Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Cerita pada Diandra


__ADS_3

Joel mengangkat panggilan dari Vasko,


"Ada apa? kenapa kau tidak masuk?" tanya Joel seraya menatap Joy yang baru saja tiba di ruangan itu.


"Aku ingin keluar, katakan pada Diandra kalau aku tidak pulang malam ini, aku sedang kacau, aku di tolak," ucap Vasko sebelum dia akhirnya memutuskan panggilan teleponnya.


"Prrfffthhh.... " Joel menahan tawanya saat mendengar kalau Vasko di tolak oleh gadis yang pernah mengakui perasaannya pada dirinya, bagaimana bisa keadaan berbalik saat ini.


"Ada apa kak? bukannya itu kak Vasko?" tanya Diandra seraya melirik Joy yang tampak memasang wajah muram dan cuek namun langsung curi curi dengar saat mendengar nama Vasko.


"Ekhmmm... Vasko sedang frustasi, dia tidak pulang malam ini," ucap Joel.


"Tunggu!" Diandra terkejut.


"Tidak pulang? lalu mau kemana dia?" tanya Diandra.


"Mungkin ke Club, atau mencari tempat untuk menghilangkan stresnya, dia biasanya ke Club atau jadi DJ, atau terkadang ke tempat bermain tennis," ucap Otniel.


"Kenapa dengan kak Vasko? apa yang terjadi padanya? kenapa dia tidak bilang pada kita?" tanya Diandra.


"Dia pamit tadi, dia juga bilang agar aku menyampaikan padamu kalau dia tidak pulang, dia sedang mengurus masalah hatinya, sepertinya dia baru ditolak oleh seseorang," ucap Joel seraya melirik Joy.


Diandra menangkap arah tatapan Joel dan menyambungkan semua kejadian tadi serta wajah muram Joy.


"Jadi kak Vasko suka sama Joy???" Diandra menatap gadis itu, mereka semua menatap ibu hamil itu sama halnya dengan Joy yang malah salah tingkah gara gara Diandra mengatakannya dengan jelas di depan semua orang.


"Menurutku seperti itu, iya kan Joy," timpal David.


"Eh... ma...mana ku tau," elak Joy.


"Apa kau tidak suka pada kakakku? apa kau tidak menyukai Kak Vasko? Joy, kulihat kau dan kak Vasko cocok apa dia tidak sesuai dengan selera mu?" tanya Diandra dengan gamblang, yang justru membuat Joy semakin salah tingkah.


Ingin rasanya David menutup mulut istrinya yang ceplas ceplos itu, tapi apa daya kalau dia melakukan itu, sama saja dia mencari masalah sendiri.


"Emm... itu... ehh itu... aku... A...aku..


"Dia pernah suka pada Vasko, beberapa tahun lalu Joy menyatakan perasaannya pada kakakmu tapi Vasko menolaknya dengan keras sayang!" jelas David.


Joy menunduk malu, bila mengingat kejadian itu sungguh membuat dirinya kesal apalagi kalau sampai diceritakan seperti ini, rasanya sangat memalukan karena pertama kali jatuh cinta, pertama kali menembak orang, pertama kali menyatakan perasaan tau taunya itu untuk yang terakhir kali.


Mata Diandra terbelalak, mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang suaminya katakan, "Apa kak Vasko sedikit gila? bagaimana bisa dia menolak gadis secantik Joy? Sayang, apa Kaka Vasko pernah mendapat benturan di kepalanya sampai membuat dia tak tau melihat mana cewek berkualitas?" Cerocos Diandra yang malah membuat mereka tergelak saat mendengar wanita itu mengatai kakak kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Astaga Diandra, kau ini benar benar Setega itu pada kakakmu sendiri, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu?" ucap Bella yang tak habis pikir dengan adiknya itu.


"Yang kubilang benar kak, bagaimana bisa si pria kasar itu menolak Joy? apa matanya rusak ya?" ketus Diandra, entah kenapa malah dia yang jadi kesal karena kakak ya menolak Joy di masa lalu, ada ada saja ibu hamil ini.


"Lalu kenapa kau menolaknya Joy? aku yakin dia menyatakan perasaannya padamu tadi? apa yang terjadi? apa dia menyakitimu?" tanya Diandra, dia sudah tampak seperti seorang detektif yang sedang menyelidiki kasus romansa saudaranya.


"sejak kapan istriku secerewet ini? apa dia akan terus seperti ini?" batin David yang keheranan melihat perubahan pada diri Diandra yang terbilang cukup ekstrim.


"Ehh ... itu... A... aku memang menolaknya," ucap Joy sambil menunduk, dia memainkan jarinya, wajahnya merah karena menahan emosinya, sejujurnya dia ingin menangis saat ini, dia terlanjur kecewa pada Vasko.


"Hmmm.... apa sebenarnya yang terjadi pada kalian Joy? kenapa saling menyakiti seperti ini?" tanya Diandra.


"Kau bisa menceritakannya pada kami," ucap Diandra seraya menggenggam tangan Joy dengan lembut.


Gadis itu menatap Diandra dengan mata berkaca-kaca, jika di tanya sesungguhnya Joy masih mempunyai perasaan yang sama dengan Vasko.


"Hmmm.... beri kami privasi, yang aku mau bicara sama Joy dulu ya," ucap Diandra.


"Tapi bicara disini saja," ucap David.


"Sudah jangan dipaksa, Joy butuh ketenangan untuk membicarakan masalah hati, ini mungkin terlanjur rumit, jangan sampai pada akhirnya mereka berdua saling menyakiti, " ucap Bella menahan David disana.


Joy dan Diandra berbicara di dalan ruangan kecil yang ada di ruang rawat William.


"Aku... hiks hiks hiks.... aku kecewa padanya kakak ipar, dia... dia menolakku mentah mentah tapi beberapa saat lalu dia datang dan mengaku menyukaiku, dia menganggap ku sebagai mainan," ucap Joy sambil menangis.


"Apa kau sudah mendengar alasan dia menolakmu waktu itu?" tanya Diandra dan di jawab gelengan kepala oleh Joy.


"Lalu kenapa kau langsung menyerah?" tanya Diandra.


"Dia mengatakan kalau aku terlalu naif dan aku tidak cocok bersanding dengan dirinya," ucap Joy.


"Dan dia... dia bahkan tak melirikku sedikit pun padahal sebelumnya dia begitu perhatian," ucap Joy.


pada akhirnya Joy menceritakan semua kejadian di masa lalu yang dia lihat dari sisi nya. Diandra paham dengan rasa sakit di hati Joy karena di tolak secara mentah mentah oleh Vasko.


Diandra tinggal menunggu cerita dari sudut pandang Vasko.


Wanita itu paham permasalahannya, ini hanya masalah ego diantara mereka masing masing.


Setelah bercerita, Diandra menguatkan Joy agar tetap semangat dan mempertahankan apa yang memang harus dia pertahankan.

__ADS_1


"Joy, lakukan saja segala sesuatu yang menurut kamu benar, tetapi ingat untuk selalu melihat dari sudut pandang yang lain,mungkin akan ada alasan paling tepat untuk semua masalah yang terjadi pada dirimu," ucap Diandra menguatkan gadis itu.


Diandra dan Joy keluar dari ruangan kecil itu, David segera menghampiri istrinya.


"Aku pulang dulu ya semuanya, aku mau ke rumah Mama," ucap Joy saat dia mendapatkan panggilan telepon dari Mama nya.


"Bibi Cindy ya? titip salam ya Joy, entar aku sama Dian berkunjung," ucap Davi ya g dianggukkan oleh Joy.


gadis itu keluar dari ruangan, mata Diandra tak lepas dari Joy sampai gadis itu hilang di balik dinding.


Diandra menatap suaminya dengan puppy eyes nya, jika sudah begini pasti ada aja maunya.


"Mau apa hmm? kenapa liatin akunya begitu banget?" tanya David.


"Kita cari kak Vasko please, sambil aku mau nonton, boleh kan?" tanya Diandra sambil mengedipkan kedua matanya.


"Baiklah,kita cari kakakmu, dasar kau ini," David menepuk pucuk kepala istrinya.


"Terimakasih," seru Diandra sambil tersenyum manis.


"Jo apa kau tau kemana dia pergi?" tanya David.


"Tentu, aku tau lokasinya sekarang, dia sedang dalam perjalanan, kita tinggal ikuti saja," ucap Joel seraya menunjuk posisi GPS ponsel Vasko saat ini.


"Naik apa?" tanya Diandra.


"Kurasa dia jalan kaki karena ini terlihat lambat," ucap Joel.


"Hah? jalan kaki? mau kemana dia jalan kaki, dasar pria aneh!" cerocos Diandra.


"Dia memang begitu sayang, kalau ada sesuatu yang sedang dia pikirkan maka dia akan memilih jalan kaki untuk membuang suntuk nya," jelas David.


"Haiihhh kalian semua aneh," ucap Diandra.


Sementara itu di jalan raya Joy berada di dalam taksi, matanya tak sengaja menatap Vasko yang sedang jalan kaki di sepanjang trotoar Jalan, ekspresi pria itu datar dan dingin dia jalan dengan pelan.


"Apa yang dilakukannya di jalanan ini, jangan bilang kalau dia mau bunuh diri hanya gara gara aku menolaknya!" batin Joy sambil terus memperhatikan Vasko.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2