Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Tidur


__ADS_3

Otniel dibawa ke ruangan perawatan, dia sudah dipindah dan tinggal menunggu pria itu sadar dari istirahat nya setelah operasi dilakukan.


Otniel terlelap sangat lama setelah operasi di lakukan, 2 x 24 jam sudah dia tertidur. Dokter dokter sempat panik sebab biasanya pasien tidak akan tidur selama itu pasca operasi, paling tidak mereka akan sadar dalam jangka Beberapa jam.


Namun setelah diperiksa kembali, otak Otniel menunjukkan kalau dia sedang istirahat panjang setelah sekian lama begadang dan tidur tidak teratur menyikat otak dan sel sel di tubuhnya.


Kedua orang tua Otniel berada dalam ruangan itu bersama si Mama Gorilla yang sedang menyuapi Edward dan Emily yang tiba tiba manja dan minta disuapi itu pun hanya oleh Diandra.


Chelsea juga ada di ruangan itu, dia tak beranjak sedikit pun dari sana sejak selesai Operasi, hati dan pikirannya tidak tenang memikirkan segala kemungkinan yang terjadi ketika operasi dilakukan.


Kelihatannya operasi memang sukses dilakukan namun, Otniel terlelap terlalu lama dan itu aneh bagi Chelsea, dia takut apa mungkin dia melakukan kesalahan saat menyentuh saraf saraf vital di bagian leher Otniel kala itu dan hal ini membuatnya gusar.


Chelsea menatap Otniel, memeriksa nya berkali kali, berjalan kesana kemari dan selalu berada di dekat Otniel.


Hal ini tentu membuat pasnagan Park menangkap semua yang dilakukan Chelsea, bagaimana dia begitu khawatir dan sorot mata tulus itu begitu terlihat.


Seseorang tiba, dia tak lain adalah Sir Petra ayah angkat Otniel, yang datang sambil menenteng beberapa bungkus makanan untuk mereka semua dan pesanan Diandra yang tiba tiba ingin makan sate ayam hari ini.


"Aku tiba!" ucapnya diikuti oleh David yang juga turut serta bersama pria tua itu. Vasko dan Joy akan datang menyusul karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan Vasko terkait kakak iparnya Amelia.


"Sayang satenya mana!!" seru Diandra dengan penuh semangat saat melihat suaminya tiba.


"Ini Papa bawakan," ucap Sir Petra.


"Papa? kenapa bukan kak David!" tanya Dia dra heran.


"Dia malah jadi bahan godaan ibu ibu waktu kami ngantri di warung satenya, hahahha kau tidak lihat penampilannya acak acakan, bayangan saja dia di kerumunan puluhan wanita yang mencari mangsa hahhahah ada untungnya juga aku keriput hahaha..." celetuk sir Petra sambil meletakkan makanan itu di atas meja.


"Ck... Pa, jangan bilang bilang, malu tau," celetuk David .

__ADS_1


"itu risiko punya wajah tampan Vid hahahahah, Papa Gama juga dulu gitu hahahah, waktu Mama hamil Otniel, Mama minta Papa Gama buat nyariin rujak, tau taunya malah dikejer sama gadis gadis SMA dikira oppa oppa korea hahaha " celetuk Luna yang malah menertawakan David dan Gama.


"Hehehe tapi kan jadi kenangan indah sayang," ucap Gama seraya memeluk istrinya dari samping.


" Ya sudah ini makan dulu, kami beli banyak tadi, bukan cuma sate, ikan bakar juga ada, banyak pilihan," ucap Sir Petra.


"terimakasih brother!" seru Gama yang dibalas anggukan oleh Sir Petra. Mereka semua benar benar akrab dan dekat. Luna dan Gama sangat berterima kasih pada Sir Petra karena mendidik Otniel menjadi anak hebat dan berbakat dengan segala tingkah jenakanya.


Mereka duduk di sisi ruangan besar itu, Chelsea sendiri yang duduk di dekat brankar Otniel, saking khawatir nya dia terus menerus menggigit ujung kuku nya sampai habis satu persatu.


"Apa dia gadis itu?" bisik Sir Petra pada Gama dan Luna.


"Ya itu dia, gadis sasaran Otniel, dia memang gadis yang lembut dan sopan," bisik Luna seraya melirik Chelsea yang memasang wajah khawatir disana.


“ Wahh sepertinya kemampuan mencari pasangan hidup Otniel turun dari mu Gama, dia hebat memilih pasangan,” ucap sir Petra seraya menepuk bahu Gama.


“Bukan aku, tapi turun dari Mamanya yang cantik jelita ini, hahahha” kekeh Gama yang tak segan segan menunjukkan rasa cintanya pada Luna meski usia mereka tak lagi muda.


“apa kita perlu melakukan sesuatu unutk medekatkan mereka? Bukannya terlihat jelas kalau Chelsea sangat menyukai Otniel?” tanya Petra.


“Melakukan apa Pa? Apa Papa punya rencana? Diandra udah kehabisan ide, kemarin udah bikin Chelsea panas dingin karena kemunculan Jenny saudara kembarnya mendiang Jess,...


“Apaaa!!!" ucap Mereka semua terbelalak dengan kebenaran yang baru disampaikan oleh Diandra. Ya tak ada yang tau apa yang direncanakan oleh wanita itu beberapa hari lalu, hanya Jenny, Varrel dan Otniel yang tau.


David yang tak tau apa apa terheran heran dnegan istrinya itu, sejak kapan diandra melakukan hal seperti itu diam diam tanpa memberitahukan apa pun pada dirinya.


“Sayang, kamu kok gak bilang bilang sih? Aku kan bisa bantu? Kenapa gak bilang bilang ah?” David tampak sangat terkejut bahkan ia terkesan seperti sedang dikhianati oleh Istrinya dan Diandra menangkap ekpresi sedikit kecewa di mata David.


“Ada alasannya sayang, jangan marah ya, aku gak tega ngasih tau kamu, kamu banyak kerjaan, kamu juga gak mungkin ngurusin itu lagi, aku gak mau kamu sakit, itu aja, kalau kamu juga ikut mikirin hal kecil ini, aku takut.. aku takut kamu malah sakit,” jelas Diadnra sambil menggenggam tangan suaminya dan berbicara sambil menatap mata David dengan lembut.

__ADS_1


“Hufthhh apa aku sesibuk itu ya sampai kamu gak mau ngasih tau semua yang kamu butuhkan sama aku, aku jadi ngerasa sedikit kecewa,” ucap David tanpa menatap istrinya menunjukkan kalau dia sedang kecewa saat ini.


“David, sudah jangan begitu, Diandra kan punya alasannya, jangan dibawa ke hati, dia juga melakukan itu untuk kebaikan kamu,” ucap Gama membantu Diandra agar David tak salah paham.


“baiklah tak apa, aku tau, tak masalah,” ucap David.


Seketika suasana menjadi hening, ekspresi David mengatakan kalau dia tidak baik baik saja dengan hal itu. Beruntung anak anak jauh dari posisi mereka sehingga keduanya tidak mendengar pembicaraan mereka dan tetap asik dengan kegiatan mereka disana.


Diandra melirik suaminya yang dengan diam menikmati makanannya sendiri tanpa bicara sepatah kat pun. David diam entah apa yang singgah di pikirannya tapi tamoayk jelas di wajahnya jalau dia sedang kecewa pada istrinya.


“apa kau marah hanya karena hal itu kak? Ada apa? Kenapa tiba tiba diam begini? Masa iya Cuma gara gara hal kecil itu,” batin Diandra yang tidak terbiasa dengan sikap suaminya kali ini.


Mereka melanjutkan makan siang mereka tanpa berbicara apa pun, ketiga orangtua itu tidak terlalu ikut campur sebab mereka tau perdebatan kecil selalu dibutuhkan dalam rumah tangga dan itu adalah hal yang harus dihadapi oleh Diandra dan David.


Sementara mereka semua sibuk dengan santapan mereka, Chelsea sibuk dengan pikirannya, dia bergelut dengan dirinya sendiri memikirkan apa yang akan terjadi pada otniel dan kenapa pria itu tidak bangun juga.


“Apa yang terjadi sebenarnya? Apa aku melakukan kesalahan? Ada apa sebenarnya?” pikir chelsea, baginya ini benar benar tidak normal, dia takut terjadi sesuatu pada pria yang dia sukai itu.


“Ada apa Mom El?” tanya Emily yang naik ke atas pangkuan Chelsea.


“Ehh sayang,”


“Nggak ada apa apa kok, “ ucap Chelsea sambil memperbaiki posisi Emily di atas pangkuannya.


“Kenapa Daddy nggak bangun juga?” tanya Edward, Chelsea terdiam, dia tak bisa menjawab, dia juga tak tau kenapa Otniel masih tertidur.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komenb


__ADS_2