Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Pembalasan


__ADS_3

Terdengar suara teriakan dari ruangan gelap di dalam Bar XX. lima orang disekap di dalam ruangan itu dengan kondisi menyedihkan. Lampu sengaja dimatikan dan mereka belum dieksekusi.


Drap... drap... drap


Deru langkah kaki yang terdengar tegas menggema di seluruh ruangan yang kini menjadi kosong setelah dieksekusi oleh anak buah ketiga raja singa yang kini siap untuk mengamuk dan membalaskan perbuatan orang orang bajingan yang mereka sekap di ruangan itu


" Covid, Baskom, apa aku sudah tampan hmm?" celetuk Joel sambil memeriksa penampilan nya


Vasko dan David memutar malas kedua bola mata mereka, teman tanpa akhlak ini benar benar membuat kesal. bisa bisanya dia mengejek mereka berdua di saat seperti ini .


" Kemari kau bocah tengil!" ketus Vasko sambil mengapit kepala Joel di bawah lengannya, pria itu selalu saja membuat kesal sama seperti Otniel


Pletak... Pletak!


David memukuli kepala Joel dengan wajah kesal, apa namanya kurang jelas sampai di sebut Covid dan Baskom oleh si kunyuk itu? ada ada saja kau Joel.


" Arrkkhhh... sakit... sakit ampun suhu ampun uhuk ..uhuk... ku bilangin Diandra tau rasa kalian berdua aarrrhhhkkkk...." teriak Joel sambil memukul lengan Vasko.


Mendengar nama Diandra Vasko dan Davi menghentikan aksi mereka.


" Dasar bocah tengil, sekali lagi kau plesetkan nama kami ku gantung kau di alun alun kota!" ketus Vasko dengan nada kesal.


Victor dan anak buah mereka yang lain menatap ngeri ke arah ketiga orang itu, bisa bisanya mereka bercanda di situasi panas dan menegangkan seperti saat ini.


"Benar benar psikopat, mereka masih sempat bercanda di situasi ini, dan apa itu? begitu mendengar nama wanita itu mereka langsung diam, sebenarnya seberapa hebat wanita itu sampai bisa mengendalikan ketiga monster gila ini?" batin Victor.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan dimana Max dan rekan rekannya disekap.


" Hehehehe.... saatnya memberi pelajaran pada anak anak iblis," seringai menyeramkan muncul di wajah Joel begitu memasuki ruangan gelap itu.


" Istriku juga dibawa bawa, lihat apa yang akan kulakukan," ucap David.


" Saatnya bermain," gumam Vasko.


Pintu di buka dengan kasar, ruangan begitu gelap, tak ada cahaya setitik pun disana, belum lagi bau alkohol sangat menyengat di ruangan itu.


"Siapa itu... lepaskan kami, lepaskan kami!!" pekik Vivi sambil menangis ketakutan, suaranya terdengar lirih.


" Diaman kalian bajingan, kalian berani beraninya membekap kami disini," pekik Sorang pria namun bukan Max.


" tolong aku... arrhhh kakiku sakit, hiks hiks hiks... tolong aku... lepaskan ini sakit!!" teriak Hera.


Teriakan minta tolong dan meronta ronta kesakitan sontak memenuhi ruangan itu.


Tap....


Lampu ruangan dinyalakan, seketika suasana menjadi cerah. Max tampak terkulai lemas di atas lantai dengan rantai yang membelit tubuhnya, wajahnya berdarah tubuhnya terluka akibat ulah Joel.

__ADS_1


Hera juga demikian, kaki dan tangan nya diikat ke tiang penyangga menggunakan rantai, Vivi, dan dua rekan mereka yang lain juga diperlakukan sama.


" Bagaimana? sakit tidak hah?" Joel berbicara dengan suara menusuk dan menyeramkan, seolah menyerukan bisikan kematian ke telinga mereka.


Vivi, Hera dan teman mereka Kiki bergetar ketakutan saat melihat tiga pria buas itu masuk ke dalam ruangan.


"Aku tidak berniat untuk memukul wanita, tapi apa yang kalian lakukan pada kekasihku sudah di luar batas kemanusiaan!" ucap Joel sambil menatap tajam ke arah mereka berlima.


"Ke... kekasih?"gumam mereka.


"Bu.... bukannya dia adalah kekasihnya Bobby? " ucap Vivi terbelalak.


Joel tak menanggapi, " Ambil air!" titah Joel pada anak buahnya.


Anak buah mereka langsung menurut dan mengambil air sesuai permintaan bos mereka.


Joel mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam kantongnya," kalian lihat ini?" Joel mengarahkan botol itu pada Mereka .


" Heh apa kau mau menggunakan itu? benda itu akan langsung membakar kulit mereka, belum lagi di kulit mereka pasti banyak bekas parfum dan bedak, mereka bisa terbakar," ucap David dengan suara keras.


Mendengar kalau benda yang dipegang Joel bisa membakar kulit mereka, ketiga wanita di ruangan itu sontak berteriak histeris.


" Ck .. kenapa juga kau membocorkan itu?" ucap Joel dengan wajah kesal


"Permainan mereka ini," Batin Vasko yang memperhatikan kedua pria itu.


" Ya maaf, itu kan mudah terbakar heheh," David malah tertawa menyeramkan disana.


"Utututu... jangan menangis, yabg psikopat siapa bangsat!!"umpat Joel sambil melemparkan sebuah garpu dan hampir menembus kepala Hera.


Sraakk... Takk..


Hera terbujur kaku saat Garpu itu menempel di dinding di belakangnya tepat berjarak satu centimeter dengan kepalanya, salah sedikit kepalanya sudah menjadi sarang garpu.


suasana seketika menjadi tegang, Rekan Hera yang lain tak berani berkutik saat melihat hal itu langsung di depan mata mereka.


" Kenapa diam heh?" ucap Joel sambil berjongkok di depan Hera.


Hera diam membeku sambil bergetar ketakutan, dia menggeleng dengan bibir bergetar, buliran air mata menetes membasahi pipinya, belum lagi rasa sakit di kakinya sangat menyiksa.


" Heh... hahahah.... haacuiihhh!!!" Joel meludah ke lantai, dia berdiri, pria itu meneteskan isi botol kecil itu ke dalam semua ember berisi air yang dibawa oleh anak buahnya.


Dia mengambil sebuah tongkat dan mengaduk aduk isi ember-ember itu dengan tersenyum menyeramkan.


" Apa kau akan melakukan itu?" tanya Vasko.


" Tentu saja," jawab Joel.

__ADS_1


" Hmmm kalau begitu aku ingin menyiram pria bangsat itu, sepertinya enak bermain main dengan dia," ucap Vasko.


" Kalau begitu bagianku pria satu lagi hahahah," David tertawa sambil mengangkat seember air yang sudah diisi dengan cairan tadi.


" Heh kalian ini, mereka semua bagianku!" ketus Joel.


" Diamlah, istriku jadi sasaran mereka aku tak akan membiarkan orang orang seperti mereka berkeliaran," ucap David.


" Kau pikir hanya kau saja yang mau memberi pelajaran pada mereka, dasar bodoh!" ketus Joel yang tau taunya sudah berdiri disana dengan seember penuh air yang sudah bercampur cairan dari botol kecil itu.


" Ck... " Joel mendengus kesal, tapi tak apalah berbagi mangsa pada sahabat sahabatnya itu yang terbaik.


Mereka berdiri di depan mereka semua, mata kelima orang itu terbelalak mereka tak bisa berkutik, bergerak saja sulit.


Byuuurrrr.....


Mereka bertiga menyiramkan air di dalam ember itu ke tubuh kelimanya. Mereka meronta ronta, rasa takut karena efek cairan itu kini memenuhi kepala mereka.


Beberapa menunggu reaksi, Vasko dan David menatap Joel dengan wajah kesal.


" Kau mempermainkan kami ya?" ketus David.


"Ehh... tunggu apa aku salah obat ya?" ucap Joel sambil mengeluarkan botol cairan itu dari kantongnya.


" Astaga aku salah!" pekik Joel.


Hera dan yang lainnya bernafas lega karena mereka tidak merasakan efek yang dikatakan oleh Joel tadi.


" Joeeelll!!" pekik David dan Vasko, mereka pikir bisa menyaksikan tubuh mereka dilalap cairan membakar itu, tau taunya Joel malah salah cairan.


" Hehehehe... ya maaf, "


" Ummm ambilkan tepung,!" titah Joel dan tepung sudah stanby disana.


"mau buat kue?" celetuk Vasko.


" Heheheh... lihat reaksinya nanti," kekeh Joel dengan seringai.


" Tumpah kan tepung itu ke tubuh mereka!" ucap Joel dan langsung dilakukan oleh anak buahnya.


Saat tepung itu mendarat di kulit mereka, tiba tiba kelima orang itu berteriak kesakitan seperti sesuatu mulai membakar kulit mereka, sepertinya cairan itu bereaksi dengan tepung yang kaya dengan protein.


" Arrkkhhhh.... sakit... kulitku terbakar, uhuk....uhuk... uhuk... tenggorokanku," mereka semua meronta-ronta kesakitan.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2