Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Aksi Dokter Psiko


__ADS_3

📍Rumah Sakit KenRose


Ruangan Operasi,


Otniel dan semua dokter jantung yang terlibat dalam operasi besar Si Bobby kecil tengah berjuang mengobati Bobby yang kejang kejang Beberapa jam lalu.


Otniel dan timnya melakukan operasi besar yang disaksikan oleh hampir seluruh dokter dari departemen jantung dan juga departemen anak.


,


Chelsea sendiri berdiri di luar ruang operasi sambil menatap Otniel yang sedang berusaha menyelamatkan nyawa pasien.


Dia sedikit cemas saat mendengar kondisi jantung Bobby yang sudah sangat lemah, dengan sangat terpaksa mereka memajukan jadwal operasi dan donor jantung yang sudah dijadwalkan sebelumnya dan mengundur jadwal lain.


" Kenapa kau tampak sangat khawatir?" bisik salah satu rekan Chelsea.


" apa menurutmu anak itu akan selamat?" bisik rekannya itu lagi.


"Seluruh dokter disini meragukan dokter psikopat itu, mereka semua mengatakan kalau operasi ini akan menjadi akhir karir dokter Otniel dan departemen bedah jantung!" ucap seroang lagi.


Para karyawan di rumah sakit itu belum tau hubungan Chelsea dan Otniel, mereka tanpa tau apa apa justru membicarakan pria psikopat yang sedang bergelut dengan alat alat bedah itu.


Membicarakan tunangan seseorang tepat di wajah pemilik status tunangan itu sendiri.


Chelsea mengepalkan kedua tangannya, sejak masuk ke rumah sakit dia sudah mendekati rumor buruk itu, banyak yang meragukan kehebatan Otniel sebab operasi besar ini benar benar beresiko.


Para dokter yang tidak menyukai Otniel justru menyebarkan rumor palsu tentang pria itu dan mengantarkan berbagai serangan pada pria itu.


Chelsea menjadi panas hati saat mendengar fitnah tentang tunangan nya, namun saat dia melihat Otniel yang tetap tenang meski banyak desas desus tentang dirinya, Chelsea menjadi lebih tenang.


"Jangan mengatakan hal yang tidak tidak, kalau direktur rumah sakit dengar, justru karirmu yang akan hancur," bisik Chelsea dengan nada tajam.


Para rekan Chelsea terkejut dengan kata kata gadis itu, tegas dan tajam.


"cihh apa apaan kau, apa jangan jangan kau menyukai dokter psikopat itu? cihh dasar munafik!" umpat mereka sambil menggeser posisi mereka dan menjauhi Chelsea.


Gadis itu diam dan tak peduli, dia percaya kalau Otniel pasti bisa melakukannya dengan baik.


Jika di luar banyak yang bergunjing dan membuat suasana semakin tegang dan panas, maka di dalam ruangan operasi juga sama halnya.


Ketegangan terjadi diantara para dokter saat mereka berusaha menenangkan pasien yang mengalami kejang kejang.


Otniel menelan kasar kasar Salivanya dan memfokuskan pikirannya pada pasien yang sedang dia tangani.


" kita akan melakukan pengangkatan jantung pasien, semuanya bersiap!" ucap Otniel.


"Apa sudah waktunya dok?" tanya Jerry.


"Dia tak akan mampu bertahan dengan jantung ini Jerry, jantungnya rusak!" ucap Otniel lagi.


"Baik dok!" jawab mereka serentak.


Akhirnya Otniel mulai pembedahan, mereka akan mengangkat jantung penerima donor untuk kemudian di cangkokkan dengan jantung baru yang didonorkan.


Karena pasien adalah anak anak dengan penyakit jantung bawaan, Otniel benar benar harus melakukannya dengan hati hati.

__ADS_1


Dalam operasi cangkok jantung, hal paling sulit yang dihadapi oleh dokter bedah pada umumnya adalah pada fase pengangkatan jantung yang rusak dari tubuh pasien, pemotongan arteri harus dilakukan dengan sangat hati hati dan disesuaikan dengan jantung baru yang nantinya akan menempati posisi itu.


Otniel memainkan pisau bedahnya dengan sangat lihai, dia mulai membuat sayatan di dada pasien, membuka tulang pelindung dan mulai membedah.


semua orang menahan nafas mereka, menegangkan dan sangat beresiko.


Otniel Mulai prosedur pengangkatan jantung, alat pengganti kerja jantung dipasang sementara dan darah dipompa terus menerus.


" Dokter tekanan darah pasien menurun!" teriak dokter Andre.


" Tekan kantong darah pastikan darah mengalir pada tubuh pasien cepat!!! siapkan darah cadangan!!" titah Otniel.


Mereka menunggu reaksinya," tekanan darah kembali normal dok!" ucap Andre lagi.


"Baik kita lanjutkan!" ucapnya.


Otniel mengangkat jantung lama pasien, pengangkatan berhasil dilakukan dengan sempurna, kini saatnya adalah bagian pencangkokan jantung baru ke tubuh pasien.


Pada fase ini tidak sesulit prosedur pengangkatan, sebab jantung akan disesuaikan letaknya dan hanya menerima beberapa jahitan saja.


Otniel melakukan semuanya dengan baik, dia berhasil mencangkok jantung baru ke tubuh anak itu.


Mereka menunggu reaksinya namun jantung itu tak juga berdetak, ketegangan kembali menyelimuti ruangan Operasi.


Operasi pencangkokan jantung memang memiliki risiko besar, antara jantung baru yang menolak tubuh barunya, resiko penurunan tekanan darah yang bisa mengakibatkan kematian.


Semuanya menahan nafas ,kantong darah di tekan agar darah tetap mengalir dan pasien bertahan selama operasi.


Beberapa saat merek menunggu namun jantung pasien tak juga berdetak.


"Dok tanda kesadaran mulai menurun!" ucap Andre.


Chelsea menatap tunangannya sambil menggigit jarinya, dia juga merasakan gugup dan takut kalau Otniel gagal tapi dia percaya kalau tunangannya pasti bisa melakukannya dengan baik.


"Kau bisa, kau pasti bisa, ayo... ayo kau pasti bisa!!" gumam Chelsea sambil berjalan mondar mandir di depan ruangan pengawasan itu.


Otniel terdiam," Ambil alat kejut jantung!" titah Otniel .


dua buah benda logam panjang yang dihubungkan dengan mesin listrik atau yang biasa disebut defibrilatilor diberikan pada Otniel.


Alat kejut jantung dengan bentuk batangan logam itu di tempelkan ke jantung pasien, Mesin dinyalakan, arus listrik disesuaikan, jantung dialiri listrik.


Jrrt....jrrt..


dua kali percobaan dengan alat kejut jantung namun tak juga bekerja dengan baik.


"Kesadaran pasien semakin menurun, tanda tanda vitalnya drop dok!" ucap Andre yang kini mulai panik.


"sial, terpaksa begini!" ucap Otniel.


Pria itu menarik nafas, dia memutar pergelangan tangan, perlahan tangannya terulur dan masuk ke dalam rongga dada pasien, dengan lembut dia menekan jantung pasien di dalam rongga dadanya.


Semua orang terbelalak dengan cara ekstrim yang dilakukan oleh Otniel, dia menekan nekan jantung itu untuk membuatnya kembali bekerja dengan benar.


"ayolah kumohon, kau harus bertahan demi anak ini c'mon!' gumam Otniel sambil menekan nekan jantung itu.

__ADS_1


Waktu telah habis, tanda vital semakin menurun, darah tak lagi mengalir dengan lancar.


"dok sepertinya kita sudah kehilangan pasien!" ucap Jerry sambil menunduk lemah.


Otniel tidak percaya, dia diam, menarik kembali tangannya dan menatap wajah pucat anak yang dia operasi itu.


Entah apa yang kini dipikirkan pria itu, tapi dia berharap Bobby kecil bertahan.


"Ayolah..." gumamnya.


Monitor tak lagi menunjukkan aktivitas vital pasien, seluruh petugas medis terdiam, mereka gagal melakukannya, gagal dan sudah berakhir.


"Dok, tanda vitalnya tak ada lagi," ucap Andre lesu.


suara monitor berbunyi menandakan pasien tak selamat.


Otniel masih diam dia menatap anak itu, sekali lagi tangannya masuk ke rongga dada anak itu dan menekan lagi jantung itu.


"kau pasti bisa, kau harus bertahan Bobby, kau harus jadi dokter seperti yang kau katakan!" ucap Otniel yang berjuang di sisa waktu yang dia miliki.


Semua orang menatap kasihan pada dokter psiko itu.


"Dokter Niel kau pasti bisa, selamatkan pasien!" suara Chelsea terdengar melalui penyambung suara dari luar ke dalam ruang operasi.


Mendengar suara kekasihnya membuat Otniel percaya diri, dia masih berharap kalau Bobby bisa bertahan


Keringatnya berjatuhan, dia menahan nafasnya, dia tak ingin anak itu meninggal di meja operasinya.


"Ayolah nak!!" teriak Otniel.


"sudah dok pasien sudah tak bisa diselamatkan !" ucap dokter Aris yang juga bergabung dalam operasi itu.


Otniel menarik tangannya dia benar benar berharap Bobby berhasil bertahan.


"dia belum mati!" ucap Otniel .


tiba tiba....


titt... titt.. titt..


suara monitor penunjuk detak jantung pasien kembali berbunyi menanda aktivitas jantung telah kembali.


Semua tercengang, Otniel dan Chelsea menarik nafas lega. Otniel benar benar senang saat jantung pasien mulai bekerja.


"Arrhh kau berhasil nak!" ucap Otniel dengan senyuman lega di wajahnya.


Para petugas yang turut serta dalam operasi itu tak menyangka akan terjadi keajaiban seperti ini, bahkan seluruh dokter yang menyaksikan dibuat tercengang.


"kita berhasil!" gumam Otniel sambil menatap kekasihnya yang tersenyum bangga pada dirinya.


"Kau berhasil Niel, tak salah kau dijuluki dokter psiko!" batin Chelsea yang lega karena pasien berhasil di selamatkan.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2