Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kejar


__ADS_3

Seperti yang diminta oleh Joy, hari ini mereka akan kembali ke Indonesia. Wanita itu masih saja marah pada Vasko karena masalah masalah kecil.


Yang paling membuat Vasko kelimpungan adalah karena mood istrinya benar benar tidak bisa ditebak.


Jika berbicara dengan orang lain Joy akan sangat lembut tetapi jika berbicara pada dirinya, Joy akan marah marah tidak jelas tentang segala hal.


Seperti saat ini, sebelum Vasko dan Joy kembali ke Indonesia, Vasko meminta Joy untuk cek kesehatan di rumah sakit.


Dia terus memaksa Joy, tapi hasilnya Joy malah marah marah karena dipikir sedang sakit oleh suaminya.


" Aku gak mau, aku gak penyakitan buat apa ke rumah sakit, kamu kali yang sakit, ihhhkk... bikin kesal aja.... geram aku!!" ketus wanita itu yang tidak sekalipun menatap suaminya.


" Sayang please kita ke rumah sakit ya, kita cek kesehatan kamu, tadi pagi kamu muntah muntah terus aku khawatir," ucap Vasko.


"Gak mau!" ketus Joy dengan wajah kesal.


" Joy please mau ya," pinta Vasko.


" Aku bilang gak mau!" teriak Joy.


Sepanjang jalan mereka adu mulut, Sean hanya bisa geleng-geleng kepala melihat drama pasutri mafia ini.


Seorang leader Mafia ternyata takluk pada istrinya tetapi tidak pada musuh musuhnya.


" Aku gak sakit, aku sehat walafiat, aku gak ada keluhan apa apa, buat apa ke rumah sakit!" ketus Joy.


" Justru karena itu kita perlu cek sayang," pinta Vasko dengan sabar.


" Gak mau ihh... nyebelin !" kesal Joy.


Habis sudah kesabaran Vasko, wanitanya benar benar sulit diajak komunikasi tidak seperti dulu.


" Joy!" bentak Vasko, ini pertama kali Vasko membentak Joy sejak mereka menikah.


Joy tersentak kaget, bahkan Sean pun tak menyangka kalau Vasko akan membentak istrinya.


Bubur Joy gemetar saat Vasko membentaknya, dia menatap Vasko dengan mata berkaca-kaca.


" Ka...kamu marah? jahat! aku benci sama.kak Vasko huaa.... kakak ipar lihat kak Vasko dia marahin Joy!!!" wanita itu malah menangis tersedu-sedu sambil memukuli dada Vasko.


Vasko menghela nafas berat, lain halnya dengan Sean dia senyum senyum sendiri melihat drama pasangan itu.


" Sayang sorry, kamu sih bandel, gak mau dibilangin, kita harus cek dulu kesehatan kamu, aku takut kamu kenapa kenapa," ucap Vasko sambil menarik Joy dalam pelukannya.


" Mau cek karena apa? untuk memastikan aku mandul atau nggak sesuai perkataan si Meri Meri kampret itu hah?"ucap Joy dengan air mata berderai.


Vasko terkejut, ternyata istrinya masih memikirkan kata kata Meri hari kemarin.


" Kalau aku mandul kamu bakal tinggalin aku gitu terus kamu bersanding sama si Meri itu huaaa.... kamu jahat, Meri bilang kamu pasti akan ninggalin aku kalau aku gak bisa punya anak," Joy menangis tersedu-sedu entah kapan dia mendengar ucapan itu tapi yang pasti kata kata Meri berhasil merusak pikiran Joy.

__ADS_1


" Kata Meri aku gak pantas buat kamu, aku gak bisa punya anak, aku cuma beban aku hiks hiks....


" dia bilang kalau aku itu bukan siapa siapa di aliansi, aku gak pantes dijaga huaaaa......"


Joy mengungkapkan segala resah hatinya, tentu saja hal ini justru membuat hati Vasko panas ternyata akar dari ketidakstabilan emosi Joy salah satunya adalah kata kata tidak mengenakkan dari Meri.


" Kapan dia mengatakan itu?" tanya Vasko. Kali ini nada bicaranya rendah dan dingin dan Sean tau kalau Vasko sedang marah saat ini.


" Saat kita cek kesehatan, waktu itu kamu lagi teleponan sama David, dia bilang begitu hiks hiks hiks..." tangis Joy.


" Jadi kalau aku gak bisa punya anak kamu bakal tinggalin aku ? iya? kamu jahat kamu sama kayak mereka huaa....


" Sayang, aku gak seperti itu, dari awal aku menikahimu bukan dengan tujuan punya anak, kalau Tuhan kasih kita anak aku bersyukur tapi kalau pun tidak aku juga bersyukur karena aku tetap bersamamu bagian hidupku," tegas Vasko.


" Punya atau tidak punya anak, kita tidak akan pernah berpisah, itu satu hal yang pasti dalam hubungan kita! " ucapnya dengan tegas.


Joy menatap mata suaminya, dilihatnya kesungguhan hati dari mata indah itu.


" Benar?" tanya Joy pelan.


Vasko mengangguk," benar sayang, mana bisa aku hidup tanpa wanitaku yang cantik dan cengeng ini," ucap Vasko dengan segurat senyum di wajahnya.


Tiba tiba senyuman merekah di wajah cantik wanita itu yang tentu saja selalu berhasil membuat Vasko berdebar tak karuan.


Cup....


Sebuah kecupan mendarat di bibir Vasko, " terimakasih aku mencintaimu," ucap Joy sambil memeluk suaminya dengan erat.


" Jadi kita ke rumah sakit kan?" tanya Vasko lagi.


" Nggak, kita pulang ke Indonesia sekarang!" ucap Joy.


" Haihh... baiklah nyonya muda Hares, kita pulang ke Indonesia, dasar keras kepala," ucap Vasko.


Sementara itu Sean yang sedang mengemudi menangkap dua buah mobil yang mencurigakan di dekat mereka. Sejak mereka keluar dari rumah Vasko, kedua mobil itu terus mengikuti mobil yang dikendarai oleh Sean.


" Vasko sepertinya ada yang mengincar kita, " ucap Sean yang membuat Joy dan Vasko terkejut.


Vasko dan Joy melihat ke luar, benar kata Sean ada dua mobil mencurigakan yang mengapit mereka di tengah.


" Sial!" umat Vasko.


Pria itu segera mengkoordinir anak buah mereka untuk turun dan memunculkan diri.


Beberapa saat kemudian muncul beberapa motor dan mobil sedan yang menggiring mobil yang dinaiki Vasko, Joy dan Sean.


Sementara itu di salah satu mobil hitam itu, Meri menatap kesal ke arah mereka.


Brakk...

__ADS_1


" Sialan, bisa bisanya dia mempersiapkan semua ini!" kesal Meri sambil memukul dasbor mobil.


" Cepat kejar mereka Jangan sampai lengah!" titah Meri.


"Tapi kita bisa mati jika begini nona," ucap pria yang membawa mobil itu.


" Cepat atau kepalamu hilang saat ini juga," ucap Meri sambil menodongkan pistol ke kepala orang itu.


" Ck... terserah anda saja!" ucapnya lalu melakukan mobil Mereka mendekati mobil yang ditumpangi oleh Vasko dan Joy.


Aksi kejar kejaran pun tak terelakkan, mereka semua saling mengejar, belum lagi orang suruhan Meri ternyata cukup banyak membuat yang lain sedikit kewalahan.


Apalagi mereka melewati gang sempit dan terpaksa harus berpencar.


Mobil yang dibawa Sean kejar kejaran dengan mobil hitam yang dinaiki Meri.


Wanita itu dengan beraninya mengeluarkan tangannya dari dalam mobil dan menembak secara membabi buta ke arah mobil Vasko.


Duar duar duar...


Tiga tembakan berhasil menyerang mobil Vasko tepat dimana Joy duduk.


Mobil itu tampak kehilangan arah dan mulai oleng tetapi sesaat kemudian melaju dengan begitu cepat.


" Sial!" umpat Meri.


Bughh..


Dia menendang supir yang membawa mobil untuk nya hingga keluar dari dalam mobil.


" aku akan turun tangan sendiri bangsat!" umpat wanita itu.


Meri melaju dengan sangat kencang mengejar mobil yang dibawa Sean.


Aksi kejar kejaran kembali terjadi hingga mereka tiba di sebuah area buntu, tak ada jalan lain dan Meri serta anak buahnya yang lain berhasil mengepung mobil yang dibawa Sean


" Sialan!" umpat Sean sambil memukul kemudi mobilnya.


Meri adalah mantan angkatan laut, dia sangat ahli dalam berperang dan bela diri, kemampuannya bahkan hampir menyamai Sean meski pun dia adalah seorang wanita.


Dia keluar dari dalam mobil dengan senyuman menyeringai.


" Kau harus mati Joy!" ucapnya dengan nada sarkas.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉


__ADS_2