
Vasko dan Joy kini resmi menjadi sepasang suami istri, keduanya sangat serasi dan cocok satu sama lain.
Malam ini adalah malam pertama mereka tidur bersama sebagai pasangan resmi, tentu saja hal itu membuat mereka berdua gugup apalagi Joy, sejak pulang tadi dia sudah gugup, dia tak menyangka kalau semua barangnya sudah dipindahkan ke kamar Vasko.
Joy sudah selesai mandi sedangkan Vasko sedang membersihkan dirinya di kamar mandi. Gadis itu kini sedang membersihkan wajahnya di depan meja rias, hal rutin yang selalu dia lakukan.
Saat sedang membersihkan wajahnya, dia teringat kembali dengan semua kata kata Papanya, kata kata yang menyakitkan dan membuat hatinya benar benar terluka.
Gadis itu menatap dirinya di cermin, matanya mulai berkaca-kaca, sakit sekali rasanya saat Papanya malah mengatai dirinya sebagai seorang perempuan tidak benar.
"Apa aku tidak berharga? kenapa Papa tega mengatakan hal semenyedihkan itu?" gumam Joy.
Dia tertunduk lesu, meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan. Saat dia menunduk dua tangan kekar memeluknya dari belakang membuat Joy mendongakkan kepalanya dengan wajah berderai air mata.
Vasko menatap wajah sedih istrinya," Kenapa menangis sayang?" tanya Vasko lembut sambil memutar tubuh Joy hingga mereka ada dalam posisi berhadapan.
Tangan kekar pria itu terulur mengusap air mata istrinya.
"Ada apa?" tanya Vasko lembut.
"Apa aku tidak berharga sampai Papa tega mengatakan hal hal seperti tadi pada diriku?" tanya Joy sambil menangis sesenggukan.
Mendengar hal itu tentu saja membuat hati Vasko teriris.
"Kau sangat berharga sayang, bahkan terlalu berharga untuk orang orang seperti mereka!" ucap Vasko seraya mengusap air mata Istrinya.
"Hiks hiks hiks kenapa Papa bahkan tak tulus dengan kata katanya kupikir tadi dia..." Joy menangis tersedu-sedu di depan Suaminya.
Vasko mengembuskan nafasnya dengan kasar, sakit memang jika berada di posisi Joy, Papanya yang hanya memikirkan Amel tanpa memikirkan perasaan Joy sedikit pun bahkan menyalahkan Joy atas apa yang terjadi pada putri kesayangannya.
Vasko memeluk Joy dengan erat, " Kita hadapi bersama sayang, kamu kuat, aku ada disini," Vasko terus menguatkan gadis itu.
Joy memeluk suaminya dengan erat, dia benar benar terpuruk saat ini.
"Sayang..," Vasko menatap wajah Joy.
Joy menengadah ke atas menatap wajah suaminya dengan wajah yang memerah karena menangis, Joy hanya menangis di depan Suaminya, dia hanya berlaku manja di depan Suaminya.
"Kamu itu perempuan hebat, kamu bisa menghadapi hal kecil ini, aku ada disini kamu nggak sendirian,"ucap Vasko.
"Kamu bisa mengandalkan aku, kamu tanggung jawabku sekarang," ucap Vasko.
"Terimakasih hiks hiks hiks..." lirih Joy.
Vasko tersenyum," Sudah jangan menangis lagi, ayo bersihkan wajahmu, dasar cengeng," ucap Vasko.
"Hehhe... aku juga cengengnya cuma sama kamu," ucap Joy.
Vasko membantu Joy membersihkan wajahnya, setelah bersih mereka berdua naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuh mereka disana.
__ADS_1
Joy tampak gugup namun Vasko tampak cukup tenang.
Ini pertama kali bagi mereka tidur di atas ranjang yang sama ,tentu saja membuat jantung mereka berdebar tak karuan.
Keduanya sudah berbaring di atas tempat tidur, mereka sama sama diam, sedikit canggung pasti mereka rasakan.
"Joy tidurlah, jangan memikirkan hal yang tidak tidak, kau butuh istirahat," ucap Vasko sambil memiringkan tubuhnya dan menatap Joy.
Joy menoleh pada Vasko dan melakukan hal yang sama, tak wajah gadis itu merona.
"Emmm... apa kau... tidak meminta hakim sebagai suami?" cicit gadis itu.
Mendengar itu membuat Vasko tersenyum," Aku akan memintanya saat kau sudah siap, sekarang kau butuh istirahat, kita tak perlu terlalu terburu-buru," ucap Vasko sambil mengusap wajah istrinya.
Joy terharu, suaminya begitu pengertian, dalam situasi ini Vasko benar benar seseorang yang bisa menahan dirinya.
"Terimakasih sudah memahamiku, aku mencintaimu," ucap Joy.
"Aku juga Sayang," ucap Vasko.
Joy mendekati Vasko dan memeluk tubuh suaminya dengan erat,"aku ingin tidur seperti ini, boleh kan?" tanya Joy.
"Boleh, setiap kau tidur kau harus memelukku," ucap Vasko yang dianggukkan oleh Joy.
Joy menatap suaminya tangannya terulur pada wajah tampan itu. Matanya menatap wajah suaminya dengan dalam, Vasko tersenyum dia juga menatap wajah gadis itu.
"Ada apa hmm?" tanya Vasko.
Cup...
Dengan berani Joy mengecup bibir suaminya, ciuman pertama mereka berdua akhirnya terjadi malam ini. Vasko terbelalak, dia benar benar terkejut saat Joy melakukan hal itu.
Melihat ada sinyal hijau, Vasko malah menarik tengkuk Joy dan membalas kecupan itu dengan ciuman yang lebih dalam. Joy tidak menunjukkan penolakan, awalnya dia merasa kaku namun lama kelamaan instingnya mengajarinya untuk melakukannya dengan benar.
Keduanya saling bertautan, menyalurkan rasa cinta diantar diri mereka masing masing, membangkitkan gairah mereka.
Permainan Bibir yang sangat lembut dan memabukkan bagi keduanya. Vasko memperdalam ciumannya, tangannya menggenggam jemari Joy, dia mengubah posisi mereka dengan Joy berada di bawahnya.
Suara decapan itu terdengar nyaring di dalam ruangan kamar yang sangat mewah dan elegan itu, kamar pengantin baru yang di hias sedemikian rupa oleh para pelayan.
Keduanya menikmati permainan mereka, tangan Vasko mengikuti instingnya, mengusap lembut lengan Joy, turun ke bawah kaos gadis itu dan menyentuh perutnya dengan lembut.
Sentuhan lembut di bawah perut Joy memberikan efek bagai tersengat listrik membuat Joy bergetar, dia tampak gemetaran karena baru pertama kali melakukan hal seintim itu dengan seorang pria .
Merasa Joy tiba tiba diam, Vasko menghentikan tangannya dan sadar kalau dia hampir keluar batas, "Maaf, aku hampir kelepasan," ucap Vasko sambil memperbaiki pakaian istrinya.
Wangi tubuh Joy membuatnya mabuk dan begitu menikmati sampai lupa kalau Joy belum siap.
Nafas mereka mulai teratur, Vasko memeluk istrinya dengan erat," Maaf Joy," ucap nya.
__ADS_1
Joy masih diam, dia tampak linglung dengan kejadian tadi.
"Joy?" panggil Vasko.
"Aku benar-benar merasa aneh tadi," ucap Joy dengan wajah memerah karena malu, benar benar merah Semerah tomat.
"Hah? aneh?" tanya Vasko.
"Iya... seperti disengat listrik, otakku ketakutan tapi tubuhku ingin lagi, apa sebenarnya itu?" tanya Joy dengan tatapan polosnya.
Vasko hampir tergelak mendengar ucapan istrinya.
"Hahahah.... kau lucu sekali sayang, apa kau tidak paham apa yang terjadi tadi?" tanya Vasko.
Joy menggelengkan kepalanya, dia mana paham hal hal seperti itu, yang dipahami gadis itu hanya urusan bisnis dan hubungan antar perusahaan.
"Dan kau hampir kelepasan apa tadi?" tanya Joy dengan polosnya.
"Apa kau paham arti hak suami yang sebenarnya?" tanya Vasko.
"Ummm... sebenarnya seperti apa itu, aku menunggu mu memintanya karena Mami Mikha bilang Joy harus siap memberikan Suami Joy kalau Suami sudah minta haknya," ucap Joy.
"Kata Mami Mikha itu ada panas panas nya terus ngelakuin nya nikmat, apaan itu kak?" tanya Joy dengan tatapan polos.
Oh Tuhan ternyata Joy adalah korban kegabutan Mami Mikha, pantas saja dia mengatakan hal hal aneh itu.
"Hahahahah..... hahhahaha... ada ada saja, ya ampun jadi kau menanyakan itu tanpa paham artinya?" tanya Vasko dan dijawab anggukan kepala oleh Joy.
"prrfffthhh Hahahahah.... hak suami itu saat kita melakukan proses pembuatan anak," bisik Vasko yang membuat Joy terbelalak, tentu hal ini dia paham karena sudah dipelajari saat sekolah dulu.
"Ja..jadi itu? hah?? emang caranya gimana?" ucapnya dengan mata terbelalak.
"Hahahahah sudahlah sayang, kalau kau bertanya terus aku bisa bisa memakanmu hari ini, kita tidur saja, yang dibawah sudah hampir bangun tadi," ucap Vasko.
"Bangun? apanya?" tanya Joy sambil menatap Vasko dengan serius.
Vasko terkikik geli, ide gila muncul di kepalanya, dia menarik tangan Joy dan menarik tangan itu di atas bagian bawahnya yang mulai menegang.
Mata Joy terbelalak, wajahnya bersemu merah, cepat cepat dia menarik tangannya dan menyembunyikan wajahnya.
"Ahhh tidak tidak , nanti saja, aku belum siap, kita tidur!!" ucapnya panik.
"Hahahahahahaha....." Vasko tertawa terbahak-bahak di malam pertama mereka, sungguh sebuah hal yang akan dia ingat seumur hidupnya.
"Haishhhh bisa bisanya Mami Mikha menyuruhku menanyakan itu arhhhkkk maluuu..." batin Joy berteriak.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉