Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Pertemuan kembali


__ADS_3

Tatapan mata yang sama, rasa dan kerinduan yang sama bahkan cinta yang masih sama kini bertemu kembali setelah berpisah puluhan tahun.


Saling mengawasi dan saling mengharapkan kepulangan yang dicintai. Semuanya berubah, segalanya mereka lakukan untuk keluarga kecil mereka, melindungi dari serangan predator yang ingin membahayakan anak anak kesayangan mereka.


Jantung kedua insan itu berdegup kencang di kediamannya, tak ada kata yang terucap hanya keheningan yang menunjukkan suasana saat itu.


Waktu seolah berhenti, dan menyisakan tempat bagi sepasang kekasih yang saling merindu.


Aliran bening mengalir di kedua sumber mata air, mengalir deras di tengah heningnya suasana.


Perlahan roda itu mendekat, pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih, memutar kursi rodanya mendekati kekasih hati yang lama dirindukannya.


"A.. Ale..." suara pria itu terdengar bergetar, matanya berkaca kaca, gemuruh di dadanya semakin kencang.


"Justin... I.. ini kau kan? I..ini suamiku.." Alena menangis dia juga, dia menggeser kursi rodanya dengan cepat dia menghampiri suaminya.


Berpisah dengan tubuh sempurna dan bertemu dalam keadaan sama sama lumpuh.


Mendengar hal itu membuat Reva dan Diandra sama sama terkejut, mereka berdua diam membisu, terutama Diandra, wanita itu terpaku menatap Papa dan Mamanya, jantungnya juga berdegup kencang.


David segera merangkul tubuh istrinya dan menguatkan Diandra yang tampak Shock dengan kedatangan Papanya.


"Kejutan untukmu sayang, " bisik David.


Diandra menoleh pada suaminya dengan mata berkaca-kaca, langsung saja air mata itu Lolos dari kedua pelupuk matanya.


"ini sungguhan?" tanya Diandra, David menganggukkan kepalanya sambil memeluk istrinya.


Diandra menghamburkan pelukannya pada Suaminya dengan hati bahagia.


Reva terlihat terdiam membeku, dia tak tau harus berkata apa saat melihat Papanya Secara langsung, selama ini dia hanya melihat Papanya dari foto.


"Papa..." lirih gadis itu sambil menunduk, dia menangis sedih, Papanya tentu tidak tau tentang dirinya.


Sementara itu Nyonya Alena dan Sir Justin saing berpelukan melepaskan segala kerinduan yang terpendam selama ini.


Mereka berdua menangis tersedu sedu saat mengetahui kalau yang dinantikan sudah ada di depan mata mereka.


"Hiks hiks hiks... aku tak menyangka kita kembali bertemu, aku.. aku... merindukanmu sayang, aku merindukanmu," Ucap Nyonya Alena, bahunya bergetar hebat, tangannya gemetaran, air matanya sampai membasahi kaos Sir Justin.


"Ahhh aku bisa melihatmu sekarang sayang, aku merindukanmu, sangat merindukanmu Ale... akhirnya kita bertemu sayang, kita bertemu kembali ," ucap Sir Justin dengan tangis tersedu sedu.


Pelukan mereka sangat erat, semua di dalam ruangan itu menangis terharu melihat pertemuan kembali Keluarga itu, semuanya menangis haru, benar benar hal yang indah.


Kiel dan Kiara anak anak mendiang Anna dan Ferdi menangis tersedu-sedu, mereka merindukan Mama dan Papa mereka yang sudah berpulang, melihat itu Luna, Gama dan si kembar memeluk erat mereka berdua.


Semuanya menangis haru, menangis bahagia karena kembali bersama setelah berpisah sekian lama.

__ADS_1


Vasko tampak berjalan mendekati Diandra, dia menggandeng tangan adiknya.


"Ayo sayang, jangan menangis terlalu banyak ini hari bahagia," ucap Vasko sambil menepuk pucuk kepala adiknya.


David mengusap air mata istrinya, tangannya terus menggandeng tangan Diandra di sisi yang lain, mereka berjalan menghampiri Sir Justin.


"Pa," ucap Vasko membuat pria paruh baya itu menoleh dan menatap Vasko, Diandra dan David.


"Ini Sharon adik ku Pa, dia sudah menikah dengan David sahabat Vasko," ucap Pria itu.


Sir Justin menatap Diandra dengan mata berkaca-kaca, dia menggenggam tangan wanita yang tengah mengandung itu.


Sir Justin bahkan terkejut melihat anak gadisnya dulu kini sudah menikah dan sedang mengandung.


"A.. anak Papa hiks hiks hiks... sini Nak Papa merindukanmu sayang, Papa...


Grep...


Diandra langsung menghamburkan pelukannya pada Sir Justin, dia memeluk erat pria itu sambil menangis tersedu-sedu.


Sir Justin membalas pelukan putrinya, dia begitu bahagia bisa kembali bersama Putri kecilnya.


"Jadi ini Papa Diandra? hiks hiks hiks... akhirnya kita bertemu Pa..." ucap wanita itu sambil menangis.


David mengusap punggung istrinya dan setia mendampingi Diandra.


Vasko menarik lembut tangan adik kecilnya Reva dan juga membawa Sean kakak angkatnya.


" Tenang dek, kamu bahagia kan ketemu Papa? " tanya Vasko, Reva mengangguk sambil menangis, bahunya naik turun, dia memeluk kakaknya dengan erat.


"Tapi apa Papa akan mengenaliku?" tanya Reva pelan.


"Beliau akan mengenali mu dek," ucap Sean sambil menepuk pucuk kepala Reva.


"Ayo Va, Ayo Kak," ucap Vasko yang memanggil Sean kakak, tentu saja membuat pria itu terkejut namun seketika tersenyum, ternyata dia diterima baik oleh Vasko.


Mereka menghampiri Sir Justin, " Pa..." panggil Vasko lagi.


Sir Justin menatap pria itu serta menatap Reva dan Sean bergantian," Ini Reva, adik kandung kami, Reva anak Papa yang Papa pikir tidak selamat waktu masih dalam kandungan," jelas Vasko.


Deghh


Mata Sir Justin terbelalak, dia menatap Reva, wajah yang sangat mirip dengannya, mata dan hidung milik istrinya, pria itu menatap istrinya yang berada di sampingnya.


"Dia selamat sayang, bayi kecil kita selamat waktu itu, dia bertahan sampai saat ini," ucap Alena.


Sir Justin benar benar kehilangan kata katanya, anaknya lengkap semua," Nak.. I... ini Papa... kemarilah," panggil Sir Justin dengan suara bergetar hebat.

__ADS_1


Reva mendekat, belum dia sampai, Sir Justin langsung memeluknya dengan erat sambil menangis.


"Papa pikir... arhhh... anakku... anakku selamat, anak anakku kembali padaku, aku... aku tak menyangka ini sayang, Papa merindukan kalian hiks hiks hiks..." Pria itu menangis, Reva juga sama halnya dengan sir Justin, dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk erat Papanya, kerinduannya akan Keluarga yang utuh akhirnya tercapai hari ini.


"Dan ini sayang," ucap Alena sambil menggenggam tangan Sean.


Sir Justin melepaskan pelukannya, dia menatap Alena dan Sean.


"Dia anak angkatku, dia yang selama ini menjagaku dan Reva, menjaga Vasko dan mengawasi Diandra, dia Sean, anak angkat kita, " ucap Alena memperkenalkan Sean pada Sir Justin.


Pria tua itu menatap Sean, senyuman mengembang di wajah pria itu, dia juga menangis menatap Sean, " Sini nak, Peluk Papa, kalau kamu anak Mama Alena, kamu juga anak Papa, kemarilah," ucap Sir Justin sambil merentangkan kedua tangannya.


Sean benar benar terkejut, Sir Justin menerimanya dan menganggapnya sebagai seorang anak, memang mereka dekat karena Sean bergabung dengan aliansi, tapi Sir Justin tak tau siapa Sean sebenarnya.


"Kau hebat menyembunyikan identitasmu, aku bangga padamu nak, kau menjaga Ki semua dengan baik, bagaimana dengan istri dan anakmu?" tanya Sir Justin.


"Mereka baik Tuan," jawab Sean sedikit kalau.


"Panggil Papa mulai sekarang ya," ucap Sir Justin.


"Ba..baiklah Pa," jawab Sean sedikit canggung.


Mereka semua berbahagia hari itu.


"Ekhmmm... Otniel!!!!" tiba tiba suara bariton Sir Petra menggema di ruangan itu membuat mereka semua menoleh pada pria itu.


"Ehh heheh monyet tua ehh aduhh ma..maaf pa heheh," kekeh Otniel sambil mengangkat dua jarinya.


"Dasar anak tengil!!!! beraninya kau melarikan diri dari Jerman dasar kau ini, sudah jarang pulang ke rumah, di Jerman juga kau berbuat masalah dan melarikan diri, ku pites tau rasa kau... kemari anak nakal!!" pekik Sir Petra sambil mengejar Otniel.


"Adudududuh... Papa.. Ampun pa... gak lagi deh ampun... please..." Otniel berlari sambil memohon ampun pada sir Petra.


"Prrfffthhh Hahahahah..." mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Papa dan anak angkat itu.


"Kesini kau, dasar nakal, pulang gak bilang pergi gak bilang, emangnya kau ini jelangkung hah!!" Omel Sir Petra.


Mendengar hal itu membuat Luna, Gama dan si kembar terkikik geli pantas saja Otniel memiliki sifat jenaka, orang yang merawatnya selama ini adalah orang yang sangat menyenangkan seperti Sir Petra.


"Ampun Pa...heheh... gini gini Pa... ini.. Ini Papa dan Mama kandung Niel, dan mereka kakak kakak Niel!" ucap pria itu yang langsung berlindung di belakang keluarga kandungnya sambil merunduk dan mengintip sir Petra dari belakang tubuh Christan.


Deghh...


Sir Petra terdiam membatu sambil menatap mereka.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2