
Vasko menjelaskan kebenaran penting tentang diri Diandra yang sebenarnya, dia menceritakan seluruh kisah hidupnya di depan mereka semua. Mulai dari identitas aslinya sebagi seorang leader Mafia hingga seluk beluk keluarganya.
Dia tidak merasa takut menjelaskan hal itu pada mereka semua, sebab hanya sekali lihat saja dia yakin kalau orang orang disana adalah orang orang yang bisa di percaya.
Seluruh kejadian di masa lalu dia jelaskan dengan sangat detail dan mereka semua mendengarkannya dengan seksama tanpa menyela dan memotong pembicaraan serius itu.
Bahkan Otniel dan si kembar yang baru tiba juga ikut memperhatikan pembicaraan mereka dan mengikuti semuanya dengan tenang.
“Jadi Diandra kamu adalah adik kandung kakak, nama kamu Sharon Lily Hares, kamu saudara seayah dan seibu kakak, maaf baru mengungkapkannya sekarang, kakak hanya takut terjadi apa apa dengan dirimu,” ucap Vasko sambil menunduk setelah menceritakan hal itu, Vasko tak berani menatap mata Diandra.
Diandra terkejut bukan main mengetahui semua fakta tentang dirinya, “Apa ini benar? Aku tidak sedang bermimpi kan? Jadi aku… aku punya keluarga kandung?” ucap Diandra dengan mata berkaca kaca sambil menatap Vasko dan David secara bergantian.
“Iya sayang, dia kakak kandungmu, kamu punya keluarga yang selama ini berpikir kalau kamu sudah meninggal,” ucap David, dia menggenggam tangan istrinya dengan erat.
“Benarkah? Ahhhh jadi kak vasko kakak kandungku? Huaaaa…… kakak….. kenapa baru bilang sekarang?” tangis Diandra pun pecah dia spontan memeluk Vasko dengan air mata bahagia bukan air mata kesedihan, dia bahagia mengetahui fakta kalau dia memiliki seorang kakak.
“Hiks hiks hiks pantas saja aku merasa tenang kalau ada kak Vasko huaaaa….. kakak ternyata kakak kandungku,” rengek wanita itu.
Vasko tersenyum mendengar rengekan adiknya, hatinya akhirnya bisa lega setelah menyampaikan itu semua, setidaknya masalah identitas aslinya sudah teratasi dan sekarang tinggal menuntaskan para pengganggu di Jerman.
“Sudah jangan menangis lagi, kau jelek kalau menangis,” goda Vasko.
“Hisshhhh…. Aku cantik tau,” ucap Diandra yang kini memeluk erat sang kakak, begitu juga dengan Vasko, hatinya lega bisa menjelaskan itu semua.
David dan yang lainnya tersenyum melihat mereka, Luna melirik Ken, begitu juga dengan pria itu, mereka mengingat bagaimana mereka juga dulu dipisahkan oleh kejadian di masa lalu.
“Hmmm kau yang paling cantik dasar cengeng,” ejek Vasko namun Diandra tetap tersenyum, dia bahagia dengan kenyataan bahwa dia memiliki seorang saudara kandung.
“Ehh tunggu dulu, kenapa kita seperti mengalami Déjà vu ya?” celetuk Vanya.
“Ahhh iya kau benar kak, Luna dan Kak Ken juga dulu mengalami hal yang sama, wahhh ternyata generasi penerus kita melanjutkan kejadian di masa lalu kita ya hahahah,” ucap Andin sambil tertawa.
“Wah kalian benar, aku dan Mikha menikah juga karena kesalahan satu malam dan sama sama di buat minum obat perangsang, wadaww dan David juga mengalami hal itu, ya ampun ternyata buah jatuh gak jauh dari akarnya hahhahahah,” celetuk Aiden dengan penuh semangat, pria itu masih saja berkobar kobar.
Pletak
__ADS_1
“Pelankan suaramu ikan Sarden , kau hampir membuatku kehilangan gendang telingaku,” celetuk Bima yang duduk di samping Aiden.
“What? Jadi aku ada karena obat perangsang dong,” pekik Aurel.
“Ya memang begitu Dokter Aurel hahahahahha,”ucap mereka serentak sambil tertawa melihat wajah kaget Aurel.
“What the…… kalian topcer hahahahah apa aku akan mengikuti je…” Belum sempat Aurel menyambung kata katanya, mereka memotong ucapan gadis itu.
“Tidak akan terjadi Dokter,” ucap mereka serentak.
“Hahahha, yahhh aku tau itu, hal itu tidak akan terjadi,” kekeh Aurel.
Mereka semua bercerita,sangat jarang mereka bisa berkumpul sekaligus seperti ini, terkadang beberapa dari mereka memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.
Namun karena menyambut menantu pertama dari keluarga besar itu mereka menyempatkan diri mereka untuk memberikan sambutan yang hangat bagi Diandra, terlebih lagi David sudah menceritakan kisah hidup Diandra sebelumnya.
Tanpa terasa hari yang mereka lewati terasa cepat berputar, masing masing keluarga sudah kembali ke aktivitas mereka masing masing sehingga kediaman keluarga besar Park mulai tampak sepi.
Hari baru kembali lagi untuk mereka lewati, di dalam rumah besar itu kini ada keluarga Park, David dan teman temannya, Joy, Kiel, Gara dan Karina.
Celine dan Bima sama sama mengurus bisnis mereka, sedang Gara tetap tinggal di rumah dengan alasan ingin istrirahat dan menjaga Kiel dan Karina.
Dari semua saudara mereka, Kiel dan Karina paling dekat dengan Gara, alasannya karena Gara paling tidak bisa membiarkan kedua adiknya itu kesepian, dia pria dengan sejuta pesona dan memiliki hati paling lembut.
Dia membantu Luna dan Gama mengawasi Kiel dan Karina selama di perkuliahan, bahkan dia sampai dijuluki bodyguard tampan oleh teman teman kampus kedua bocah itu.
Aiden dan Mikha juga memiliki pekerjaan yang harus mereka selesaikan, bukannya tak enghargai menantu mereka, tetapi keduanya tengah merencanakan perayaan pernikahan anak dan menantu mereka tanpa sepengetahuan keduanya, sedangkan Aurel kembali ke habitatnya di rumah sakit.
Vanya dan Alex kembali ke London pagi itu, karena anak mereka kembali berulah, mereka dilaporkan merusak pekarangan kampus, tingkah kedua anaknya memang benar benar meniru sifat Papi mereka.
Tapi Vanya dan Alex selalu mendukung mereka, tentu saja karena keduanya punya alasan yang tepat melakukan hal itu, apalagi disana mereka menutupi identitas mereka.
Mark dan Andin juga kembali ke aktivitas mereka seperti biasa, sama halnya dengan kedua anak mereka yang sedang meniti karir mereka di negeri itu.
“Sayang, besok kami akan kambali ke Jerman, mungkin kita tidak akan bertemu selama beberapa minggu, tapi aku akan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan disana dengan cepat,” ucap David yang tengah memijit kaki istrinya di ruang santai.
__ADS_1
Disana juga ada Varrel, Otniel dan Vasko serta Joy, sedangkan Joel tengah molor di kamar, sudah kebiasaan pria itu.
“Hmmm? Besok? Baiklah, tak apa, tapi cepat pulang,” ucap Diandra yang sudah bisa melepas suaminya pergi meski hatinya ingin tetap ikut.
“Kau tidak apa apa kan?” tanay David.
“tcih…. “ Diandra berdecih, “Aku bisa apa, aku juga tak mau anakku dalam bahaya dan aku malah membuatmu kerepotan,” jawab Dian sambil mengerucutkan bibirnya.
“Aku akan cepat,”ucap David yang masih memijit kaki istrinya dengan lembut.
“Ck… hati hati disana, jangan sampai terluka,” ucap Diandra.
David tersenyum dia mengangguk paham.
“Vid, Wanita itu mengunjungi perusahaanmu bersama dengan Besara, tak kusangka dia akan bermain secepat itu,” ucap Vasko yang tengah memeriksa keamanan di perusahaan David.
“Syukurlah kita langsung membawa Diandra ke tempat ini,” ucap Otniel sambil menunjukkan sebuah video dari laptop yang dipegangnya.
“Apa !! Kurang ajar,” geram David sambil mengepalkan kedua tangannya saat melihat Video dimana segerombolan orang berpakaian hitam menyelinap masuk ke dalam rumah yang mereka tempati dulu, mereka masuk di malam hari dimana David dan yang lainnya berangkat ke Jerman.
“Apa rumah kalian semudah itu di bobol?” ucap Varrel yang juga ikut melihat video itu.
“Itu hanya sebuah rumah sederhana kak, belum dilengkapi dengan sistem keamanan,” ucap David yang dianggukkan oleh Varrel.
“Aku jadi khawatir,” ucap David sambil memandang istrinya.
“Jangan khawatir, cepat selesaikan urusan kalian disana, aku akan melindungi Diandra disini,” ucap Otniel dengan wajah menyeringai, auranya benar benar berbeda.
Tanpa mereka sadari, Luna mengawasi mereka dari kamera CCTV, lebih tepatnya mengawasi Otniel dengan mata berkaca kaca.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan komen.