
Vasko menarik tangan Joy dengan paksa dan kembali masuk ke dalam Van.
Sejak tadi hati Vasko panas melihat kedekatan Joy dan Otniel, padahal sebenarnya dia tidak punya hak melarang Joy dan Otniel bersama toh dia juga yang menolak Joy beberapa tahun lalu.
"Apa apaan sih? lepaskan ini sakit!!" nada suara Joy meninggi, jujur saja berdekatan dengan Vasko membuat jantungnya selalu berdegup tak normal, rasa suka pada Vasko masih sama, namun hatinya terlanjur terluka akibat kata kata Vasko di masa lalu.
"Maaf, aku ingin bicara !" ucap Vasko sambil menatap Joy dengan tajam, sungguh pria itu tak tau bagaimana menarik hati seorang perempuan, bisa bisanya dia berlaku kasar pada Joy.
"Shhh.... kalau kau mau bicara, bicara di depan semua orang, jangan membawaku ke sini, nanti orang berpikir aneh aneh!" ketus Joy sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena genggaman tangan Vasko terlalu kuat.
"Kau sangat kasar !" tambah Joy.
"Maaf, apa aku menyakitimu, aku tidak sengaja aku terlalu terbawa suasana," ucap Vasko yang ingin melihat tangan Joy namun Joy menarik tangannya menghindari Vasko.
"Bicaralah aku tidak ingin berlama lama disini," ucap Joy dengan nada datar seperti biasa saat dia berbicara dengan klien dan orang yang tidak dikenalnya.
Vasko menatap Joy, "Kau berbeda dengan yang dulu," ucap Vasko.
Joy membuka pintu dengan wajah kesal sungguh gadis itu tidak sabaran sekali padahal Vasko baru memulai pembicaraan mereka.
Dengan cepat Vasko menarik tangan Joy dan membuat nya duduk di kursi dengan tenang lalu mengunci mobil Van itu.
"Tunggu sebentar!" ucap Vasko dengan nada tegas.
Joy terdiam, dia membalas tatapan Vasko dengan tajam.
"Apa maumu!" ucap Joy.
"Bukankah kau menyukaiku? kenapa kau begitu dekat dengan Otniel? apa kau tidak bisa memegang kata katamu yang mengatakan kalau kau selalu menyukaiku, bukankah kau mengatakan itu dulu Joy? lalu kenapa kau dekat dengan Otniel?" Vasko langsung bertanya pada Joy.
Joy menatap pria itu, dia merasa heran dengan pertanyaan Vasko yang terdengar aneh.
"Apa kau gila? mau aku dekat dengan siapa pun itu urusanku bukan urusanmu, aku bahkan tak ingat kapan aku menyukai mu kenapa kau menyinggungnya sekarang!" Joy membalas perkataan Vasko dengan nada kesal.
"Kau dengan jelas menolakku waktu itu dan kau mengatakan tidak ada gunanya aku menyukai seorang pria seperti dirimu!" tambah Joy lagi mengingatkan Vasko akan kata kata pria itu beberapa tahun lalu.
__ADS_1
"Kau mengatakan dengan jelas kalau aku hanya seorang gadis yang naif, apa perlu ku ceritakan kembali bagaimana caramu menolakku waktu itu?" Joy mulai marah namun Vasko tetap tenang dan mendengar kata kata Joy.
"Dan sekarang kau menyinggungnya lagi? ada apa denganmu? apa kau sudah mulai kehilangan kewarasan mu?" ucap Joy sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain, dadanya naik turun karena terlalu marah, bahkan dia sampai ngos ngosan mengucapkan kata katanya itu.
"Aku menyukaimu," ucap Vasko sambil menatap lekat gadis di sampingnya itu.
Telinga Joy mendengar ucapan Vasko dengan jelas, seketika tubuhnya berdesir saat mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang namanya masih bertahta di hatinya itu.
Joy menatap Vasko dengan tatapan tak percaya, tampak keraguan di matanya entah dia salah dengar yang pasti dia ingin mendengar kata kata itu lagi.
"Aku menyukaimu Joy, sejak awal aku menyukaimu!" ucap Vasko sambil menatap gadis itu mengutarakan perasaannya yang sebenarnya yang juga dia pendam selama ini.
Joy terdiam, matanya berkaca-kaca, " Kau pembohong, kau... kau berbohong!!" Joy menangis, dia menolak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vasko.
"Aku bersungguh-sungguh Joy, sejak awal aku... aku sudah menyukaimu!" ucap Vasko.
"Hahahah.... tidak... kau tidak pernah menyukaiku Vasko, kau... kau hanya berempati pada gadis menyedihkan dan gadis naif seperti diriku, kalau kau menyukaiku kau tidak akan mengucapkan kata kata menyakitkan itu!" ucap Joy menatap Vasko dengan suara bergetar, air matanya tumpah.
"Aku masih ingat dengan jelas kata katamu," ucap Joy.
"AKU TIDAK AKAN MENYUKAI GADIS NAIF SEPERTI DIRIMU, KAU TIDAK PANTAS UNTUKKU!!!, kau ingat sekarang? kau mengatakannya dengan jelas di telinga ini!" gadis itu mengulangi kata kata yang selalu teringat dan tinggal di hatinya, kata kata yang membunuh perasaannya.
Dua tahun yang lalu sebelum pertemuan dengan Diandra,
Joy si asisten cantik yang galak dan disebut sebagai setan kecil di Grup Moto.Tech sedang mengemudikan mobilnya menuju kediaman David dimana pria itu tinggal bersama tiga orang sahabatnya.
Dengan senyum merekah, Joy mengemudi sambil bersenandung ria, ada yang berbeda dari penampilan gadis cantik itu, rambutnya yang panjang digerai tidak seperti bisa yang selalu dikuncir ala ekor kuda.
Wajahnya menggunakan make up tipis dan natural, dia memakai gaun bunga berwarna biru putih, memakai parfum dan tampak sangat feminim, sangat berbeda dari penampilannya yang biasa.
Hari ini adalah akhir pekan, pertanda kalau dia libur untuk mengistirahatkan otak dan tubuhnya.
Joy melirik sekeranjang makanan ringan yang dia beli dari supermarket, dia tak bisa memasak, pada akhirnya gadis itu memilih membawa cemilan sebagai buah tangannya.
" Duh... kok jadi gugup ya, apa kak Vasko akan ada di rumah nanti?" gumam Joy dengan senyum sumringah, dalam pikirannya dia akan bertemu dengan Vasko, pria tampan yang sudah mencuri hatinya sejak awal mereka bertemu.
__ADS_1
Joy sudah jatuh hati pada Vasko pada saat pandangan pertama saat usianya masih sangat muda, dan dia terus memendam perasaan itu.
Jika ditanya alasan mengapa Joy menyukai Vasko, dia akan menjawab, " Tak ada alasan untuk menyukai seseorang, rasa itu hanya datang dengan sendirinya," jawaban yang yang selalu datang dari bibir cantik gadis itu.
Joy selalu menunjukkan perasaannya pada Vasko bahkan terkesan terlalu berlebihan tetapi begitulah dia seorang gadis yang polos yang baru mengenal cinta, terkesan naif namun hatinya terlalu tulus untuk manusia sekaku dan sedingin Vasko.
"Aku akan menyatakan perasaanku padanya, hehehe ku harap kak Vasko mau, aku menyukainya, tapi apa tidak masalah ya kalau perempuan mengungkapkan terlebih dahulu?" gumam Gadis itu.
"Ahh tak apa lah, aku akan menyampaikannya," gumamnya sambil tersenyum.
Joy tiba di kediaman David dan yang lain, senyumannya tak pernah hilang dari wajahnya, dia membawa semua cemilan itu.
Gadis berdarah asli Indonesia itu masuk ke dalam rumah dengan senyuman bahagia, dia disambut oleh Joel, Otniel dan David tetapi pria yang dicarinya tak ada di rumah itu.
"Wow Joy jadi normal hahhaha.." Otniel menggoda Joy yang tampak cantik dengan gaunnya.
"Cihh... kalau cantik bilang saja," ucap Joy sambil meletakkan kantong cemilan itu di atas meja, matanya mencari sosok yang dia inginkan.
"Apa kau mencari Vasko?" tanya David yang dianggukkan oleh gadis itu, wajahnya bersemu merah.
Joel, Otniel dan David saling menatap, mereka tersenyum melihat tingkah gadis itu.
"Dia masih di luar, tunggu saja dulu," ucap Joel.
Akhirnya Joy menunggu di ruangan itu selama berjam jam tanpa bosan ,bahkan yang lain sudah mengatakan kalau Vasko mungkin tidak akan pulang tetapi gadis itu menunggu sampai malam tiba tanpa Merasa bosan, yang penting dia mengatakan perasaannya.
setelah menunggu beberapa lama akhirnya Vasko pulang wajahnya benar benar berbeda kala itu, tatapannya sangat dingin, dia masuk ke dalam rumah.
Joy yang senang dengan kedatangan Vasko langsung menyambut pria itu.
Dia menghampiri Vasko dengan senyuman bahagia namun tatapan datar Vasko tampak sangat menyedihkan dan menyeramkan.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉