Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Supermarket


__ADS_3

Joel dan Ara menghampiri penjual gorengan dan membeli pesanan David yang sedang mengidam ingin makan gorengan.


Kalau sampai tidak dituruti, David bisa membuat seisi rumah berantakan karena keinginannya tidak dituruti dan yang repot adalah Joel, Diandra,dan yang lainnya.


“Bang beli gorengannya 30.000 campur aja, terus cabainya di pisah ya bang,” ucap Joel yang langsung dianggukkan oleh si abang penjual gorengan.


Joel menatap gorengan itu dengan serius, tiba tiba dia ingat pesanan si Ibu hamil dan si kecil Edward.


“Hmmm, Ra jual martabak ada gak disini?” tanya Joel pada Ara yang sedari tadi diam saja sambil menunduk.


Tanpa Joel sadari gadis itu bergetar ketakutan. Di samping bangunan supermarket ada sekitar lima orang yang pria dan wanita yang sering memalak dan merisak Ara berdiri menatap Ara sejak gadis itu keluar dari dalam mobil.


Tatapan mata seolah mengejek dan ingin segera menghajar dan mempermalukan Ara di depan umum. Jika ditelusuri, sudah banyak foto memalukan dari diri gadis itu yang tersebar di dunia maya, hanya tinggal tunggu waktunya saja sampai Joel tau.


“Hei Ra,” panggil Joel sambil memegang bahu gadis itu, namun betapa terkejutnya Joel saat dia merasakan tubuh Ara gemetaran bahkan terasa kalau tubuhnya panas.


“Ra, lihat aku,” titah Joel dengan suara tegas namun Ara masih menunduk sambil melirik orang orang yang menatapnya dengan seringai licik di wajah mereka.


Joel mengikuti pandangan mata Ara, dia melihat tiga orang perempuan dan dua orang pria menatap Ara sambil menyesap asap rokok mereka.


“Apa itu mereka yang kau ceritakan itu?” tanya Joel dengan lembut.


Ara mengangguk pelan sambil terus terusan melirik mereka dengan perasaan was was dia merem4s kedua tangannya bahkan keringatnya sampai bercucuran.


Joel menatap kelima orang itu dengan tatapan lapar, bukan berarti sedang lapar, dia benar benar ingin segera menghajar wajah mereka satu persatu, namun harus menemukan bukti terlebih dahulu.


“Ahhh jadi itu para bajingan yang merusak mental Ara? Cihhh beraninya kalian melakukan itu selama bertahun tahun pada kekasihku, lihat apa yang akan kalian terima setelah ini hahahhah... King Joel is back,” batin pria itu sambil menatap mereka berlima.


“Tak apa, ada aku, jangan takut,” ucap joel, dia menggenggam tangan Ara dengan erat. Gadis itu menoleh pada Joel dengan mata berkaca kaca, hanya melihat mereka berlima saja sudah membuat dadanya sesak apalagi mengingat semua tindakan yang mereka lakukan sejak dia SMA.


“Aku takut,” bisik Ara dengan suara pelan.


“Tenang, kita hadapi bersama, kau kuat, “ ucap Joel meyakinkan Ara.


Gadis itu meringkuk di dekat Joel, dia tak berani menatap ke arah lain.


“Bang ini gorengannya,” ucap si penjual gorengan.


Joel memberikan selembar uang merah,” ini bang, kembaliannya ambil aja, buat si dedek jajan,” ucap Joel sambil menepuk pucuk kepala anak kecil yang ada digendongan si abang penjual gorengan.


“Bener bang? wahh makasih banyak bang,” ucapnya dengan tatapan haru dan bersyukur.


“Makasih juga bang, kami permisi,” ucap Joel yang dianggukkan si penjual gorengan.

__ADS_1


Joel dan Ara berjalan ke arah mobil, Joel menyimpan gorengannya,”Ra, kita beli es krim dulu ya, pesenan bocah kecil yang kutitip kemarin padamu,” ucap Joel.


Ara mengangguk, dia menurut saja, dadanya sekarang sedang sesak karena terus ditatap oleh para perisak itu.


“Hei tegakkan badanmu, jangan berjalan membungkuk, kau harus bisa,” tegur Joel.


“aku takut,” cicit gadis itu.


“Ada aku, jangan taku,” ucap Joel.


“Ayo, kita ke dalam, tanganku jangan di lepas, “ ucap Joel yang dianggukkan oleh Ara. Keadaan mental gadis itu sedang tidak baik baik saja, dia butuh konsultasi dan butuh teman.


“Apa kau masih bekerja disini?” tanya Joel.


“Masih tapi aku masuk nanti malam,”jawab Ara, dia berjalan sambil menyembunyikan dirinya di belakang tubuh Joel agar tidak terlihat oleh orang orang yang masih berdiri di samping bangunan supermarket itu.


“Ohh begitu, aku akan menemanimu nanti,” ucap Joel yang berjalan seraya menatap datar kelima orang itu.


“Bersiap menerima pembalasan kami,” batin Joel.


Bukannya takut, kelima orang itu malah membalas tatapan Joel dengan lebih tajam, seolah menantang Joel untuk segera berduel.


Belum tau saja mereka, siapa pria yang akan mereka hadapi, seorang anak mafia yang bibit monster sudah ditanamkan di dalam dirinya.


Joel dan Ara masuk ke dalam supermarket sambil bergandengan tangan. Mata rekan kerja Ara langsung menatap penasaran ke arah gadis itu. Sejak kapan Ara dekat dengan pria tampan dan mahal seperti Joel, itu adalah hal yang mengejutkan.


“eh eh... itu bukannya si Ara?” bisik rekan kerjanya bernama Cici.


“Lah bener Ci, ngapain dia bawa bawa cowok, atau jangan jangan dia jual diri kali ya, kan baru putus tuh sama Si Bobby, " bisik rekannya yang lain.


“Bisa jadi, secara kelihatan banget perbedaan kasta mereka, orang kaya dan miskin, jangan jangan dia dipakai sebagai pemuas ranjang, ihhkkk memang dasar jal4ng tuh anak,” celetuk yang lain.


“ekhhhmmm... apa kalian mau menggosip atau bekerja hah?” tiba tiba manajer supermarket itu tiba.


“Eh pak Roy, ma... maaf pak heheh kita mau kerja,” ucap Mereka yang langsung kabur kesana kemari melihat manajer killer yang hanya datang sekai sebulan ternyata sudah ada di belakang mereka.


Pria itu menatap ke arah Ara dan Joel,” Sepertinya aku kenal dengan orang itu,” gumamnya.


Sementara itu Joel dan Ara sedang berdiri di dekat box es krim,” menurutmu rasa apa yang paling enak, untuk anak anak, Ibu hamil dan pria seumuranku?” tanya Joel sambil menatap deretan es krim.


“rasa yang mana saja bisa, itu tergantung selera,” jawab Ara.


“Ummm kalau begitu bisa pilihkan sepuluh rasa? Kurasa teman teman yang lain juga mau nanti,” ucap Joel.

__ADS_1


“Sepuluh? Ukuran apa? Kecil, medium atau besar?” tanya Ara.


“Ummm lima medium dan Lima yang besar, kalau boleh banyak rasanya,” ucap Joel yang dibalas anggukan kepala oleh Ara.


Joel terus berada di samping Ara, gadis itu memilih sepuluh es krim untuk Joel.


“Kau... Joel kan?” suara seseorang terdengar menyapa mereka.


Joel berbalik saat seseorang menyebut namanya, matanya terbelalak saat melihat siapa yang memanggil namanya.


“Roy? Kembarannya Roy Kiyoshi tapi gak bisa sulap? Hahahahahahha... ternyata kau masih hidup hhahaha,” celetuk Joel saat melihat teman lamanya disana.


“Hei ayolah itu candaan lama, kenapa kau mengatakan itu kau membuatku malu saja, halo nona Ara,” ucap pria itu sambil menyapa Ara.


“Halo Pak Roy, senang bertemu dengan Anda,” bala Ara sambil menunduk.


“kalian saling kenal?” tanya Joel pada Ara.


“Dia manajer disini Jo,” jawan Ara.


“Ahhh.... ummm manajer ya?” pikir Joel.


“Kalau begitu dia pasti tau apa yang terjadi disini atau mungkin kutanyakan saja,” batin Joel.


“Ra, aku ingin berbicara sebentar pada Roy, tolong kamu pilihkan ya, “ ucap Joel.


“baiklah,” ucap Ara.


“Roy ada yang ingin kutanyakan padamu, bisa bicara di ruanganmu?” tanya Joel.


“Baiklah,” jawab Roy.


“Ra kalau sudah selesai datang ke ruangan si Roy, jangan kemana mana, kau harus ke ruangan Roy!” ucap joel yang dianggukkan oleh Ara.


“Ahh ini,” memberikan kartunya pada Ara,” Bayar dengan itu, ahhh sekaligus pilihkan susu untuk ibu hamil 4 bulan,” ucap Joel dan lagi lagi Ara hanya menurut.


“Aneh, dia terlalu penurut,” batin Joel.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2