
David keluar dari dalam kamar dengan keadaan kacau, dia mengusap kasar wajahnya, Diandra benar benar membuat nya merasa kacau di pagi hari ini.
David melihat Joel yang tengah sibuk menyiapkan alat alat pertaniannya di depan rumah, dia sudah mengeluarkan kereta pengangkut miliknya dan memasukkan peralatannya.
Joel sudah cukup istirahat selama empat hari jadi dia akan mulai bekerja seperti orang gila, sebab dia sudah memperkirakan waktu pengolahan ladangnya dan prediksinya tepat hari ini cerah dan tidak akan datang hujan beberapa hari ke depan.
"Dimana yang lain?" Tanya David yang ikut membantu mengangkat bibit tanaman ke dalam kereta pengangkut Joel.
" Belum pulang, Vasko pergi ke Tempat biasa dan Otniel tugas malam, " jawab Joel sedikit cuek mengingat kejadian semalam malah membuatnya kesal.
"Apa kalian marah padaku?" Tanya David.
"Tcihh... Jangan seperti perempuan, kau sudah pasti tau kan?" Ketus Joel dengan wajah masam.
"Maaf, aku akan mencobanya, aku akan berusaha," ucap David.
"Terserah padamu tuan Nicholas, " ucap Joel.
Sementara itu di dalam kamar, Diandra mencari sosok suaminya, dia baru saja selesai mandi tetapi dia tak menemukan suaminya di ruangan itu lagi.
"Hmmm.... Dia sudah pergi keluar, syukurlah dia tak melihat apa yang ku lakukan tadi, huh... Apa dia akan mengijinkan aku kerja denagn kak Joel? Ck.... Dia benar benar mengesalkan," gumam Diandra sambil merapikan kamar mereka.
Setelah selesai merapikan kamar, Diandra turun ke lantai bawah.
"Huh... Ayo semangat Diandra, kamu pasti bisa memenangkan hati suami kamu, lihat saja aku akan membuat kak David benar benar jatuh cinta pada ku, tapi kenapa aku terkesan seperti sangat terburu buru ya heheheh, " gumam wanita itu sambil menepuk nepuk kepalanya sendiri, dasar wanita aneh.
Dia berjalan ke bawah, matanya menelisik seluruh ruangan, tak ada kakak kakak nya disana, bahkan suaminya pun tak nampak.
"Kemana semua orang? " Ucap Diandra.
Dia berjalan mengelilingi rumah, itu matanya tertuju pada dua orang pria yang tengah berbincang di samping rumah sambil mengangkat beberapa karung.
Diandra tersenyum, dia melihat wajah David yang terkadang tampak tersenyum tipis dan tentu saja berhasil membuat Diandra gugup.
Wanita itu memegang dadanya yang berdegup kencang," cih.... Dia hanya tersenyum pada sahabat sahabatnya, dia tak pernah tersenyum untuk, ehh tunggu kan baru nikah satu hari Dian, ck... Ck... Ck.... Kurasa aku akan jadi Dewi perbucinan kalau begini hahhaa," kekeh Dian mengejek dirinya sendiri.
Wanita itu berjalan ke arah mereka berdua.
"Pagi kak Joel," sapa Diandra dengan senyum manisnya.
"Pagi Dian cantik!" Sapa Joel denagn senyuman tak kalah semangat, sedangkan David? Hmmm jangan ditanya, masih mempertahankan gengsinya untuk bersikap cuek dan dingin padahal dia sudah lihat dan dengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh mulut Diandra.
Tapi jika tidak begitu, bukan David namanya, dia masih ingin melihat bagaimana cara wanitanya itu mendapatkan hatinya meski dia selalu merasakan desiran aneh di hatinya saat melihat Diandra.
"Ekhmm.... Pagi kak," sapa Dian pada David yang cuma diam.saja dan memasang wajah dingin.
__ADS_1
"Hmmm..." David hanya berdeham menanggapi sapaan Diandra.
"Tcih... Dasar bodoh, berusaha apa nya? Kau hanya membuat hubungan kalian semakin menyedihkan dasar bodoh!" Joel mengumpat David di dalam hatinya.
"Kalau punya mulut itu di jawab yang bener, suaranya mahal ya tuan," ejek Diandra yang sontak membuat David sedikit merasa malu lain hal nya dengan Joel, dia terkikik geli saat melihat ekspresi terkejut David.
"Wah Diandra benar benar melakukannya dengan baik, lihat si bodoh ini, dia sampai terkejut seperti itu, hahahahah" batin Joel.
"Kak Vasko dan kak Otniel dimana?"tanya Diandra penasaran.
"Otniel ada tugas di rumah sakit dan Vasko sedang bekerja mereka berangkat semalam , kenapa ?" Tanya Joel.
"Ahhh bukan apa apa kak, aku hanya mencari mereka, wah mereka pekerja keras juga ya, apa tidak lelah kalau bekerja seperti itu?" ucap Diandra.
"Sudah biasa Dian, apalagi di rumah ini gak ada tanggungan, jadi mereka udah biasa pergi malam, kadang gak pulang sampai beberapa hari," jelas Joel.
"Ohh... Begitu,"ucap Diandra menganggukkan kepala.
"Ummmm Kakak sudah sarapan?" Tanya Dian.
"Belum Dian, kakak rencananya mau beli, soalnya yang biasa masakin itu Vasko tapi dia lagi gak di rumah," ucap Joel.
"Ohh.... Kalau begitu biar Dian yang masak ya kak, jangan di beli, tunggu Dian selesai masak, sekaligus buat bekal makan siang kakak," ucap Diandra.
"Bisa dong, " jawab wanita itu sambil berlalu menuju Dapur.
Setelah kepergian Diandra, Joel menatap David heran.
Bughh...
"Jadi cowok itu yang gentle PAOK, katanya usaha, gimana sih? Minta maaf kek sama Diandra, atau gimana apa harus diajari satu satu?" Kesal Joel.
"Ck... Diamlah, aku tau apa yang kulakukan" ketus David memasang wajah kesal.
Diandra kini berada di dalam dapur rumah itu, dia menguncir rambut panjangnya ke atas, memakai apron lalu bersiap dengan pisau di tangannya.
Wanita itu membuka kulkas dan melihat bahan masakan yang ada di dalam kulkas.
Seketika dia teringat dengan dua kakaknya yang lain, di rogohnya ponselnya lalu di cari nomor kedua orang itu, sebab semalam mereka sudah berganti Nomor ponsel.
Dia menghubungi Vasko terlebih dahulu,
"Halo" jawab Vasko disana.
"Halo kak? Kakak dimana? Gak pulang? Kalau pulang jam berapa? Apa pulang pagi atau siang? " Serentetan pertanyaan yang keluar dari mulut Diandra membuat pria itu tersenyum di seberang sana.
__ADS_1
"Kakak lagi kerja, bentar lagi pulang kok, kenapa emang?" Tanya Vasko lembut, entahlah nada bicaranya tiba tiba berubah banyak.
"Kakak udah sarapan?" Tanya Diandra.
"Belum, kamu mau sarapan? Bilang Joel beliin ya, soalnya kakak yang biasa masak, Kakak pulangnya satu jam lagi," ucap Vasko.
"Ahhh bukan kak, aku mau masak, kalau gitu kakak pulang ya, Dian masakin di rumah," ucap Diandra dengan penuh semangat.
"Baiklah, kakak akan segera pulang," ucap pria itu.
"He.... Em... Hati hati kak, "balas gadis itu sambil mengakhiri Panggilannya.
Kemudian dia menghubungi nomor Otniel pria yang diejeknya sebagai dokter gadungan itu.
"Halo uhukk.. uhukkk" jawab Otniel dari sana.
"Loh kak kenapa? Sakit? Ada apa??"tanya Diandra panik.
"Nggak Di, cuma batuk aja, keselek nyamuk hahahahah" kekeh pria itu.
"Ck... Dasar pria aneh, bisa bisanya ya keselek nyamuk," ledek Diandra.
"Heheh pas mangap tadi, ehh tau tau ya nyamuk salah goa hahahahah" kekeh pria itu.
"Ck... Ck...ck.., kak kakak pulang pagi?" Tanya Diandra.
"Nggak kenapa emang kangen ya," celetuk pria itu.
"Cih siapa juga yang kangen, Dian mau masak makanya Dian tanya siapa tau kakak pulang," ucap Dian.
"Kamu masak? Oke kakak pulang sekarang,, masak yang enak,"Ucap Otniel dengan penuh antusiasme.
"Hahhah baik kak," ucap Diandra.
Wanita itu tersenyum, setelah memastikan mereka pulang, Diandra beraksi di dapur dengan semua peralatan disana.
.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉😊😉
__ADS_1