Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Joy feel Joy


__ADS_3

Bella dan rekannya duduk di dalam ruangan asisten David yang bergaya klasik, terdapat pedang samurai disana dan beberapa ornamen yang membuat suasana sedikit menyeramkan.


Penataan ruangan yang klasik persis seperti ruangan pria, ada beberapa dokumen yang terletak di atas meja, tak ada bunga sebab wanita pemilik ruangan itu tidak menyukai bunga.


Ada tempat bermain game dan kursi pijat juga disana sungguh sebuah fasilitas yang sangat lengkap.


Dan yang menyediakan itu semua bukan Joy tetapi David, karena kegabutan pria itu dia membelikan semua peralatan itu untuk Joy, jika aslinya sudah keluar maka dia akan lebih kocak dari Joel dan Otniel tetapi kejamnya seperti Vasko.


Beberapa saat lalu kedatangan mereka di sambut oleh sekretaris David dan mereka diarahkan ke ruangan Joy.


Mereka duduk di dalam ruangan itu sementara Joy belum keluar dari ruangan pribadinya.


"Kenapa suasana di dalam ruangan ini begitu mencekam, bukannya asisten tuan Nicholas itu seorang wanita? Kenapa ruangannya menyeramkan seperti ini?" Bisik Bella pada rekan kerjanya yang merupakan orang kepercayaan tuan Brandon.


"Semua orang punya selera sendiri nona, " bisik wanita itu yang malah membuat Bella kesal karena selalu saja dia mati kata jika berbicara dengan perempuan itu.


"Ck... Kau sangat kaku Reva, Ka benar benar kaku!" Ejek Bella namun tidak ditanggapi oleh wanita itu, dia hanya memasang wajah datar saja karena dia tidak begitu menyukai Bella, gadis manja yang selalu menghabiskan uang dan berfoya foya, lebih tepatnya dia membenci wanita itu.


Pintu sebuah ruangan terbuka, kedua orang itu menoleh ke arah pintu itu.


Seorang wanita dengan rambut pendek yang sangat anggun melenggang keluar dar dalam ruangan itu, dia mengibaskan jasnya, Joy keluar dari ruangan itu, damagenya seperti seorang bos besar dengan wajah tegas dan dingin.


Kemeja putih bersih dengan celana panjang biru tua yang menutup pinggangnya, sabuk cokelat yang sangat sempurna dipadukan dengan heel senada dengan sabuknya.


Rambutnya dikuncir sehingga menyisakan anak rambut yang menjutlntai di di atas lehernya, make up natural dengan lipstik pink lembut membuatnya tampak cantik sekaligus elegan.


Tuk... Tak... Tuk... Tak


Langkah kaki wanita itu terdengar cepat dan tegas, dia berjalan mendekati mereka berdua," maaf menunggu lama, apa yang bisa saya bantu," ucap Joy yang langsung duduk sambil melipat satu kakinya dan menatap ke arah mereka dengan aura yang benar benar kuat.


"Siapa wanita ini? Kenapa dia sangat menyeramkan, auranya begitu kuat dan tegas aku tak pernah menemui wanita seperti dia sebelumnya," batin Bella yang malah mengamati penampilan Joy dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kemejanya dan celananya keluaran Chan**, sabuknya dari Yve S.L, sepatunya Cel**** dan lihat kalungnya itu keluaran BVLGARI, jika dinilai semuanya Mahal, siapa sebenarnya dia ini?" Batin Bella.


"Sebelumnya perkenalkan saya Reva dan beliau nona Bella dari Aniston Company, Maksud kedatangan kami ingin memberikan proposal proyek kerja sama dengan perusahaan Moto.Tech, kerja sama dalam cabang bisnis yang akan kami buka yaitu pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan makanan, setahu kami perusahaan ini sedang membuka cabang bisnis lain yang berkaitan dengan mesin, " ucap Reva to the point.


Joy tersenyum tipis, dia menyukai cara kerja wanita itu namun membenci perempuan di samping Reva tentu saja karena dia tau siapa wanita munafik itu.

__ADS_1


Wanita yang membuat istri kakaknya menderita.


"Ahhh jadi ini sebuah penawaran kerja sama, hmmm.... Baiklah tinggalkan proposalnya di atas meja akan ku sampaikan pada tuan Nicholas, jika dia menyetujui maka kalian akan dipanggil," ucap Joy yang tidak tertarik dengan proposal itu.


"Apa tidak sebaiknya anda melihatnya dulu? " Uacp Bella yang tidak mengerti situasinya saat ini. Reva melirik kesal ke arah Bella ,"benar benar pengacau!" Umpat Reva di dalam hati, Hampir saja Joy tertawa terbahak bahak melihat betapa kesalnya wajah Reva saat ini.


"Aku tidak terbiasa membaca, sebaiknya Nona Bella jelaskan!" Ucap Joy dengan seringai licik di wajahnya.


Sebenarnya beberapa saat lalu dia dikirimi pesan oleh David untuk memberi sedikit pelajaran pada Bella, padahal sebenarnya jika belum ada janji mereka tak akan di beri ijin memasuki ruangan Joy.


Oleh karena itu, Joy memilih untuk sedikit bermain main dengan Bella.


Mendengar itu membuat Bella terbelalak, menjelaskan proposal? Apa itu? Yang Bella tau hanya menghabiskan uang untuk hang out dan membeli pakaian serta perhiasan mahal sampai dia hapal seluruh harga barang branded di pasaran.


Baru kali ini ada yang memintanya untuk.menjelaskan sendiri isi proposal itu sungguh sebuah hal yang tak pernah terpikirkan oleh Bella sebelum datang ke perusahaan itu.


"Silahkan nona, " ucap Joy sambil melipat kedua tangannya.


Reva sendiri tersenyum tipus saat melihat wajah Bella yang berubah pias, mana bisa wanita boros itu menjelaskan isi proposal itu, yang dia tau hanya menghabiskan hasilnya.


"Dia benar benar membuat malu si pembuat masalah ini," batin Reva sambil melirik Joy yang menatap Bella dengan tatapan menyeringai.


Bella mengubah posisinya, seorang nonamuda Aniston tak boleh kalah, dia menatao joy tak kalah sinisnya.


"Ternyata asisten tuan Nicholas benar benar punya perangai buruk ya, anda tidak menghargai klien anda, sungguh tidak punya etika!" Balas Bella mencoba membela dirinya dan mempertahankan harga dirinya yang sangat tinggi itu.


"Hahahhahahah.... Sejak kapan perusahaan kecil kalian itu klien kami? Hei nona, jangan kebanyakan mimpi, sadarlah sadar ini sudah siang, proposal kalian saja belum kuserahkan suda berani mengejekku, hahahahhaha sungguh besar nyali anda Bella Aniston hahaha" Joy tertawa dengan suara menyeramkan.


"Kau!!"


"Nona, " ucap Reva menghentikan Bella yang sudah bangkit berdiri ingin memukul Joy.


"Jika nona melakukan ini maka tuan besar akan sangat murka, kerja sama ini bisa batal dan kita tidak bisa dapat apa apa," bisik Reva sambil menarik Bella agar duduk kembali.


"Mohon maaf atas sikap nona Bella, nona," ucap Reva.


"Dia masih baru dalam industri ini jadi masih harus banyak belajar," sambung Reva.

__ADS_1


"Pantas saja perilakunya tidak terpelajar, " gumam Joy.


"Hmm... Baiklah, apa masih ada yang bisa saya bantu?" Tanya Joy.


"Tidak nona, kami hanya berharap proposal ini diterima," ucap Reva.


"Baiklah akan ku sampaikan," ucap Joy.


"Kami permisi nona dan terimakasih atas waktunya," ucap Reva.


Bella dan Rev bangkit berdiri begitu juga dengan Joy, mereka saling menunduk hormat namun tidak untuk Bella.


"Semoga kita dipertemukan dalam permainan yang tepat nona Bella Bessara," bisik Joy yang membuat mata Bella terbelalak.


Mereka keluar dari ruangan itu, Bella benar benar terdiam saat mendengar nama aslinya di sebut oleh Joy.


"Da... Darimana dia tau?" Batin Bella yang tampak gugup.


"Ahhh... Nona Reva, jika anda ingin mencari suasana baru, silahkan hubungi saya" ucap Joy sambil menyelipkan kartu namanya ke kantong jas Reva.


"Dengan senang hati Nona," ucap Reva.


Setelah kepergian mereka, Joy tertawa terbahak bahak mengingat wajah pias wanita itu, dia segera menghubungi David.


"Hahahahah halo kak, bagiamana menurutmu apa itu cukup untuk membalas perbuatannya pada kakak ipar?" Tanya Joy.


"Ck... Ck... Ck... Kau sedikit berlebihan tapi aku suka, kita akan membalasnya pelan pelan Joy, nikmati permainan ini," ucap David dari seberang sana.


Ternyata dia mengawasi mereka melalui kamera tersembunyi yang disambungkan David ke ponselnya.


"Ini menyenangkan hahahahah, tapi aku tak sabar ingin bertemu kakak ipar!!!" Seru Joy dengan suara antusias.


"Kau akan bertemu dengannya segera," ucap David.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉😉😉


__ADS_2