
Tak terasa acara demi acara telah berlalu, kini acara telah berakhir dengan meraih. Diakhiri dengan acara pelepasan balon balon harapan ke atas langit yang berisi harapan dan angan angan mereka tentang masa depan.
Otniel menggendong putra Kecilnya, tampak Diandra dan Joy berbincang dengan ibu ibu lain yang juga hadir di acara anak dan orang tua itu.
Sedangkan David dan Vasko sibuk menjadi seksi dokumentasi yang mengabadikan foto Anak mereka masing-masing. Kedua pria itu tampak sangat bersemangat mengambil foto Anak mereka, memberi arahan tentang gaya yang harus mereka pasang menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi kedua pria yang gila kerja ini.
" Nak kita foto yuk," ajak Otniel pada Edward.
"Boleh Daddy, heheh" Jawa bocah kecil nan tampan itu.
Saat mereka Sedang mengambil foto tiba tiba bola kecil menggelinding ke arah mereka.
" Bola Kevin!" teriak seorang bocah yang berlari ke arah mereka berdua.
Dengan inisiatif, Edward mengambilkan bola untuk bocah berusia 6 tahun itu, dia masih duduk di bangku kelas 1 SD.
"bola kamu?" tanya Edward sambil memberikan bola itu pada bocah kecil itu.
"he.. em... terimakasih kak," ucapnya dengan nada menggemaskan.
" Kevin, kenapa jauh jauh sayang!" panggil seseorang yang tak lain adalah Chelsea yang sedang mengejar anak dari sahabatnya.
"Mom Chelsea, Kevin Ndak sengaja, Kevin jatuhin bolanya tadi sorry, jangan bilang Mami ya," ucap bocah kecil itu.
"hilihh..... kamu ada ada aja, bola jatuh nggak masalah asal bukan kamu yang jatuh," ucap Chelsea.
" ahh.. maaf mengganggu dok," ucap Chelsea sambil membungkuk pada Otniel.
Si bocah kecil Edward terus saja menatap gadis itu dengan lekat, bahkan memperhatikan bagaimana Chelsea dengan begitu perhatian mengurus Kevin yang masih kecil.
Entah apa yang ada di pikiran bocah kecil itu tetapi segurat senyuman lembut tergambar di wajah bocah kecil itu dan Otniel menyadari nya.
"Hey anak Daddy kok senyum senyum?" tanya Otniel.
"hmm? kangen Mommy," ucapnya dengan senyuman manis di wajahnya yang masih saja menatap Chelsea dengan intens.
"Ya udah kita nanti ke tempat Mom, " ucap Otniel.
"Uwahhh... benarkah? horree..... Baby Bubu!!!" teriak Edward yang berlonjak kegirangan dan berlari mencari Baby Bubu.
__ADS_1
"Haihh... dasar anak ini," gumam Otniel.
"Wah anak dokter aktif sekali ya," ucap Chelsea yang menatap kepergian Edema yang menemui Emily.
"Hmm.. dia sangat aktif, anak baik itu sangat aktif, dia pasti merindukan Momnya," ucap Otniel.
"Memangnya Momnya Edward kemana dok?" tanya Chelsea yang memang belum tau tentang hal itu.
"Pergi ke surga," ucap Otniel dengan nada datar.
Chelsea terkejut bukan main, dia pikir ibunya Edward masih hidup, ternyata kenyataannya bocah kecil itu tidak memiliki sosok ibu selama ini, beruntung ada Diandra yang begitu menyayanginya dan merawatnya seperti anaknya sendiri, sehingga Edward tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu.
"Ma..maafkan saya Dok, bukan maksud saya untuk menyinggung," ucap Chelsea segera membungkuk.
"hmm.. tak apa, bukan masalah besar," ucap Otniel sambil mengangguk.
"Lalu bocah kecil ini siapa? anakmu?" tanya Otniel sambil menatap bocah kecil yang menggemaskan itu.
"Bukan anak kandung tapi serasa anak sendiri sih dok karena saya lebih sering bersama dia dibandingkan dengan Papa dan Mamanya yang sibuk kerja," jelas Chelsea.
"ahh... begitu ya, kupikir kau sudah menikah," ucap Otniel.
"Ehh belum dok, " jawab Chelsea.
seketika itu Chelsea terbelalak mendengar ucapan Otniel, bisa bisanya pria psiko itu mengejek dirinya yang biasanya kena bentak dan kena serangan mental di rumah sakit.
"Astaga aku tidak habis pikir dengan kelakukan dokter aneh itu dia benar benar dia kepribadian yang berbeda, sangat aneh, mimpi apa.akj sampai bertemu dengan orang aneh itu ihhhkk seram..." ucap Chelsea bergidik merinding sambil menggendong Kevin dan pergi pulang untuk mengantar bocah kecil itu, sebab Mamanya tidak datang ke acara pertemuan ini.
Sementara itu Otniel menghampiri Edward a yang sedang asik berpose bersama kakak kembarnya dan juga Emily, sontak keluarga mereka menjadi sorotan pada tamu karena mereka bagaikan melihat taburan serbuk berlian yang berjejer di depan sekolah.
Visual mereka benar benar sebuah anugerah yang begitu luar biasa.
Para orang tua juga tak ketinggalan acara foto foto itu.
Otniel nimbrung diantara kedua kakaknya dan ikut berpose, acara itu di akhir dengan tawa bahagia oleh mereka semua.
Sementara itu dari kejauhan tampak seseorang mengepal kuat kedua tangannya sambil menatap Otniel dan Edward dari dalam mobil.
"Beraninya pria bajingan itu menggoda Chelsea!" umpatnya dari dalam mobil.
__ADS_1
Dia tak lain adalah Richard yang membuntuti Chelsea sampai ke area sekolahan itu. Dia menaruh hati pada Chelsea tapi Chelsea tak pernah melihatnya bahkan terkesan sangat cuek pada dirinya.
Karena Chelsea tidak melihat kalau dia secara terang terangan menunjukkan rasa sukanya, Membuat Richard sensitif jika gadis pujaannya itu dekat dengan pria lain yang lebih unggul dari dirinya belum lagi pria itu adalah dokter Otniel pria yang tidak disukai oleh Richard karena dianggap terlalu banyak ikut campur dalam berbagai hal.
"Beraninya dia mendekati Chelsea, dasar pria licik, lihat saja apa yang akan kulakukan padamu dan anak bodohmu itu, cihhh... manusia rendah!" umpat Richard lalu dia pergi dari sana dan melajukan mobilnya.
Bertahun tahun menyukai seorang gadis namun tak kunjung berhasil mendapatkan hati gadis itu membuat Richard buta dan tidak menyadari siapa yang sedang dia tantang saat ini.
Sementara itu Rombongan keluarga Otniel sudah meninggalkan lokasi sekolah karena acara telah berakhir dengan sukses. Mereka semua melaju menuju rumah duka dimana abu Sean mendiang Mommy Edward disimpan.
Edward tampak tersenyum bahagia saya tau kalau dia akan mengunjungi tempat Mommy nya. Sepanjang jalan bocah itu terus tersenyum sambil menggenggam tangan Emily yang duduk di pangkuannya, mereka duduk di kursi belakang bersama Diandra sedangkan David bersama Otniel dan Joy serta Vasko naik mobil mereka sendiri.
" Tunggu dulu, kak Niel siapa wanita yang bersamamu tadi?aku seperti nya mengenal dia,"ucap Diandra secara tiba tiba saat dia mengingat sosok Chelsea yang tak asing menurut nya.
" Siapa? yang mana?" tanya Otniel.
"Itu loh perempuan yang kakak ajak bicara tadi saat di kursi dan juga saat bersama Edward, tadi aku terlalu sibuk berbincang dengan ibu ibu, sampai gak perhatiin, soalnya aku kayak kenal gitu," jelas Diandra mencobaengingat sosok gadis yang berbicara dengan Otniel tadi.
"Kamu kenal dari mana yang?" tanya David penasaran.
" Si gadis parfum lima tahun lalu yang, dia mirip banget sama gadis itu, namanya kalau gak salah Chelsea, Elsa atau apa gitu," ucap Diandra.
"hah? gadis parfum apa? gadis tadi namanya memang Chelsea dia dokter Fellow di rumah sakit di departemen bedah syaraf," ucap Otniel.
"Nah kan bener namanya Chelsea, aku gak salah, itu si gadis parfum yang waktu kejadian aku hampir terpeleset di kamar mandi restoran," jelas Diandra.
"Whaaatt....!!" Otniel memekik sampai dia tiba tiba menginjak rem mendadak membuat mobilnya berhenti dan mereka sedikit terpental di dalam sana.
" Otniel hati hati!!!" geram David yang panik dan langsung mengecek kedua bocah yang asik berbincang entah apa yang mereka bicarakan tapi tampaknya mereka juga terkejut saat Otniel mengerem mendadak.
"aduh maaf, habis nya aku kaget, masa iya dia si gadis buket bunga itu? penampilannya benar benar berbeda dan lagian dia bertindak seolah tak mengenalku," ucap Otniel.
" Wahhhh si buket bunga ketemu sama pemberinya pertanda apa nih hahahah..." goda Diandra seraya menaikturunkan alisnya.
"ck.. Mama Gorilla diam!"
.
.
__ADS_1
.
like, Vote dan Komen 😉😉