Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Indonesia


__ADS_3

Bugh... bugh.... prang


Beberapa orang pria tampak berlumuran darah di atas lantai sebuah markas aliansi Mafia yang tak lain adalah markas Dark Horse.


“Bajingan !! mengawasi seorang gadis saja kalian tidak mampu dasar kurang ajar !!” teriakan tuan Besara terdengar menggelegar di dalam ruangan itu.


“Bagaimana bisa Bella sampai kabur kurang ajar, kalian menghancurkan semua rencanaku...!!!” teriak tuan Besara dengan suara tajam yang menyakitkan telinga.


Plakk.... bughh... bughh...


Tendangan demi tendangan, pukulan dan tamparan keras melayang di tubuh tiga anak buahnya yang dia perintahkan untuk mengawasi Bella.


Pria itu sampai datang ke jerman karena mendengar berita kalau Bella sudah tidak ditemukan di negara itu.


“Mati kauuuu...” teriak tuan Besara.


“arhghhhkkk....ampun tuan, a... ampun, “ ucap mereka memohon ampun.


“Sayang tenang dulu, sepertinya aku tau kemana mereka pergi,” ucap Helen yang baru tiba sambil menyeret seorang biarawati dari gereja dimana Bella dan William dua hari yang lalu berbincang bincang.


Brukkk...


“Apa maksudnya ini?” tanya Besara sambil menatap seorang biarawati yang diikat dan di jatuhkan di depan Besara.


“Katakan !” ucap Helen dengan nada angkuh dan sombongnya.


“Sa... saya hanya mendengar ka...kalau mereka akan lari ke Indonesia tuan... selebihnya saya tidak tau apa apa, saya... tidak tau, saya mohon jangan sakiti saya, hanya itu yang saya dengar,” ucap biarawati itu bergetar ketakutan saat melihat wajah seram tuan besara yang seperti siap untuk memangsanya hidup hidup.


“Indonesia? Mau apa mereka kesana?” ucap Besara seraya mengingat sesuatu saat memikirkan negara itu.


“Helen kenapa kau membawanya kesini, dasar kau ini, cepat pulangkan dia ke habitatnya, jangan membuat kekacauan, “ ucap Besara.


“Ck... aku membawanya paksa agar kau percaya sayang,” ucap Helen dengan wajah kesal.


“Cepat bereskan dia, kirim mayatnya ke gereja itu,” ucap Besara yang membuat biarawati itu terbelalak.


“Tidak.. tidak... saya mohon saya tidak akan bicara apa apa, saya mohon jangan bunuh saya,” teriaknya ketakutan, tubuhnya bergetar dan dia menangis histeris saat besara mengatakan kalau dia kana dibunuh.


“Ck... sialan, kau terlalu ribut!!" ucap Besara sambil berjalan dan mengambil pedang yang ada di dalam ruangan menyeramkan itu dan...

__ADS_1


Crakkkkk....


Dalam sekali tebas pria itu memenggal kepala wanita tadi membuat semua orang di dalam ruangan itu bergidik ngeri dengan jiwa psikopat pria itu.


“Bereskan lalat pengganggu itu,” ucap Besara sambil melemparkan pedangnya ke sembarang arah.


“kau, bagaimana kau bisa sekejam itu,” ucap Helen terheran heran.


Tap... tap... tap... tap


Besara berjalan mendekati Helen dengan tatapan mata tajam membuat Helen jadi ketakutan.


“Jika kau berani bermain main denganku maka aku tak segan segan melakukan hal yang sama padamu,” ucap Besara.


“i..iya, kau menyeramkan, ekhmm... sudahlah ayo kita cari Bella, kita butuh gadis bodoh itu, dia pasti kabur meninggalkan negara ini bersama kekasihnya,” ucap Helen mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Besara terdiam, dia benar benar kesal saat ini karena semua rencananya untuk mencari pengusaha terkaya di dunia akan hancur berantakan jika Bella tidak mengikuti rencananya.


“Anak sialan itu, ahhh beraninya dia kabur di saat menghadapi hal seperti ini, sialan !!!" umpat Besara dengan wajah kesal sambil berkancah pinggang.


“ Kita harus segera mencarinya Besara, jangan sampai mereka pergi terlalu jauh dan rencana kita batal, 6 hari lagi acara perusahaan besar itu akan dilaksanakan, kita harus segera menemukan Bella,”ucap Helen.


“Memangnya ada apa disana?” tanya Helen.


“Hanya kejadian masa lalu, aku pernah menculik anak seorang pengusaha terbesar di negara itu dan anak itu malah hilang, kurasa dia sudah mati hahahah, aku jadi ingin melihat keadaan keluarga itu sekarang,” ucap besara sambil tertawa.


“Apa? Kau menculik anak orang?” tanya Helen.


“Hmmm hanya untuk mengancam grup besar itu, namun mereka sama sekai tak bisa disentuh,” ucap Besara.


Helen hanya bisa geleng geleng kepala, dia tau kalau Besara adalah gambaran psikopat yang sebenarnya.


Sementara itu di Indonesia, William dan Bella sudah tiba di negeri indah itu dua hari yang lalu, mereka kini tinggal di sebuah apartemen sederhana di Ibukota Indonesia.


Bella dan William belum melaksanakan pernikahan mereka sebab ada beberapa hal yang harus mereka urus terlebih dahulu.


Sejak pindah ke tempat itu, Bella selalu saja merasa akan ada hal besar yang akan terjadi, dia merasa kalau mereka akan menghadapi bahaya besar yang tidak tau kapan akan datang, hanya saja dia berusaha berpikir positif dan tidak terlalu panik.


“Sayang kita ke Mall ya, kita belanja perlengkapan untuk apartemen ini, kamu pilih apa saja yang kamu suka,” ucap William yang baru selesai mandi.

__ADS_1


Bella menoleh, dia tersenyum,” baiklah kita ke Mall,” ucapnya.


Setelah bersiap siap selama beberapa menit, bella dan William pun beranjak keluar dari dalam apartemen itu, mereka memakai pakaian couple berupa hoodie berwarna navy blue dengan celana panjang hitam, tak lupa masker dan topi serta kacamata hitam untuk menutupi identitas mereka.


“Ayo,” ajak William sambil membuka pintu mobil.


Mereka pun melaju menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, William terus menggenggam tangan Bella, senyuman di wajahnya tak pernah hilang sejak dia memutuskan untuk menikah dengan kekasihnya yang cantik itu.


Beberapa menit perjalanan mereka akhirnya tiba di sebuah Mall milik JB Grup, milik keluarga si Kembar.


William tak sekalipun melepaskan genggamannya dari tangan Bella, dia membawa masuk kekasihnya ke dalam Mall besar itu.


Keduanya menikmati waktu mereka di Mall besar itu dan berbelanja untuk kebutuhan mereka selama tinggal di negara Indonesia. William sengaja memilih Jakarta karena pada penduduk sehingga keberadaan mereka akan sulit dideteksi.


Pria itu hanya berharap agar mereka bisa tinggal dnegan tenang di negara itu, sedangkan aliansi yang dipimpinnya ditinggalkannya di Jerman, dia belum mengungkap keputusannya untuk membubarkan aliansi.


Bella berjalan dengan senyuman bahagia, dia merasa lepas dan bebas bersama kekasihnya itu, tidak terikat dan tidak disiksa dengan kekuatan uang milik Helen. Sebuah kehidupan baru dimana dia tidak tersiksa dan tidak dituntut banyak hal.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, tiba tiba mata Bella tertuju pada sosok wanita cantik yang sangat dikenalnya, sosok yang sebenarnya ingin dia dekati, mata wanita cantik itu juga bertemu dengan Bella.


“Kak Bella ! ( Diandra!)” mereka berdua sama sama terkejut karena bisa bertemu di negara itu.


Entah dorongan dari mana, Bella berjalan mendekati Diandra yang tengah berada di sebuah toko barang elektronik, Diandra terdiam, dia tiba tiba teringat dengan kehidupannya di rumah Aniston, wanita itu berjalan mundur sedikit takut namun penasaran dengan Bella yang tampak berbeda.


Diandra malah bersembunyi di belakang tubuh Sean kakak angkatnya.


“Kenapa?” tanya Sean terkejut.


Diandra hanya dia dan menunjuk Bella dari belakang punggung Sean. Dia tampak seperti anak kecil yang sedang bersembunyi karena ketakutan.


"Mau apa kalian!" ucap Reva yang juga ada di sana.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉😊

__ADS_1


__ADS_2