Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Histeris


__ADS_3

Ruang perawatan,


Diandra dan Edward dipindahkan ke ruangan Pasian yang sama. Keadaan keduanya mulai membaik hanya saja Edward kecil masih belum sadarkan diri sejak kejadian satu hari lalu.


Diandra sendiri sadarkan diri saat pagi tadi. David dan Otniel benar benar tidak meninggalkan ruangan perawatan kedua orang terkasih mereka itu.


Yang paling hancur hati saat ini adalah Otniel, karena Edward tak kunjung bangun, dia benar benar panik dan khawatir, bagi pria itu Edward adalah separuh hidupnya, jika sampai Edward pergi dia mungkin tidak akan bisa hidup dengan normal.


Diandra menatap Otniel yang terus menangis di dekat brankar Edward, pria itu mengusap usap kepala putranya, menggenggam tangan Edward dengan erat, bahkan menciumi wajah bocah kecil itu.


" Sayang makan dulu," ucap David yang datang bersama Ara membawakan makanan untuk mereka.


Vasko dan Joy juga disana, hanya saja Joy masih terlelap dan Vasko bersama Joel sedang melacak orang yang membuat Diandra dan Edward mengalami hal itu.


" Kak," mata Diandra berkaca kaca, dia terus mengusap perutnya, benar benar takut jika terjadi sesuatu pada bayinya.


" anak kita bagaimana? " Tanya nya lagi, pertanyaan itu yang selalu dia tanyakan.


David tersenyum lembut, dia meletakkan makanan Diandra di atas nakas dan duduk di samping brankar wanita itu.


" Baby Bubu sangat kuat sayang, dia bertahan untuk Mamanya, kau hebat sayang kau menjaga bayi kita dengan baik, tak ada masalah dengan Baby Bubu," jelas David.


" Haahh.... Syukurlah, anakku kau selamat sayang, kita selamat, " ucap Diandra.


" Makanya makan dulu yuk, biar baby dan kamu makin kuat, Edward juga butuh kita,"ucap Ara yang duduk di sisi lain brankar itu.


Diandra mengangguk, namun matanya tak lepas dari Otniel yang benar benar terpuruk. Pria itu bahkan tak tidur semalaman hanya untuk melihat putranya.


Otniel naik ke atas brankar, dia tidur di samping putra Kecilnya sambil memeluk Edward dengan lembut dan penuh kasih.


Edward yang membuat Otniel merasa hidup kembali, dia yang membuat Otniel menjadi orang yang bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik.


" Kasihan kak Niel," lirih Diandra.


" Kita tak bisa berbuat apa apa sayang, kita menunggu Edward sadar, itu saja" ucap David.


Diandra memaksa dirinya untuk makan, dukungan dari orang orang terdekatnya membuat dia kuat.


Saat mereka sedang menikmati makanan mereka. Nyonya Park alias Luna dan Tuan Park datang bersama si kembar.


Luna dan Gama yang baru tiba dari luar kota Langsung melaju ke rumah sakit untuk mihat keadaan cucu mereka.


" Ma, Pa kalian datang," ucap David yang langsung berdiri menyambut tuan dan nyonya Park.


" Iya sayang, bagaimana keadaanmu nak, bagaimana keadaan Baby Bubu? Mama turut sedih dengan kejadian itu," ucap Luna yang langsung menghampiri Diandra dan menggenggam tangan wanita itu.

__ADS_1


" Dian sudah Baikan, Baby Bubu juga baik Ma, hanya saja kak Niel..." Diandra melirik Otniel yang tertidur dengan memeluk Edward.


Wajah pria itu benar benar menyedihkan, lusuh, lemah dan tak berdaya.


Hati Orangtua dan saudaranya benar benar sakit melihat Otniel dalam keadaan itu.


Luna dan Gama mendekati anak bungsu mereka, mereka duduk di samping brankar Edward.


Tangan Luna terulur, dia mengusap wajah si kecil Edward berganti dengan wajah putranya.


" Sayang kasihan anak kita, Alvaro anak Mama, jangan sakit sayang, cucu Nenek juga..." Luna menangis menatap mereka berdua.


" Tenang sayang, Alvaro membutuhkan kita, Edward juga, jangan bersedih di hadapan mereka, anak kita anak yang kuat, dan cucu kita juga anak yang hebat," ucap Gama sambil mengusap bahu istrinya.


Luna mengangguk, dia menghapus air matanya, si kembar sangat tersiksa jika melihat wajah Mama mereka sedih seperti itu.


Seperti yang dikatakan oleh David saat Luna mengandung si kembar, Luna bagi keluarga kecil mereka adalah ratu mereka, orang yang harus mereka jaga dan lindungi, bahkan saat Luna mengandung Otniel atau Alvaro, David juga mengatakan hal yang sama.


Kehilangan Otniel saat kecil membuat keluarga itu benar Benar terpuruk, namun karena dukungan dan bantuan sahabat sahabat dan keluarga besar mereka, Luna mendapatkan kembali semangat hidupnya.


Saat kehilangan Otniel kecil Luna bagai manusia tak bernyawa dan hal itu membuat Gama dan si kembar sakit hati.


Tetapi belasan tahun kemudian, Otniel justru kembali ke pelukan mereka dan sekarang sedang mengalami sakit yang sama kegmtika melihat anaknya menderita karena perbuatan orang tidak bertanggung jawab.


" Ma, Pa, kami menyusul Vasko dan Joel, kami tak bisa membiarkan adik kami dan keponakan kami seperti ini," ucap Christo.


" Mama jangan terlalu sedih, serahkan pada kami, " ucap Christan.


" Tolong temukan siapa pun itu nak, Mama mohon," ucap Luna .


"Baik Ma," jawab mereka serentak.


Si kembar mengecup Pipi Luna, hal yang biasa mereka lakukan dan selalu berhasil membuat Gama cemburu bahkan pada anaknya sendiri.


"Yakk anak nakal! Itu milikku kenapa kalian menciumnya!" Ketus Gama sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Luna seolah membersihkan bekas kecupan putra kembarnya.


" hahhaha itu milik kami selamanya Pa, jadi rela saja berbagi dengan kami!" Seloroh kedua pria tampan berwajah sama itu.


" Ck... Ini milikku!"ketus Gama.


" kalian ini ada ada saja!" Ucap Luna yang merasa sedikit terhibur dengan perilaku Suamindan anak anaknya yang selalu membuatnya merasa hidup.


Setelah kepergian si kembar Luna dan Gama masih di ruangan itu, mereka berbincang dengan Diandra dan yang lainnya.


Orang tua Diandra dihubungi sebab Nyonya Alena dan Sir Justin serta Sir Petra sedang berada di Jepang bersama Reva.

__ADS_1


Di saat itu Edward kecil membuka matanya," Daddy... Daddy... Hiks hiks hiks... Daddy!!!" Pekik Edward yang langsung menangis histeris saat dia bangun setelah terlelap hampir 20 jam sejak kejadian itu terjadi.


Mendengar suara Edward mereka semua menoleh pada bocah kecil itu. Dengan cepat David menekan tombol darurat untuk memanggil para dokter yang bertugas menangani Edward.


Mendengar suara tangisan putranya sukses membuat Otniel terperanjat dari tidurnya dan melihat kondisi anaknya dengan wajah panik.


"Daddy disini sayang, Daddy disini nak, jangan takut, Daddy disini!" Ucap Otniel sembari mengusap wajah putranya dengan lembut, dapat dengan jelas terlihat bahwa ada kelegaan di wajah pria itu, benar benar dia bisa bernafas lega saat melihat putranya bangun.


" Daddy huaaa... Monster jahat mau ambil Edward lagi dari Daddy, Edward gak mau!!!!" Pekik bocah itu.


" nggak ada yang mau ambil Edward, endward tetap sama Daddy, Daddy disini, jangan takut sayang,"


Otniel memeluk putranya dengan erat, jatuh sudah air matanya saat mendengar ucapan putranya, ucapan yang selalu sama setiap kali Edward bangun dari tidurnya ketika dalam keadaan sakit.


" huaaa... dadyy hiks hiks hiks"


Edward gemetaran, dia memeluk Otniel dengan sangat erat bahkan tangannya sampai menggenggam erat pakaian Daddynya.


Aurel dan tim dokter yang mengurus Edward datang ke ruangan itu dengan langkah cepat.


" Niel turun dulu biar ku periksa!" Ucap Aurel.


Otniel mengangguk namun Edward menahan Otniel, dia tak mau melepaskan pelukannya dari sang Daddy..


"Arrhhhh Daddy jangan pergi, gak mau, Daddy disini!!!" Pekik bocah kecil itu, dia menangis histeris bahkan tubuhnya Sampai gemetaran.


Mereka semua benar benar terkejut mendengar teriakan Edward, dia benar benar lemah.


Anak yang memiliki trauma seperti Edward tentu akan sulit diatasi.


" Aku disini saja kak, lakukan tugas kalian, dia panik, akubtak bisa melepaskannya," ucap Otniel.


Aurel mengangguk, hancur hati mereka melihat Edward histeris seperti itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😊


UPDATE NANTI MALAM GUYS, AUTHOR KERJA RODI, MAAF BANGET 😭😭😭


BOSNYA NGESELIN 😵😵😵😵

__ADS_1


__ADS_2