
Meri keluar dari dalam mobil, terjadi ketegangan diantar anak buah Meri dengan anak buah Vasko.
Meri berjalan dengan angkuh dan sombong sambil mengarahkan pistolnya ke mobil yang dinaiki oleh target nya.
Meri seorang dokter sekaligus mantan angkatan laut dengan nilai terbaik telah menaruh hati sejak bergabung dengan aliansi Black Rose karena Vasko menyelamatkan nyawanya.
Dia jatuh cinta pada Vasko namun tak pernah mengungkapkan perasaannya. Dia mencintai Vasko dengan bergabung ke aliansi untuk menunjukkan dedikasinya pada pria yang dicintainya itu.
Cinta memang buta, cinta membuat orang orang seperti Meri menjadi gila dan mencoba menghabisi siapa pun yang tidak bersalah.
Mobil yang dikemudikan Sean masih tertutup. Meri berdiri tepat di depan mobil itu dengan senyuman liciknya.
" Jika aku tak bisa memiliki Vasko maka siapapun tak bisa memilikinya!" teriak wanita itu.
" Vasko, apa kau tidak tau seberapa dalam cintaku pada dirimu? " teriak Meri.
" Aku.... mencintaimu sejak kau menyelamatkan nyawaku dari dark Horse waktu itu, aku... aku mendedikasikan karirku, mendedikasikan hidupku untukmu tapi apa?" teriak Meri.
" Kau menikah dengan seorang jal4ng yang tidak tau asal usulnya dari mana, kau menikah dengan seorang perempuan yang tidak sebanding denganku!!"pekik Meri.
" kupikir semua perhatianmu selama ini adalah bentuk rasa suka mu padaku, nyatanya kau datang ke Jerman memperkenalkan wanita menjijikan itu sebagai istrimu!!"peluk Meri.
Wanita itu menangis, berteriak dan memekik seperti orang kesurupan, menuntut cintanya dibalas oleh Vasko.
Sejak kapan cinta bisa dipaksakan, jika pun bisa maka tak ada kata bahagia dalam hubungan itu, pasti akan ada orang yang tersakiti dalam hubungan itu dan berakhir dengan kehancuran diantara keduanya.
Meri menuntut Vasko untuk membalas cintanya, menjelekkan Joy karena Wanita itu yang terpilih sebagai pasangan Vasko bukan dirinya.
" Joy keluar kau, kau harus mati!!!" pekik Meri.
Meri berdiri tepat di tengah jalan itu, dengan sebuah gedung besar di depan mereka dan dua bangunan lain di kamar dan kirinya.
Karena tak ada yang kunjung keluar, Meri dengan berani menembakkan satu peluru ke atas langit.
Duarr....
Suara tembakan itu menggema, dia mengarahkan pistolnya lagi ke arah mobil.
Tiba tiba....
" Sudah selesai bicaranya jal4ng!" umpat Vasko yang sudah berada di belakangnya sambil menodongkan pistol ke kepala wanita itu.
Tubuh Meri gemetar ketakutan, benar kata semua musuh mereka kalau Vasko adalah si hantu bayangan yang kedatangannya bahkan tidak dapat dideteksi.
Bagaimana bisa Vasko sudah berdiri di samping Meri sambil menodongkan pistol ke kepala wanita itu tanpa bisa disadari kehadirannya.
Bagia hantu, tak terlihat, tak tampak bergerak, tak terdengar, itu lah sebutan pria berdarah dingin itu.
lengannya berlumuran darah, sepertinya beberapa saat lalu terjadi baku hantam di perjalanan.
__ADS_1
Meri terkejut bukan main, Vasko bukanlah lawannya, dan saat ini dia sadar betapa bodoh ya diri sekarang.
" Se..sejak kapan kau ada disini," suara wanita itu gemetar dia bisa merasakan deru nafas Vasko yang memburu.
Sebuah kamarahan yang benar benar akan segera meledak.
Vasko tak menjawab, tetapi tangannya sudah bekerja, satu tangan dengan pistol dan satu tangan yang lain dengan pisau yang siap menusuk perut Meri.
Dari mobil yang dihadang oleh Meri tampak Sean keluar dari dalam mobil sambil menatap tajam ke arah wanita itu.
Sean membuka pintu belakang mobil, ditariknya seorang pria dari dalam mobil, pria yang sudah berlumuran darah dengan tiga tembakan tepat mengenai kepalanya.
Sean membawa jasad pria itu dan melemparkannya ke depan Meri.
" Ini orang yang kau tembak bodoh!" umpat Sean.
Mata Meri terbelalak, dia terkejut bukan main karena orang yang ditembaknya bukan Joy melainkan orang suruhannya yang dia bawa dan malah tewas mengenaskan akibat ulahnya sendiri.
" ba... bagaimana bisa, jelas jelas aku menembak wanita sialan itu arhhhkkk sialan!!!" pekik Meri.
"Joy harus mati, dia tidak boleh hidup!!" pekik Meri.
" Ck.. sialan!" umpat Vasko.
Bughh... dia memukul tengkuk Meri hingga wanita itu pingsan tak sadarkan diri.
" Bawa dia ke markas aliansi, juga semua orang yang terlibat itu, aku tidak akan membiarkan hidup siapa pun yang mengganggu istriku!" titah Vasko.
Kejadian sebenarnya,
Saat terjadi aksi kejar-kejaran diantara Meri dan mobil yang dibawa Sean, serta anak buah mereka, Sebuah mobil sedan hitam mendekati mobil yang dibawa oleh Sean.
Seseorang yang tak lain adalah William ternyata orang yang mendekati mobil Sean. Dia dikabari oleh Joel kalau Vasko sedang butuh bantuan nya, kebetulan dia sedang berada di Jerman bersama istrinya Bella.
" Vasko, biar aku yang bawa Joy, kau urus wanita sialan itu!" teriak William dari dalam mobilnya, mereka berbicara sambil membawa mobil.
Mendengar suara William, mereka langsung membuka jendela.
"Biar aku yang bawa Joy, kau selesaikan urusanmu dengan wanita itu, jika Joy terus bersama kalian, dia bisa dalam bahaya!" teriak William.
" Baiklah" ucap Vasko.
" Jangan aku gak mau, aku mau sama kamu!" pekik Joy yang menangis histeris karena kejadian itu, suara tembakan cukup membuat Joy ketakutan, sepanjang perjalanan dia terus memeluk Vasko.
" Joy!!" pekik Vasko marah.
" Kau bersama William!" tegas Vasko.
" Tapi...
__ADS_1
" Ck... kau harus bersama dengan William, aku akan cepat, kalian segera terbang ke Indonesia!" titah Vasko.
" Tapi kau bagaimana?" ucap Joy.
" aku akan baik baik saja aku akan segera menyusul, kau harus cepat pergi, aku tak mau terjadi apa apa pada diri mu!" ucap Vasko, dapat Joy lihat kalah suaminya benar benar Khawatir dan panik saat ini.
" Baiklah," ucap Joy menurut meski dengan hati yang tidak rela.
Akhirnya mobil William mendekat, Joy dengan bantuan anak buah William dipindahkan ke dalam mobil itu meski harus dengan posisi mobil berjalan di jalan raya.
Alasannya karena Jika mereka berhenti di jalan, Meri akan tau dan malah mengejar mobil William, dan masalah akan semakin besar
Setelah berhasil mengevakuasi Joy, wanita itu langsung dibawa terbang ke Indonesia bersama William dan Bella.
" Kenapa Meri sampai melakukan ini hiks hiks hiks...." Joy menangis tersedu-sedu di dalam mobil.
" Vasko akan menyelesaikan ini Joy, kau tenang saja, percaya pada suamimu," ucap William.
Sementara itu Vasko keluar dari mobil yang dibawa Sean dia menyerang anak buah Meri dan mengambil alih kemudi mobil mereka kemudian menyusul Sean.
Mereka dengan cepat memasukkan orang suruhan Meri ke dalam mobil yang dibawa Sean sebagai umpan untuk Meri dan ternyata rencana mereka berhasil.
Hingga saat terjadi aksi tembak menembak, Meri justru menembak orang suruhannya yang dia pikir adalah Joy.
Meski dia pintar tetapi Vasko dan Sean lebih licik dibandingkan dengan dirinya.
Kembali ke masa kini, Meri dibawa ke markas Balck Rose. Hukum utama dalam aliansi itu adalah, bagi siapapun yang berkhianat pada Black Rose maka dia akan di hukum mati di depan semua anggota aliansi.
Nasib Meri sungguh miris, hanya karen Avintia sepihak dia menjadi gila dan mengancam keselamatan istri sang leader.
Vasko duduk di tahta kebanggaan nya, memegang wine dengan lengannya yang terluka karena tembakan.
dia menatap tajam sekitar delapan orang yang berkhianat, ternyata anak buah yang disuruh Meri adalah anak buah Vasko yang dia hadir dengan uang.
Praaangg....
Wine itu dilemparkan ke lantai hingga hancur berantakan.
" Terima hukuman kalian Bangsat!" pekik Vasko yang sudah benar benar marah, terbayang jelas di kepalanya wajah Joy yang menangis ketakutan.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉
Mampus 🤣
__ADS_1