Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Tarzan


__ADS_3

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Akhirnya yang dinantikan sampai ke rumah besar Park dengan segala kehebohan yang mereka bawa.


"Helloww epribadeeehhhgh..... i Miss you so so so so so much guys!!!" Teriakan si tarzan Jerman menggelegar di seluruh ruangan rumah besar Park.


"Kakak...." balasan teriakan dari si Mama Gorilla terdengar sama melengkungnya dengan suara Joel.


"Hadehhh.. ." Yabg lain hanya geleng-geleng kepala sambil mengumpat telinga mereka dengan jari masing-masing.


Diandra berlari merentangkan kedua tangannya menghampiri Joel.


"Wahhh aku tau kau pasti sangat merindukan aku, kemarilah adikku yang cantik hahahahah...." Joel tertawa sambil merentangkan kedua tangannya.


Diandra berlari dan hap...


dia menganjurkan pelukannya pada Ara dan melewati Joel begitu saja.


"Aku merindukanmu kak," ucap Diandra yang kini memeluk Ara dengan erat.


"loh bukan aku?" celetuk Joel dengan wajah bingung karena Diandra melewatinya begitu saja.


"Pffthh hahahhahaha...." mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat wajah pias Joel, dikira dia yang akan mendapatkan pelukan pertama dari si Mama Gorilla tau tau ya Mama Gorilla memeluk istrinya.


"Kau terlalu percaya diri kambing hutan hahahhaha..." ejek Otniel.


"Cihh dasar..."


"selamat datang kembali nak," sambut Luna yang datang menghampiri mereka.


"Ahh akhirnya aku disambut," ucap Joel sambil merentangkan kedua tangannya.


Lagi lagi Luna melewatinya dan malah menepuk Ara.


"Bwahahahhahaha kasihan hahaha...." lagi lagi mereka menertawakan Joel yang tak juga mendapat sambutannya.


"Haihh... apa tidak ada yang merindukan ku?" celetuk pria itu dengan wajah masam.


" Hahahah... kemarilah nak, Mama merindukan bibir ember mu ini!" celetuk Luna sambil merentangkan kedua tangannya.


"Aku merindukan kalian Ma," ucap Joel sambil memeluk erat Luna, wanita yang bisa dia panggil Mama dan membuatnya merasakan kembali bagaimana hangatnya pelukan seorang ibu.


"Mama juga sayang," ucap Luna.


"Papa juga, dasar anak tengil," ketus Gama sambil menepuk bahu pria itu.


"Papa!" ucap Joel sambil melepaskan pelukannya dari Luna dan beralih pada Gama.


"Akhirnya aku menemukan orangtuaku hahahhaha...." Joel tertawa bahagia.


"Kak Joel!!!!!" kali ini si Mama Gorilla tampak memasang wajah marah dan kesal.


"Ada apa Cengeng?" jawabnya seraya memutar kedua bola matanya.


"Mau ngajak gelud??" celetuk Joel.


"Kangeeeen!!!!" rengek si bumil cantik itu sambil berjalan mendekati Joel.

__ADS_1


"Kangen nya gak cuma sama Ara ? perasaan tadi lewatin kakak gitu aja, cihh... dasar," ejek Joel dengan wajah cuek.


Grep...


Diandra memeluk Joel, dia juga merindukan kakaknya itu, pria yang dia pikir paling kalem tau taunya pria gesrek yang belum keluar dari sarangnya.


"Huh...kenapa lama sekali baru kembali , kakak gak seru ihhh..." ketus Diandra.


"Ya maap Magor, kita healingnya emang lama hahahaha...."


"Cihhh healing healing lama lama hilang kalian!" celetuk Diandra.


"Heheh ya nggak dong, "


"Lalu kenapa kakak tidak bilang kalau kak Ara sedang hamil hah!!!!" kali ini Dia DRA benar benar marah, dia menarik telinga Joel dan menjewer pria itu dengan kuat.


"Apa? Hamil!!!" Yang lainnya terbelenggu dengan apa yang dikatakan oleh Diandra, tunggu dulu dari mana dia tau kalau Ara sedang hamil?


"Awhhh... arhhhggg sakit sakit telingaku panas...arrkhhhh.... Diandra lepasin sakit tau!!!!" teriak Joel yang tak berkutik karena ulah si bumil itu.


"Rasain, kakak kok gak bilang bilang kalau kak Ara lagi hamil? harusnya kan bawa pengawal, kenapa kalian tidak bawa satu pengawal pun hah, dasar teledor!!!" omel Diandra yang masih setia mencubit telinga Joel.


"Hahahhahaha....." mereka semua hanya tertawa garing melihat tingkah kedua manusia itu.


"Kamu hamil nak? wah sudah berapa bulan?" tanya Mama Luna yang berdiri di dekat Ara.


"Jalan tiga bulan Ma, maaf kami tidak langsung kasih tau, niatnya pengen buat kejutan buat semua orang," ucap Ara.


Luna tersenyum lembut," tak apa, yang penting ibunya sehat, dan selamat ya sayang, Kamu pasti jadi ibu yang hebat," ucap Luna.


"terimakasih Ma," ucap Ara lembut.


"hei ini siapa, gadis cantik ini Ella?" ucap Diandra saat melihat Ella masuk sambil membawa paper bag dan barang barang membantu kedua pamannya yang sibuk memasukkan barang ke dalam rumah.


"Aunty Dian!!!" seru gadis itu sambil meletakkan barang barangnya dan berlari menghamburkan pelukannya pada Diandra dengan senyuman sumringah.


" Ella??" seru Emily dan Edward saat mendengar suara sahabat kecil mereka yang selama ini mereka lihat via video call saja.


Kedua anak itu berlari dengan wajah penasaran ingin melihat apakah itu benar benar si Ella kecil yang menggemaskan.


"Wahhh Ella datang yeeeyyyyy...... Jacob Ella datang!!!" seru Emily dengan senyuman bahagia dan wajah riang gembira.


"Kalau datang ya datang gak usah heboh,," ucap Jacob dengan nada dingin dan datar seperti biasanya, anak ini benar benar dingin.


"Wohhhhhh..... hahahahah" Mereka semua terheran heran dengan sikap Jacob yang benar benar cuek dengan orang lain, yang dia tau hanya memainkan gadgetnya dan belajar terus menerus.


Edward menatap Jacob," berhenti bermain ponsel dan sambut uncle Jo dan aunty Ara, jangan menunjukkan sikap seperti itu Jacob," ucap Edward dengan tegas.


"cihh dasar kaku," ketus Jacob, namun lucunya dia menurut pada Edward. Sejujurnya bagi Jacob, Edward sama seperti petunjuk arah yang harus dia ikuti agar tidak salah jalan, Edward yang membantu dan mengajarinya tentang banyak hal, meski dia cuek dan dingin Edward tau kalau Jacob hanya seorang anak yang sedikit berbeda dengan anak anak lainnya.


"Wahhh Jacob menurut pada Edward, ini lucu sekali," bisik Diandra pada Vasko.


"Aku juga heran, tapi Edward memang memiliki kharisma seorang kakak, didikan Otniel berhasil, dan didikanmu juga manjur," balas Vasko.


"he... em... ngomong ngomong Kaka ipar dimana?kok gak disini? perasaan tadi dia duduk bersamaku," ucap Diandra sambil mencari cari keberadaan Joy yang tiba tiba menghilang.

__ADS_1


"Hmmm? mungkin ke toilet, " ucap Vasko.


"Apa kalian bertengkar kak?" tanya Diandra.


"Tidak, kami baik baik saja, dia juga tidak mengatakan apa apa," ucap Vasko.


"memangnya ada apa?' tanya Vasko penasaran.


" hmmm tidak, mungkin hanya perasaanku," ucap Diandra.


Mereka semua duduk di ruang santai untuk keluarga besar dan saling bercengkrama satu sama lain melepaskan kerinduan.


Ella tampak membagikan beberapa kado pada teman teman kecilnya, "ini Ella siapin buat kalian, Terima ya," ucapnya sambil memberi kado untuk Emily.


"ini untuk kak Edward,"ucapnya .


"terimakasih Ella," ucap kedua anak itu.


"Jacob, ini untukmu," ucap Ella pada Jacob yang sejak tadi diam diam saja sambil memperhatikan, ponselnya masih ditahan Edward.


"Tak perlu, aku tidak butuh," ketus anak itu.


"nggak butuh katanya, nanti nangis kalau gak dikasih," celetuk Edward.


"gak butuh huh," ucap Jacob sambil.memalingkan wajahnya.


"Yakin?" tanya Ella.


"Ya udah biar sama kakak aja, dia kan gak mau hadiah spesial dari Ella," ucap Edward .


Tangan Jacob terulur namun wajahnya masih ke arah lain.


"Ekhmm... baiklah akan ku terima," ucapnya pelan.


Edward, Emily dan Ella terkikik geli melihat tingkah laku bocah kecil itu, malu malu tapi mau itulah kata kata yang menggambarkan Jacob hari ini.


"Katanya tadi gak mau," ucap Edward.


"Ekhmmm... di ralat, mau kok," ucap Jacob sambil menyambar hadiah itu.


"Hahahahhahaha.... Jacob Jacob," mereka tertawa bersama.


"Hei semuanya ini minumannya!!!"teriak Otniel yang berjalan bersama Aurel, Chelsea dan Reva menyiapkan cemilan dan minuman untuk mereka semua.


"Wahhh enak ini hahahahhaha...."


"Baiklah baiklah silahkan dinikmati, ngomong ngomong Joy dimana???" tanya Otniel.


"Joy? iya Joy kemana?" tanya David.


"loh kalian gak lihat? ada apa dengannya?" ucap Diandra heran.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2