
Otniel mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya. Dia menatap nama yang menghubungi ponselnya.
" Kak Varrel?" gumam Otniel.
" Ada apa kak?" tanya Diandra.
" Kak Varrel menghubungiku, ada apa ya?" gumam Otniel sambil garuk garuk kepala menggunakan garpu yang malah membuat rambutnya bau mie goreng yang sedang ia makan.
" Daddy Jorok ihhh!!!" ejek Emily sambil menunjuk garpu yang digunakan Otniel menggaruk kepalanya.
" Astaga Daddy garpunya!!" ucap Edward.
" eh... yaaa... kenapa gak dibilang dari tadi, arhhhh rambutku jadi bau mie goreng!!!" pekik Otniel .
David memutar malas kedua bola matanya,.dia berdiri dan..
Pletakk
" Bisa diam kau tidak? dasar dokter goblok, kau yang salah kau yang teriak, syukur diingatkan!" ketus David tepat setelah memukul kepala Otniel menggunakan botol Air mineral.
" Ck.. haishhh bukan salahku, itu salah Kak Varrel kenapa dia menghubungiku saat aku makan arhhh sial sial sial, ram untuk jadi bau!!!" gerutu Otniel sambil menarik narik rambutnya yang terkena bumbu mie goreng.
Pletakkk.... Bughhh
Seseorang memukul punggung Otniel dari belakang membuat pria itu meringis kesakitan.
" Oi kampret, yang salah siapa, yang dimarahi siapa dasar si kunyuk ini!" gerutu orang yang tak lain adalah Varrel yang datang bersama Jessica dan Putra kecilnya Felix.
"Kak Jessica!!" seru Diandra sambil menghampiri Jessica yang menggendong Felix kecil.
" Hai Diandra, hai semuanya," sapa Jessica dengan lembut, dia gadis berwatak dingin namun akan sangat lembut pada keluarganya.
" aku merindukanmu kakak ipar," ucap Diandra seraya memeluk Jessica dari samping.
" Hai Felix sayang, apa kabar?" tanya Diandra sambil mengusap wajah tampan Felix kecil.
" Onty Dian.. Onty Dian hahahah... hayooo... hayoo, babang.. tatak... hayooo..." ceroros bayi kecil itu.
(Onty Dian.. Onty Dian hahaha... halooo, Haloo Abang, Kakak halooo)
" Uhhh gemesin kamu sayang," ucap Diandra.
" Halo adik kecil," Sapa Emily dan Edward yang dibalas senyuman ceria oleh bocah kecil itu.
__ADS_1
" Kalian sedang makan siang? kami gabung ya, kebetulan karena seseorang kami tak jadi makan siang," ucap Varrel seraya melirik Otniel yang pura pura mengalihkan pandangannya.
" Wahh direktur rumah sakit ini meminta ijin untuk makan bersama.kami yang hanyalah pengunjung, luar biasa memang hahahahah..." Seloroh David yang ditanggapi dengan tawa oleh Varrel
" Ya karena dokter hebat kita ada disini, " kekeh pria itu.
mereka melanjutkan makan siang mereka sambil tertawa bersama sama, mendengar jokes bapak bapak 90 an yang dikeluarkan oleh Otniel serta celtukan celtukan ketiga bocah kecil di meja itu.
Chelsea terus menerus menatap ke arah mereka, dia tersenyum tipis melihat keluarga itu begitu bahagia, namun seketika gurat kesedihan muncul di wajahnya.
" Seandainya aku punya keluarga seperti mereka, aku pasti hidup bahagia, hahh... Menyedihkan," batin Chelsea yang masih menatap Otniel dan yang lainnya.
Dokter Richard melirik arah pandang Chelsea, dia merasa tidak suka jika Chelsea terus melirik ke arah Otniel dan keluarganya.
" Ekhmm.. El, habis ini ada jadwal gak?" Tanya Richard yang membuyarkan lamunan Chelsea.
Chelsea menoleh ke arah Richard, " Masih ada Chard, setelah makan siang ada pertemuan di ruang presentasi, semua dokter yang ikut melakukan operasi Ganda diminta berkumpul disana," jawabnya dengan santai sambil menikmati makan siangnya.
" Oleh siapa? Dia?" Tanya Richard sambil menunjuk Otniel yang dibalas anggukan kepala oleh Chelsea.
" Apa harus ikut gitu? Gak bisa nolak?" Tanya Richard dengan nada tidak suka dan Chelsea paham betul dengan nada sinis dari bibir pria itu.
" Nggak bisa," jawabnya dingin.
Sontak Richard terkejut saat Chelsea menanyakan hal seperti itu. Dia tiba tiba gugup, hal yang membuat orang selalu kalah dengan Chelsea adalah bagaimana cara gadis itu berbicara dan mampu mengintimidasi lawan bicaranya, dengan nada tegas, wajah datar, tatapan tajam dan menguasai pembicaraan.
" Eh... Aku... Ekhmmm.." Richard melirik ke kanan dan kiri.
" Sebenarnya aku nggak suka lihat dokter Psikopat itu, dan lagi dia memiliki seorang anak yang nggak jelas siapa ibunya, menurut rumor, dokter Psikopat itu memperkosa seorang wanita dan mengambil anaknya setelah lahir," bisik Richard yang menambahkan rumor tak beralasan yang merusak nama Otniel.
"Kau lihat anaknya kan? Wajahnya jelas berbeda dengan Dirinya, aku curiga kalau anaknya itu bisa saja anak yang diculik," bisiknya lagi yang menambah desas desus lain mengenai Otniel dan Edward.
Celine menatapnya dengan tatapan datar, sambil membereskan sisa makan siangnya dia berdiri dan menatap pria itu dengan sangat tajam.
" Jangan pernah temui aku jika kau tidak tau cara berbicara yang benar dan hanya menyebarkan gosip murahan tak beralasan itu Dokter Richard!!!" Tegas Chelsea dengan nada tajam dan tatapan super dingin.
Suaranya terdengar menggema di kantin itu sehingga menarik perhatian para pengunjung kantin termasuk Otniel dan sahabat sahabat nya.
" Dokter Chelsea?" Gumam Otniel.
Diandra melirik ke arah wanita yang berteriak dengan nada kesal dan marah itu, dia menyipitkan matanya dan menatap ke arah Chelsea, mengamati gadis itu dengan begitu intens.
" Gadis itu cantik, hmmmm.. tapi dia mirip seseorang ya? Ahh entahlah, mungkin aku salah," batinan Diandra.
__ADS_1
Penampilan Chelsea yang sangat berbeda dengan lima tahun yang lalu sukses membuat Diandra dan David tidak mengenali gadis itu.
Seorang gadis berambut keriting yang sering dikepang dengan kacamata bulat super besar dan wajah berbintik bintik karena jerawat kini berubah menjadi gadis cantik dengan rambut bergelombang tanpa ada jerawat dan kacamata yang bertengger di wajahnya.
Penampilan yang benar benar berbeda dari dirinya yang dahulu. Gadis itu mengubah penampilannya setelah berhasil menjadi seorang dokter tanpa sepengetahuan keluarganya.
Bahkan keluarganya mungkin saja tidak mengenali dirinya karena dia benar benar berbeda dari Chelsea yang biasanya.
Chelsea anak bungsu keluarga konglomerat di Indonesia, melarikan diri dari rumahnya yang tidak lagi terasa aman dan nyaman. Sudah delapan tahun lamanya dia tinggal jauh dari keluarga besarnya.
Keluarga nya adalah orang orang yang hanya memikirkan harta, jabatan dan ketenaran, mereka mengusahakan segala macam cara untuk bisa memiliki semua itu dengan cara apa pun.
Gaya hidup mereka yang glamor dan terkesan sangat berlebihan membuat Chelsea jenuh, tak ada kasih sayang yang dia dapatkan dari keluarganya.
Hidupnya benar benar sulit, keluarganya mengandalkan uang untuk mencapai segala sesuatu yang mereka butuhkan.
Chelsea memiliki dua orang kakak perempuan yang sombong dan gila uang. Kakak tertuanya sudah menikah dengan seorang Aktor luar negeri dan tinggal dalam kehidupan mewah di negara Australia.
Sedangkan Kakak keduanya yang kira kira seusia dengan Otniel masih betah dengan kehidupan bebas yang dia jalani. Berganti ganti pasangan dan hidup dengan mewah di berbagai aset yang keluarganya miliki.
Kedua orangtuanya tidak punya waktu untuk mengurus ketiga putri mereka, cara yang mereka lakukan untuk membuat anak mereka diam adalah dengan memberi mereka segepok uang dan membiarkan mereka hidup bebas menikmati kehidupan mewah mereka.
Chelsea tidak tahan dengan kehidupan tanpa kasih sayang seperti mentuhankan uang yang dilakukan keluarga nya.
Setelah jam makan siang selesai, Otniel kembali bertugas begitu juga dengan dokter dokter lain.
" Daddy kerja dulu ya nak, sampai ketemu di rumah," ucap Otniel.
" Baik Daddy, ".jawab Edward dengan senyuman ceria.
" Aku kerja dulu, Pak Direktur sepertinya tidak tahan melihatku bterus berada disini iya kan Pak Direktur," ucap Otniel seraya meledek Varrel
"aku tidak memaksamu Paok, sudah sana!" Ketus Varrel.
" hahahah... Baiklah, aku pergi dulu, ada hal urgent yang harus ku selesaikan," ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.
Otniel berjalan meninggalkan mereka disana, pria itu pergi menuju ruang presentasi dimana seharusnya mereka yang terlibat dalam operasi Ganda itu berkumpul.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😉