
“pffthh hahahhahahahah....” Otniel tertawa terbahak bahak menatap wajah kesal Jenny yang benar benar menahan amarahnya saat ini.
Karena baru kali ini ada yang berani mengkritik dirinya sepedas itu dan orang itu adalah seorang anak kecil, anak pria tengil yang duduk di hadapannya saat ini, tertawa terbahak bahak menertawakan dirinya.
“Hahahha.. anakku yang terhebat, kau memang nenek lampir hahahaha... kasihan diejek nenek lampir sama bocah sekecil itu ahahahahhaha...” otniel tertawa terbahak bahak, lain halnya dengan Jenny yang malah memasang wajah kesal sambil menatap teman lamanya itu .
“Ck sialan, kau ajari apa putramu hah? Sampai dia meniru sifat tengilmu itu Otniel, ughhh sial, ngapain juga kau memaksaku datang kesini, apa kau ingin melihatku diejek oleh putramu itu hah? Kampret...” gerutu Jenny dengan wajah merah padam karena kesal dengan otniel yang malah menertawakan dirinya.
“ pffthhh bwahahahahahha.... kasihan si nenek lampir akhirnya ada yang skak mat hahahhahaha....” Otniel tertawa terpingkal pingkal bahkan dai sampai melupakan rasa nyeri yang menggerogoti punggungnya saat ini.
Sebenarnya, Jenny adalah teman lama Otniel, dan Otniel sudah kenal lama dengan gadis itu, semua yang dikatakan jenny tentang Jesslyn benar adanya, bahwa mereka hidup terpisah yang alasan sebenarnya karena waktu itu orangtuanya sedang berada dalam kesulitan ekonomi sehingga memutuskan untuk mengirim Jenny yang berusia 4 tahun ke Australia dan tinggal bersama nenek dari pihak ibunya.
Jenny juga adalah seorang dokter, karena Jesslyn berhubungan baik dengan kakak kembarnya, dalam beberapa kesempatan Jenny dan Otniel jadi sering bertemu, selain karena urusan pekerjaan tapi juga karena ajakan jesslyn jika jenny datang ke Jerman.
Sejak saat itu mereka berteman baik dan tak ada perasaan apa pun dalam hati Jenny pada Otniel. Sebab wanita itu sebenarnya sudah lama menikah hanya saja dia belum diberikan anak oleh sang penguasa, meski demikian rumah tangganya sangat baik dan selalu dalam keadaan harmonis.
Suami Jenny adalah seorang pebisnis di negara Australia, Jenny meminta ijin pada suaminya untuk membantu Otniel menyelesaikan misi khusus dari seseorang siapa lagi kalau bukan si mama Gorilla yang merencanakan semuanya ini dengan matang.
Bagaimana Diandra bisa kenal dengan Jenny? Tentu ada ceritanya.
Beberapa tahun Lalu, Diandra iseng membuka informasi tentang Jesslyn dan mencaritahunya secara diam diam tanpa memberitahu yang lain. Sejak dia belajar meretas dari Otniel dan Mama Luna, Wanita itu jadi lebih ahli dibandingkan dengan kedua gurunya yang satu paket itu.
Diandra mencari tahu segala sesuatu tentang Jesslyn mendiang kekasih kakaknya si Dokter tampan nan psiko itu. Dian tak tega melihat Otniel yang terus menerus bersedih tentang kematian Jess dan tak bisa move on, Diandra hendak mencari kan jodoh yang tepat untuk Otniel kala itu.
Saat itu dia menemukan info tentang Jenny yang ternyata adalah kakak kembar Jesslyn, perlahan lahan dia mulai mendekati Jenny dari laman media sosial wanita itu, di saat itu juga dia tau kalau Jenny sudah menikah dan tak ada harapan, dia sempat berpikir akan menjodohkan Jenny pada Otniel namun ternyata alam berkehendak lain.
Diandra yang senang menjalin pertemanan mendekati Jenny dan sejak memulai komunikasi dengan wanita itu, mereka menjadi teman dekat.
__ADS_1
Jenny dipaksa datang ke Indonesia dengan misi Khusus yang sudah diatur oleh Diandra dan Otniel.
“Jadi dia gadis yang kalian maksud itu?” tanya Jenny dengan suara pelan.
“Ya, dia gadis yang kumaksud, kau lihat sendiri kan, sifatnya benar benar mirip dengan Jess,” bisik Otniel lagi.
“Wahhh pantas saja si mama Gorilla itu sampai memaksaku dan mengirim begitu banyak pesan pada suamiku agar mengijinkanku datang dan bertugas sementara di Indonesia, Diandra memang sangat gigih,” ucap Jenny sambil geleng geleng kepala mengingat betapa banyaknya pesan spam di email suaminya yang berisi permintaan agar Jenny datang ke Indonesia.
“memangnya apa yang dilakukan si mama gorilla itu? “ tanay Otniel.
“Haihh bayangkan saja dia mengirim 500 pesan teratur selama seminggu penuh ke email dan semua media sosial milik suamiku bahkan samapi ke nomor pribadinya dan juga milikku, bahkan dia mengancam akan membeli semua saham di perusahaan milik suamiku dan menendang suamiku dari posisi presdir, dia benar benar nekat,” ucap Jenny.
“Bwahahahahah... tak kusangka dia sampai melakukan hal itu, tapi dia benar benar aneh akhir-akhir ini hahahah, dia sering melakukan hal hal tak terduga,” ucap Otniel.
“heh kalian sama saja, jadi bagaimana aktingku tadi? Bagus kan? Aku tentu masih sehebat dulu Niel hahahha...” seloroh jenny.
“Hei apa aku mengawasiku? Kau ini seperti penguntit saja, kalau suamiku tau kau akan dihabisi olehnya,” ketus jenny.
“heh justru suamimu yang memintaku untuk melakukan ini, dia memintaku mengawasimu, menjagamu karena kau selau bersedih setiap hari sejak kematian Jess, dan sejak kejadian kau keguguran,” ucap Otniel sambil menatap jenny.
“Eh.. su..suamiku yang bilang? Ro.. Robin melakukan itu?” tanya jenny dengan mata terbelalak.
Otniel mengangguk,” ya dia melakukan semua yang terbaik untukmu, melindungimu dari jauh dan mengawasimu, dia sangat takut kalau kau depresi dan kehilangan semangat, dia khawatir padamu Jen, kau harus menyadari itu, suamimu sangat mencintaimu, dia bahkan sangat bersyukur saat tau kalau Diandra berteman denganmu, karena dia tau kalau kau mulai membuka diri dengan orang lain setelah sekian lama,” jelas otniel.
Jenny tersenyum getir, kejadian masa lalu yang menyedihkan saat dirinya kehilangan janinnya karena terpleset di lantai dan membuatnya sampai saat ini susah untuk hamil membuat dirinya sangat terpuruk, namun dia tidak tau kalau suaminya benar benar khawatir sebab Robin tak pernah menunjukkan rasa khawatir di depan jenny.
“Jen, semua akan baik baik saja, jalani saja dengan penuh semangat ingat nasihat si mama gorilla kalau kau tidak mau kena semprot mulut cerewetnya itu,” ucap Otniel seraya menepuk bahu Jenny.
__ADS_1
“Terimakasih Nile, haihhh kenapa juga kau baru bilang sekarang, aku jadi merasa bersalah pada suamiku , haihh aku merindukannya hiks hiks...” gerutu Jenny sambil menangis.
“Yaahh malah baperan, dasar si cengeng ini, kau ini ya,” ejek Otniel.
“ckk diam kau kunyuk, sekarang kau pikirkan ekspresi Chelsea tadi, sepertinya dia memang punya rasa padamu seperti yang dikatakan oleh mama Gorilla, kau bisa lihat kan bagaiman dia begitu sedih saat mendengar kata kataku tadi?” ucap Jenny sambil menghapus air matanya.
“Aku harus memastikan kalau dia benar benar menyayangi Edward Jen, aku tak ingin di hanya menyukaiku dan justru membenci Edward, kita akan mengujinya dahulu,” ucap otniel.
“hmmm kau ada benarnya, itu alasan aku tiba ke tempat ini meski aku yakin putramu akan sangat membenciku nanti,” ucap Jenny seraya menatap Otniel.
“aku bisa jelaskan hal itu pada Edward, aku tau dia anak yang pengertian, yang penting misi ini berjalan dengan lancar agar Diandra tak mengomel lagi,” ucap Otniel.
“Hahah aku saja yang tinggal jauh dari kalian sudah gerah mendengar omelan wanita itu , apalagi kalain yang tinggal dekat dengannya pasti gerah setiap hari hahahah,”
“hahah kau benar tapi itu yang membuat rumah jadi menyenangkan Jen, kau pasti akan mengalaminya bersama keluargamu suatu saat nanti,”
“ku harap demikian Niel,”
“Baiklah, jadi misi selanjutnya bagaimana?” tanya Jenny.
“Kita bicarakan bersama Diandra, dia ketuanya,” ucap Otniel.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.