
Di markas besar black rose, yang didalamnya sudah tersedia fasilitas lengkap untuk peretasan, tampak tim The Lunar tengah melaksanakan rencana mereka.
Christan berdiri sambil berkacak pinggang menatap mamanya dengan wajah kesal.
"Ma... apa ini tidak terlalu berisiko buat mama? mama bisa kenapa-napa kalau sampai dia mengenali wajah mama, Aku tidak mau ya kalau mama sampai mengalami hal berbahaya," Kesal pria tampan itu.
"Kak Christan benar Ma, jangan mengambil resiko terlalu besar seperti ini kami tidak ingin Mama kenapa kenapa, ingat usia mah, Mama itu udah nggak muda lagi," tambah Christo yang juga berdiri di depan, saat ini Luna sedang disidak oleh kedua anaknya.
"Tenang saja sayang, kalian serahkan semua pada Mama, lagipula memang dia seharusnya sudah tahu wajah kita, buat apa menutup-nutupinya kalau toh suatu saat nanti dia akan tahu," ucap Luna sambil berdiri sambil memegang tangan kedua anaknya.
kedua pria itu menunduk resah, jika Luna sudah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalanginya itulah prinsip wanita itu dan sampai saat ini dia tidak pernah memilih keputusan yang salah karena tentu saja dia selalu bertanya kepada suaminya.
"Haishhhh.... Ya sudah terserah mama tapi..... hah.... sudahlah Ayo kita lanjutkan," ucap mereka.
"Sayang kau yakin ?" tanya Gama sambil menghampiri istrinya dan merebut tangan istrinya dari tangan kedua anaknya.
"Cihh pencemburu!" ketus Si Kembar.
"Aku yakin sayang," jawab Luna.
Joel sendiri hanya menikmati drama keluarga itu sambil meretas seluruh sistem keamanan Besara dan mencuri seluruh data-data penting yang disembunyikan oleh besar di dalam markasnya.
kembali ke rumah besar keluarga Aniston, Bessara tampak sangat terkejut saat melihat wajah wanita di balik topeng itu.
Wajah seorang wanita yang anaknya diculik 20 tahun yang lalu, wajah Luna Christina istri dari Seorang pebisnis ulung di Indonesia Gamaliel Park.
"Hai pak tua, lama tidak bertemu Apa kamu masih mengingatku? kalau aku sebenarnya tidak mengingatmu tetapi seluruh bukti menunjukkan bahwa kita berhubungan di masa lalu," ucap Luna dengan seringai licik di wajahnya.
Wajah Luna tidak banyak berubah wajahnya masih saja kencang seperti 20 tahun yang lalu hanya saja ada sedikit perubahan di beberapa bagian kulitnya yang sudah mulai ada keriput.
"Ba... bagaimana bisa?" ucap Besara terkejut.
"Tentu bisa, kau saja bisa menculik anakku dan menghilang secara diam-diam tanpa ketahuan bahkan kami tidak mengetahui bahwa kau adalah penculik anak kami yang sebenarnya!!" Luna berteriak dari seberang sana.
"Hahahahah..... Jadi akhirnya setelah 20 tahun lamanya kalian baru tahu kalau aku yang sudah menculik anak kalian? Hahahahah ternyata kalian tidak sekuat yang aku pikirkan!" ucap Bessara dengan nada sombong sambil menatap Luna.
Luna menunjukkan seringai liciknya dia menatap Bessara dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Yah... kamu manipulasi seluruh data mengenai anak kami bahkan kami berpikir kalau dia sudah meninggal," ucap Luna.
"Tapi Tuhan Baik kami sudah bertemu dengan anak kami kembali," ucap Luna.
"Besara, Apa kau kenal dengan orang-orang ini?" tanya Luna sambil menunjukkan foto 2 orang yang anak perempuan yang seusia dengan Joy dan Reva.
Mata Bessara terbelalak saat melihat foto dua orang anak perempuan berusia 20 dan 22 tahun yang muncul di dalam layar itu dia benar-benar terkejut saat Luna menunjukkan foto itu.
"Si..siapa kau bajingan.... wanita jal4ng beraninya kaaauuuu!!!" pekik Besara.
Helen terlihat bingung saat melihat Bessara justru tampak ketakutan saat melihat foto 2 anak perempuan itu.
"Besara siapa mereka? kenapa reaksimu seperti itu?" tanya Helen sambil mengernyitkan keningnya.
Brukk...
Bessara mendorong Helen hingga wanita itu kembali lagi terjatuh ke atas lantai.
"Kau diamlah, tak usah banyak tanya Helen!" ucap Bessara.
Helen mendengus kesal dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.
Mata Besara terbelalak saat mendengar Luna mengungkap identitas mereka.
"Kau... siapa kau sebenarnya !!!" kali ini Bessara memekik, matanya membulat, bahkan kedua tangannya sampai bergetar.
"Hahahahhahah kau ternyata ketakutan juga, aku hanya seorang Ibu yang kehilangan anak laki-lakinya 20 tahun lalu dan menuntut pembalasan dendam," ucap Luna dengan seringai menyeramkan di wajahnya bahkan Christopher, Christan, Gama dan Joel yang berada satu ruangan dengannya sampai bergidik ngeri saat melihat wajah Luna.
"Sialan... jika kau sampai menyentuh mereka barang seujung rambut pun aku akan menghancurkan keluargamu sampai ke akar-akarnya!!" ucap Bessara.
"Hmmm... sepertinya yang kau katakan itu menarik kau lihat ini!" Luna menunjukkan sebuah foto di mana kedua anak gadis itu tengah diikat dan duduk di atas kursi dengan dua orang penjaga laki-laki wajah keduanya tampak nomor kaki tangan dan lututnya tampak berdarah.
"Sialan apa yang kau lakukan pada kedua anakku!!!" teriak Bessara dengan keras bahkan pembuluh darahnya sampai menegang karena marah besar.
"A..anak? kau punya anak Bessara?" tanya Helen yang mencoba bangkit berdiri.
“Sudah kubilang kau tidak usah ikut campur dengan urusanku Pel4cur, mereka anak anak kandungku, darang dagingku,” ucap Besara yang tampak gusar, terdengar dari suaranya kalau Bessara benar benar ketakutan saat ini, ternyata pria psikopat itu memiliki kelemahan juga.
__ADS_1
“Bwahahahahaha.... Sang Bessara leader Dark horse ternyata bisa ketakutan juga ya hahahah, bagaimana kalau kami melakukan sesuatu pada mereka hmmm? “ ucap Luna sambil tersenyum menyeringai, semakin usianya tua dia semakain senang mempermainkan perasaan seseorang, benar benar bukan Luna yang biasanya.
“Beraninya kaauuuuu,....” Geram Bessara sambil menatap layar televisi itu dengan tajam.
“hhhh aku tentu berani tuan Bessara, aku bahkan bisa menjual kedua putrimu dan menjadikan mereka gadis malam, aku akan kaya dengan sangat cepat jika menjadikan kedua gadis berparas cantik ini sebagai jaminan belum lagi tuan Nicholas pasti akan mencari gadis gadis bertubuh indah seperti mereka, ahhh aku akan membuat penawaran dengan Nicholas mungkin dia bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan kami hahahaha,” Tawa Luna terdengar mengerikan.
“Cihhh aku tau kau hanya menggertak, tak ada seseorang dengan gamblangnya mengucapkan rencana mereka pada musuhnya,” ucap Bessara yang masih berusaha untuk tenang dan berpikir rasional.
“Naif sekali dirimu Bessara, kau pasti akan kalah, kita lihat besok, aku akan mendapatkan Moto.Tech dan kau akan kuhancurkan selamanya, kedua putrimu akan kujadikan alatku hahahahha,” tawa Luna sambil mengakhiri terornya , dia memutus seluruh sambungan listrik di rumah besar itu.
“Sialan.... beraninya kau ... Anak anakku, aku harus menyelamatkan mereka, tapi bagaimana dengan Nicholas dia pasti akan tertarik denagn kedua putriku untuk membersihkan namanya dari rumor kalau dia seorang pecinta sesama jenis,” gumam Besara.
“Besara, kau sebenarnya kenapa, apa kau punya anak lain? Kau kenapa kau tidak bilang padaku, Hanya Bella anakmu bukan yang lain,” teriak nyonya Helen.
“Bella? Ahhh ya Bella aku akan memanfaatkan Bella, aku harus menghubungi putriku dahulu, bisa saja itu hanya gertakan mereka,” ucap Besara.
Dia merogoh ponselnya dan menghubungi nomor putri kandungnya hasil pernikahannya setelah bercerai denagn Helen.
“Halo nak ini Daddy,” ucap Bessara saat seserang menjawab panggilan nya.
“Hallo Daddy hahahahaha.... hai Bessara mencari anakmu ya? Hahahah bukankah sudah kukatakan aku akan membawa mereka ke pesta besok, hmmm aku belum bilang ya hahhahaha,” panggilan itu diakhiri dengan tawa seoarang nenek sihir yang tengah kesetanan dengan roh pembalasan dendam.
“Sial... Sial Sialllll....” pekik Bessara, dia melemparkan ponselnya lalu berlari menuju kamar milik Bella dimana gadia itu dikurung.
Brakkkk... Pintu ditendang dengan kuat bahkan pintu kayu itu sampai rusak. Bella terkejut bukan main saat seseorang menghancurkan pintunya.
“Kemari kau, kau harus bersiap siap untuk besok,” ucap Besara sambil menarik rambut Bella.
“Akkkhhhh... hiks hiks hiks... lepaskan aku Pa... lepaskan akuuu,.... ini sakiiiitttt....” teriak Bella sambil menangis.
Namun Bessara tidak menghiraukannya, dia menarik paksa Bella keluar dari rumah itu dan membawanya menuju markas, sedangkan Helen ikut mereka dengan mobilnya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Like, Vote dan komen