
📍 Kediaman Keluarga Park,
Terdengar suara langkah kaki kesana kemari menandakan kalau rumah besar itu sedang sibuk saat ini. Langkah kaki kesana kemari, suara memerintah, tawa dan suara suara lainnya menggema di rumah besar Park dimana semua orang kini sedang berkumpul disana.
"Maaaa... boxer Niel yang merah ditaruh dimana?" suara teriakan Otniel dari lantai dua terdengar ke seluruh penjuru ruangan itu.
"pffftthhh bwaahahhahaha...." semua orang tertawa terbahak bahak mendengar teriakan Otniel, persis seperti anak kecil yang harus diurus segala perlengkapannya.
"Mah anakmu tuh, bantuin gih hahah... malu maluin," kikik Gama seraya memegang bahu Luna.
"Astaga anak itu ya, bener bener ngeselin, masa iya Edward lebih mandiri dari bapaknya? ya ampun!!" gerutu Luna sambil menatap Edward yang sudah selesai berpakaian sejak tadi dan kini sedang menemani Emily, Jacob dan sepupu sepupunya yang lain untuk makan bersama.
Edward yang tertua diantara mereka semua, dan tentu saja anak anak itu menurut padanya yang memang penuh kasih itu.
"Hahahah... itu kebiasaan si Niel Ma, letakin barangnya sembarangan, aku heran gimana nanti istrinya mengurus dia kalau begitu terus," celetuk Christan.
"ck... gak usah urusin adikmu, menantu Mama mana? kok ya gak ada sampai sekarang hmmm? gimana sih, adeknya udah mau nikah, Abang abangnya udah umur tiga lima malah asik ngejomblo!" gerutu Luna.
"hehehe.... kita gak jomblo loh ma, cuma butuh waktu yang tepat hehheh..." imbuh Christopher yang sedang merangkai mahkota bunga untuk anak anak disana.
"ngeles aja terus, ngeles, dasar perjaka tua," ketus Luna sambil melangkah ke lantai dua, mengurus putranya yang kekanakan itu.
"Son, jangan membuat Mama kalian sedih, segera lamar mereka, Papa tau kalian berdua sudah punya calon, jangan digantung terus hubungannya, " bisik Gama yang membuat si kembar terbelalak.
"Dia Aurel kan?" bisik Gama pada Christopher," dan Reva adik Diandra kan?" bisiknya lagi pada Christan.
"ba.. bagaimana Papa Tau?" tanya mereka berdua dengan mata terbelalak.
" Tentu papa tau, Papa tau semua yang kalian lakukan nak, selama Papa dan Mama hidup, segala sesuatu tentang kalian selalu dalam pengawasan kami, tapi untuk yang ini Papa belum beritahu pada Mama," jelas Gama.
"kenapa Pa?"
"Dia akan langsung menikahkan kalian hari ini juga saat tau kalau kalian menikah, bahkan membuat kekacauan di seluruh rumah besar, membatalkan semua janji temu, memaksa semua keluarga datang dan banyak lagi hal gila yang bisa Mama kalian lakukan, dan itu akan membuat dia kelelahan," jelas Gama.
"Kalian Taulah sifat Mama kalian seperti apa," ucap Gama seraya menepuk bahu si Kembar saat melihat Reva dan Aurel tampak cantik dengan dress yang mereka kenakan berjalan berdua sambil membawa cemilan di tangan mereka untuk dibagikan ke semua orang.
"Sana, hampiri kekasih kalian," ucap Gama.
"Papa benar benar tak bisa dibohongi!" celetuk Christan.
__ADS_1
"keahlian papa nak, heheh..." kekeh Gama sambil berjalan menuju tempat duduk cucu cucunya yang menggemaskan.
Sementara itu si mama Gorrilla sedang bad mood karena pakaian nya yang dulu masih muat kini tak bisa lagi dipakai karena sudah kekecilan mengingat dia sedang mengandung.
"Sayang please pakai yang ini ya, kamu pakai apa aja cantik kok!" bujuk David.
Diandra merajuk, bibirnya mengerucut, pipi ya menggembung menandakan kalau dia sedang kesal. Padahal pakaian itu memang terlalu sempit untuk Ibu hamil seperti Diandra.
"Gak mau, huh aku mau pakai yang itu, ini semua salah kakak, pakaiannya jadi gak muat hiks hiks hiks... ini karena kakak!" ketus Diandra sambil menangis di pojok sofa tak ingin menatap suaminya.
David memijit pelipisnya, mood swing Diandra benar benar parah, dia menangis sejak jam tiga sore dan ini sudah jam enam sore, selama itu Diandra merajuk pada suaminya hanya karena masalah pakaian, si Mama Gorilla memang ada ada saja.
"Sayang please, jadi kamu marah karena aku buat kamu hamil dan pakaiannya jadi gak muat gitu?" tanya David.
"Ya marahlah, kan ini salah kakak!" ucap Diandra.
"Jadi kamu gak mau ada anak kita di rahim kamu, lagi? benar benar gak mau?" tanya David sambil duduk di depan kaki istrinya dan menatap Diandra dengan tatapan serius.
"Ya aku maulah, aku mau punya Baby lagi, masa gak mau," ketus Diandra.
"Terus kenapa.kamu marah karena pakaiannya gak muat? dan nyalahin aku sayang? itu Sama aja kamu gak mau ada Baby disini," ucap David sambil mengusap perut istrinya yang mulai membulat.
David hanya bisa geleng geleng kepala," dasar kamu ini, udah pakai aja yang aku pilihkan kamu akan cantik dengan pakaian itu," ucap David.
"Mama mau kan ? mau kan sayang?" tanya David sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Diandra. Wanita itu mengangguk sambil menatap suaminya.
Tiba tiba...
Cup..
Sebuah kecupan mendarat di bibir David membuat pria itu terbelalak dengan kelakuan istrinya yang benar benar di luar dugaan.
"Astaga kamu ini ya, suka sekali menggodaku!" ucap David seraya menepuk pucuk kepala istrinya dengan lembut.
"pengen aja heheh, manis banget soalnya," kekeh Diandra sambil bangkit berdiri, hanya berkomunikasi seringan itu berhasil mengembalikan mood Diandra.
Sementara pasangan itu bersiap setelah melewati drama di Ibu muda yang tiada habisnya itu, di ruangan kamar Otniel sudah terlihat bagai kapal pecah.
"ck... kemana sih, harus pakai yang itu!!" gumam Otniel sambil membongkar pakaiannya di dalam lemari, masih dengan pencarian yang sama yaitu menemukan si boxer merah kebanggaan Otniel.
__ADS_1
Boxer merah jahitan tangan desainer Itali yang diberi bordiran nama Otniel di bagian pinggangnya, dibuat dengan kain sutra yang lembut, tanpa terlihat jahitan disana.
"Astaga Niel!!!!!" pekik Luna saat melihat kamar Otniel saat ini bagai kapal pecah hanya karena perkara si boxer merah yang tak kunjung ketemu.
"Eh... kaget eh kaget... "
"Ma kenapa teriak teriak?" ucap Otniel yang mengenakan handuk mandi, belum berganti pakaian sejak tadi karena boxernya hilang, ada ada saja bapak satu anak ini.
"Kamarmu udah kayak kapal pecah dasar anak ini, ya ampun, pakaianmu berserakan di atas lantai, kasur, sofa ,di atas lemari, nyangkut di pintu, cari apa sih kamu nak!!" gerutu Luna sambil masuk ke dalam dan memungut pakaian pakaian Otniel yang berserakan di lantai.
"Boxer Merah Niel Ma, yang dari Itali, masa hilang sih, Niel harus pakai itu!!" gerutu Otniel yang masih dengan serius mencari dimana keberadaan sang Boxer andalan.
"dasar anak ini, kenapa gak pakai yang lain sih,?" gerutu Luna.
"Gak nyaman Ma, itu bahannya lembut, gak ada jahitan padahal dijahit langsung dengan tangan, ada nama Niel lagi, pokoknya nyaman," ucap Otniel dengan drama songong nya.
"Astaga anak ini keluar dari negara mana sih? ck.. ya udah biar Mama cariin!" ucap Luna.
Wanita itu pergi menuju laci pakaian di bawah tempat tidur Otniel dan...
jreng..jreng.. jreng...
Boxer Merah kebanggaan Otniel terpampang nyata di dalam laci itu.
"ck..ck..ck.. ini apa Niel? dasar kamu ini ya, apa disini belum di cek hah?" ketus Luna sambil mengangkat boxer itu.
"uwaaahhh...Mama punya kekuatan supranatural, Niel udah bolak balik nyari disana tapi gak ketemu hahahah" celetuk Otniel dengan mata terbelalak.
Luna gelang geleng kepala," oisshhh dasar kamu ini!" ketus Luna.
"mwehehehhehe... ampun DJ hahahah... Niel ganti baju ya Ma!!" kekeh pria itu sambil berjalan ke walk in Closet.
"heh kolormu Niel!" ketus Luna sambil melemparkan boxer anaknya, hadeuhh...
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉