Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Sadar


__ADS_3

Otniel menangani Chelsea dengan sangat baik.Terjadi kerusakan kecil dibagian saraf motorik gadis itu sehingga tubuh Chelsea tak bisa bergerak karena bagian saraf yang rusak.


Dengan kehebatan dan kecanggihan teknologi saat ini, saraf itu diperbaiki dengan cepat. Otniel mampu menangani semua masalah di dalam ruangan operasi dengan sangat baik.


Hal itu tentu saja membuat semua orang kembali terkagum kagum dengan dokter psikopat itu.


Namun yang mereka tidak ketahui adalah bagaimana perjuangan Otniel untuk bisa sampai pada titik itu.


Dia menjadi seorang dokter karena harapan Otniel kecil adalah menjadi seorag dokter yang hebat,sebab ayah angkatnya dulu Sir Petra sering sakit sakitan, bahkan mereka tak memiliki biaya yang cukup meski Sir Petra waktu itu adalah anggota kepolisian di Jerman.


Sir Petra waktu itu memiliki utang yang harus dia bayar, hutang yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya di masa lalu dan malah dilimpahkan pada dirinya.


Melihat keadaan Sir Petra yang menyedihkan membuat Otniel berinisiatif menjadi seorang dokter, dia ingin membuat ayah angkatnya sehat dan kuat, dia ingin membuat Ayah angkatnya berumur panjang.


Otniel berjuang mati Matian untuk belajar, meski awalnya fasilitas belajar tidak memadai, namun seiring berjalannya waktu Sir Petra juga semakin bangkit dan berhasil menambah pundi pundi keuangan dan bisa memberi fasilitas yang lengkap untuk Otniel.


Melihat semangat belajar Otniel dan melihat semangat bekerja Ayah angkatnya, kedua orang ini berjuang mati Matian.


Otniel memang anak yang cerdas, dia bahkan mampu menyelesaikan semua soal matematika tingkat mahasiswa saat usianya masih 14 tahun benar benar seorang jenius yang lahir dari ratu cerewet dan pria dingin.


Bukan hanya dalam bidang akademik, dia berhasil dala banyak bidang dan menghasilkan sejumlah prestasi besar baik skala nasional maupun internasional.


Dia menjadi dokter termuda dengan segudang prestasi, jam terbang yang tinggi dan banyak pengalaman.


Beruntung Otniel bertemu dengan ketiga sahabatnya yang selalu mendukung nya dalam segala situasi. Menjaga dan menjadikannya seperti seorang adik kecil yang butuh dimanja oleh kakak kakaknya.


Jika bersama ketiga pria menyeramkan dengan sejuta pesona itu, Otniel akan berubah menjadi anak anak, menjadi si bontot yang suka mengganggu kakak laki lakinya.


Melontarkan candaan, mengejek dan melakukan banyak hal bersama mereka. Tetapi saat dia sendiri di luar, figur kekanakan itu sontak berubah menjadi figur seorang malaikat pencabut nyawa, bahkan siapa pun tak akan pernah berharap untuk menyinggung pria menyeramkan itu.


Otniel memiliki dua sisi yang berbeda dalam dirinya. Meski demikian,


Mereka berjuang dengan sekuat tenaga hingga bisa sampai pada puncak itu. Jadi, ketika ada orang yang mengejek Otniel dan merendahkan dirinya, maka orang itu tidak tau apa apa tentang Otniel.


Otniel menyelesaikan tugasnya dengan baik. Janjinya pada sang ayah angkat untuk menjadi seorang dokter yang bertanggung jawab atas kehidupan pasien yang dia tangani.


Semuanya bertepuk tangan dengan hasil kerja Otniel pria itu berhasil, dia menyelamatkan Chelsea dari kecelakaan serius yang menyebabkan saraf nya terganggu.


Chelsea dipindahkan ke ruangan pasien, mereka tinggal menunggu Chelsea sadar untuk mengetahui apakah operasi yang mereka laksanakan berhasil.


Otniel tampak duduk di ruangan inap Chelsea, dia menunggu gadis itu disana, dia tak akan beranjak sampai dia memastikan kalau Chelsea benar benar telah membaik.


Dia duduk sambil mengepalkan tangannya yang gemetaran semakin kuat. Duduk dengan tenang, menjaga pikirannya agar tetap fokus dan tenang.


Tok.. tok...


Terdengar suara pintu masuk di ketuk, Otniel menoleh, tampak Diandra masuk ke dalam kamar inap Chelsea sambil membawa paper bag di tangannya.

__ADS_1


"Kamu datang? sama siapa?" tanya Otniel pada Diandra.


"Sama kak David dan Kak Vasko, mereka lagi ngomong sama kak Varrel, kami menyaksikan operasi yang kakak lakukan tadi," jelas Diandra sambil duduk di samping Otniel.


"Ahh aku paham," ucap Otniel.


Diandra memberikan Paper Bag itu pada Otniel.


" Pakaian ganti dan makan malam mu kak," ucap Diandra.


"Terimakasih Dian," ucap Otniel sambil menerimanya dengan senang hati.


"Bagaimana dengan dia kak?apa operasinya berhasil?" tanya Diandra.


Otniel menatap Diandra," Kau pasti sudah tau kenapa aku disini," ucap Otniel.


Diandra mengangguk paham, jika tingkat keberhasilan operasi besar, maka Otniel tidak akan tinggal dan menunggu pasien yang dia operasi, dia akan menyerahkan sisanya pada dokter lain dan memantau dari jauh.


Namun untuk kasus Chelsea, Otniel tidak bisa pergi begitu saja sebab ini masalah yang sangat kompleks.


Keberhasilan Operasi Chelsea memiliki perbandingan 50 :50 yang artinya kesempatan untuk pulih seperti semula berbaring sama dengan kegagalan operasi. Hal ini membuat Otniel gugup, dia akan tenang jika dia menunggu di ruangan itu.


"Aku yakin dia akan sembuh kak, jangan khawatir, " ucap Diandra sambil menatap gadis itu, gadis yang memiliki kesan tersendiri pada Diandra.


"Si gadis parfum ini benar benar menarik," gumam Diandra.


"Anak anak aman di rumah kak Vasko, bersama Joy dan juga Kakak kembar yang tadi tiba di rumah, mereka bilang mereka akan menjaga Anak anak karena tau kita dalam kea genting.


Joy tak bisa ikut karena Jacob masih demam, mereka aman kok," jelas Diandra.


"Wahh bagaimana mereka bisa tau? apa mereka itu hantu yang bisa ada dimana mana? " celetuk Otniel.


Diandra hanya terkekeh, memang segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka pasti bisa diketahui oleh si kembar.


Akhirnya Otniel menunggu di dalam ruangan itu, tak ada keluarga yang berkunjung sebab Chelsea hidup seperti tak punya keluarga di kota itu.


...****************...


Hari berlalu, pagi kembali menguasai langit, Tampak suasana pagi di rumah sakit benar benar sibuk dengan tugas rutin di pagi hari.


Di dalam ruangan kamar inap Chelsea tampak seorag pria berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dia terus memandangi wajah gadis itu sejak dia bangun dari tidurnya.


"Kenapa nasibmu malang sekali Chelsea? keluarga hancur karena harta, ditinggalkan kekasih karena jelek, dikhianati sahabat sendiri dan sekarang bahkan kau disiksa oleh teman mu, kasihan," gumam Otniel yang tak habis pikir dengan semua kejadian yang menimpa Chelsea.


"Bagaimana kau bisa bertahan selama ini? bahkan prestasi mu bisa tetap dalam angka stabil," ucapnya lagi.


Setelah kepergian Diandra dan sahabat sahabat nya semalam, Otniel langsung mencari tau tentang jati diri Chelsea. Dia membaca banyak informasi tentang gadis malang itu. semuanya dia baca satu persatu dan dipahami.

__ADS_1


Otniel mencari semua info dengan mengorbankan jam tidurnya lagi, tangannya semakin tak terkendali dan rasa sakit di tangan pria itu semakin menjadi jadi.


Namun seolah tak mempan, dia tetap mencari dan mencari tanpa peduli kesehatannya..


Otniel masih berdiri, mengabaikan rasa sakitnya menunggu Chelsea sampai gadis itu sadar.


"Dok, istirahatlah dahulu, biar kami yang menjaga," ucap Jerry yang beberapa menit lalu datang kesana untuk mendampingi kepala departemennya.


"Tak apa, aku akan menunggu sedikit lagi," ucap Otniel.


Jerry hanya bisa pasrah, Otniel memang keras kepala.


Tiba tiba Chelsea membuka matanya dengan perlahan, mengedipkan matanya beberapa kali .


"A.... Air..." gumam gadis itu sambil mengangkat pelan tangannya.


Otniel terkejut begitu juga dengan Jerry, dengan cepat Otniel mengambil air putih dan membantu Chelsea untuk minum.


"Akhirnya kau sadar!" ucap Otniel dengan nada bahagia.


Otniel mengecek kondisi Chelsea, membantu gadis itu menggerakkan tangan, kaki dan bagian tubuhnya yang lain.


Dan hasilnya tidak mengecewakan, operasi berhasil dan Chelsea sudah kembali normal.


"Dok anda berhasil!!" seru Jerry dengan wajah gembira bahkan Chelsea pun turut senang karen Opera yang dia jalani semalam berhasil.


"Syukurlah dia kembali normal, " ucap Otniel dengan ekspresi datar seperti biasa.


"Chelsea, kau sudah membaik, aku sudah menepati janjiku,"ucap Otniel.


"Terimakasih dok, terimakasih banyak," ucap Chelsea seraya menggenggam tangan Otniel. Pria itu tak marah, dia membiarkannya dan tersenyum tipis.


"Kalau begitu aku keluar dulu, " ucap Otniel yang dianggukkan oleh mereka berdua.


Otniel berjalan menuju pintu keluar, namun tiba tiba....


Brukk....


"Dokter!!" pekik Jerry dan Chelsea bersamaan saat melihat pria itu ambruk di atas lantai dengan wajah pucat.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2