengan saat dia menatap Edward kecil. Dia terlihat seperti seorang ayah yang melindungi anaknya sendiri dari penjahat yang memburu anaknya.


“Siapa orang ini? Kenapa auranya sangat mendominasi? Darimana Edward mengenal pria itu?” batin orang yang memanggil Edward itu.


“Edward, apa yang kau lakukan disini, Daddy mencarimu, dan kau... siapa kau berani beraninya menyentuh anakku? Kau pasti penculik anak!” ucap Pria yang sering disapa dengan nama Riko itu.


Edward diam, dia bergetar ketakutan, hanya dengan melihat perbedaan fisik mereka saja, Otniel langsung tau kalau mereka bukan lah anak dan ayah kandung.


Jelas jelas gen yang lebih dominan di diri Edward adalah gen orang Eropa sedangkan pria yang menghampiri mereka itu adalah orang Asia tulen dengan ciri kas mata sipit dan kulit sawo matangnya, sedangkan Edward jelas berbeda dengan pria yang menyebut dirinya sebagai Daddy Edward.


Bahkan Edward tak mewarisi satu dari pun ciri khas dari pria itu.


“Hey little boy, is that your Daddy?" tanya Otniel pada Edward.


"He's not many Daddy i hate him... dia pukul Mom Sean setiap hali hiks hiks hiks..." Edward menangis dia bahkan tak mau melihat pria yang menyebutkan dirinya sebagai Papa Edward.


"Edward stop merengek seperti anak kecil cepat pulang atau aku tak segan segan segan melakukan hal itu lagi pada Mom Seanmu itu!" ketus Riko.


Pria itu mendekat dan mencoba merebut Edward dari Otniel.


"Kemari kau!" kesal Riko.


"Kenapa memaksanya dia hanya seorang anak kecil kau sangat kasar!" Otniel membentak Riko tepat setelah Riko mengambil Edward secara paksa dari pangkuannya.


"Dia anak yang ku biayai jadi jangan ikut campur, ini masalah keluarga kami, cihh... kau hanya orang asing, tapi berani beraninya kau ikut campur urusan kami!" ucap Riko sambil beranjak pergi dari taman itu dengan menarik paksa Edward.


"Daddy... hiks hiks hiks.... Daddy... no Edward mau cama Daddy itu!!!" pekik bocah lelaki itu.


Riko memijit pelipisnya, dia benar benar pusing melihat tingkah anak lelaki itu.


Dia menatap Edward dengan tatapan marah dan kesal.


"Bisa kau diam anak bodoh!" umpat Riko, sungguh sebuah perlakuan yang kasar terhadap anak kecil.


Otniel tak bisa berbuat banyak jika dia ikut campur dia bisa disebut sebagai penculik anak.


"Huaaa... Edward mau sama Daddy ituuuu..." pekik anak kecil itu.


Tangan Riko terangkat dan...


Plakkkk


Satu tamparan keras mendarat di wajah si kecil Edward dan berhasil membuat wajahnya lebam..

__ADS_1


mata Otniel terbelalak, bahkan orang orang di sekitar taman itu juga terkejut melihat perlakuan kasar Riko pada Edward.


Edward menangis sejadi-jadinya bahakn sampai mengundang perhatian Diandra dan Vasko yang duduk tak jauh dari sana.


"Kau bahkan bukan anakku tapi kenapa aku harus merawat bocah sialan seperti dirimu bangsat!" ucap Riko sambil menatap Edward dengan tatapan tajam.


"Sialan seandainya kau bisa ku jual dan ku jadikan uang, aku akan menjual mu bangsat, entah anak dari mana kau di pungut wanita sialan itu!!!" mulut Riko terus mengumpat di depan anak kecil seperti Edward yang tidak tau apa apa.


"Tuan apa yang kau lakukan!" pekik Diandra, dia panik saat melihat bocah kecil itu menangis disana.


"Diam kau jal4ng!!" bentak Riko membuat Dian terkejut.


Vasko dan Otniel menatap pria itu dengan tatapan marah.


"goshhh... sial, kau memang anak sialan!! sial sial sial!!"


Bugh... bugh... bughh.


"Bangsat, kau bukan manusia bajingaaaannnnnn!!!" Otniel menghajar pria itu secara membabi buta, kesabarannya benar benar sudah habis, Vasko dengan cepat menggendong bocah kecil yang menangis histeris itu.


Bugh... bughh.... bughh.


Terjadi pertengkaran di taman itu, Vasko mengamankan Diandra dan bocah kecil itu, dia segera membawa Diandra dan Edward ke dalam Van.


Otniel berdiri menatap pria itu dengan tatapan marah.


Otniel terdiam, dia memang tak boleh sembarang membawa anak orang apalagi ada orang tua yang mengasuhnya.


"Sial!" umpat Otniel dengan wajah kesal.


"Aku akan memberikan Edward dengan syarat jangan pernah memukulnya, dimana Ibunya, bawa dia kesini maka aku akan memberikan Edward padamu!" ucap Otniel.


"goshhh sial... siapa kau berani beraninya mengaturku!!" umpat Riko.


"Bawa dia atau tidak sama sekali!" ucap Otniel.


Riko memijit kepalanya, pria di depannya itu sulit sekali di tangani.


"Aku akan membawa nya, cepat kembalikan Edward kesini!" ucap Riko.


Otniel mengangguk, dokter muda itu segera berlari menuju Van dimana yang lain berkumpul.


Di dalam Mobil Edward terus menangis, Joel dan David terkejut saat Vasko dan Diandra masuk terburu buru sambil membawa seorang anak lelaki.


"Sebenarnya dia siapa?" tanya David heran namun matanya bisa melihat di tubuh bocah kecil itu banyak bekas pukulan.


"Aku juga gak tau yang, aku lihat kak Niel memukuli seseorang disana," ucap Diandra yang memeluk Edward kecil untuk menenangkan pria kecil itu.


"Husshh sayang... sakit ya, cup cup cup... tenang ya sayang ya... tenang ya," Diandra menepuk nepuk punggung Edward dengan lembut.

__ADS_1


sisi keibuannya begitu terlihat, buktinya sejak Edward duduk dipangkuan nya Edward lebih tenang meski masih menangis.


Otniel masuk ke dalam mobil, mereka semua menatap pria itu.


Edward melihat kedatangan Otniel seketika dia memanggil pria itu sambil menangis minta digendong.


"Daddy....."pekik Edward sambil merentangkan kedua tangannya.


Mereka semua terkejut mendengar Edward memanggil Otniel dengan panggilan Daddy, sejak kapan pria itu punya anak pikir mereka.


"Hushhh.... tenang nak tenang, " ucap Otniel serata mengangkat Edward dari pangkuan Diandra.


Edward kini tenang di pangkuan Otniel, "Hushh. jangan menangis Daddy disini,"ucap Otniel.


Sontak mereka menatap pria itu dengan tatapan heran.


Otniel menaruh jarinya di depan bibirnya seraya mengatakan ikuti saja keinginan bocah itu.


Dokter muda itu mengambil salep luka yang selalu tersedia di kantong nya lalu membersihkan luka di pipi Edward dengan lembut menggunakan alkohol swab.


"Cakit Daddy," ucap Edward.


"Sakit ya? Daddy pelan pelan kok,tahan sedikit ya," ucap Otniel sambil meniup luka di wajah bocah kecil itu.


Sungguh ini adalah sisi yang sangat berbeda dari dokter muda itu, sejujurnya saat dia melihat Edward, dia teringat dengan dirinya dulu yang dirawat oleh Papa angkatnya.


"Sudah selesai, jagoan hebat sekali, nah sekarang Edward pulang ya, Momnya Edward sudah datang buat jemput Edward, ayo pulang ya," ucap Otniel.


"Tapi Edward mau cama Daddy hiks hiks hiks, Pria tadi jahat huaa.... hiks hiks hiks..." Edward kembali menangis.


Otniel mengusap air mata pria kecil itu, dia tak tega melihat Edward menangis seperti itu.


"Hushhh kapan kapan kita bisa ketemu lagi kok, kalau Edward main di taman kita pasti ketemu lagi, Daddy akan tunggu Edward," Otniel berusaha menghibur Edward.


"Anak tampan jangan nangis sayang, kita pasti bertemu lagi kok, tenang ya Tante akan jagain Daddy Otniel ya, kalian pasti bertemu lagi," Dian menepuk pucuk kepala Edward dengan lembut memberi kenyamanan pada bocah itu.


Tok... tok... tok...


"Heh tuan berikan anakku!!" Riko marah marah sambil mengetuk jendela mobil mereka dengan kuat.


"Ck.... pengganggu!" ketus Otniel.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊

__ADS_1


__ADS_2