
David mengusap punggung istrinya dengan lembut, hidup bersama Diandra sampai saat ini membuatnya cepat paham dengan sifat wanita itu, istrinya yang manja dan cengeng bila di dekatnya tetapi bagai harimau liar bila di dekat orang yang mengancamnya.
"Aku akan melindungi kalian, karena itu tugasku sebagai seorang kepala keluarga!" ucap pria itu dengan tegas, dia menatap lurus ke arah foto keluarga mereka, foto yang mereka ambil beberapa hari lalu saat Dian cukup sehat untuk mengidam.
...****************...
"Hahahaha kau terlihat cantik Diandra," seru Otniel memuji kecantikan Diandra dengan gaun berwarna hitam yang tampak sangat elegan dipadukan dengan lipstik merah merona yang sangat kontras dengan kulit putih wanita cantik yang mengidam untuk membuat sebuah foto keluarga.
"Apa tidak jelek kak?" tanya Diandra sambil melihat penampilannya.
"Tidak!!"seru mereka semua yang juga sudah selesai memakai pakaian mereka.
"Uwahhhh.... kakak ipar kita seperti kembar hahhaah cantik sekali uwahhhhh!!!" seru Joy yang juga baru keluar dari ruang ganti.
Mata David tertuju pada Diandra, istrinya benar benar cantik dengan gaun hitam itu.
Lain halnya dengan Joel dan Otniel, mata mereka tertuju pada Joy, seketika keduanya saling menatap.
"Joy??" ucap mereka sambil menautkan alis mereka melihat penampilan Joy dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Heh.... ada apa dengan ekspresi kalian itu hah?"ucap Joy yang mulai merasakan bau bau kegaduhan disini.
"Pfrhffttttthhh BWAHAHAHAHAHHAHAH,"Joel dan Otniel tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Joy yang benar benar berbeda dari biasanya yang hanya memakai Celana tissue dan jas.
"Haishh.... aku tau akan seperti ini kakak ipar," ucap Joy yang menepuk kepalanya sambil menunduk resah menanggapi respon kedua orang itu.
"Hahahaha itu karena kamu cantik Joy, mereka saja yang malu mengakui nya,” ucap Diandra sambil menggenggam tangan Joy dengan senyuman lembut.
Joy tersenyum, tangan Diandra begitu hangat membuatnya merasa nyaman.
"Benarkan kak David,Joy pasti cantik kan?"tanya Diandra.
"Bagiku yang paling cantik itu kamu sayang," ucap David seraya menggoda istrinya.
"Heheh terima kasih,"ucap Diandra tersipu malu.
"Kalau Joy?"tanya Dian.
"Ummm sudah kubilang cuma kamu yang paling cantik," ucap David lagi.
"Hadehhh... kalau tanya sama dia mana ketemu jawabannya kakak ipar,di otaknya itu cuma ada nama kak Diandra gak ada yang lain," ucap Joy.
"Hahahaha.... baiklah akan kutanyakan pada pria ini, bagaimana kak Vasko Dia cantik atau tidak?" tanya Dian pada Vasko yang sedari tadi menatap Diandra.
Vasko tersenyum,dia merapikan anak Rambut Diandra.
__ADS_1
"Mirip sekali dengan Mama, adikku sayang maaf kakak belum bisa mengungkapkan yang sebenarnya," batin Vasko.
"Adik kakak cantik sekali," ucap Vasko dengan senyum bahagia, tanpa sadar dia sudah membuat seorang wanita di samping Dian salah tingkah karena senyuman nya.
Deg... deg... deg
"Ahh aku masih menyimpan perasaan padanya, tapi rasanya sakit karena tidak terbalas,"batin Joy sambil menunduk.
"Ummm kalau Joy?" tanya Dian dengan mata berbinar-binar.
"Cantik kok," ucap Vasko sambil melirik Joy.
Mendengar ucapan Vasko,seketika Para pria tergeletak di lantai hampir kehilangan nyawanya karena Vasko memuji perempuan selain Diandra cantik, tak pernah dia melakukan itu.
"Perang ninja Ke Lima dimulai!!" pekik Joel dan Otniel.
"Apa itu benar-benar Vasko?"batin David.
Joy mengangakan mulutnya ini pertama Kalinya, "Joy kau.... ukhmm... kau cocok dengan gaun itu, cantik!" ucap Vasko sambil memalingkan wajahnya ke arah lain berusaha untuk tetap cool didepan mereka.
"Khekhekhekhe..... kak Vasko lucu kalau lagi malu hahahah, telinganya merah, hahah lihat Joy," bisik Diandra sambil terkikik geli.
"Ahh... heheh terimakasih kak Vasko, " ucap Joy sambil menggaruk kepalanya dengan wajah merona.
Mereka melakukan sesi pemotretan dengan tema warna hitam dan dilakukan di rumah besar itu bersama seluruh pelayan sesuai permintaan si ibu hamil.
...****************...
Mereka semua menaiki pesawat pribadi milik David, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, di Indonesia mereka juga ditunggu oleh para pengawal.
Semuanya sudah masuk ke dalam pesawat, Diandra menatap negara kelahirannya, setetes embun bening mengalir dari pelupuk matanya,dia mengingat kenangan masa kecil di negara ini, masa kecil yang begitu bahagia saat Nyonya Khaterine masih hidup.
"Ada apa sayang?" tanya David yang duduk di samping Diandra.
Diandra menoleh sambil mengusap air matanya.
"Tak kusangka aku akan meninggalkan negara yang penuh dengan suka dan duka ini, aku akan ke tempat kelahiran Mama Khaterine," ucap Diandra sambil menunduk.
David menggenggam tangan istrinya,"Semua. akan baik baik saja sayang, percaya padaku, semua akan baik baik saja," ucap David.
Diandra menganggukkan kepalanya, dia bersandar di dada bidang suaminya sambil memeluk pria itu.
"Aku akan merindukanmu nanti, huh aku tidak suka jauh jauh darimu," ucap Diandra pelan.
Tangan David terangkat, dia mengusap kepala istrinya dengan lembut ,"Hanya sebentar, aku akan memastikan negara ini aman untuk kita tempati sayang, aman untukmu dan juga calon bayi kita," ucap David.
"Sayang aku akan menjaga kal... "David berhenti saat mendengar dengkuran halus dari bibir kecil istrinya, "Cepat sekali tidurnya, hmmm.... tidurlah sayang, kamu terlalu lelah, biar aku yang menanggung semuanya," gumam David.
Lama pria itu membiarkan Diandra memeluknya sambil terlelap, setelah dipastikan terlelap, David mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Apa dia sudah tidur?" tanya Vasko.
"Ya, aku akan membaringkannya di dalam kamar," ucap David.
"Hmmm.... baiklah," ucapnya.
"Otniel, coba cek kondisi Diandra," ucap Vasko pada Niel yang duduk di depannya.
"Ha? eh baiklah," ucap Otniel bangkit berdiri dan membawa peralatan medisnya, mereka akan mengecek kondisi Diandra secara teratur untuk memastikan tak ada masalah pada wanita itu.
David membawa tubuh istrinya dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Dengan teliti Otniel memeriksa keadaan Diandra.
"Dia cukup stabil, kandungannya juga baik tak ada masalah, dan beri dia semangat Vid, dia butuh dukungan dari mu, dia pasti akan bersedih selama beberapa hari, tapi aku akan memastikan dia dan kandungannya tetap sehat," ucap Otniel.
"Aku mengandalkan mu Niel, terimakasih banyak," ucap David yang di balas anggukan kepala oleh Otniel.
Dokter itu keluar dari ruangan, "Aku akan menjaganya untukmu kak," batin Otniel.
David membaringkan tubuhnya di samping Diandra, dia mengusap wajah itu, tangannya turun ke perut istrinya.
"Baik baik di perut Mama ya sayang, jangan buat Mama kamu sakit, dukung dia nak, Papa akan membereskan semua masalah, apa pun yang terjadi kami akan melindungi mu, kami mencintaimu sayang," ucap David.
Sementara mereka melakukan perjalanan mereka menuju Indonesia, di sebuah hotel mewah, Nyonya Helen berjalan dengan kemarahan, dia mencari putrinya yang tidak mau pulang ke rumah selama berhari hari.
Wanita itu membuka paksa sebuah kamar yang sudah ditempati Bella selama beberapa hari.
"Bella Besara!!!" pekik Nyonya Helen sambil membuka pintu itu dengan kasar, dia menatap tajam ke arah Bella, putrinya yang mulai memberontak.
"Ck.... ada apa Ma? kau membuat telingaku sakit," ucap Bella yang tengah merias diri nya, rencananya dia akan jalan jalan dengan William malam ini.
"Kenapa kau tidak pulang ke rumah? apa kau sudah kehilangan akalmu? cepat pulang kita harus menjalankan rencana kita, kau harus bisa menggaet tuan Nicholas hanya dia yang bisa membantu Mama dan Papamu tuan Besara," ucap Nyonya Helen dengan tegas.
Bella menatap kesal pada Mamanya, "tcih... aku akan pulang nanti, aku ada pesta," ketus Bella sambil beranjak meninggalkan kamar hotel itu.
"Hey babe," sapa seorang pria tampan yang tak lain adalah William yang sudah menunggu Bella di depan kamarnya, dia berjalan di belakang nyonya Helen sejak tadi.
"Se..sejak kapan pria menyeramkan itu disana? aku bahkan tak menyadari kehadirannya," gumam Nyonya Helen menatap William.
Pria itu menyeringai, "Apa yang akan dilakukan wanita ini hmm?" batin William.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😉
__ADS_1