Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Diawasi


__ADS_3

Lagi lagi Diandra dibuat heran dengan ucapan Bella, dia benar benar asing dengan sikap Bella saat ini.


Wanita itu menatap Bella dan mengangkat tangannya sontak membuat Reva, Sean dan William terkejut karena berpikir kalau Dian akan memukul Bella.


“Apa kakak sedang demam? Sepertinya kakak tidak waras,” celetuk Diandra sambil menaruh punggung tangannya di dahi Bella.


“Haahhh... kupikir tadi dia mau memukul Bella, ada ada saja, “ gumam William sambil menghela nafas lega.


Bella hampir saja tergelak, menurutnya saat ini Diandra benar benar merusak momen sedih yang dia bangun, awalnya dia berpikir kalau ini akan jadi percakapan penuh air mata namun nyatanya Diandra membuatnya menjadi percakapan yang lucu.


“Aku tidak gila maupun sakit Diandra, justru sebelumnya di masa lalu aku sedang sakit karena bersikap kasar dengan wanita selembut kamu,” ucap Bella sambil tersenyum.


“Jadi benar kakak minta maaf? Baiklah kumaafkan, aku sudah lama ingin berbaikan dengan kakak, aku ingin dekat dengan kakak tapi kakak selalu saja..” Diandra terdiam tiba tiba dia menangis, drama ibu hamil ini akan segera di mulai.


“Hiks hiks hiks... kakak selalu saja menghindariku, kakak berkata kasar padahal aku sering mengintip kakak menangis di dalam kamar, aku ingin berteman dengan kakak tapi kakak membangun tembok besar diantara kita,” tangis Diandra dengan air mata berderai membasahi pipinya yang memerah.


Bella terkejut, diandra ternyata mengetahui kalau dia sering menangis di rumah Aniston.


“Bagaimana kamu...”


“Aku sering melihat kakak menangis di kamar, aku ingin masuk tapi kakak selalu saja memarahiku, aku tau kakak pasti kesepian di rumah besar itu, Papa dan Mama juga hanya sibuk bekerja, aku tau semuanya hiks hiks hiks...” ucap Diandra sambil menangis.


“Aku benar benar ingin memiliki kakak perempuan, tapi kakak selalu menghindar, dan aku tidak sepenuhnya disayangi oleh tua bangka itu ” ucap Diandra lagi.


Air mata Bella tak lagi terbendung, dia akhirnya menangis mendengar ucapan Diandra, tak menyangka kalau Diandra memperhatikannya selama ini.


Gadis cantik itu menghampiri Dian dan memeluk wanita itu dengan lembut dan hangat layaknya seorang kakak perempuan yang melindungi adiknya.


“Maaf, kakak hanya iri dan kesepian, kakak juga gak bisa banyak berinteraksi dengan kamu, kakak gak dikasih bermain dengan kamu, akhirnya kakak malah membenci kamu karena dihasut oleh Mama, maaf Diandra kakak menyesal,” ucap Bella sambil menangis.


Diandra membalas pelukan Bella dengan erat, sudah lama dia ingin mendekati Bella dan berteman dengan gadis cantik itu.


“Hiks hiks hiks... iya aku tau kak, dian maafin kok,” ucapnya sambil menangis.


“Terimakasih banyak,” ucap Bella sambil melepas pelukannya, dia menatap wajah Diandra sambil tersenyum dan mengusap air mata wanita itu.


“Uhhh jangan nangis lagi dong, ini air matanya kok ngalir terus,” ucap Bella dengan senyuman manisnya.


“huaaaa.... gak bisa berhenti kak, Dian terharu hiks hiks hiks... aduh gimana dong, air matanya ngalir terus huaaaa...” rengek wanita itu sambil bertingkah manja pada Bella.

__ADS_1


“hahahha... kamu buat kakak menangis sambil ketawa hahah, aduh kok kamu makin cengeng sih, kayak orang hamil aja tau,” ucap Bella yang membersihkan air mata Diandra.


“Memang lagi berbadan dua,” celetuk Reva yang sebenarnya terharu melihat mereka berdua berbaikan.


“Jadi kamu beneran lagi hamil?” ucap Bella yang terkejut dengan ucapan Reva.


Diandra mengangguk dengan senyuman manisnya.


“Wahhh selamat ya, aku bakal jadi Aunty dong hahahhaha, sehat sehat kamu ya, “ ucap Bella sambil mengusap perut Diandra.


“Sayang aku akan punya keponakan hahahah, aku sangat menantikannya,” ucap Bella sambil menatap William, pria itu tersenyum melihat kekasihnya bahagia.


“Sayang? Dia siapanya kakak?” tanya Diandra sambil menatap William.


“Mirip kak Joel,” gumam Diandra.


“Dia pacar kakak, sebentar lagi kakak akan menikah dengannya,” ucap Bella dengan senyum manis sambil duduk di kursinya.


“Wah benarkah? Selamat kak,” ucap Diandra.


“ Tapi apa kakak itu punya saudara? Dia mirip sekali dengan kak Joel,” ucap Diandra yang membuat William terkejut mendengar Diandra menyebut nama adiknya.


“Itukan adikmu sayang,” ucap Bella pada William,”Kamu kenal?” tanya Bella pada Dian.


“Lah bener kan ini kak Joel, jadi kakak itu kakaknya kak joel ya?” ucap Diandra.


“Iya, aku kakak kandungnya, dimana dia sekarang? Apa dia baik baik saja?” tany William.


“Hmmm? Kak Joel baik Cuma sering molor aja, kenapa kak Joel gak pernah cerita kalau punya kakak ya?” ucap Diandra.


“Dia mungkin tidak mengakuiku sebagai kakaknya,” ucap William sambil menunduk sedih, dia kini duduk di samping Bella.


“Maksudnya?” tanya Bella dan Dian bersamaan.


Sean dan Reva memperhatikan percakapan merkea, hanya saja mata mereka berdua langsung menangkap beberapa orang mencurigakan yang sedari tadi mondar mandir di sekitar mereka dan mengawasi mereka.


“Va jangan pernah jalan pisah, kita ada yang ngikutin,” bisik Sean yang dibalas anggukan kepal oleh Reva.


“Kami memiliki masa lalu yang menyedihkan,” ucap William.

__ADS_1


“Apa kakak mau cerita?” tanya Diandra yang tampak penasaran, matanya sampai membulat seperti boneka sambil menatap William.


“Kamu mau cerita?” tanya Bella pelan sambil menepuk punggung kekasihnya itu, dia juga belum tau kisah masa lalu kekasihnya dan dia tak ingin banyak bertanya jika William sendiri tidak mau mengungkapkannya.


“Hmmmm... aku ingin cerita, kuharap kalian mau mendengarkanku,” ucap William.


“Kami akan mendengar,” ucap mereka Berdua dengan serius.


William pun menceritakan bagaimana hubungannya dengan sang adik kini retak, Joel yang membencinya karena rasa iri dan cemburu. Kesalahpahaman di masa lalu membuat mereka berdua menjadi jauh.


William yang selau mengawasi dan menjaga adiknya memberitahukan kisah pilu di keluarga mereka, kisah keserakahan seorang Papa yang lebih mementingkan kelompok mafia nya di bandingkan dengan keluarganya sendiri.


Kejadian yang membuat kedua anak lelaki itu kesepian, dan William berakhir di jalur yang salah.


“Aku bersyukur karena Joel tidak berada di jalur yang salah, dia bertemu dengan orang orang baik dan hebat, setidaknya dia tidak kesepian bersama sahabat sahabatnya itu,” ucap William.


“Kau benar kak, kak Joel sering tertawa saat di rumah, bahkan dia juga sering bercanda dan menjahili kami,” ucap Diandra yang paham mengapa terkadang dia melihat tatapan sedih di mata Joel khususnya beberapa hari belakangan ini.


“Kalian tinggal bersama? Bagaimana bisa?” tanya Bella.


“Dia sahabat suamiku kak, pria buruk rupa itu, dia sahabat kak David, bukan hanya suamiku tapi kak Vasko dan kak Otniel, kami sebelumnya tinggal bersama di Jerman,” jelas Diandra.


Bella tampak sedih karena mendengar suami Diandra yang buruk rupa,”Dian maaf karena kakak kau harus menikahi pria seperti itu, seharusnya kau mendapatkan yang lebih baik,” ucap Bella menunduk sedih.


Dian tidak marah, dia tersenyum,” tak apa kak, aku justru berterimakasih karena aku menemukan pria itu,” ucap Diandra.


“Suamiku itu si tampan buruk rupa, dia yang terbaik dan aku sangat mencintainya,” ucap Diandra dengan senyuman manis di wajahnya.


Bella tersenyum, “ syukurlah kalau kamu bahagia” ucap Bella.


Sementara mereka berbincang bincang, anak buah tuan Besara menatap Bella dari kejauhan merek adi tugaskan untuk mencari keberadaan Bella.


“Target ditemukan, bersiap di tempat !!” ucap pemimpin anak buah Besara itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote dan komen.


__ADS_2