
Chelsea menatap Mamanya Dnegan mata berkaca, Vero dan Vernon benar benar tak tahan mereka berdua bangkit berdiri namun si Mama Gorilla dan Kakaknya si leader Mafia menahan mereka berdua.
Diandra dan Vasko keluar dari Van karena Dian tiba tiba ingin ke toilet, dan meminta Vasko menemaninya, suaminya sendiri sedang bermain bersama anak anak di dalam mobil Van, beruntung mereka disana dan anak anak tidak mendengar apa yang mereka ucapkan.
"Jangan ikut campur kalau mau acara malam ini berjalan dengan baik, " bisik Vasko Dnegan nada tajam di telinga Vernon.
"Ikuti saja alurnya, aku tau kau mengkhawatirkan adikmu, tapi ini kami lakukan untuk melatih mentalnya, sisanya kalian yang bereskan Kak Vero!" bisik Diandra dengan nada tak kalah mengintimidasi sambil menahan lengan Vero dan menekannya cukup kuat hingga membuat wanita itu sedikit kesakitan karena tenaga Diandra.
Segila gilanya Vero dan Vernon yang berani mempermalukan kedua orangtuanya di depan tamu penting, lebih gila lagi Hares bersaudara yang bisa mengetahui apa pun dalam hitungan menit dan menghancurkan hidup seseorang tak sampai satu jam.
Vero bergidik ngeri mendengar suara bisikan tajam dan menyeramkan serta seru nafas Diandra yang terasa dingin berhembus di lehernya membuat dia berhasil merinding ketakutan dan duduk kembali di kursinya, begitu pun dengan Vernon dia memilih duduk daripada bermasalah dengan Hares bersaudara itu.
"Tak pernah kutemui wanita sedingin dan semenyeramkan ini selama hidupku," batin Vero yang malah diam membatu di kursinya.
"Kami akan beri sedikit pertunjukan, apa pun yang kalain rencanakan sebelumnya, segera buang rencana itu, karena Chelsea akan aman bersama kami, " bisik Vasko.
"Tugas kalian adalah meruntuhkan
dinding kesombongan keluarga ini, bukannya itu yang kalian inginkan? menjadi orang normal pada umumnya?" bisik Diandra lagi.
Vero dan Vernon terbelalak, bagaiman kedua orang itu bisa tau sangat banyak tentang diri mereka, bahkan keinginan mereka yang hanya mereka bicarakan sesekali.
" Si.. siapa kalian sebenarnya?" tanya Vero dengan suara gugup.
"Hanya teman baru, tenang saja semua akan baik baik saja Kak Vero, setelah ini kau bisa menikmati hidupmu dengan bebas sebagai seorang artis, penyanyi atau apa pun yang kau inginkan," ucap Diandra sambil meninggalkan wanita itu disana setelah mengucapkan kata katanya.
"kalian dengar apa kata adikku kan? ahh ingat ini, kami adalah Hares bersaudara,"bisik Vasko.
Vero dan Vernon hanya bisa terbelalak, ucapan mereka benar benar membuat keduanya tak berkutik.
"Bagaimana mereka tau?" bisik Vero.
Vernon hanya mengangkat bahunya, dia juga bingung dengan situasi ini.
Sementara itu diposisi yang sama, masih terjadi ketegangan. Nyonya Maya mencengkram tangan Chelsea dan menatapnya dengan kesal.
"Kenapa kau berperilaku kasar pada calon suamimu, apa aku pernah mengajarimu menjadi anak tidak tau diri Chelsea!" bentak Nyonya Maya yang tak segan segan mempermalukan putrinya di depan orang banyak.
"Minta maaf sekarang!" titah nyonya Maya sambil mencengkram tangan Chelsea dan menusuknya dengan kuku kukunya yang panjang.
__ADS_1
"Aku tidak salah, kenapa aku harus minta maaf Ma? tidakkah cukup kalain menjual ku dan membuatku menjadi serendah ini di depan mereka semua? Apa Mama gak malu? apa Mama pernah memikirkan perasaanku?" tanya Chelsea dengan mata berkaca-kaca.
"Ck... apa yang kau bicarakan, cepat minta maaf atau aku akan mengusik anak anak itu, aku tau kau dekat dengan anak angkat pria ini!" bisik Nyonya Maya yang malah melibatkan Edward dalam hal ini.
"Tapi..."
"Cepat!" ucapnya lagi.
"Heheh...maaf ya nak, Chelsea memang keras kepal, dia mungkin begini karena terlalu terkejut dengan perjodohan ini," ucap Nyonya Maya.
"Tidak begitu Ma!" teriak Chelsea.
"Chelsea !!!" pekik nyonya Maya.
Plakkk..
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Chelsea, bahkan melukai wajah cantik gadis itu karena cincin besar yang digunakan nyonya Maya menggores wajahnya.
"Apa yang kau lakukan pada calon istriku!!" kali Ini Otniel yang marah, dia benar benar tidak suka gadis itu terluka, padahal Chelsea terluka karena ulah ya sendiri, dasar si Bambang.
"Eh... saya hanya memberi sedikit pelajaran padanya," ucap nyonya Maya dengan angkuhnya seolah dia yang benar dan telah melakukan apa yang seharusnya diterima oleh Chelsea.
"Apa hak mu memukulnya? dia sekarang milikku, kalian sudah menjualnya dan kami memberikan bayaran yang kalian inginkan bukan?! "
"Ma..maaf bukan seperti itu maksud saya, saya tak bermaksud membuat anda tersinggung!" ucap Nyonya Maya yang malah ketakutan dengan sifat Otniel yang benar benar di luar dugaan itu.
"Sekali lagi kau menyentuh Chelsea Dnegan tangan kotormu itu, akan kuhancurkan hidupmu!' tegas Otniel.
Nyonya Maya merinding ketakutan, dia pikir Otniel adalah seseorang yang mudah dikendalikan melihat bagaimana sifat pria itu tadi, namun ternyata dia adalah seorang monster yang bersembunyi di balik topeng pelawaknya itu.
"Chelsea kau tak apa?" tanya Otniel pada Chelsea sambil mengusap wajah gadis itu.
"jangan menyentuh ku, kalian sama saja!" lirih gadis itu sambil menepis tangan Otniel dari wajahnya, dia menahan air matanya, ingin dia lari dari sana saat ini juga, dia berkali kali melirik kedua kakaknya namun keduanya memalingkan perhatian mereka ke arah lain.
Rumah itu kini seolah menjadi tempat singgah bagi keluarga besar itu, tuan rumahnya tak dipedulikan, saat Tuan Shena membahas mengenai bisnis dengan sengaja di kembar dari keluarga Park malah melamar kekasih mereka masing masing disana.
" Will you marry Me?" kata kata itu keluar dari mulut kedua pria yang kini sedang berdiri di depan pasangan mereka masing masing sambil menatap mereka dengan intens.
"Ya ampun, sayang anak anak kita? mereka normal?" celetuk Luna yang malah terbelalak Dnegan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Tuan Shena yang tadinya sedang membicarakan bisnisnya tersedak air ludahnya sendiri saat kedua manusia kembar itu memotong pembicaraannya dan malah melamar pasangan mereka disana.
"Tentu mereka normal sayang, anak anak kita akan segera menikah," ucap Gama sambil memeluk istrinya dari samping.
"tunggu dulu, apa kau sudah tau?" tanya Luna dengan mata terbelalak.
"Tentu saja sayang," ucap Gama.
"Tepi kenapa tidak bilang padaku?" tanya Luna dengan mata berkaca-kaca.
"Kejutan untukmu sayang," ucap Gama sambil mengusap wajah istrinya.
Luna terkejut sekaligus terharu, apa yang dia harapkan Ternyata terwujud, dia benar benar ingin melihat ketiga putranya menikah bersama dan sepertinya harapan itu akan terkabulkan.
Inilah alasan Si kembar masih menunda untuk menikah, mereka menunggu sampai Otniel menemukan pasangan hidupnya, dan akhirnya hari ini adalah jawabannya.
"Yes I Will!!"ucap kedua gadis cantik nan mempesona itu, mereka juga menunggu waktu ini. Baik Aurel dan Reva selalu bisa memahami perasaan kekasih mereka masing masing, selama ini mereka juga fokus pada Karis dan kehidupan sosial mereka sebelum akhirnya benar benar matang dan siap untuk menikah.
Saat mereka terlihat begitu bahagia, satu satunya yang muram disana adalah Chelsea, dia diam seribu bahasa, menangis dan bersedih sendiri, kepercayaan dirinya telah hilang.
Tangan Otniel terulur dan menggenggam tangan wanita itu dengan lembut, meski beberapa kali Chelsea mencoba melepaskan nya.
" Tetap begini Chelsea!" ucap Otniel dengan tegas.
"Kalian semua sama saja!" ucap Chelsea pelan.
"Tidak, kami berbeda!" balas Otniel yang matanya fokus pada kedua kakaknya namun otaknya fokus pada Chelsea.
Saat mereka dalam acara bahagia itu, keluar seorang wanita si ratu drama mulut ember yang belum tau apa apa tentang siapa yang dijodohkan dengan sepupunya.
"Halo semuanya!"
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1