Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Gadis Parfum


__ADS_3

Berita kehamilan Joy tentu disambut meriah oleh seluruh anggota keluarga. Mereka semua menjaga dan mendukung Joy dan Vasko. Memberikan perawatan dan fasilitas yang terbaik untuk ibu muda itu.


Bahkan Diandra yang menjalani kehamilan tujuh bulan begitu antusias dengan kabar kehamilan kakak ipar sekaligus adik ipar baginya.


" Kamu mau makan apa lagi Joy, bilang aja biar mereka yang penuhi, gak usah sungkan orang bukan uang kita kok, mumpung gratis hehehe." Kekeh Diandra yang sedang menikmati kacang mete di sebuah restoran bersama yang lainnya.


" Hahaha.... Aku usah cukup, " ucap Joy mengangkat nasi goreng rasa kari ayam yang dia idamkan.


" sepertinya yang harus tambah disini adalah kau kakak ipar, lihat kau sudah makan sampai lima porsi tapi masih muat hahha," Celetuk Joy.


Diandra menatap Pring piring di depannya, benar kata Joy sejak tadi dia yang paling bersemangat untuk makan dibandingkan dengan yang lain.


" Heheheh kau benar jua, aku memang sangat lapar" ucap Diandra sambil cengengesan.


" Mau tambah lagi sayang? " Tanya David seraya membersihkan wajah istrinya.


" Nggak lagi yang, kenyang heheh akuakan ini saja" jawab Diandra sambil mengangkat kacang mete nya.


"Joy kau semakin lama semakin sehat saja, Janinmu benar benar kuat!" Ucap Otniel.


" ini semua berkat bantuan kalian," balas Joy dengan senyuman bahagia.


" Setidaknya pengetahuan mu itu sedikit berubah Otniel, jangan cuma ahli dalam bersilat lidah !" Ketus Vasko yang masih kesal jika mengingat kejadia seminggu lalu saat dia dikerjai oleh mereka.


" Cihhh.... Banyak gaya, akibat ulahmu wajahku yang tampan jadi terluka!" Ketus Joel.


" Jangan cengeng deh Jo, kan bekasnya udah hilang, kamu sih pake ngerjain orang lain," ejek Ara yang tengah menyuapi si Edward kecil.


" Sayang, kok gak dibelain? Kalau pacar orang sana pasti selalu nge bela, lah kamu malah negjatuhin aku," rengek Joel.


Mereka semua tebela mendengar kata kata manja pria petani anggur itu. Bahkan Vasko, David dan Otniel sampai bergidik ngeri mendengar hal itu.


Sedangkan Ara menatap kesal ke arah Joel," jangan merengek begitu, kamu laki laki bukan perempuan,!" Ejek Ara yang mendengus kesal mendengar rengekan kekasihnya itu.


" Nak Edward, kalau kamu besar jadi jadi menye menye kayak uncle Joel ya, malu dong!" Ucap Ara.


" pffftthhh hahahhahaha...." Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar Ara mengejek Joel secara langsung.


" Huh... Baiklah nyonya Joel, aku tidak akan seperti itu hehehh" jawab Joel sambil garuk garuk tengkuknya.


"Aku ke toilet sebentar, mau pipis! " Ucap Dia dranyang langsung bangkit berdiri dan beranjak dari kursinya.


" aku temani ya," ucap David.


" ya udah ayo cepetan, kebelet nih, " ucap Dia dra yang sudah cepat cepat beranjak dari kursinya menujubarah jalan toilet.


" Sayang tunggu, jangan lari lari begitu!" Teriak David sambil mengejar istrinya yang sudah kebelet.


Diandra berlari menuju kamar mandi restoran itu diikuti oleh David. Tentu saja David tidak akan membiarkan istrinya pergi sendirian mengingat kejadian kali terakhir yang membuatnya kesal.


David bahkan sampai ikut masuk ke dalam kamar mandi membuat orang yang ada di dalam kamar mandi sedikit terkejut.


" Astaga Pak, ini toilet perempuan!" Teria seorang wanita dengan rambut kepang dua dan kacamata tebal tampaknya dia adalah seorang mahasiswa.


" Maaf mbak dia suami saya, saya sedang hamil makanya diikutin sampai ke dalam!" Teriak diandra dari bilik toilet itu.


" Sudah jelas kan nona?" Ucap David seraya menaikkan satu alisnya.


" Ahhh baiklah, saya paham, maaf jika anda tidak nyaman," ucap wanita itu.

__ADS_1


"Maaf juga," balas David yang dibalas anggukan kepala oleh wanita itu.


Diandra selesai dengan urusannya di kamar mandi, dia keluar dan menemui suaminya. Perempuan berkacama tadi masih di dalam toilet memperbaiki bedaknya tanpa ragu dan malau meski ada David disana.


Tentu saja yang harus malu disini adalah David karena dia masuk ke dalam toilet wanita.


" Udah selesai?" Tanya David.


Diandra mengangguk, dia beranjak menuju wastafel dan membasuh tangannya.


Srrtt... Srrtt...


Wanita tadi menyemprotkan sedikip parfum beraroma jeruk yang langsung di tangkap oleh hidung si bumil.


"Harum!" Seru Diandra dengan mata berbinar-binar sambil menatap wanita itu.


Wanita tadi membalas tatapan Diandra yang tampak sumringah.


"Ada apa nyonya?" Tanya wanita itu sopan, dia bisa jelas melihat wanita cantik yang sedang mengandung berdiri di dekatnya sambil tersenyum menatap dirinya.


" Ummm... Itu parfum mu harum sekali," ucap Diandra menunjuk Parfum yang terletak di atas wastafel.


" Ohh ini, ini buatanku, kau mau coba?" Tanya wanita itu.


Diandra langsung mengangguk dengan senyuman cerah. tapi tangan David tiba tiba menyambar Parfum itu.


" Ini tidak masalah kan untuk ibu hamil? Aman tidak? Produk dari mana? Gak bikin alergi kan, kau beli dimana?" Tanya David dengan pertanya bapak bapak yang khawatir anak perempuannya memakai Sembadang benda.


"Sayang jangan gitu deh," ucap Diandra yang merasa tak enak pada wanita itu.


"Tak apa Nyonya, bukankah itu pertanda kalau tuan ini adalah suami siaga," ucapnya sambil tersenyum dengan behel biru di giginya.


" Ehh , nggak kok, dan parfum ini juga aman buat ibu hamil, saya buat sendiri, bahannya dari bahan alam, nggak akan masalah kalau dipakai ibu hamil kecuali mual dengan aromanya," ucap wanita itu.


" Wahhhh benarkah? Kau yang buat? Hebat!!" Seru Diandra.


" Terimakasih nyonya, cobalah kau pasti suka," ucapnya.


" Akan ku coba, tapi sedikit saja, aku takut adikku mual mual dia sedang hamil muda," ucap Diandra seraya berbisik.


" Ahhh... Saya paham," ucapnya mengangguk.


David terus memperhatikan mereka berdua sambil melipat kedua tangannya dan menatap wanita itu dengan tajam.


" Hhmmm... Ini benar benar harum!" Seru Diandra.


" kalau kau mau, silahkan bawa, aku masih punya banyak di rumah, tapi kalau suami anda setuju, sepertinya dia siap menerkam saya nyonya," ucap perempuan itu.


Diandra melirik wajah datar suaminya, dia cekikikan jika sudah melihat wajah David seperti itu.


" Hahahaha wajahnya memang seperti itu, tapi hatinya baik, dia hanya berjaga jaga saja, karena ini anak pertama kami," ucap Diandra sambil mengusap perutnya.


" Wahh benarkah? Kalau begitu selamat, apa kalian sudah memberinya nama? " Tanya wanita itu.


" Baby Bubu, kami memanggilnya baby Bubu!" Ucap Diandra.


" Wahh... Hay Baby Bubu, semoga ku sehat ya, ku harap kita berjumpa di masa depan," ucapnya ramah.


Dug... Dug..

__ADS_1


" Ahhh... Shhh, hahahah dia mendengar ucapanmu, sangat jarang dia mau bereaksi pada orang lain yang baru kamu kenal, wahh seperti nya kau orang spesial nona," ucap Diandra.


" Wah dua bergerak? Boleh aku menyentuh nya?" Tanya perempuan itu dan Dia dra mengangguk.


" Sayang, ayolah," ucap David yang tidak mudah percaya pada orang lain.


" Tak apa," ucap Diandra.


" Silahkan nona, sapa dia," ucap Diandra.


Perempuan muda itu menyentuh perut Diandra," Baby Bubu kau sedang apa?" Ucapnya pelan.


Dug.. dug... Dug


" Shhh..." Diandra mendesis saat merasakan pergerakan bayinya.


" Wahhh... Ini menakjubkan!" Ucap perempuan muda itu dengan mata berbinar-binar, bahkan dia sampai terbelalak.


" Tentu saja hehehhe" kekeh Diandra.


" Baiklah, kalau begitu kami permisi, silahkan melanjutkan aktivitas anda" ucap David yang mulai tidak sabaran.


"Sayang gak boleh gitu," ketus Diandra.


"Saya tak apa nyonya," ucap wanita itu.


" Baiklah, Ummmm kalau boleh tau siapa nama kamu?" Tanya Diandra.


"Chelsea, tapi biasa dipanggil El," jawabnya dengan sopan.


" Ahhh baiklah nona El, senang berkenalan denganmu, panggil saja aku Diandra, semoga kita bertemu kembali gadis parfum," ucap Dia dra.


" Saya harap demikian nyonya," balasnya.


Diandra dan David keluar dari kamar mandi itu tiba tiba...


Sleeettt....


" Arrhhh..."


Hampir saja Diandra tergelincir di lantai karena menginjak cairan bening di lantai itu beruntung David langsung menangkapnya.


" Sayang kau tak apa?" Tanya David panik.


" He... Em tak apa, huffft hampir saja," ucap Dia dra sambil mengusap perutnya.


" Ck... Siapa yang menumpahkan air disini!" Ketus David.


" Sudahlah, namanya juga toilet, mungkin mereka gak sengaja" ucap Diandra.


David menatap tempat itu dia merasa tidak tenang sama sekali, " semoga saja hanya kebetulan!"


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2