
Seluruh keluarga kini tau kondisi kesehatan Joy, semuanya turut sedih namun mereka menunjukkan dukungan mereka pada Joy.
Justru mereka membuat wanita itu banyak tertawa bukan terbeban dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya saat ini.
Jacob yang tau Momnya sedang sakit juga ikut sedih bahkan saat mendengar kalau Momnya sedang sakit anak lelaki yang berwajah dingin itu langsung menangis.
Beruntung ada Edward yang memeluknya dan membuatnya lebih tenang. Anak kecil ini sangat sulit didekati hanya orang orang tertentu yang berhasil menembus dinding pertahanan Jacob.
Otniel sudah memeriksa kondisi Joy, keadaannya tidak terlalu baik namun karena masih stadium awal pengobatan dan perawatan diharapkan mampu menyembuhkan Joy dari penyakitnya.
Seluruh keluarga bekerja sama merawat wanita itu, membuat Joy nyaman dan tidak perlu memikirkan penyakit nya.
Dukungan mereka berhasil membuat Joy semangat.
" Seharusnya beritau dari awal, dasar kau ini,"gerutu Otniel yang sedang mengecek hasil pemeriksaan kesehatan Joy.
"maaf, aku takut" jawab Joy pelan.
"Sudahlah Niel, kenapa kau malah memarahi istriku,dasar bikin kesal saja!" ketus Vasko.
"Kau pasti tidak menjaganya dengan baik kan Vas bunga, kebanyakan main tembak tembakan sama main pernah perang sih," celetuk Joel.
"Iya bener tuh, hahahah...." Diandra membalas dengan tawa.
"Vasko Vasko, kau tidak siaga ya," celetuk David seraya menggelengkan kepalanya.
"ck... bisakah kalian diam? bukannya bikin suasana tenang kalian malah membuatnya runyam!" ketus Vasko.
"Hahahah... cie marah hahahhaha...." Mereka semua malah menertawakan Vasko, sebenarnya tujuannya adalah untuk menghibur Joy tapi Vasko jadi tumbal mereka.
Joy tertawa, dia benar benar Terhibur dengan semua tingkah sahabat dan keluarganya, mereka benar benar membuatnya lupa kalau dia sedang sakit.
"Otniel ada panggilan dari rumah sakit, anak yang akan menerima donor jantung itu..." Chelsea berbisik ke telinga Otniel.
"Astaga, ayo cepat!" ucap Otniel panik saat mendengar berita kalau anak kecil bernama Bobby penerima donor jantung mengalami kejang kejang, padahal jadwal operasi nya adalah sore ini.
"ada apa kak?" tanya Diandra.
"Ada hal urgent, anak yang akan kami operasi tiba tiba mengalami kejang kejang, kami harus segera ke rumah sakit!" ucap Otniel.
"Kalua begitu kami pergi dulu!"ucap Otniel yang langsung berlari keluar dengan wajah panik, bahunya keselamatan pasien adalah nomor satu.
"Barang barangmu..." ucap Vasko namun tak di dengar oleh Otniel.
"Astaga, kenapa dia sampai lupa bawa barang barang nya," ucap Chelsea yang langsung sigap mengambil ponsel dan tas kerja Otniel yang biasa dia bawa ke rumah sakit, dia meletakkan nya di kamar Joy karena beberapa saat lalu dia menggunakan alat alat itu.
"kami pergi dulu semuanya!" ucap Che .
"Hati hati!" ucap mereka.
__ADS_1
Chelsea mengangguk, dia berlari dan mengejar Otniel yang sudah pergi terlebih dahulu.
"Wah mereka berdua sangat cekatan, tapi si Niel sedikit teledor, " ucap David.
"tapi kan ada Chelsea yang mendampinginya, kalau kulihat Chelsea orangnya sangat teliti, berbanding terbalik dengan kak Niel yang sedikit berantakan, mereka akan jadi pasangan dokter yang hebat," ucap Diandra.
"ya kau benar Diandra, mereka benar benar cocok, sama sama dokter berbakat, hmm... Niel benar benar pintar cari jodoh!" celetuk Joel seraya mengusap usap dagunya seperti orang orang bijak.
"Heh gayamu seperti filosofis saja, dimana Ara?" celetuk David.
"Ara sedang istirahat, dia mual dan muntah lagi tadi, aku kasihan jadi kuminta tidur saja seharian," ucap Joel.
"Lalu Ella dimana?" tanya Diandra.
" Sedang bermain bersama Anak anak yang lain, mereka sedang main di kolam berenang, bermain sabun sih," jawab Joel dengan santai.
"Sabun!!!??" teriak mereka semua dengan wajah panik.
"He.. em.. kenapa? kan biasa anak anak main sabun," ucap Joel.
"astaga kenapa kau tidak bilang dari tadi kambing hutaaaannn!!!" ucap Vasko dan David bersamaan.
"Ya ampun kak Joel, Anak anak tiba boleh main sabun waduhhh!!" Diandra panik.
Sontak Vasko, David dan Diandra berlari keluar dari kamar menuju kolam renang.
"Heh ada apa? aku tidak tau apa apa? kenapa Joy?" tanya Joel dengan wajah bingung sambil garuk garuk kepala.
"iya, kenapa emang?"
"Kolam berenang pasti sudah penuh dengan busa warna warni, hadehh Edward, Emily dan Jacob nggak bisa lihat sabun, kalau sampai lihat semuanya akan berbuih penuh dengan warna," jelas Joy.
"Hahahahah.... astaga mereka itu ya, memangnya kenapa kalau berbuih, kan bisa dibersihkan," ucap Joel.
"heh masalahnya kolam itu besar kak dan lagi mereka bisa tenggelam kalau dibiarkan main sendiri," ucap Joy sudah bangkit berdiri hendak menyusul yang lain.
"Memangnya busanya sampai sebanyak apa?" tanya Joel.
"Hadehhh kakak lihat aja yuk, kakak akan paham nanti," ucap Joy.
Mereka semua berjalan menuju kolam belakang. Joel terbelalak melihat kolam luas yang kini sudah ditutupi dengan busa warna warni yang sangat banyak dan menutupi seluruh kolam itu.
Tentu saja akan berbahaya bagi anak anak, mereka akan sulit melihat apalagi kalau sampai masuk ke dalam kolam.
Vasko, David dan Diandra sudah panik pasalnya keempat bocah itu tidak terlihat disana.
"Ya ampun mereka dimana," Diandra mulai gelisah.
"Kak Joel apa benar mereka main disini? tapi kok gak ada??" tanya Diandra panik.
__ADS_1
"beneran, tadi main sabun disini, kupikir main biasa tau tau ya sampai sebanyak ini," ucap Joel.
"Tenang sayang, mereka pasti baik baik saja," ucap David.
"aduh gimana dong, ini penuh busa semua, mereka gak kelihatan kalau tenggelam gimana!!!" Ucap Diandra.
"Mama!!!" terdengar suara si kecil Emily dari sisi lain bangunan itu.
Mereka semua menoleh, terlihat Reva dan Christan yang membawa anak anak keluar dari ruangan kecil di sisi bangunan rumah yang merupakan tempat ganti pakaian selesai berenang.
"Emily!" ucap Diandra dengan panik, dia menghampiri putrinya dan memeriksa keadaan Emily dan ketiga bocah lain satu persatu.
"Astaga kalian bikin Mama khawatir!" ucap Diandra sambil menatap mereka satu persatu.
"tenang kak, kami tadi lihat mereka main sabun jadi kami temani, aman kok gak kayak kejadian dulu," ucap Reva yang paham dengan kekhawatiran kakaknya itu.
" Haihh... syukurlah, aku gak tenang kalau mereka main sendiri, takut kejadian dulu terulang lagi, aku bener bener gak bisa liat mereka begitu lagi," ucap Diandra seraya mengusap kepala anaknya.
"tenang Dian, hal seperti itu tidak akan terulang lagi," ucap Christan.
"memangnya ada apa?" tanya Joel heran.
" Setahun lalu Emily, Edward dan Jacob pernah tenggelam karena busa, beruntung pengawal sigap dan mereka selamat, makanya gak boleh main sendiri," jelas David.
"ohhh aku gak tau mbok," celetuk Joel.
"kalau sampai Ella kenapa kenapa kau pasti digoreng sama William," ucap Vasko.
"Ehh jangan sampai tau dong, bisa mati muda aku hahahah... dia sangat pemarah," ucap Joel.
" Siapa yang pemarah?" suara bariton seseorang terdengar di rumah itu.
"Daddy, Mommy!!!" seru Ella dengan wajah riang gembira.
Mereka semua menoleh, tampaklah William dan Bella yang baru tiba di rumah itu setelah perjalanan hampir satu hari dari Jerman.
"Waduh panjang umur, baru disinggung udah nongol aja ni orang," gumam Joel.
"Kak Bella, kak Will!!" seru Diandra dengan senyuman bahagia menatap kedua orang itu.
"Diandra, Kakak rindu sekali!" ucap Bella sambil menghampiri adiknya itu.
"Aku juga, hahh senang sekali kita berkumpul lagi seperti ini," ucap Diandra.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....