Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Menemukan


__ADS_3

Mendengar suara David membuat Diandra panik, dia berdiri dan mengambil tisu, cepat cepat dia membersihkan air matanya dan membasuh wajahnya sambil berusaha tetap menenangkan dirinya.


“Iya kak aku baik baik saja, aku hanya membersihkan wajahku, sangat kotor,” ucap Diandra dari dalam toilet.


“Baiklah, kalau ada apa apa segera panggil aku,” ucap David.


“Iya kak,” ucap Diandra sambil memperbaiki penampilannya.


David kembali ke tempat duduknya,”bagaimana?” tanya Aurel.


“Dia bilang dia baik baik saja, tapi aku tak yakin,” ucap David sambil terus menatap pintu toilet itu.


“Perasaan Diandra saat ini sangat sensitif, aku yakin dia pasti khawatir dengan keberadaan kakaknya, oleh karena itu kita tidak boleh membuatnya stress, dia bisa mengalami pendarahan seperti sebelumnya,” ucap Otniel.


“baiklah,” ucap David paham.


“Aku akan menemukan Bella untuk Diandra, akan kupastikan wanita itu aman,” tambah Joel.


Diandra keluar dari dalam toilet sambil tersenyum seperti biasanya, hanya saja matanya sembab dan tentu dia tak bisa membohongi mereka yang ada di ruangan itu kalau dia baru saja menangis.


“Kau baik baik saja sayang?” tanya David yang langsung merangkul dan memeluk istrinya dari depan, dia paham dengan kekhawatiran Diandra.


“Hemmm? Aku baik baik saja kak heheh,”jawab Diandra sambil tersenyum.


“Dian, tenang saja, aku akan menemukan Bella dan memastikan dia aman,” ucap Joel bangkit berdiri.


“Ya dan aku akan memastikan William pulih, dan memastikan kamu dan kandunganmu sehat selama disini,” ucap Otniel dengan senyum ramah pada Diandra.


“Tenang saja dek, jika mereka tidak berguna, kakak masih punya dua manusia ahli IT bahkan Mama luna bisa membantu kita, kau tenang saja, aku akan jadi kakak ipar yang baik,” ucap Aurel dengan senyuman manisnya.


“Kenapa tiba tiba?” tanya Diandra dengan wajah heran.


“Hanya ingin mengatakan itu saja padamu sayang, “ ucap david.

__ADS_1


“Baiklah, terimakasih semuanya,” balas Diandra.


Setelah mamastikan keadaan William, mereka akhirnya pulang menuju rumah besar keluarga Park namun tanpa Otniel yang masih tinggal disana untuk mengawasi William.


Ruang perawatan William kini dikawal ketat dengan penjagaan tingkat tinggi, tak ada yang boelh masuk ke ruangan itu selain Otniel, bahkan perawat pun akan langsung diusir jika berani mendekati kamar itu.


Sementara itu di rumah besar Park, semua orang kini merencanakan pembalasan untuk Besara sang leader dark horse dan pembalasan untuk keluarga Aniston.


Joel membawa seluruh peralatan komputernya yang dia bawa dari Jerman dan dia pinjam dari si kembar beberapa waktu lalu.


Keluarga Park, Alena Sean dan Reva juga duduk disana mendengarkan rencana mereka karena mereka akan ikut andil dalam misi pembalasan ini, sebab Dark Horse juga musuh besar mereka.


Mereka membicarakan rencana mereka seharian penuh, bahkan mereka sampai makan di ruang santai itu karena pembicaraan mereka begitu serius.


Joel pada akhirnya menunjukkan kemampuan meretasnya selama ini, dia menunjukkan dimana Bella berada saat ini.


“Diandra, lihatlah ini, kuharap kau tidak khawatir karena Bella aman di rumah keluarga Aniston, dia tak akan mengalami hal buruk hanya saja mentalnya kini sedang dalam keadaan yang sangat buruk karena Dia diberitahu kalau William telah meninggal dibunuh oleh anak buah tuan Besara, dan asal kalian tau, bella adalah anak pria tua itu,” ucap Joel sambil menunjukkan keadaan Bella yang tampak seperti orang kehilangan semangat dan di kurung di dalam kamarnya dengan kamera pengawas.


“Kak Bella,” lirih Diandra.


David menenangkan istrinya dan memeluk Diandra dari samping.


“Dan ini adalah tuan Besara yang sedang kita bicarakan,” ucap Joel sambill menunjukkan foto Besara yang duduk di kursi kerjanya sebuah foto yang diambil beberapa bulan lalu.


“Jadi bajingan ini yang dengan beraninya mengincar Diandra dan Reva,” gumam Vasko sambil menatap tajam ke arah foto itu, dia tau dengan jelas siapa sebenarnya pri yang ada di foto itu.


Nyonya Alena sudah menjelaskan siapa pemimpin Black Rose sebelum leader yang sudah dibunuh oleh Vasko, dan kini saatnya mereka mengincar pria itu pemimpin Black Rose di masa lalu yang dibuang karena membunuh anggota kelompoknya sendiri untuk kesenangan pribadi dan untuk memuaskan dirinya yang haus akan darah, benar benar seorang psikopat.


“Jadi dia pemimpinnya sekarang?” ucap Luna mengamati pria itu sambil mengeraskan rahangnya, si kembar juga melakukan hal yang sama persis seperti Gama.


“Sebenarnya dia leadernya sejak dulu tan,” ucap Joel membuka sebuah data yang ternyata sudah di bobol oleh Joel sejak beberapa hari lalu saat dia iseng menyerang sistempertahana markas Dark Horse.


Data data mengenai masa lalu pria tua itu tetera di layar LCD se[erti layar bioskop yang ditata di ruang santai. Joel mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mencuri data data yang tersimpan rapat di dalam markas Dark Horse, data data yang membuat dirinya penasaran dengan aliansi itu. Dan akhirnya Joel berhasil.

__ADS_1


Foto foto pria itu saat muda tertera jelas, foto pernikahannya dengan Helen, kelahiran Bella, bahkan yang anehnya di antara semua data data itu ada foto milik Vasko dan Diandra kecil, foto keluarga mereka, serta foto keluarga Park bahkan foto anak anak yang lahir dalam lingkungan Keluarga Park juga tertera disana semuanya diberi label khusus entah apa maksud dan tujuan pria itu.


Foto seorang anak yang di beri label “Misi Sukses” membuat seluruh anggota keluarga Park terbelalak kaget, terkhususnya keluarga Park apalagi Luna dan Gama mereka terbelalak kaget melihat foto anak bungsu mereka di dalam daftar foto yang berjejer dalam data data itu.


Foto Diandra kecil dan Vasko kecil justru diberi label “ Dihentikan” dan ada beberapa foto anak anak lainnya.


“Sialan.... dia menculik anakku.. jadi yang menculik dan menargetkan anak anak di rumah ini adalah dia ,beraninya ” geram Gama dengan wajah marah, di benar benar murka saat ini , dahulu mereka bahkan tak bisa melacak keberadaan penculik putra mereka sebab Alvaro hilang saat di taman bermain tanpa ada kamera pengawas saat mereka liburan di Jerman.


“Alvaro... anakku, hiks hiks hiks....” Luna menangis, Si kembar langsung memeluk luna dari samping dan menenangkan wanita itu, mereka juga sama sama merasa terluka dengan kehilangan adik bungsu mereka.


“Ma tenang,” ucap Christan sambil menepuk punggung Mamanya yang selalu menangis jika mengingat kejadian itu.


“Kita akan selesaikan ini segera, akan ku pastikan pria bajingan itu menerima pembalasan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan pada Alvaro, dia kan mendapat bagian paling menyakitkan,” geram Christan, dia mengeraskan rahangnya, benar benar sorot mata pria itu sangat tajam dan menusuk.


“Dia yang menyebabkan kekacauan ini, maka itu berarti dia sudah siap menerima akibatnya,” tambah Christoper.


“Tunggu dulu,” tiba tiba Diandra berbicara, wanita itu sampai berjalan ke depan dan melihat dengan jelas wajah wajah di foto itu.


“Ada apa sayang?” tanya David.


“Kak Jo, minta tolong besarkan foto ini,” ucap Diandra sambil menunjuk foto keluarga Park.


Joel melakukan yang diminta oelh Diandra.


“Kenapa nak?” tanya Mikha.


“ini... ini kan kak Otniel,” ucap Diandra tiba tiba yang membuat mereka terbelalak kaget.


.


.


Like, vote dan Komen.

__ADS_1


__ADS_2