Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Akhirnya...


__ADS_3

Semua orang tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Otniel, operasi ekstrim yang membuat semua orang ragu pada pria itu justru membuat namanya kembali menjadi center di rumah sakit itu.


Seluruh rumah sakit kini tau kehebatan tak tertandingi pria itu, si tangan dewa yang menaruh kepercayaan pada Pasien dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah para pasien pergi ke akhirat sebelum waktunya.


Seluruh petugas medis memberi salam hormat bagi pria itu. Dokter psiko dengan tatapan super dingin dan tegas itu, berjalan dengan santai keluar dari ruangan operasi setelah berhasil menyelamatkan nyawa pasien.


Semuanya bertepuk tangan dengan keberhasilan pria itu, lagi lagi rivalnya di rumah sakit itu hanya bisa menatap kesal dan iri pada psikopat tampan berjas putih itu.


Chelsea berdiri di jajaran para dokter yang bersorak Sorai pada Otniel dan timnya, kerja sama mereka cukup hebat, dan seluruh tim benar benar bisa diandalkan.


"wohooo.... dokter Niel kau yang terhebat!!!" teriak para perawat dan dokter disana.


Otniel tersenyum tipis, sontak saja membuat semua wanita disana meleleh dengan senyuman manis pria itu, meski sangat sedikit namun pesonanya berhasil membuat para wanita dimabuk kepayang.


Prok... prok... prokk...


Tepuk tangan meriah terdengar di seluruh ruangan itu, Bobby akhirnya selamat dari maut yang mengancam nyawanya.


Otniel berjalan, matanya tertuju pada kekasihnya, dia berjalan terus menerus, seluruh mata memperhatikan arah Otniel.


"Wahh dia datang, dokter Niel datang menghampiri kita, heheh yuhuu... lihat itu ... dia kesini!!" para wanita dibarisan Chelsea berteriak kegirangan saat melihat Dokter Otniel berjalan ke arah mereka.


Ada yang merapikan rambutnya, ada yang memasang senyum sumringah, ada yang mencium bau tubuhnya, ada yang malu malu bebek, dan segala tindak tanduk mereka lakukan untuk mencari perhatian pria itu.


Mata semua orang tertuju pada orang yang dihampiri oleh Otniel.


Pria itu menggenggam tangan tunangannya sambil mengedipkan sebelah matanya," ready for the show honey?" bisik pria itu.


Chelsea terkejut, gugup dan sekaligus merasa bingung dengan keadaan saat ini. Otniel melakukan itu di depan banyak orang, apa dia tidak malu?


"Ma..mau apa? kau tidak lihat semua orang memperhatikan kita?" bisik Chelsea Nyang merasa tak enak dengan yang lain.


Seluruh dokter di rumah sakit itu justru terbelalak melihat apa yang dilakukan oleh Otniel, dia tampak sangat dekat dengan Chelsea, bahkan dengan sengaja mengangkat tangan Chelsea yang dia genggam agar semua orang melihat mereka.


"Wahh apa yang mereka lakukan?" bisik dokter Friska pada Andre.


"Mana ku tau, lihat saja, kau pikir aku dukun?" celetuk Andre.


"Ck.. kan aku bertanya kadal gurun!"ketus Friska seraya memutar malas kedua bola matanya.


"yeee ayam kampung ngambek, kan emang aku gak tau beb," celetuk Andre.

__ADS_1


"cihh ..."


"heh kalian berdua bisa tidak jangan berkencan disini? telinga ku panas sama seperti hatiku saat ini!!!" ucap Jerry sambil menatap seorang perawat wanita yang akhir-akhir ini didekatinya namun tampaknya perawat wanita itu malah menyukai gurunya, alias si dokter psiko.


"Pffthh cinta bertepuk sebelah tangan hahahah," Dokter Friska dan Dokter Andre tertawa cekikikan mengejek nasib si Jones di dekat mereka itu.


Kembali ke Otniel, pria itu menggenggam tangan Chelsea dengan bangga sambil menatap seluruh rekan mereka di rumah sakit.


"Kau lihat kan bagaiman cara para wanita di rumah sakit ini menatapku? apa kau ingin kekasihmu yang tampan ini di rebut oleh mereka hmmm?" bisik Otniel tepat di telinga Chelsea.


Gadis itu terbelalak, dia menatap semua perempuan yang berdiri disana, sebagian besar menatap Otniel dengan tatapan berbunga bunga.


"Wahh sainganku banyak ya, tentu aku tidak akan memberikan mu pada mereka, cihh siapa cepat dia dapat dong," Kali Ini Chelsea menunjukkan kecemburuannya, dia menggandeng lengan Otniel dan terlihat sangat mesra dengan pria itu.


Semua orang terlihat bertanya tanya dengan apa yang terjadi pada kedua orang itu, namun bisa dipastikan kalau mereka sedang mengumumkan kalau mereka adalah pasangan.


"Perhatian Semuanya!" ucap Otniel.


Seluruh mata tertuju pada mereka, Chelsea sendiri menatap tajam para wanita yang menatap tunangannya.


"Karena operasi berjalan dengan lancar, maka seluruh tenaga medis yang hadir disini akan mendapatkan undangan spesial dalam acara pernikahan saya dengan tunangan saya Chelsea, " ucap Otniel.


"Saya harap kalian dapat memenuhi undangan pernikahan kami, akan diselenggarakan seminggu lagi, persiapkan diri kalian!" ucap Otniel dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Me..menikah? dokter Niel menikah!!!" Ketiga anak didiknya terkejut bukan main, mereka terbelalak sambil menatap Chelsea dan Otniel berkali kali, tatapan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka umumkan.


"Ya kami akan menikah, kalian bertiga dapat posisi penting untuk acara ini, Dan kau Jer carilah pasanganmu," celetuk Otniel seraya melirik perawat di dekat mereka .


"Ba..baik dok!" ucap nya dengan tegas.


Semuanya terkejut dengan pengumuman penting itu, Otniel menggandeng tangan kekasihnya dan berjalan keluar dari antara kerumunan itu dengan senyuman bahagia.


"Kau pasti lelah, Kita makan siang ya," usul Chelsea seraya menatap kekasihnya dengan senyuman bahagia.


"Baiklah tuan putri, aku benar benar lapar saat ini," ucap Otniel seraya mencolek hidung kekasihnya.


Mereka dengan berani menunjukkan hubungan mereka di hadapan publik. Chelsea tak mau orang lain menatap calon suaminya, jujur saja dia adalah gadis yang pencemburu, bagitupun dengan Otniel. Kedua orang itu sama gilanya.


Otniel dan Chelsea berjalan, tiba tiba ada suara yang memanggil mereka lebih tepatnya memanggil Otniel.


"Dokter Otniel!" teriak seorang wanita terdengar di lobi rumah sakit.

__ADS_1


Otniel dan Chelsea berhenti lalu menoleh, terlihatlah Jenny datang menghampiri mereka dengan senyuman sumringah, dia sudah tau berita baik dari kedua orang itu, dan dia juga datang dengan berita baik.


Wanita itu datang bersama seorang pria berwajah Jerman dengan tinggi semampai, kulit putih dan wajah menawan, seorang pebisnis ulung dari Jerman.


"Jen? loh Markus!!! kapan datang bro!!" Otniel langsung menghampiri pria yang merupakan suami Jenny yang baru tiba di Indonesia beberapa hari lalu.


"Otniel, aku tiba dua hari lalu, senang mendengar berita baik darimu," ucap Markus sambil melirik Chelsea.


"Ahahahah... kalian sudah tau?" tanya Otniel.


"Tentu saja, si Magor yang kasih tau, " celetuk Jenny yang kini menggenggam tangan Chelsea.


"Maaf untuk kata kataku sebelumnya Chelsea, heheh itu hanya salah satu drama si Magor, kau tau kan dia memiliki banyak cara untuk mendekatkan orang lain," jelas Jenny sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Aku sudah tau, Haihh kupikir kau akan mengambil Otniel heheh..." kekeh Chelsea .


"Heheh maaf maaf, lagi pula aku sudah punya suami," ucap Jenny sambil menatap suaminya.


"Wahh... kalian benar Benar hebat ya, membohongiku sampai segitunya," celetuk Chelsea.


"Demi Cinta hahahahhaha..." ucap mereka bertiga sambil tertawa.


"Ahh kami punya kabar bahagia, Jenny akhirnya mengandung, itu alasan aku tiba lebih cepat di negara ini," jelas Markus.


"Apa? akhirnya? akhirnya kau mengandung wahhh selamat jenny, selamat wahahhaha... ini benar benar berita bahagia, wahhhh... selamat jenny!!!" seru Otniel yang sangat antusias dengan berita itu, dia tau perjuangan Jenny selama ini.


"Terimakasih, ini semua berkat doa kalian, aku bersyukur," ucap Jenny.


"Apa Diandra sudah tau?" tanya Chelsea.


"Sudah, dia mengucapkan selamat pada ku sepanjang malam, bercerita tentang ini itu dan memberiku banyak saran, aku banyak belajar dari si jenius itu," jelas Jenny.


"Baiklah, ayo kita makan di luar, biar aku yang traktir!" ucap Markus.


"Wohoo... tidak Bambang, aku yang traktir ini berita bahagia, ayo!!" ajak Otniel Dnegan sangat antusias.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen


__ADS_2